
Pagi hari di kantor, para pegawai di maheswara group dikejutkan dan dibuat tercengang karena mereka melihat pemandangan yang tak biasa sekaligus lucu secara bersamaan saat mereka melihatnya. bagaimana tidak lucu,para pegawai yang sudah mengetahui jika felysia adalah istri Abhimanyu Presdir mereka, di buat iri karna hari ini Abhimanyu membawa gadis itu ke kantornya.kedua insani itu berjalan di ramainya koridor kantor bersama, dengan jemari mereka yang saling bertautan. sesekali Abhimanyu mengayunkan tangan mereka bersama, sementara kepalan tangan satunya ia masukkan ke dalam kantong celananya. membuat semua pasang mata yang melihat mereka merasa iri sekaligus gemas.
Lihatlah Presdir kita yang katanya dingin dan tak berperasaan itu, udah jadi bucin sama istrinya.
Aaaa ... gak nyangka gue, pak abhi ternyata udah punya istri, padahal gue udah anggep dia suami halu. gak rela anjir...
Pasangan itu sungguh sangat romantis, dunia seakan milik berdua saja yang Laen mah ngontrak. irinya.
Bisikan demi bisikan para pegawai di sini mulai terdengar,bahkan ada yang mengatakan secara terang-terangan membuat felysia yang sedang mengikuti langkah Abhimanyu tertunduk malu, apalagi dengan tatapan tak biasa para karyawati di sini membuat felysia semakin mati kutu di tempat, jika bukan karena paksaan pria ini yang katanya tak bisa sarapan dirumah dan memintanya untuk ke kantor agar bisa sarapan bersama, dia tentu tak akan mau datang kesini. untunglah hari ini tugasnya mengajar sedang liburkan karena anak muridnya yang sedang mengadakan ujian.
Felysia terkadang berfikir jika sikap Abhimanyu terasa sangat berbeda 180 derajat saat awal-awal mereka menikah, felysia tak terlalu yakin,tapi mood Abhimanyu yang selalu berubah-ubah membuat felysia mulai berfikir ulang, apa mungkin tuan muda ini memang memiliki dua kepribadian seperti yang selalu dia dengar?
"T-tuan bisakah kau melepaskan gandengannya?" felysia berbisik di telinga pria itu. Agak risih karna lalu lalang orang di sini tengah menatapnya aneh.
felysia yang sambil menenteng sebuah kotak makan di tangannya, berusaha mengimbangi langka kecilnya dengan langkah Abhimanyu yang lebar.
"Kenapa? kau terganggu? Abhimanyu berhenti membuat felysia juga ikut berhenti. keduanya sama-sama melempar pandangan.
Felysia mengangguk, melihatnya Abhimanyu menghela nafas melepaskan tautan jemari mereka.
"Terimakasih tuan." kata felysia, namun Abhimanyu tak memperdulikannya dan melangkah duluan.
Melihat itu Felysia bingung dan mengejar langkah pria itu, "Tuah, apa kau marah?"
Abhimanyu bergeming tetap melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan felysia, wajah pria itu tertekuk membuat wanita itu takut jika tuan muda ini beneran marah padanya.
"Tuan?!" sekali lagi felysia memanggil tapi tak ada jawaban, wajah pria itu tetap tertekuk dalam, membuat felysia akhirnya mengambil inisiatif.
Felysia mensejajarkan langkanya, menggamit tangan Abhimanyu kemudian kembali menautkan jari mereka.abhimanyu yang terkejut menoleh, dengan tampang datar, sementara felysia hanya tersenyum.akhirnya mereka berjalan dengan bergandengan kembali sampai ke sebuah lift.
meskipun tampang Abhimanyu datar, felysia tidak tahu saja kalau dalam hatinya pria itu tersenyum senang,hanya saja dia memang tidak ingin menunjukkannya makanya hanya bertampang datar.
"Tuan muda, selamat pagi." seorang pria tua menyapa ketika melihat Abhimanyu dan felysia yang hendak masuk ke dalam lift yang terbuka.
Abhimanyu sontak menghentikan langkahnya begitupun felysia. kini mereka bertiga saling berhadapan dengan tangan Abhimanyu dan felysia yang masih bertautan.
Abhimanyu mengangguk, "Selamat pagi pak Abdul."
