
Felysia berjalan tanpa arah di tengah pekatnya malam.ia tak punya tempat tujuan,ingin menelepon seseorang tapi ia lupa bahwa handphonenya masih berada di dalam mobil pria itu, bahkan sekarang yang ia punya hanya gaun yang melekat di badannya dan juga sepasang high heals yang sudah patah. felysia membuang ke sembarang arah high heelsnya,tak ada gunanya lagi ia membawanya. penampilan gadis itu sangat mengenaskan, namun lebih dari itu,jauh di dalam sana,ia merasakan sakit yang lebih dari pada ini.
Sepanjang jalan yang felysia lewati, orang-orang memandang aneh padanya, namun ia tak peduli gadis itu terus berjalan gontai tanpa alas kaki dengan merasakan lututnya yang berdenyut nyeri akibat benjolan karna terjatuh tadi.Bahkan pria itu tak berusaha untuk mencarinya, felysia tertawa pedih tentu, untuk apa lelaki itu mencarinya. dia pasti sedang bahagia atas pengumuman pertunangannya dengan wanita yang dicintainya.
Karena tak melihat dengan benar, felysia malah berjalan ke tengah jalan hingga sebuah motor matic dengan kecepatan tinggi, menyerempet dirinya.
Brruk!
tubuh felysia setengah terhempas dan terjatuh di aspal.
"WOY KALO JALAN TUH PAKE MATA GOBL*K! mau mati Lo!" maki pengendara pria itu kepada felysia.alih-alih membantunya pengendera itu malah menatap sinis dirinya.
Felysia berdiri dengan susah payah setelah pengendara itu meninggalkannya begitu saja.lalu lalang di sekitar gadis itu seakan tak peduli jika ada seorang wanita yang terjatuh karena terserempet motor, mereka hanya menoleh penasaran kemudian berjalan kembali Melanjutkan urusan masing-masing.
Felysia merasakan nyeri di beberapa bagian tubuhnya, bahkan rasa perih karna luka goresan akibat gesekan aspal membuat kulitnya terkelupas dengan darah yang keluar, gadis itu kemudian terduduk di trotoar jalan.ia memikirkan jalan hidupnya yang terasa memilukan,di buang keluarga yang bahkan tak menginginkannya,dipaksa menikah dengan seorang pria asing demi untuk membalas budi,kini setelah sekian lama, ia merasakan apa itu kenyamanan yang diberikan oleh pria itu. namun sekarang lelaki itu telah menemukan cintanya, membuatnya mau tak mau harus berjalan mundur dan tak boleh berharap lebih.bahkan bisa saja sewaktu-waktu pria itu menendang felysia dari rumahnya dan juga hidupnya.
"Jika memang berniat datang bersama kekasihnya itu, mengapa membawaku juga.dasar manusia kejam!" Felysia memaki dengan suara pelan. sambil menundukkan kepalanya dengan kedua lututnya sebagai tumpuan. gadis itu tak menangis, bahkan air matanya kini sudah mengering. baginya diabaikan seperti ini sudah menjadi makanan sehari-harinya, namun untuk kasus dengan pria ini felysia merasakan sakit yang teramat.
***
"Lapor tuan,nyonya muda tak bisa ditemukan di sekitar gedung." Leo dengan nafas memburu melapor kepada tuannya,abhimanyu.
"Sepertinya dia sudah tidak ada di sekitar sini,cari di tempat yang lain, bahkan kalau perlu sampai ke ujung dunia.kerahkan semua pengawal yang kita punya!" Abhimanyu berkata lantang membuat Leo dan dua puluh pengawal di sekitarnya mengangguk.mencari lagi Dimana nyonya muda mereka berada.
Angel berjalan ke luar gedung menyusul Abhimanyu dengan wajah cemberut, "Kenapa kau tiba-tiba keluar,kau bahkan belum bertemu dengan paman." angel menyenderkan kepalanya di pundak pria itu membuat Abhimanyu beringsut menjauh,risih.
