
Ternyata Abhimanyu dan Leo sedang berkeliling mencari bukti tentang kejahatan Arya. Operasi pertama balas dendam ini. Kedua pria itu berkeliling di gemerlapnya ibu kota di malam hari singgah di satu club malam ke club malam lain yang pernah Arya datangi dan mulai bertanya tentang tindak tanduk Arya di sana, lalu mencari siapa saja korban wanita yang pernah Arya sakiti.
Sebenarnya Abhimanyu bisa saja menyuruh anak buahnya untuk melakukan ini,tapi Abhimanyu ingin mengetahui dan melihat sendiri bagaimana kelakuan bejat adiknya itu. Kini sudah saatnya Arya mendapatkan hukuman atas apa yang pernah dia perbuat.
"Ini club malam terakhir." Leo menunjuk salah satu gedung tinggi menjulang yang ramai itu.
"Dengar-dengar Arya dulu pernah terlibat kasus kekerasan dengan salah satu wanita malam di sini?"
Abhimanyu menoleh, "Kau tahu dari mana?"
"Beritanya cukup senter saat itu tuan, kejadiannya sudah sejak dua tahun lalu anda mungkin tidak mengetahuinya,karna masih di sel tahanan.Wanita yang diketahui bernama Maria itu datang sendiri ke perusahaan dengan perut membuncit meminta Arya menikahinya. Dia bilang Arya sudah berjanji akan bertanggung jawab atas kehamilannya dan memberikan hidup yang baik untuknya.Namun semua yang di janjikan Arya hanyalah hayalan semu yang tak akan pernah terwujud." Ucapan Leo terhenti, matanya menerawang jauh.
"Malahan Arya dengan mencak-mencak mengusir wanita itu, dan tak pernah mengakui bayi yang dikandungnya. Bahkan didepan para pegawai dan staf kantor saat itu Arya mengusir Maria dan tega menyakiti wanita itu." Tatapan Leo kosong mencoba mengingat kembali peristiwa yang sempat jadi trending topik itu.
Arya Wijaya Maheswara, Tuan muda dari perusahaan terbesar Maheswara group, terlibat konflik dengan wanita yang mengaku tengah hamil anaknya, wanita itu kini meminta pertanggung jawaban Arya. Seolah seperti bom meledak, berita itu cepat sekali boomingnya, di platform internet, di berita tv lokal semua membicarakan saat itu.
Tapi pada akhirnya seiring berjalannya waktu, berita itu lama-lama semakin sepi lalu tenggelam seiring dengan menghilangnya wanita itu.Satu Minggu Maria terus datang ke kantor dan meminta pertanggung jawaban wanita itu menghilang, tentu saja dengan kekuasaan masalah yang seperti ini akan cepat selesai bagi kalangan seperti mereka.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu sekarang?"
Leo membuang nafas, "Tidak terdengar lagi beritanya tuan, wanita itu hilang bak di telan bumi,tidak ada yang tahu lagi dia di mana."
"Aku bisa menebak, pasti Abbas yang membereskannya. Tentu saja,ia tidak mau citra baik keponakan tersayangnya itu tercoreng." Abhimanyu tersenyum miring.
Leo mengangguk, "Bisa jadi tuan, karna sebelum dia menghilang,wanita itu pernah di ajak pergi makan malam oleh Abbas, desas-desusnya pernah terdengar di antara para karyawan."
Abhimanyu mendengus, "Kau ternyata pria yang suka menguping ya."
Leo tertawa pelan, "Hanya sesekali. Saat jam istirahat,saya suka mengikuti sekretaris mawar bersama teman-temannya, dia saat itu saya akan sedikit mendengar obrolan mereka."
Keduanya lalu menyudahi obrolan,lalu masuk ke dalam club yang sudah terdengar keras musiknya itu. Abhimanyu dan Leo menutup identitas mereka, keduanya memakai topi dan jaket sementara Abhimanyu sendiri memakai masker guna menutupi keberadaannya.
Abhimanyu dan Leo masuk setelah memesan tiket. Bisa Abhimanyu katakan selera Arya bagus dalam memilih club. Club malam ini bisa di bilang sangat eksklusif dan elit, gemerlap lampu disko dan alunan musik dari DJ profesional Membuat club malam satu ini selalu ramai hingga ke pagi. Para wanita dengan minim baju dan berbadan seksi juga hilir mudik sepanjang mata Abhimanyu memandang, Arya benar-benar selektif dalam memilih tempat untuk menabur dosa.
Abhimanyu dan Leo duduk di salah satu kursi di meja panjang. Di depan mereka sudah ada bartender yang sedang sibuk melayani para pria berkantong tebal yang ingin mencari kesenangan di sini.