"Apa yang membawa anda kesini? lanjutnya.
Bukannya menjawab pak Abdul malah tersenyum memandang felysia yang berada di samping Abhimanyu.
"Apakah ini istri tuan muda? seperti kabar yang terdengar, dia sangat cantik." kata pak Abdul.
Felysia yang mendengarnya tersipu malu, beda lagi dengan Abhimanyu yang mengernyitkan keningnya merasa ada yang janggal.
Mata pak Abdul bersitatap langsung dengan manik hitam Abhimanyu, seperti membuat isyarat. sepertinya asisten ayahnya ini ingin membicarakan hal secara rahasia padanya dan tak ingin felysia tahu, setidaknya itulah yang ia baca dari tatapan itu.Abhimanyu yang mengerti itu akhirnya berdehem singkat, berbalik menatap felysia.
"Stela, bisakah kau pergi ke ruangan terlebih dahulu, saya ingin berbicara dengan pak Abdul sebentar. nanti saya menyusul."
Felysia tak paham, namun akhirnya memilih mengangguk, "Baiklah." kemudian dia masuk ke dalam lift duluan setelah Abhimanyu memencet tombolnya.
Abhimanyu memperhatikan pintu lift yang perlahan menutup dengan felysia yang berada di dalamnya. setelah melihat pintu lift tertutup sempurna dan perlahan naik ke atas, Abhimanyu menghadap kembali ke arah pak Abdul yang sedang menunggu.
"Jadi .. apa yang ingin kau bicarakan denganku." selalu to the poin, itulah Abhimanyu.
"Bisakah kita tidak membicarakan di sini, terlalu banyak pasang mata." kata pak Abdul.
Abhimanyu mengangguk benar juga katanya, "Baiklah, Ayo ke ruangan rahasia ku."
***
Di ruangan rahasia nya di kantor ini, Abhimanyu dan pak Abdul duduk dengan bersekat meja besar di hadapan mereka. Abhimanyu duduk Dengan mengangkat kaki di pahanya sebagai tumpuan, sedangkan pak Abdul duduk dengan tangannya yang berada di atas meja.
"Jadi, apa alasan pak Dul datang ke perusahaan ini?" Abhimanyu bertanya, memulai awalan topik.
Pak Dul tak langsung menjawab, pria paruh baya itu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih dan menyeretnya di atas meja ke hadapan Abhimanyu.
."Ini adalah surat dari pengacara Hans untuk anda, tuan muda." Katanya.
Abhimanyu mengambil amplop itu, "Pengacara hans?" Pak Dul mengangguk. Lalu Abhimanyu membuka amplop itu mengambil isi surat di dalamnya.
"Ini adalah info dari tuan besar untuk disampaikan kepada anda langsung."
"Jelaskan padaku," kata Abhimanyu sambil meneliti surat itu.
"Itu adalah surat yang berisi ringkasan beberapa pembukuan yang pak Hans catat selama satu dekade masa kepemimpinan Arya menjadi Presdir sementara di Perusahaan ini. Nyatanya Arya dan juga pak Abbas melakukan beberapa kecurangan dalam bisnis yang mengakibatkan kerugian yang lumayan besar yang harus ditanggung perusahaan. Pak manaf telah mengetahui ini sebelumnya, dan langsung memerintahkan Arya untuk tidak terlibat apapun dalam perusahaan selama beberapa waktu."
Abhimanyu berpikir sejenak mendengar penuturan pak Abdul itu, mungkin karena itulah sebabnya Arya di cabut posisinya sebagai direktur pemasaran di perusahaan ini oleh sang ayah. Dan menakjubkannya Arya hanya diam saja menerima? Abhimanyu tak menyangka itu.
"Pak manaf meminta pendapat anda, apabila sewaktu-waktu, pak Abbas atau Arya kembali lagi ke perusahaan ini, apa yang anda lakukan?"
Abhimanyu bergeming sejenak.berfikir.
"Bukankah Abbas telah memimpin cabang perusahaan ini sebagai direktur disana?" Abhimanyu bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari surat.
"Benar tuan, tapi anda jangan melupakan seperti apa pak Abbas itu? Dia orang yang licik dan serakah, meskipun Arya sekarang jauh dari jangkauannya dia masih punya poin penting, yaitu haknya sebagai kakak ipar dari pak Manaf. Beberapa saham di Perusahaan ini ada dalam kendalinya dan pasti dia akan meminta lebih."