"Angel kenapa kau melakukan hal tadi, mengumumkan bahwa kau dan aku bertunangan, bahkan tanpa memberitahuku sebelumnya." Abhimanyu berkata pelan namun menusuk.nampaknya ia harus memperingati gadis ini agar tak melakukan hal seenaknya.
"K-kau tidak suka? apa kau segitu tidak sukanya padaku? kau telah berubah." angel merengek dengan air mata yang siap meluncur.
"Bukan begitu,tapi kau ... Akhhh sudahlah kita bicarakan nanti." Abhimanyu tak bisa mengatur emosi. ia terlalu semrawut karna kepanikannya akan kehilangan felysia.
"Kau mau pergi kemana?" angel mencekal lengan Abhimanyu. menatap penuh selidik ke arah pria itu.
"Angel kuperingatkan, walaupun kau penting untukku tapi aku bisa saja membunuhmu karena menghalangiku.Aku adalah seorang mantan pembunuh,pikirkan." Abhimanyu menatap mata angel dalam, membuat wanita itu melepaskan cekalannya,dan beringsut mundur,ia menjadi teringat kenapa pria itu sampai bisa dipenjara tujuh tahun lalu.
sementara Abhimanyu berlari,dan mulai mencari felysia di sekitar gedung memastikan lagi jikalau sosok mungil itu ternyata berada di tempat yang tak dijamah pengawalnya. sekitar lima belas menit Abhimanyu menelusuri gedung dan depan jalan, bahkan sampai menanyakan kepada orang yang berlalu lalang akan keberadaan felysia,berbekal foto gadis itu yang ia simpan di handphone.
Bahkan sedari awal pergi felysia tak mengangkat telponnya membuat pria itu mengusap wajah frustasi. "Dimana kau? dimana? dimana kau Stela." Abhimanyu terus bergumam di sela kepanikannya.
Merasa gadis itu tak ada di sekitar gedung membuat Abhimanyu berjalan ke arah parkiran dan masuk ke dalam mobil guna mencarinya di tempat lain.diperjalanan Abhimanyu mencoba menelpon felysia sekali lagi,kali ini berdering.namun ia merasakan bahwa deringan dari handphone lain berada di dalam mobilnya, Abhimanyu kemudian membuka laci kecil yang berada di bawah setir dan menemukan ponsel felysia yang tergeletak.ternyata gadis itu meninggalkan handphone miliknya di sini.
"Ya, kau sudah menemukannya?" Abhimanyu yang menyalakan handsfreenya,berkata kepada seseorang diseberang sana.
"Cari lagi, sudah kubilang kerahkan semua pengawal jika perlu,saya mau gadis itu ditemukan malam ini." Abhimanyu mematikan handsfreenya dan membuang asal.
Abhimanyu yang kesal meninju setir mobil keras, meluapkan amarahnya.jika saja,jika saja tadi ia dengan cepat menyusul felysia bukan malah berdiam diri melihat gadis itu yang dipermalukan dan sekarang baru menyesal karena kehilangannya.
Handphone Abhimanyu berdering, membuat ia menghentikan mobil dan mengangkatnya, "Ya bagaimana Leo?"
"Sudah di temukan? dimana? ... baiklah saya akan kesana." dalam hati Abhimanyu berucap syukur karena felysia bisa ditemukan malam ini juga.maka dengan cepat Abhimanyu melajukan kendaraannya menuju ke tempat felysia berada.
***
Abhimanyu sedikit berlari melihat felysia yang sekarang berada lima langkah di depannya.abhimanyu kemudian melangkah pelan melihat felysia dengan jelas, keadaan gadis itu sungguh jauh dari kata baik, dengan jas hitam Leo yang berada di pundaknya gadis itu menunduk mengambil memegang sebelah lengannya di depan.gadis itu bertelanjang kaki dengan gaun yang sudah kotor di beberapa bagiannya,juga melihat ada luka gores dan lebam biru di lengan dan kaki gadis itu membuat Abhimanyu meringis, merasa bersalah.