"Anda ingin memesan minuman apa, tuan?" Salah satu bartender wanita dengan pakaian seksi mendekati Abhimanyu.
Abhimanyu menatap tajam, wanita itu kenapa dekat sekali, untuk seukuran seorang bartender dia cukup berani. Wanita itu dengan sengaja memancingnya dengan mendekatkan tubuh seksinya ke Abhimanyu.
Leo yang menyadari Abhimanyu yang tak nyaman Segera mendekati, "Nona yang cantik saya ingin memesan." Leo tersenyum lebar.
Bartender wanita yang sedang menggerayangi Abhimanyu itu beralih lalu tersenyum, "Anda ingin memesan apa tuan?"
"Tentu saja segelas koktail, yang paling mahal di sini." Leo melepaskan jeratan tangan wanita itu dari lengan Abhimanyu.
Wanita itu meringis, "baiklah tunggu sebentar."
"Lalu anda ingin memesan apa tuan?" Wanita itu sekali lagi bertanya pada Abhimanyu.
Abhimanyu hanya bergeming. Membuat bartender wanita itu semakin penasaran. Sejak kedatangan kedua orang ini, pesona yang di miliki Abhimanyu sudah sangat kuat, bartender wanita itu terpukau dengan mata elang Abhimanyu yang tengah menatap sekeliling. Meskipun wajahnya tertutup masker tapi wanita itu yakin Abhimanyu adalah pria yang sangat tampan.
"Ehehe, maaf nona dia adalah temanku. Dia hanya memesan segelas jus." Leo di samping menjawab.
Bartender wanita itu mendelik merasa Leo Sangat menganggu, "Baiklah saya akan siapkan." Lalu dia berlalu untuk menyiapkan pesanan.
Leo yang melihat wajah masam bartender wanita itu terkekeh geli,dia tidak tahu saja Abhimanyu adalah pria yang pasif, selain Felysia,Abhimanyu tak akan mungkin menerima sentuhan wanita lain,di hati pria itu hanya ada istrinya seorang. Apalagi Secara terang-terangan wanita itu menggodanya dengan agresif,tentu saja pria itu risih.
"Leo, apa kau yakin wanita yang bernama Maria itu masih bekerja di sini?" Abhimanyu mendekat
"Saya tidak yakin, tapi tidak ada salahnya kita mencari tahu,tuan." Leo ikut berbisik. Bisingnya alunan musik DJ Membuat suara mereka tak terdengar.
Abhimanyu mengerling malas, oh ayolah ada banyak wanita malam yang berlalu lalang di sini,juga ada banyak wanita yang bernama Maria, bagaimana mereka akan memastikan satu persatu.
"Ini pesanannya." Bartender itu kembali lagi dengan nampan di tangan, menaruh gelas berisi pesanan kedua pria itu.
__ADS_1
"Khusus untuk anda, jus jeruk dengan cita rasa yang sedikit asam." Wanita itu tersenyum manis ke arah Abhimanyu.
"Terimakasih." Abhimanyu menatap datar.
Abhimanyu membuka sedikit maskernya dan menyesap jus itu sedikit. Semua gerak-geriknya tentu tak lepas dari penglihatan wanita itu. Bartender wanita itu tersenyum simpul,sudah di duga Abhimanyu memang sangat tampan.
"Ngomong-ngomong, saya baru pertama kali melihat kalian di sini, apakah kalian pelanggan baru?" Wanita itu bertanya sambil melayani pesanan lain.
"Yah,kami baru dalam hal yang seperti, kebetulan katanya club malam ini sangat tersohor namanya, jadi kami mampir." Leo meminum sekali tenggak minuman beralkohol itu. Dia cukup mempunyai pengalaman dalam dunia malam.
"Oh ya, btw aku ingin bertanya, apa kau tahu wanita yang bernama Maria di sini?"
Sang Bartender wanita tertawa pelan, "Kau tidak lagi bercanda kan tuan,ada banyak wanita di sini,yang bernama Maria pun banyak."
Leo cengengesan, "Kau benar. Tapi kau pasti tahu dia,Maria Daniaty. Sang wanita malam yang namanya sempat terkenal dua tahun lalu,dia bekerja di club malam ini."
"Oh maksudmu nyonya Mala?"
Leo mengernyit, "Nyonya Mala?"
Wanita itu mengangguk, "Jika kau mencari wanita yang sempat memiliki kasus dengan putra kedua Maheswara group dua tahun lalu, berarti yang sedang kau nyari adalah Nyonya Mala."
Leo mengangguk cepat, "Kau benar wanita itu sedang kami cari. Tapi kenapa dia merubah namanya?"