__ADS_1
"Memangnya berapa sahamnya sekarang?" Abhimanyu bertanya.
"Sekitar 10% , tuan muda. belum lagi beberapa aset properti perusahaan atas nama dirinya."
"Lalu bagaimana dengan Arya? berapa persen saham yang dia pegang di perusahaan ini?"
"Seperti yang anda tahu, tuan muda Arya adalah salah satu ahli waris Mr.manaf, dia berhak atas 20 % saham perusahaan ini, belum lagi kabarnya nyonya Sinta telah memberikan seluruh sahamnya kepada Arya,jadi total saham yang Arya pegang adalah 30%, tuan muda."
Abhimanyu manggut-manggut mengerti, sahamnya di perusahaan ini tentu jauh di atas mereka, 30 % sahamnya ditambah dengan 30 % saham ayahnya yang di berikan seluruhnya kepadanya itu berarti totalnya adalah 60% . jika 40 % saham mereka bisa Abhimanyu rebut maka seluruh saham di perusahaan ini pasti akan jatuh ke tangannya.
Abhimanyu mengangguk, "bilang pada ayahku, dia tidak usah khawatir. Nikmati saja liburan keliling dunianya."
Abhimanyu mencodongkan tubuhnya, "tentang perusahaan, selama berada di tanganku, semuanya akan baik-baik saja." Pukasnya. Berkata mantap.
Pak Dul kemudian mengangguk, "Tuan besar dan perusahaan ini mempercayai anda, tuan muda."
Abhimanyu mengangguki itu, kemudian tersenyum kecil.
"Oh ya, satu lagi permintaan tuan besar kepada anda ..."
"Apa?"
"Mulai besok, tuan besar meminta anda dan istri anda untuk tinggal di mansion utama maheswara,tuan."
"Untuk apa? Rumah yang diberikannya saja sudah cukup untukku dan istriku."
Pak Dul menghela nafas, sedari awal dia sudah menebak jawaban tuan mudanya ini.
"Tapi ini bukan masalah cukup atau tidak cukup tuan muda. Mansion utama karna tidak ada yang menempati menjadi kosong, pak Manaf hanya berfikir jika anak dan menantunya yang menempati dia akan sangat senang, tuan Arya pun sepertinya sudah tidak tinggal di mansion jadi akan aman untuk anda dan nyonya muda tinggal di sana." Jelas pak Abdul.
Abhimanyu nampak bergeming sejenak. Memutuskan hal ini tidak mudah untuknya, mengingat jika ia benar mengajak felysia untuk tinggal bersamanya di mansion, sama halnya ia mengajak felysia untuk masuk ke dalam hidupnya dan masalahnya, gadis itu bisa saja dalam bahaya setelahnya. Tapi jika ia tak mengajak felysia ikut serta, tujuan awal Abhimanyu menikahinya untuk melindunginya akan sia-sia dan dia tak mau amanat sang ayah padanya hancur begitu saja.
Cukup lama Abhimanyu bergulat dengan batinnya, sebelum akhirnya memutuskan.
"Baiklah kalau begitu, malam nanti aku dan istriku akan tiba di mansion utama," katanya final menutup pertemuan rahasia pagi itu.
****
Felysia menunggu di ruangan Abhimanyu dengan duduk di sebuah sofa tunggal, dia menunggu dengan tenang.sejak 15 menit lalu yang dilakukan gadis itu hanya melangkah pelan menelusuri sekitar ruangan Abhimanyu, dan kemudian duduk kembali.
Ruangan yang didominasi bercat hitam putih ini sangat simpel isinya dengan kursi dan meja besar yang selalu di tempati Abhimanyu saat bekerja, dan barang-barang yang tertata rapi di tempatnya. nampaknya tuan muda itu memang menyukai kesederhanaan dan tempat yang terkesan simpel.
Felysia mengetuk-ngetuk kan ujung sepatunya ke lantai, Dengan telapak tangan ia tepukkan pelan di atas paha, bosan juga menunggu, pikirnya. nampaknya pembicaraan Abhimanyu dengan pria paruh baya yang bernama pak Abdul itu memang sangat penting dan cukup lama, mereka pasti sedang membicarakan hal yang sangat rahasia.