Saat sudah berhadapan dengan felysia,Leo dan tiga pengawalnya tiba-tiba berdiri dan melapor, "tuan muda, kami menemukan nyonya berada di depan supermarket tak jauh dari sini, kondisi nyonya sedikit mengenaskan membuat saya mau tak mau memberikan jas guna menutupi pundak nyonya muda." lapor Leo kepada atasannya itu.
"Baiklah kerja yang bagus.kalian boleh pergi, tinggalkan kami dahulu," kata Abhimanyu yang tak melepas sedikit pun pandangannya dari felysia.
Setelah Leo dan para pengawal pergi, Abhimanyu maju selangkah agar bersejajar dekat dengan gadis itu, Abhimanyu merentangkan tangannya hendak memeluk,namun gadis itu beringsut mundur,tak ingin di dekati. Abhimanyu menyadari itu dan sekarang dia hanya menatap wajah felysia yang terlihat jelas karena terangnya rembulan jatuh menimpa wajahnya.
"Maafkan saya." Abhimanyu berkata lirih membuat felysia memberanikan diri mendongak dan menatap wajahnya.
Mata mereka bertemu,ada rasa yang tak tersampaikan di antara mereka melalui tatapan mata itu.dan yang sekarang di lihat felysia adalah air muka Abhimanyu yang terlihat menyesal,tak dibuat-buat. bahkan tadi pria itu mengatakan 'maaf' hal yang tak pernah keluar dari mulutnya, namun sekarang lelaki itu mengatakannya.
__ADS_1
"Sakit!?" Abhimanyu mengambil sebelah lengan felysia dan mengelusnya.
"Tidak tuan." felysia berkata pelan.namun entah kenapa menurut Abhimanyu itu adalah sebuah kata penolakan.
"Maafkan saya." lagi-lagi Abhimanyu mengatakan maaf membuat felysia merasa serba salah.
"Saya tidak apa-apa, tuan.sungguh." Gadis itu berbohong Abhimanyu bisa melihatnya.
"Lebih dari itu ... " felysia menggantungkan ucapannya. menghembuskan nafas perlahan.
"Tuan,jika anda ingin menikahi nona angel ... tolong, ceraikan saya."
***
Sementara itu di pesta yang masih diselenggarakan di dalam gedung, Angel berdiri menahan amarah karna kehilangan jejak Abhimanyu, dia menghentakkan kakinya kesal karna menurutnya Abhimanyu telah berubah sikap padanya, lelaki itu tidak selembut dahulu, bahkan kini sudah berani mengancamnya.
"Memangnya sepenting apa sih wanita itu hingga harus di cari sampai seperti itu? paling cuma wanita jal*Ng murahan, yang mencoba untuk menggodanya." gumam Angel kesal. Karna masih ingat dengan penolakan yang dilakukan Abhimanyu.
Byurr!
Seorang pelayan wanita yang kehilangan keseimbangannya tidak sengaja menumpahkan gelas yang berisi minuman di nampannya mengenai Angel. gaun wanita itu kini basah terkena noda minuman.
"Astaga gaunku!" angel mengeram tertahan memeriksa gaunnya yang basah.
"Kau ini punya mata gak sih pelayan bod*h! lihat,apa yang telah kau lakukan pada gaun mahalku!" maki Angel pada pelayan itu.
"S-saya tidak sengaja Nona," kata si pelayan wanita yang sudah ketakutan itu.
Plakk!
Angel melayangkan tamparannya pada pelayan itu.
"Beraninya kau melihat langsung ke arahku dengan mata kotormu itu! menunduk!" bentak angel.
Pelayan wanita yang sudah sangat ketakutan dan gemetaran itu menurut,dia menunduk dalam. dia merasakan pipinya yang memanas karna tamparan keras angel, tapi itu tidak seberapa di banding nasibnya sialnya kini.
Byurr!
Angel menumpahkan minuman yang di ambilnya dari meja ke kepala pelayan wanita itu. hingga setengah badan wanita itu basah kuyup. semua aksinya di saksikan para tamu di sini tanpa ada yang berniat untuk melerai.