Wanita itu mengangkat bahu, "Aku tidak tahu,karna akupun anak baru di tempat ini. Tapi berita Tentang Nyonya Maria dan tuan muda itu sudah seperti legenda yang terus di ceritakan. Tapi dari desas-desus yang kudengar dia merubah nama dan identitasnya karna dia di ancam."
"Di ancam? giliran Abhimanyu yang bertanya.
Wanita itu mengangguk, "Katanya sih dia di ancam oleh anak buah suruhan tuan muda yang pernah terlibat masalah dengannya itu."
Abhimanyu dan Leo saling melempar pandang, terkejut.
"Kau tahu, orang-orang kaya seperti mereka ketika mendapati masalah dengan orang kecil seperti kita, yang dilakukan mereka hanyalah mengancam Dan mengancam. Dengan uang mereka bisa melakukan apa saja, termasuk menutup mulut orang-orang tertindas yang sedang mensuarakan hak-nya."
"Di sekitar kita sudah banyak terjadi, contohnya ada gadis yang diperk*sa, lalu dia ingin meminta pertanggung jawaban dari si pria yang memperk*sanya. Kebetulan si pria adalah anak orang kaya yang terpandang, tidak mau bertanggung jawab, lalu segala cara dilakukan agar si gadis tidak menuntut lagi, dengan uang yang dimiliki mereka bisa melakukan segalanya, jika tidak bisa mereka bisa mengancam dengan kekerasan agar si korban menyerah.Mau meminta Lewat jalur hukum pun belum tentu bisa, karna kekuasaan besar yang mereka miliki. Begitulah,pada akhirnya pihak kecil yang selalu merasa rugi."
"Keselarasan dunia yang tidak adil Antara si miskin dan si kaya." Si Bartender wanita mendengus.
Wanita itu lalu menatap kedua pria di depannya, "Eh maaf, sepertinya aku terlalu banyak bicara."
Leo menggeleng, "Tidak,justru aku kagum padamu, untuk hanya seorang bartender diskotik tapi pengetahuanmu sungguh luas,kau berpikir kritis dan maju."
Bartender itu tersenyum, "Ku anggap itu sebagai pujian."
"Lalu di mana dia sekarang? Apakah masih bekerja di tempat ini?" Abhimanyu menyergah cepat. Mereka terlalu banyak basa-basi.
"Masih. Tapi sekarang dia tak masuk. Tapi jika kau ingin kerumahnya aku bisa memberi alamatnya," ujar wanita itu.
"Itu yang kami butuhkan nona,apa kau bisa menulisnya di secarik kertas," ucap Leo.
"Tentu." Wanita itu mengangguk, "Tunggu sebentar."
Wanita itu lalu kembali lagi setelah menuliskan sebuah alamat di secarik kertas, "Ini."
Leo menerimanya dengan senyum merekah, "Terimakasih, bantuanmu sungguh mempermudah jalan kami."
"Aku tidak tahu ada urusan apa kalian dengan Nyonya Mala tapi apapun itu kuharap baik,karna aku melihat kalian adalah orang yang baik." bartender itu tersenyum.
"Tentu." Leo mengangguk.
"Oh ya ini untukmu." Wanita itu memberi secarik kertas lain kepada Abhimanyu.
"Nomor teleponku. Beri tahu aku jika kau ingin datang kesini lagi." Si bartender wanita tersenyum sangat manis. matanya menyiratkan sesuatu yang berbeda untuk Abhimanyu.
Leo terkekeh dalam hati,sudah di pastikan wanita itu terpikat oleh Abhimanyu. Abhimanyu menerimanya dengan tampang lempeng, pria itu bermuka tembok,tak berekspresi.
__ADS_1
"Sepertinya kau menyukai temanku ya nona." Leo berbisik setelah Abhimanyu lebih memilih berlalu pergi.
Bartender wanita itu melebarkan mata, pipinya bersemu merah, tak menampik apa yang diucapkan Leo.
"Kuberitahu satu fakta agar kau tidak berekspektasi tinggi. Temanku adalah pria beristri,dan dia sangat mencintai istrinya, jadi kuharap kau kubur saja dalam-dalam perasaanmu." Bisik Leo lalu berbalik mengikuti langkah Abhimanyu.
Bartender wanita itu terpekur, dia diam seribu bahasa. Agaknya dia menyesal telah salah menaruh hati.
***
Pukul satu malam Abhimanyu baru tiba di rumah, pria itu merenggangkan leher dan kedua tangannya, rasa lelah mulai menyerang. setelah tadi berhasil mendapatkan alamat Maria,mereka langsung menuju ke lokasi.
