
Holla kakak-kakak readers yang author cintai, sebelumnya othor mengucapkan banyak terimakasih karna telah mengikuti kisah Abhimanyu dan Felysia sampai sejauh ini๐ค Tetap like,koment,vote dan fav kisah cinta mereka yah dan supaya othor juga semangat buat up๐๐
Untuk episode kali ini bakal ada banyak manisnya, karna kita bakal liat kebucinan Abhimanyu dan Felysia. Yeah, hadiah sebelum kita nanti ke konflik selanjutnya.ttp stay๐
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Semenjak pengakuan keduanya di hari itu, Abhimanyu dan felysia memilih untuk menghabiskan waktu lebih banyak. jika dahulu mereka mengobrol pun jarang,kini seperti tidak ada sekat lagi di antara mereka.
Abhimanyu dan Felysia lebih memilih melupakan rasa sakit saat penghinaan itu dan melangkah melanjutkan hidup kembali, bukankah begitu, saat rasa sakit menghampiri dirimu, melupakan merupakan cara yang terbaik dari pada terus memikirkannya dan membuatmu semakin terpuruk.
Kini seminggu sudah Abhimanyu dan Felysia menjalani kehidupan pernikahan dengan selayaknya,keseharian mereka di penuhi dengan kebahagiaan, meskipun tidak secara gamblang mereka mengakui perasaan satu sama lain yang sebenarnya, tapi dengan tindakan saja itu sudah lebih dari cukup.
Terlebih Abhimanyu,bak ABG yang sedang jatuh cinta, Abhimanyu menjelma menjadi pria yang lebih manis, meskipun hanya kepada Felysia saja. Karna keseharian di luar,pria itu tetap sama, pasif,apatis dan cuek. Tapi kepada Felysia dia berbeda 180 derajat seperti seekor kucing manis yang menggemaskan yang selalu mencari perhatian pada majikannya, begitulah Abhimanyu kepada Felysia.
Contohnya saat ini, Abhimanyu sedang berada di dapur dengan celemek bewarna toska di badannya yang kekar,pria itu sedang membantu Felysia Membuat kue.
Ajaib bukan, Abhimanyu yang biasanya jika dirumah selalu mengurung diri di ruang kerjanya,kini tengah membantu Felysia Membuat adonan kue, Pria yang dulu sangat dingin dengan Felysia kini sedang sibuk memperhatikan dan mengikuti instruksi sang istri, mencampur dan mengolah bahan adonan apa saja untuk membuat kue yang katanya spesial ini.
Sepertinya pepatah "Cinta bisa merubah segalanya" itu benar adanya,dan Abhimanyu adalah salah satu buktinya.
"Tunggu bagaimana caranya menggerakkan alat ini?" Abhimanyu mengangkat tinggi mixer di tangannya. kini keadaan dapur tak bisa dibilang rapi alias kacau balau karna ulah pria itu.
Felysia yang sedang memasukkan Bolu yang baru selesai ia buat ke dalam panggangan segera saja berlalu ke arah Abhimanyu setelah mendengar suaranya.
"Kamu masukkan ke dalam adonan lalu tinggal pencet tombol On-nya,nanti otomatis dia akan mengaduk adonannya." Felysia menjelaskan dengan hati-hati sambil memberi arahan karna Abhimanyu baru memasuki dapur pertama kali.
Sebenarnya Abhimanyu memang tidak seharusnya berada di sini, tapi pria itu ngotot ingin membantunya. Berhubung bulan ini menuju akhir tahun perusahaan memberikan cuti panjang libur akhir tahun, rutinitas setiap tahunnya. Dan Abhimanyu otomatis selalu berada di rumah walaupun sesekali ia akan ke perusahaan atau kegiatan bisnis lain.
Dan sesuai memang kesepakatan mereka di awal untuk memperbaiki hubungan, jadinya Abhimanyu ingin membantu Felysia, Membuat kue salah satunya,tidak hanya itu Abhimanyu ingin kenal dekat dengan gadis itu mengetahui apa saja kegiatannya dan juga kesukaannya dan apa yang tidak di sukainya, Abhimanyu ingin mengetahui semua tentang istrinya.
Biasa kaum bucin (budak cinta) Yah, beginilah ketika seorang pria dingin dan pasif saat jatuh cinta.
Sesuai arahan felysia tadi, Abhimanyu mulai memencet tombol yang berwarna hijau dan terjadi,Mixer itu mulai berputar, mengaduk adonan.Awalnya sih baik-baik saja, Abhimanyu melakukannya walaupun dengan ekspresi lempeng.
Tapi semua berubah kacau ketika Abhimanyu tidak sengaja memencet tombol kecepatan mixer itu ke angka tiga, yang otomatis membuat si mixer bekerja lebih cepat. Abhimanyu membelangakkan mata.
"Stela,benda ini berputar cepat sekali!" Abhimanyu memanggil sang istri.