"Itu adalah hukumannya karena kau telah membuat gaunku basah. sekarang bersujud padaku dan minta maaf!"
Sontak saja perintah Angel itu membuat semua orang yang ada di situ terkesiap kaget,lalu para tamu yang menonton saling melempar pandangan dan berbisik-bisik.
"Tunggu apalagi cepat lakukan perintah ku!"
"Atau kau akan di pecat dari pekerjaan mu ini!" ancam angel.
"J-jangan nona." wanita itu menggeleng.
Lalu dengan takut-takut pelayan itu melaksanakan perintah Angel, bersujud langsung ke kaki angel dan meminta maaf.
Para tamu di sini menatap iba ke arah pelayan wanita itu, tapi mereka juga tidak bisa membantunya, mengingat betapa besar pengaruhnya kekuasaan angel di sini.
"Maafkan saya Nona, maafkan saya," ujar wanita itu berulang kali dengan isakan tangis.
Angel yang melihat itu tersenyum senang, dengan menarik sudut bibirnya, mengejek.
"Itulah akibatnya jika kau berani mencari masalah dengan tuan Putri angel," ucap Angel sambil melipat kedua tangannya,angkuh.
***
Felysia menutup pintu kamarnya sedikit keras.wanita dengan celemek yang melekat di badannya itu berjalan ke depan pintu utama.memberikan sejumlah uang yang ia ambil tadi kepada seorang kakek penjual kangkung yang kebetulan lewat.Felysia sudah memilih beberapa kangkung segar,ia kemudian mengambil kangkung yang sudah berada di kresek hitam setelah membayar sebelumnya.
"Ini non kembaliannya." Sang kakek menyodorkan uang pecahan ke arah felysia.namun gadis itu menyodorkan uang itu lagi kepada si kakek.
__ADS_1
"kembaliannya ambil aja kek," katanya kemudian tersenyum dan berlalu masuk ke dalam rumah.
"Alhamdulillah rezeki gak kemana.matur suwun non." kakek itu berucap gembira dan meletakkan uang seratus ribu itu ke dalam saku bajunya yang sudah lusuh dan mendorong gerobaknya kembali.
Sudah Satu Minggu setelah kejadian di pesta acara malam itu Abhimanyu sekarang lebih sering berada di rumah, felysia tak mengerti juga tak ingin penasaran.Setelah ia mengatakan ingin bercerai jika Abhimanyu ingin menikah dengan angel, pria itu tak menjawab dan malah berlalu pergi meninggalkan felysia waktu itu, alhasil felysia diantar pulang oleh Leo dan Abhimanyu malah balik ke kantor.
Drama selanjutnya yang terjadi angel,wanita itu mengetahui bahwa dia adalah istri Abhimanyu, awalnya wanita itu sempat marah dan hampir ingin mengancam untuk membunuhnya,namun setelah Abhimanyu menjelaskan bahwa mereka hanya menikah kontrak selama satu tahun membuat angel menjadi tenang. dia bahkan mengancam felysia untuk mengusir gadis itu dari kehidupan Abhimanyu dan akan memiliki Abhimanyu seutuhnya.
Felysia tentu tak perduli,tak ada urusan dengannya.toh mereka memang sudah akan bertunangan kenapa angel seakan takut jika Abhimanyu akan berpaling darinya.sementara untuk Abhimanyu dan dirinya sendiri tak ada yang berubah diantara mereka, Abhimanyu tetap si pria dingin yang irit bicara kepadanya,mereka hanya menjalani kehidupan keluarga normal sarapan,makan siang,dan makan malam bersama,dan selebihnya pria itu sibuk dengan pekerjaannya.tentu, felysia cuma harus bertahan di situasi ini selama satu tahun ke depan dan setelahnya ia akan bebas.atau lebih bagusnya pria itu membebaskannya sekarang juga.
"Nyonya beli kangkung sebanyak ini untuk apa?" kata Bi ati heran melihat nyonya mudanya ini menaruh sekresek besar kangkung di atas meja dapur.
