
"Sini kemari kau!" Abbas terus menarik Arya untuk lebih dekat menuju brankar.
"Lihat,kau lihatlah." Abbas mendorong tubuh Arya hingga Arya tersungkur di lantai rumah sakit.
Arya berdiri dengan susah payah, pamannya itu membawanya ke Bangsal rumah sakit ini tanpa memberitahukan apa tujuannya.
Saat arya berdiri netra hitamnya bersibobrok dengan seseorang yang sedang tertidur di atas brankar dengan pakaian pasien. Arya tahu siapa itu,dia Membulatkan matanya.
"Zeline." Arya menyebutkan satu nama dan bergegas menghampiri brankar.
"Kau menarikku hingga kesini hanya untuk menemui wanita sekarat ini paman!" Arya berbalik menatap Abbas.
Abbas menatapnya aneh,tidak menyangka akan reaksi Arya yang seakan tidak mau bertemu wanita itu,dia kira Arya akan iba setelah melihat Zeline yang sedang sekarat. Rupanya keponakannya ini tidak mencintai wanita itu.
"Kau tahu setelah aku membebaskannya dari cengkeraman Abhimanyu,dia hampir gila karna trauma. Waktu itu aku belum tahu kalau dia hamil."
"Kurasa setelah melihat kondisinya kau akan simpati padanya.Heuh, ternyata aku salah." Abbas mendengus.
"Untuk apa juga aku bersimpatik padanya. Dia sendiri yang mendekatiku dan menyerahkan tubuhnya padaku. Terlepas dari semua itu, tentang bagaimana kondisinya aku sama sekali tidak perduli." Arya menatap wajah pucat Zeline.
Abbas tersenyum miring, " jika kau sama sekali tidak perduli. Bunuh dia sekarang."
Arya terkejut menatap lekat, "Apa yang paman katakan!"
"Bunuh dia, itu rencanaku. Kau tidak mau kan dia siuman dan menjadi ancamanmu. Selama ini aku yang selalu membereskan wanita-wanita itu yang sering mengadu tentangmu, sekarang kau sendirilah yang harus melakukannya."
Yah memang selama ini jika ada korban wanita yang bukan dari kalangan wanita malam, datang dan meminta pertanggungjawaban Arya karena telah menghamilinya,maka Abbas lah yang akan turun tangan membereskan wanita itu agar tidak menjadi ancaman untuk Arya.Biasanya wanita seperti itu akan memaksa Arya untuk menikahinya oleh karna itu Abbas akan membereskannya jika tidak akan semakin membesar.
Arya adalah seorang Hiperseks,dia bisa melakukan hal bejat kepada banyak wanita yang dia kehendaki dengan pesonanya yang kuat, apalagi dengan jabatan dan status keluarganya Membuat wanita dari kalangan mana pun tidak akan bisa lari dari pesonanya bahkan bisa bersedia melakukan apapun untuknya hanya dengan diiming-imingi janji manis.
Arya menggeleng, "Tidak paman,aku tidak mau."
"Tidak ada cara lain Arya kau harus membunuhnya,atau setelah dia siuman dia akan langsung melaporkanmu kepada polisi." Suara sang paman begitu tajam di telinga Arya.
"Di saat itu terjadi,aku tidak akan bisa membantumu," ujarnya.
Arya menoleh menatap sang paman lalu balik menatap Zeline. Tubuhnya mendadak panas dingin dengan keringat yang membanjiri.
"Jika dia melapor polisi semua kejahatanmu akan terbongkar dan kau. Kau akan menyandang gelar 'narapidana' seperti Abhimanyu." Abbas menatapnya lekat.
"Akhhh di mana aku?" Zeline siuman. Wanita itu membuka matanya perlahan.
Arya dan Abbas sama-sama menoleh, menatapnya.
"Paman,wanita itu bangun. bagaimana ini?" Arya ketakutan.
Suasana tampak lengang. Abbas tidak menjawab pertanyaan Arya,dia masih memantau gerak-gerik Zeline.
__ADS_1
Sementara Zeline merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, bau obat-obatan langsung menyergap indera penciumannya. Seperkian detik dia tersadar bahwa sebelum pingsan ada banyak darah yang mengalir diantara pahanya dan dia mengalami rasa sakit yang luar biasa di perutnya.
Wanita itu meraba perutnya,dia tahu jika dia sedang hamil.
"Bayiku. Apa bayiku baik-baik saja." Zeline panik sendiri dia bangun dan mengusap perutnya.
"Sepertinya dia tidak tahu jika dia sudah keguguran." Abbas bergumam.
Zeline menatap ke sekeliling,dia menemukan Arya di sana. Dan juga Abbas, Zeline langsung saja turun dari brankar dengan mata berbinar dia menghampiri Arya.
"Arya,kau di sini. Sudah lama kita tidak bertemu." Zeline menghampiri Arya dengan tertatih-tatih.
"Aku sangat merindukanmu sayang. Kau pergi lama sekali,kau tahu aku mengalami hal berat karna Abhimanyu. Aku sangat membenci pria itu." Zeline memegang pundak Arya dengan hati gembira dia bahkan sudah melupakan dimana dia berada dan rasa sakit yang di deranya. hatinya terlalu senang bisa bertemu dengan Arya lagi.
