
Felysia termenung di kursi taman,gadis itu sedang kedatangan tamu beberapa anak kecil tetangga yang satu blok dengan rumahnya. Sudah jadi rahasia umum anak-anak di komplek mewah ini sangat menyukai Felysia. Saat petang datang, anak-anak itu datang dan bermain di halaman belakang yang kini disulap menjadi taman kecil, mereka akan bermain apa saja, dan tentu Felysia mengijinkan. mengingat Abhimanyu yang tak selalu berada di rumah. Terkadang felysia juga Membuat bolu untuk anak-anak itu, mengisi kekosongan waktu luangnya.
Felysia tak fokus, pikirannya terbang melayang mengingat ucapan Abhimanyu, balas dendam? Balas dendam apa yang pria itu bicarakan. Hal apa yang ingin pria tersebut sampaikan padanya.
"Bibi, bibi melamun?" Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun menepuk lengannya, Membuat felysia tersadar.
"Ah, tidak-tidak," Felysia tersenyum, menggeleng.
"Bibi cantik, kami pamit dulu, besok baru main lagi," seru heboh anak-anak yang tak jauh darinya, mereka melambaikan tangan ke felysia.
Felysia tersenyum, "Baiklah."
"Bibi, aku juga pamit ya. Besok apakah aku boleh main di sini lagi?" Mata jernih anak perempuan yang Felysia tahu bernama Kayla itu mengerjap, memandang polos ke arah felysia.
Felysia tersenyum mengusap pipi chabi itu, "Tentu saja,kau boleh bermain di sini sepuasmu."
"Asyik!" Bocah perempuan itu berjingkrak girang,lalu berpaling pergi.
Felysia terkekeh geli melihatnya,beban pikirannya sedikit berkurang melihat senyum anak-anak itu, pengalamannya menjadi guru TK membuat dia lebih mudah akrab dengan mereka, Felysia tersenyum.
Felysia lalu berdiri dari duduknya, wanita dengan baju tunik itu berjalan ke arah rumah. Hari sudah semakin terik,ia harus menyiapkan makan siang, Abhimanyu sedari pagi sudah pergi dengan Leo katanya ada urusan kantor yang harus mereka selesaikan. Lelaki itu berkata akan pulang siang dan makan siang bersamanya.
Felysia memasuki pintu belakang dan berjalan ke ruang tengah, menyalakan semua lampu yang ada dirumah ini kecuali lampu teras, lalu wanita dengan rambut sepinggang itu berjalan ke arah dapur. belum sempat langkahnya mencapai dapur ada yang memencet bel membuatnya menoleh.
Felysia berjalan ke arah pintu depan yang tertutup, sudah menjadi kebiasaan felysia selalu menutup pintu depan jika dia sedang sendiri, Abhimanyu yang selalu berpesan padanya agar pintu di kunci jika pria itu tidak ada,guna keamanannya. mereka berdua belum terpikirkan untuk menyewa asisten rumah tangga baru mengingat masalah yang terjadi belakangan ini.
Felysia membuka pintu, terpampang Abhimanyu di depannya dan membuatnya terkejut ada bi ati juga bersamanya.
"Non," bi ati memekik senang, langsung menghampiri felysia.
"Bibi!" Felysia tersenyum.
"Bibi apa kabar?" tanya Felysia pada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Baik non,meski di mansion keadannya lagi gak baik," lirih bi ati.
Felysia menatap sendu,tentu saja dia mengerti semua orang yang ada di mansion pasti sedang kacau dan ikut kalang kabut mencari keberadaan Arya,sudah dua hari status Arya di tetapkan menjadi buronan, pria itu belum juga ditemukan.
"Bi ati akan ke bekerja lagi di sini," ujar Abhimanyu Membuat kedua wanita berbeda usia itu menoleh.
Bi ati tersenyum, "Iyah non,den Abim minta bibi buat bekerja di sini lagi mengingat juga nona muda yang sendiri di sini, kalo den Abim tidak ada."
Felysia tersenyum senang, "tentu bi."
"Bibi juga sebenarnya ingin ikut keluarga ini saja sih non, rindu juga dengan nona muda," ucap bi ati.
Keduanya tersenyum, keberadaan bi ati bukan hanya menjadi asisten rumah tangga tapi juga menjadi temannya berbicara, bi ati seperti menjadi sosok figur ibu yang menuntunnya jika dia sedang gundah.
Sementara Abhimanyu ikut tersenyum simpul, keberadaan bi ati di sini Membuatnya tenang akan keselamatan Felysia.Abhimanyu bukanlah orang yang mudah menaruh percaya kepada orang lain,oleh sebab itu ia harus mengenal orang itu lebih lama jika ingin mendapat kepercayaannya,dan bi ati sudah ia percayakan untuk itu.
"Ya udah bi,gimana kalo sekarang kita ke dapur buat nyiapin makan siang bersama," ucap Felysia.
Bi ati tersenyum mengangguk, inilah salah satu sifat yang ia sukai dari felysia, tidak seperti hubungan majikan dan pembantu pada umumnya, felysia memperlakukannya layak, bahkan ikut membantu pekerjaan dan sangat humble. tidak heran jika wanita di depannya ini bisa mengikat hati keras tuan mudanya.