"Ya buat dijadiin makanan Bi,jika tuan tak suka biar buat saya atau bibi kalau mau." Kata felysia sambil mencuci bersih kangkung-kangkung itu meletakkannya di lemari es.
"Saya suka." seseorang tiba-tiba menyahut membuat felysia dan bi ati menoleh.
"Tuan,anda sudah pulang." felysia menghampiri Abhimanyu dengan kondisinya yang masih memakai celemek dan rambut yang di Cepol asal.
"Ya. saya suka kangkung,lebih tepatnya semua masakan yang kamu buat saya suka." Abhimanyu yang berkata seperti itu tapi malah felysia yang merasa malu.ntahlah ia hanya berfikir jika sifat tuannya ini sedikit berubah.
"Anda ingin mandi dulu atau bagaimana? mau saya buatkan kopi seperti kebiasaan anda selama ini.karna sepertinya untuk makan malam terlalu sore."
"Terserah."hanya itu yang dikatakan Abhimanyu, pria berjalan kikuk melewatinya membuat felysia merasa terabaikan.
"Baiklah tuan, segelas kopi panas tanpa gula akan segera datang!" ucap Felysia sedikit berteriak, berbalik menatap Abhimanyu yang sudah menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di atas.
Malam hari...
Felysia sedang menyiapkan makan malam,kebetulan bi ati tak bisa membantu karna masih ada urusan di belakang.felysia menata rapi nasi dan lauk pauk di meja,tak lupa kangkung yang ia beli sore tadi dia olah dengan saos tiram membuatnya tampak sangat mengunggah.
"Tuan,makan malam sudah siap." felysia berkata sedikit berteriak kepada Abhimanyu.
Abhimanyu yang sedang duduk membaca buku di kursinya yang berada di ruang tamu berdiri setelah menutup buku dan meletakkannya di atas nakas bersama dengan kacamata bacanya.Abhimanyu kemudian melangkah pelan ke arah meja makan.
"Aku sudah mengolah kangkung dibeli sore tadi, semoga kau suka." felysia yang tersenyum mendorong mangkok yang berisi kangkung saos tiram itu kehadapan Abhimanyu.
Abhimanyu mulai menyendok nasi ke piring dan menyantap makanannya, felysia yang di depannya terus menatap.
"Bagaimana?" Tanya felysia antusias.
"Enak." kata pria itu lempeng, terdengar biasa saja namun menurut felysia itu adalah suatu pujian yang tulus.
Dengan raut berbinar felysia duduk di kursi di samping seberang Abhimanyu yang duduk di kursi tunggalnya,dia juga mulai memakan makanannya.ada raut senang yang terpancar, membuat Abhimanyu mengulum senyum tipis, namun hanya sebentar karena tak ingin felysia melihatnya.
Satu Minggu makan bersama hampir di setiap jadwal makan membuat felysia tak kikuk lagi berhadapan dengan Abhimanyu, bahkan terkadang felysia lah yang memulai obrolan jika hening tercipta di antara mereka, dia ingin melupakan kejadian seminggu yang lalu itu dan berusaha menjadi istri yang baik di sisa waktunya.
"Apa kau menyukai acar ini? tadi saat aku ke pasar dengan bi ati tak sengaja melihat ini jadi aku membeli, semoga kau suka." felysia mendekatkan mangkuk berisi acar itu.
Abhimanyu hanya bergeming lalu melanjutkan makannya, felysia menghela nafas sudah terbiasa di cuekki seperti ini.
"Ini enak juga." Abhimanyu yang tiba-tiba menyuap acarnya membuat felysia tersenyum.
"Tapi saya lebih suka oseng kangkungnya," lanjutnya.
Felysia tersenyum, "baiklah aku akan membuatnya lagi jika anda suka."
Abhimanyu mengangguk.
Ting tong ...
Ting tong ...
suara bel rumah berbunyi.
"Sepertinya ada tamu, biar saya bukakan sebentar tuan," Sia berdiri hendak membuka pintu.
__ADS_1
Hmmmm .... kira-kira siapa ya tamunya?