"Astaga! apa yang kamu lakukan." Felysia memekik ketika adonan kue berhamburan dan muncrat ke mana-mana, Abhimanyu yang kaget refleks melepaskan genggamannya dari mixer yang masih menyala.
Pletak! mixer itu jatuh begitu saja ke bawah lantai. lantas felysia dengan segera mencabut stop kontak,agar mixer itu berhenti menyala.
Abhimanyu menghela nafas panjang, Felysia lalu berbalik melihat wujud pria itu.
Felysia terdiam sedetik,lalu tiba-tiba terbahak melihat kondisi Abhimanyu yang sudah belepotan terkena adonan kue. wajah Abhimanyu terlihat lucu karna ada banyak adonan kue yang menempel.
"Hahaha." Felysia tak bisa menahan tawanya, gadis itu terbahak sangat kencang,mata bulatnya yang indah menyipit seperti bulan sabit.
Abhimanyu merasa heran, "Apa yang kau tertawakan?" apa yang salah? Abhimanyu berfikir,dia masih tidak menyadari.
Takut tuan muda itu marah karna di tertawakan Felysia menghentikan tawanya, "Tidak.tidak ada." dia menggeleng.
"Kemarikan wajahmu." felysia mengayunkan jemari tangannya.
__ADS_1
"Kenapa?" Abhimanyu berkata datar.
"Sudah kemarikan saja." dan akhirnya Abhimanyu menurut.
Pria itu lalu membukukan sedikit badannya agar sejajar dengan sang istri,dan wajahnya ia dekatkan ke arah Felysia.
Felysia lalu mengambil beberapa tisu yang berada di atas meja tak jauh dari mereka,dia lalu memegang salah satu pipi pria itu dan mulai mengusap adonan kue yang menempel.
"Wajahmu belepotan tau," katanya dengan masih diiringi kekehan kecil.
Abhimanyu melongos, "Kau tidak memberi tahu." katanya sambil memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan tangan lembut sang istri.
"Takut kau marah." Felysia tersenyum, lalu sapuan terakhir di mata pria itu dan selesai wajahnya kembali bersih.
"Harusnya kau tidak usah berada di sini mas,ini tempat wanita. hanya wanita yang berada di dapur."
"Kau benar,aku masih lebih baik memilih berkutat seharian dengan berkas dan mengamati statistik, dari pada harus berada di sini,mencampuri bahan-bahan ke dalam satu wadah yang aku sendiri tidak tahu apa namanya." Felysia mengangguk setuju dengan ucapannya.
"Tapi aku ingin membantumu." tatapan pria itu melembut, "Kau tahu itu kan." tanpa usah banyak bicara lagi dia tahu istrinya mengerti.
Dan hey Tidak ada larangan pria tidak boleh memasuki dapur kan, bahkan koki terkenal saja kebanyakan dari kalangan pria. Felysia sangat keliru . Pikir Abhimanyu
Lenggang sejenak. Felysia seakan terhanyut oleh tatapan tulus itu, Abhimanyu seperti membiusnya dengan segala kelembutan dan pesonanya.
Abhimanyu lalu mengikis jarak di antara mereka, tatapan mata elangnya masih melembut,pria dengan kaos hitam yang pas tubuh atletisnya itu menggamit pinggang sang istri dengan satu tarikan, Membuat felysia terkejut,dan reflek tubuhnya membentur dada bidang pria itu.
Dada felysia berdentum hebat, tatapan Abhimanyu Sangat lekat padanya. kini pria itu semakin menjadi dengan mendekatkan wajah mereka.
Semakin dekat, Felysia semakin menahan nafas. bahkan kini hidung mereka sudah bertemu dan tak ada jarak lagi. tapi tiba-tiba....
Suara bunyi oven membuyarkan mereka. Abhimanyu dan Felysia langsung terkesiap kaget. mereka langsung mengambil jarak. canggung menyelimuti.
"Ah, S-sepertinya bolu yang kubuat sudah matang.akan ku ambil." Felysia berlalu dengan cepat tanpa menoleh lagi karna malu.
Abhimanyu sendiri menjadi salah tingkah di tempat, pria itu mengusap tengkuk lehernya, tersenyum simpul.
"Ahh- beginikah rasanya jatuh hati?" batin pria itu.
Felysia dengan sarung tangan yang dipakainya, mulai menaruh satu persatu loyang bolu berukuran sedang di atas meja,wangi harum pandan langsung menyergap indera penciuman Abhimanyu Begitu melihat istrinya begitu telaten memindahkan satu persatu bolu itu dari dalam oven.
Abhimanyu menatap seksama, meskipun dia tidak begitu paham dengan urusan dapur,dia tahu itu makanan, pria itu mengulum senyum singkat sambil melipat kedua tangan di depan dada.