"Kau tahu,aku hamil." Mata wanita itu berembun, "aku ingin memberitahumu ketika kita bertemu, tapi tiba-tiba aku sudah berada di sini,aku tidak ingat apa yang terjadi." Zeline terus meracau.
Sementara Arya melayangkan tatapan jijik padanya,dia menyingkirkan tangan Zeline dari pundaknya.
"Paman bagaimana ini?" Arya menatap Abbas.
Zeline membalikkan badannya,dia melihat Abbas di sana dengan tatapan kosong.
"Kau. kau yang membawaku dari markas Abhimanyu kan." Zeline menunjuk Abbas.
Abbas tersenyum, "benar nona."
"Aku mengurungmu karna kau yang terus memberontak dan meraung-meraung setelah aku membebaskanmu dari jeratan Abhimanyu. Saat itu kata dokter kau mengalami trauma berat, hingga aku terpaksa merantai mu."
"Kau hampir gila karna pria itu," Kata Abbas Membuat Zeline semakin benci pada Abhimanyu.
"Lalu kenapa aku bisa ada di sini?"
"Kau benar-benar tidak ingat?" Abbas bertanya.
Zeline menggeleng ragu, "yang ku ingat hanya aku pingsan karna perutku sakit sekali dan darah keluar dari pahaku." Zeline masih belum mengerti jika dia mengalami keguguran.
"Itu benar. Kau sudah keguguran, kau kehilangan bayimu." Abbas menjawab.
Zeline membulatkan matanya, terkejut.
"Apa! tidak mungkin. Janinku, bayiku." Zeline histeris dia meraung memegang perutnya.
"Paman wanita itu seperti orang gila, bagaimana ini?" Arya menghampiri Abbas melihat ngeri Zeline yang terus menangis dan meraung meratapi janinnya yang sudah tidak ada.
"Justru itu bagus,semakin dia histeris semakin bagus."
"Maksud paman?" Arya tidak mengerti.
__ADS_1
"Wanita yang baru saja kehilangan bayinya cenderung lebih sensitif Arya, kita akan memanfaatkan itu dan meracuni otaknya untuk membalas Abhimanyu."
"Tapi bagaimana caranya?"
"Kau ikuti saja permainanku." Abbas menghampiri Zeline yang terus meraung dan mulai menjambak rambutnya.
"Siapa yang membunuh janinku,siapa!" Zeline berteriak kencang wajahnya memerah dengan air mata yang semakin deras.
"Kau ingin tahu siapa yang membunuh janinmu?" Abbas menghampiri Zeline.
"Siapa! Siapa!" Zeline menjerit.
"Abhimanyu." Abbas menyebutkan nama itu di dekat telinga Zeline.
"Bukan hanya janinmu tapi dia juga membunuh adikmu, Kinan." Abbas sengaja semakin memprovokasi dengan mengatakan Kinan tiada karna Abhimanyu.
"Kinan? Kinan adikku yang berada di kampung.abhimanyu membunuhnya?" Zeline semakin histeris dia mencengkeram lengan Abbas.
"Yah. Dia juga membunuh adikmu. Itu karna kau yang mencari perkara dahulu padanya. Dia itu pria yang kejam dan berdarah dingin."
"T-tidak.tidak Mungkin, aku tidak percaya padamu." Zeline menggeleng.
Abbas berdiri, "Silahkan jika tidak percaya,aku sudah mengatakan yang sejujurnya. Bahkan aku yang menggantikanmu untuk datang ke pemakaman Kinan dikampung."
Abbas tahu jika Kinan adalah satu-satunya keluarga Zeline yang tersisa,anak laki-laki berusia 13 tahun itu adalah harta berharga bagi Zeline. dengan memprovokasi Zeline seperti ini akan sangat mudah mencuci otaknya.
"Kinan.adikku,tidak mungkin dia tiada juga, tidak." Zeline semakin terisak keras, baju pasiennya tampak robek karena wanita itu meraung,jangan tanyakan lagi bagaimana keadaannya,dia sudah sangat berantakan.
"Paman, wanita itu Gila.dia bisa membunuh dirinya sendiri." Arya di samping Abbas berbisik padanya.
"Tenang saja." Abbas tersenyum miring.
Abbas lalu berjongkok, mendekati Zeline. wanita itu awalnya menolak, dengan memukulinya.tapi Abbas berhasil mencengkeram pergelangan tangannya.
"Berhenti bodoh! jika kau seperti ini, Abhimanyu yang akan senang karna kau juga menderita." Abbas yang tak sabaran menampar pipi Zeline.
"Lalu bagaimana? aku harus bagaimana.adikku, adikku yang paling kusayangi meninggal." air mata Zeline semakin deras.
"Dengar perkataanku. kau ingin balas dendam bukan,pada Abhimanyu?" Abbas menyeringai.
Zeline menoleh dengan mata sembab, "B-balas dendam?"
"Yah,balas dendam. dia yang membuatmu menderita seperti ini, bahkan karirmu saja sudah hancur karna dirinya,maka apa yang lebih baik dari balas dendam? Membuat dia lebih menderita darimu."
Zeline terdiam.yah itu dia, Zeline ingin balas dendam pada Abhimanyu, dia ingin pria brengs*k yang telah merenggut nyawa janinnya dan adiknya menderita, bahkan lebih darinya.
"Bagaimana caranya? beritahu caranya?"
__ADS_1
Abbas menyeringai, "Aku akan membantumu."