Rumah kumuh di sebuah gang sempit,saat Abhimanyu dan Leo di sana, tidak ada tanda-tanda Maria ada di rumahnya meskipun alamatnya sudah sangat benar. Akhirnya Abhimanyu dan Leo lebih memilih untuk pulang setelah hampir 3 jam bertahan dan mencari tahu.
Mereka mungkin akan melakukan pencarian lagi besok, apapun yang terjadi Abhimanyu harus mendapatkan kesaksian wanita itu. semua kejahatan Arya harus terbongkar dia yakin korban Arya bukan wanita-wanita yang kini ia temui tapi ada banyak, di luar sana,entah di mana.
Seperti biasa Abhimanyu selalu membawa duplikat kunci jika dia pergi hingga larut malam, agar Felysia bisa tidur duluan dan tidak perlu menunggunya. Tidak seperti biasanya rumah berlantai dua itu terlihat gelap, Abhimanyu segera saja berlari menghampiri.
Felysia sendiri di dalam rumah, mang Jajang dan mang Ujang juga tidak berjaga karna di liburkan, Abhimanyu jadi khawatir istrinya kenapa-kenapa.
Abhimanyu memutar kunci dan membuka pintu dengan segera, keadaan rumah gelap gulita,di mana istrinya berada?
Lampu tiba-tiba saja menyala, membuat suasana menjadi terang benderang kembali. ternyata hanya mati lampu.
Brak! terdengar suara seperti benda jatuh, Abhimanyu berlari mengecek sumber suara itu.
Abhimanyu Membulatkan mata, melihat felysia yang terjatuh. Abhimanyu segera menghampiri, dengan gerakan cepat Abhimanyu membopong tubuh Felysia ke dalam dekapannya, Felysia memekik minta dilepaskan,tapi Abhimanyu tidak mendengarkan.
"Kenapa kau bisa sampai terjatuh?" Abhimanyu menurunkan Felysia di atas sofa.
"T-tadi sempat mati lampu, aku ingin mengambil lilin di atas rak, ntah kenapa Tiba-tiba kursi yah kupijaki bergoyang, jadinya tidak sengaja jatuh."
Abhimanyu menghela nafas, "Jika ada apa-apa kau kan bisa menelponku."
Felysia hanya diam,menunduk.Abhimanyu berjalan mengambil kotak P3k lalu kembali lagi. Pria itu lalu berjongkok di dekat sang istri.
"Kau mau apa?" Felysia menghentikan tangan Abhimanyu yang berusaha memegang kakinya.
"Mengobati lukamu, apalagi." Abhimanyu menunjuk luka felysia dengan tatapan mata.
Suasana lalu hening, Abhimanyu dengan telaten membersihkan dan mengobati luka felysia,ada bekas luka kemarin yang belum kering, Abhimanyu sekalian menggantikan kapasnya.
"Sssssht!" Felysia memejamkan mata, sedikit meringis.
"Apakah sakit?" Abhimanyu mendongak menatap netra coklat gadis itu.
Felysia menggeleng, Abhimanyu lalu mengamati penampilan gadis itu,dia baru sadar istrinya memakai pakaian formal, tunik bewarna coklat dengan blezer hitam. rambut felysia pun di tata rapi.
"Kau habis menghadiri suatu acara?" Abhimanyu bertanya lalu kembali mengobati.
Felysia mengangguk, " hanya arisan komplek, ibu- ibu disini mengajakku tadi pagi. tidak apa-apa kan?"
"Tentu saja,malahan itu bagus,kau jadi punya kegiatan."
Hening,tak ada yang saling bicara lagi, Abhimanyu sudah selesai mengobati luka Felysia. Abhimanyu lalu mendongak,ingin berkata lagi namun Felysia tak sengaja mendekatkan wajahnya.
Kini wajah mereka sangat dekat, Felysia mata bulat gadis itu melebar saat tatapan Abhimanyu sangat dekat. Jantung Felysia berdegup kencang, Perut wanita seperti tertekan dari dalam seakan ada jutaan kupu-kupu yang berterbangan. Ada gelenyar aneh yang tiba-tiba timbul.
Tanpa sadar Abhimanyu pun semakin mendekatkan wajah mereka, dengan Polesan makeup tipis ntah kenapa felysia sangat cantik di matanya.
Felysia memejamkan mata, nafas Abhimanyu semakin jelas terasa,Hidung mereka sudah bersentuhan, dada keduanya semakin berdentum hebat.
Cup!
Benda kenyal itu mendarat di pucuk hidung Felysia
__ADS_1
Abhimanyu memberikan kecupan hangat di ujung hidung gadis itu cukup lama. sebelum akhirnya Abhimanyu tersadar dan menarik diri.
keduanya sama-sama terdiam, mencerna situasi.canggung menyelimuti mereka.