Cklek ...
"Kau menunggu lama?" Abhimanyu berjalan kemudian duduk di kursi kerjanya.
"Tidak juga,tuan." jawab felysia.yang sebenarnya dia berbohong. kakinya saja sudah sangat pegal mengetuk di atas marmer itu.
Hening,tak ada pembicaraan lagi. Abhimanyu membuka laptop kerjanya, sementara felysia menatap ke arahnya.
"Tuan, apakah Anda akan bekerja dahulu?"
"Tidak,saya hanya memeriksa satu file. tidak lama, setelah itu kita akan sarapan bersama." jawab Abhimanyu menatap serius ke arah monitor komputer.
Felysia menghela nafas, mengangguk. untunglah dia tidak akan menunggu lama lagi seperti waktu itu.
"Sudah selesai." Abhimanyu berkata, lalu menghampiri felysia yang duduk di sofa tunggal.
Abhimanyu ikut duduk di samping gadis itu, tidak tersenyum hanya menampilkan wajah datar. dasar pria dingin,pikir felysia.
"Stela, saya ingin menanyakan pendapat mu." Abhimanyu berkata dengan suara seraknya. Menatap langsung ke manik coklat terang itu.
Felysia menatap serius, "tentang apa tuan?"
"Jika saya membawamu tinggal di mansion utama maheswara,apa kamu akan ikut?"
Felysia yang sudah degdegan menghela nafas, ternyata hanya menanyakan itu,kirain hal yang serius.
"Itu terserah tuan, aku akan menurut. Dimana pun tuan tinggal, maka itu adalah rumah untukku." Ucap Felysia diakhiri senyum.
Abhimanyu bergeming sejenak, ada rasa aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya, saat felysia mengatakan itu.
Abhimanyu akhirnya mengangguk, "baiklah kalau begitu, maka sore nanti kau beres-beres lah di rumah, kita akan pindah nanti malam."
Felysia mengiyakan, "ayo kau sarapan dulu tuan, aku sudah membawa makanan favoritmu."
"Kau tahu makanan favorit saya?"
Felysia mengangguk senang, "tentu, aku bertanya kepada Bi ati,anda katanya sangat suka dengan sayur capcay jamur,dan oseng tempe kecap, jadi aku membuat ini untuk sarapan."
Abhimanyu tertegun sejenak, memang tak ada yang mengetahui makanan favoritnya selain bi ati, pembantunya sejak ia kecil. Tapi lebih dari itu tak ada yang memperhatikannya sedetail ini selain felysia, bahkan angel sekalipun tak pernah mau repot-repot menanyakan apa makanan favoritnya, sekecil itu tapi Felysia malah mencari tahu.
"Tuan, kau tidak akan makan?" Felysia mengayunkan telapak tangannya, membuat Abhimanyu tersadar dari lamunannya.
"Ah, ya saya akan makan." Abhimanyu gelagapan di tempat.
__ADS_1
Felysia tersenyum, "selamat makan, tuan."
***
"Hah! kau akan pindah ke mansion utama keluarga maheswara!" Dian yang terkejut, mengeluarkan suara melengkingnya membuat semua orang di sekitarnya menoleh.
Felysia menghela nafas, temannya ini memang tak bisa dikasih tahu sesuatu hal, Pasti reaksinya akan sangat berlebihan.
"Iya,aku dan tuan muda itu akan pindah malam nanti." Lirihnya.
"Aaaaaa, kau akan pindah ke mansion, itu berarti kau menjadi menantu seutuhnya keluarga itu. lalu aku bagaimana? Aku gak bisa hidup tanpa kamu Aaaa..." Dian berkata histeris, merengek seperti anak kecil.
"Kamu lebay banget sih, kita kan masih tetep bisa ketemu,aku bukan mau pindah negara," kata felysia menggeplak lengan sahabatnya itu.
Dian terdiam, "iya juga sih." Cengonya.
"Tapi sama aja, kau kan istri Presdir perusahaan terkenal, kalau mau pindah ke mansion utama, otomatis kau akan sangat sibuk dengan tugasmu." Lanjutnya.
Felysia tersenyum kecut, "kau lupa ya, aku ini hanya istri satu tahunnya tuan muda."