Ada sekitar 5 loyang bolu yang dibuat felysia dan dua loyang bika Ambon. rencananya kali ini adalah akan memberi panganan ini pada anak jalanan yang pernah ia temui di bawah kolong jembatan,hal yang pernah ia ceritakan pada Abhimanyu.
Bukan hanya panganan ini, felysia sudah menyiapkan beberapa pakaian baru, buku dan alat tulis serta perlengkapan sekolah lainnya,hal ini tak akan jadi jika tak ada andil Abhimanyu di dalamnya.
Pria itu mengetahui rutinitas felysia yang satu ini,yaitu jika ada kesempatan felysia akan beberapa kali ke gubuk, tempat para anak jalanan itu tinggal dan memberikan santunan yang ia bisa, dan untuk kali ini Abhimanyu ingin ikut membantu. jadi Rencana hari ini mereka akan memberi santunan sosial pada para anak jalanan itu.
"Mas,kau melamun?" Felysia menyadarkannya.
"Yah?!" Abhimanyu mengangkat satu alis.
"Aku menawarkan bolu ini,siapa tahu kau ingin mencoba," ujar Felysia sambil mengarahkan irisan bolu pandan yang harum ke hadapan Abhimanyu.
__ADS_1
"Aaa ..." Abhimanyu membuka mulutnya,kode untuk minta disuapi.
Felysia terkekeh pelan, lalu mulai menyuapi potongan bolu itu.Abhimanyu mulai mengunyahnya dengan mata terpejam, meresapi bolu yang pas manisnya ini.
Felysia tersenyum,satu lagi sifat Abhimanyu yang mulai Dirinya tahu,yaitu manja. meskipun bukan manja yang tergolong lebay, tapi terkadang sifat Abhimanyu seperti anak-anak yang selalu meminta perhatian pada ibunya.
Awalnya Felysia pun terkejut dan merasa aneh, ternyata di balik wajah sangar dan sifat cueknya siapa menyangka suami itu bisa mempunyai sifat seperti ini. tapi dia senang, setidaknya sedikit demi sedikit pria itu bisa lebih terbuka dengannya.
"Hmm,cukup enak." pria itu menelan bolu tadi. ekspresinya terlihat lucu menurut felysia.
"Oh ya?" Felysia menahan tawa.
"Lalu berapa nilainya?
"Hmm,benar. dari satu sampai sepuluh, nilainya dua," kata pria itu.
"Ih kok dua." Felysia pura-pura ngambek.
Abhimanyu tertawa sekilas, "maksudku 200. bahkan lebih dari 200, semuanya tentang dirimu tidak bisa dibandingkan dengan nilai."
Felysia seakan ingin terbang setelah mendengar kata-katanya,pria ini ntah kenapa seperti bermetamorfosa menjadi pria romantis.
Abhimanyu mengelus pucuk kepala felysia,gemas.lalu mengulum senyum. Felysia tertawa pelan, mereka saling menatap beberapa saat.
"Ekhem! ekhem!" suara yang terdengar itu mengagetkan mereka, Felysia dan Abhimanyu Sama-sama menoleh mencari asal suara.
Itu Leo, pria yang sejak kemarin tak terlihat batang hidungnya itu tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Maaf menganggu keromantisan kalian berdua,Tuan muda dan nyonya muda," Leo dengan sok jaim berjalan sambil menunduk-nunduk. berniat menggoda karena tahu tuan mudanya ini sedang dalam masa kasmaran.
Abhimanyu memutar bola mata malas, " Cih! udah tau menganggu kenapa masih ada di sini."
"Astaga tuan muda jahat sekali,saya dari kemarin tidak nongol, sekalinya nongol kok saya di sholimi seperti ini, sungguh tidak manusiawi," ujar Leo lebay.
"DZHOLIMI." Felysia membenarkan kata-katanya.
Leo mengangguk, "itu maksud saya."
Lalu kemudian matanya langsung berbinar ketika matanya tertuju pada satu titik, "Waah nyonya muda sedang membuat kue rupanya."
"Hei! tunggu aku dulu bisa gak sih!" suara itu mengangetkan ketiganya, Leo bahkan sampai berhenti melangkah.
"Tega banget ninggalin sendiri di mobil." Itu suara Dian. dia masih belum menyadari jika ada Abhimanyu dan Felysia di sana.
"Eh!" Dian mengerjap, terkejut. semua orang memandangnya aneh kecuali Leo. pria itu memandangnya dengan was-was.
"Dian? kau di sini juga?" Felysia bertanya.
"Tunggu jangan bilang kalian berangkat kesini bareng?" Felysia menyadari sesuatu.
"Kalian berdua jangan-jangan?" ucapan Felysia menggantung.
"Enggak!" seru mereka berbarengan memotong ucapan Felysia.
__ADS_1
*****
Hayo ada apa yah dengan Leo dan Dian๐ bisa koment di kolkom, aku ingin tau pendapat kalian. see you