Abhimanyu yang sejak tadi berdiri bersama keduanya menarik sudut bibirnya, hanya dengan keberadaan bi ati di sini saja Membuat felysia sangat senang hingga mengabaikan keberadaannya. namun meski begitu apapun akan dia lakukan demi melihat keceriaan di wajah sang istri selalu.
****
Malam tiba, setelah makan malam bersama Abhimanyu langsung masuk ke ruang kerjanya, ketika Leo datang kesini dengan raut wajah serius, pria itu sudah mendapatkan informasi yang dia butuhkan.
"Nona Maria bersama para korban Arya yang kita kumpulkan telah melakukan gerakan mereka sendiri,nona Maria kesal karena menurutnya anda terbilang lelet dalam rencana balas dendam ini, hingga dia datang ke polisi langsung bersama para wanita itu, melaporkan dan memberi kesaksian agar Arya di jebloskan ke penjara," jelas Leo panjang lebar.
Abhimanyu mendengarkan sambil meneliti berkas laporan yang Leo dapat dari kantor polisi,di sana ada bukti-bukti yang sangat akurat tentang kejahatan Arya. Abhimanyu memaklumi keadaan ini, dia yang pertama mencetuskan ide balas dendam ini,dia yang mengumpulkan para wanita yang menjadi korban Arya dan menjanjikan balas dendam kepada mereka, Abhimanyu mengerti kenapa Maria sampai mengatakannya lelet dalam rencana ini karna dia sendiri pun bimbang untuk meneruskannya.
"Lalu apakah sekarang Arya telah ditemukan?" tanya Abhimanyu.
Leo menggeleng pelan, "Para polisi sempat terhenti untuk operasi pencariannya,bisa di bilang sepertinya Arya bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain,karna berita tentangnya sudah ramai dibicarakan. jadi sepertinya sekarang dia tahu dia sudah menjadi buronan."
__ADS_1
Di luar dugaan Abhimanyu malah tertawa, tawanya terdengar sumbang Membuat Leo terkejut.
"Aku senang, aku senang dia merasakan apa yang kurasakan dulu." Abhimanyu tertawa, namun seperti ada kesedihan di dalam tawa itu.
"Balas dendam yang ku rencanakan kepada mereka sejak tujuh tahun lalu akhirnya terwujud satu persatu . mereka merasakan kepedihan yang kurasakan dulu." pria itu terkekeh pedih.
"Namun pengorbanan di balik itu sangat besar, ada banyak hati yang yang kusakiti. termasuk hati ayahku," lirih Abhimanyu. sorot mata pria itu berubah redup.
"Apakah semua ini adil,Leo?"
Leo hanya diam melipat tangan di depan. pria itu hanya diam memandang,karna dia sendiri pun tidak tahu jawabannya.
****
Malam semakin larut, Setelah kepulangan Leo Abhimanyu tak lagi keluar dari ruang kerjanya, seperti di landa kesedihan pria itu mengurung diri di gelapnya lembah kesuraman. baru setelah malam semakin terasa pria itu keluar dan melangkahkan kakinya menuruni undakan tangga ke lantai bawah.
Kaki lelaki itu terus melangkah,berbelok ke arah kamar felysia. pintu kamar terbuka karna gadis itu tidak menguncinya.
Abhimanyu menghampiri ranjang Felysia,di lihatnya wanita yang kini selalu berada di pikirannya itu sedang tertidur damai dengan surai panjangnya yang menyentuh sampai bawah kasur. Abhimanyu baru menyadari satu hal,bahwa istrinya ini sangat cantik saat tertidur.
Abhimanyu lalu menarik kursi yang ada di meja rias mendekati kasur, ia melakukannya hati-hati agar tak menimbulkan suara berderit. pria itu lalu duduk dengan menumpu satu kaki dan melipat kedua tangan di depan dada.
Lelaki itu menatap lamat-lamat sang pujaan hati yang kini tertidur pulas, terdengar dengkuran halus darinya.
"Sejak dahulu, aku tak pernah perduli tentang wanita, dan sangat membenci sikap mereka yang menurutku sangat merepotkan," ujar Abhimanyu berbicara pelan.
"Namun saat kau hadir, semuanya mulai berubah,seperti air tetesan hujan yang menyirami sebuah batu,kau membuat pria kaku ini menjadi salah tingkah hanya karna melihatmu," ucapnya lagi.
"Aku mencintaimu," ujarnya hampir terdengar lirih.
Anggaplah Abhimanyu seorang pria pengecut yang tidak berani mengutarakan isi hatinya secara gamblang,pada dasarnya dia bukanlah pria yang banyak omong, hanya melalui tindakan dia bisa melindungi wanita yang di cintainya.
"Ada saatnya, setelah semua balas dendam ini usai, mari kita hidup berbahagia sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai,sampai hari itu terwujud kuharap kau mau menunggu."
__ADS_1
Abhimanyu lalu mendekat, mengecup kening felysia cukup lama, lalu turun, mengecup kedua mata wanita yang sedang terpejam itu secara bergantian.