Dian lagi-lagi terdiam, benar juga, felysia sudah menceritakan tentang dia yang menjadi istri kontrak Abhimanyu, saat itu Dian sangat terkejut sekaligus marah, tapi dia juga tak bisa melakukan apa-apa.
"Eh, ya ngomong-ngomong tuan muda Abhimanyu itu unik juga fel." Mengalihkan pembicaraan,Dian tak ingin sahabatnya itu sedih.
" Unik Kenapa?" Felysia menoleh menatap Dian.
"Namanya saja 'Abhimanyu' setahuku itu kan nama salah satu tokoh perwayangan dari India, tapi kok mukanya malah Korea banget ya." Dian tertawa. Merasa itu lucu tawanya sangat kencang.
Felysia berjengit, menatap tak percaya temannya ini pemikirannya sangat random dan humornya pun sangat receh.
Dian dengan segala kekonyolannya.
"Apasih Dian, pikiran kamu random banget." Felysia lagi-lagi menepuk lengan sahabatnya itu.
"Ya kan biar kamu gak sedih, lihat wajah sayu mu itu."
Felysia terkekeh, "Siapa juga yang sedih? Wajahku emang seperti ini kok."
Dian tersenyum merangkul pundak sahabatnya itu, "jika kau akan pindah nanti, biarkan aku mengantarmu oke. Biar tau juga lokasi mansion nya di mana,jadi aku bisa berkunjung jika rindu."
Felysia menatap lekat, " kau memang sahabatku, Best friend forever."
Dian tertawa, begitupun felysia, "yeah, best friend forever!" Seru mereka berbarengan,dan kemudian tertawa bersama.
***
"Ini tuan muda,data yang anda inginkan." Leo sang asisten memberikan sebuah map yang di dalamnya berisi informasi tentang siapa yang menyerang Abhimanyu malam itu.
Abhimanyu membuka map coklat itu dan membuka isi suratnya, matanya membulat sempurna ketika dia membaca sebuah nama yang tertera di situ, namun hanya sebentar. nampaknya dia sudah bisa menebak itu.
"Menurut informan kita, pak Abbas adalah dalang dari penyerangan malam itu, sementara Arya sendiri tidak tahu sama sekali tentang ini. dia sendiri masih berada di luar negeri dan sekarang posisinya berada di Sydney, Australia."
"Tentu saja dia melakukan ini karena Zeline banyak mengetahui rahasia dan rencananya, sudah bisa di tebak." ujar Abhimanyu.
Leo mengangguk, "Bisa jadi dua orang bertopeng yang menyerang anda malam itu adalah suruhannya juga."
"Benarkah?" Abhimanyu tampak tak yakin. ntahlah, ada beberapa orang selain Abbas yang sangat menginginkan kematiannya.
"Leo, tentang rencana ku menyelidiki kejadian tujuh tahun lalu, hentikan saja."
Leo tampak kaget, "maksud tuan? ..."
Abhimanyu mengangguk, "Aku akan membalas dendam,itu pasti. tapi kali ini dengan cara yang berbeda."
Leo meskipun belum mengerti hanya mengangguk, "Apapun rencana tuan."
"Abbas,Zeline, Arya. tiga orang ini memiliki banyak rahasia dan juga rencana. tetap selidiki dan cari tahu tentang mereka.terutama Zeline,karna dia adalah kunci untuk menuju Abbas dan Arya."
Leo mengangguk, "Baik,tuan muda."
"Satu persatu dari mereka pasti akan ku hancurkan, perlahan tapi pasti mereka pasti akan merasakan apa yang kurasakan dahulu." kata Abhimanyu dengan sorot mata penuh kebencian,giginya bergemelutuk menahan amarah yang ingin keluar.
"Saya menunggu perintah." kata Leo,ngeri juga melihat Abhimanyu dalam mode itu.
"Oh ya Leo, perketat penjagaan untuk felysia, kirim setidaknya dua bodyguard setiap dia berpergian." kata Abhimanyu,mulai tenang.
"Baik, tuan muda. sebisa mungkin keselamatan nyonya muda akan kita jaga."
Abhimanyu mengangguk, "Bagus. kau boleh pergi." katanya.
Leo membukukan setengah badannya, "Baik tuan,saya permisi." kemudian melenggang pergi ke luar ruangan.
***
Outfit felysia saat membawakan bekal ke kantor Abhimanyu.
__ADS_1