
Felysia duduk terpekur di sofa panjang itu,di tangannya terdapat surat undangan mewah yang di hiasi permata berkelap-kelip. Netra coklat terang gadis itu lalu tertuju pada pria di depannya,pria yang kini memakai kemeja putih yang tangannya di gulung sesikut tampak menatap sengit surat undangan yang dikirimkan oleh seseorang tadi pagi ini.
"Aku tidak akan datang." Satu kata keluar,pria itu berdiri dengan malas.
"T-tapi nanti ayah akan kecewa." Cicit Felysia.
"Itu bisa di bicarakan dengan ayah nanti, intinya aku tidak akan hadir.jika kau ingin pergi kau bisa pergi sendiri."
Felysia menatap kepergian pria itu, dia menghela nafas lalu matanya tertuju di surat undangan mewah yang terdapat nama 'Arabella Maharani dan Arya Wijaya Maheswara'. Surat undangan itu di kirim khusus oleh asisten Pak Manaf, berharap Abhimanyu akan hadir di pernikahan adiknya ini. Tapi Abhimanyu tetaplah Abhimanyu, perkataannya tidak bisa di bantah.
"Bagaimana nyonya muda." Leo muncul di ambang pintu.
Felysia menggeleng, "Aku tidak bisa membujuknya."
Leo menghembuskan nafas, sudah dia duga Abhimanyu tidak akan mau datang, pria itu tetap pada pendiriannya,tidak akan menginjakkan kaki di mansion Maheswara lagi. Serenggah inikah ikatan kekeluargaan mereka?
"Yang saya khawatirkan tentang pendapat publik, bagaimana reaksi mereka jika presdir Maheswara group tidak menghadiri pernikahan adiknya sendiri. Ini bisa jadi berita yang besar." Leo duduk di salah satu kursi.
"Apakah imeg Abhimanyu akan jelek jika begitu Leo?" Felysia setengah berbisik.
Leo menggeleng, "Saya tidak terlalu yakin,tapi bisa saja, orang-orang yang memang kepo pasti akan membicarakannya, lalu terdapat pro dan kontra,itu juga bisa mempengaruhi perusahaan."
Abhimanyu memanglah pria yang apatis, tidak akan memperdulikan perkataan dan pendapat orang lain, tapi jika itu juga menyangkut perusahaan berarti memang pengaruhnya cukup besar.
"Tapi dia mengijinkanku untuk pergi."
"Jika begitu apakah nyonya muda akan pergi?"
Felysia mengangguk, "Iyah.jika mas Abhi tidak pergi maka aku yang akan menggantikannya."
"Jika begitu saya bisa mengantar nyonya muda, kebetulan tuan besar ingin nyonya muda hadir sebelum pernikahan di selenggarakan."
Felysia menggangguk sekali lagi, "baiklah."
***
Apa yang di katakan Leo tentang megahnya pesta pernikahan ini benar adanya. Felysia yang sudah datang bersama Dian untuk menemaninya berasa canggung karena ada banyaknya pejabat yang juga hadir. Tentu saja Abhimanyu tetap tidak ingin datang ia tak tahu harus memberikan alasan apa nanti pada ayah mertuanya.
"Fel, pestanya megah banget, sepupumu beruntung ini." Dian yang menempel pada lengan felysia berbisik.
Felysia mengangguk kecil, "Kau benar."
__ADS_1
"Felysia,di sini nak!"
Seseorang meneriaki namanya, felysia berbalik.itu adalah ayah mertuanya, pak Manaf tersenyum senang di atas kursi roda,di belakangnya di kelilingi orang-orang dengan pakaian mewah dan elegan, felysia tak tahu mungkin itu adalah para koleganya.
"Kau datang juga akhirnya." Felysia mendekat dan menyalami ayah mertuanya.
Di samping pak Manaf ada nyonya Sinta dengan wajah sinisnya mungkin beliau benar-benar sudah benci kepada felysia, namun ia tak mau mengurusi itu di hari bahagia ini.
"Tentu saja yah,mana mungkin aku tak datang." Felysia ikut tersenyum.
Pak Manaf menelisik keseliling, " dimana Abhimanyu? Dia tak datang?"
Felysia kalut sendiri bingung harus menjawab apa, "eeh,itu mas Abhi ... "
"Dia tak datang?" Felysia mengangguk sebagai jawaban.
Pak Manaf menghela nafas berat, "sudah kuduga, dia anak yang keras kepala."
"Bilang Padanya nanti,pesta pernikahan ini akan di selenggarakan di dua tempat, kuharap dia datang di tempat satunya."
Felysia mengangguk cepat.
"Oh ya siapa wanita cantik di samping mu ini?" Pak manaf menatap ke arah Dian. mengubah topik yang terasa akward.
Dian tersenyum malu, " Dian lestari Om, temannya felysia." lalu menyalami ayah mertua sahabatnya ini.
"Ohohoh nama cantik, tapi agaknya aku pernah mendengar nama itu? Siapa nama ayahmu?" Pak Manaf mengerutkan dahi.
Dian bingung harus menjawab, dia memperhatikan felysia, sahabatnya hanya tersenyum.
"Taufiq Rahmat, pak." Dian menjawab ragu-ragu.
"Aaa Taufiq aku tahu, pantas tak asing, dia adalah salah satu rekan Bisnisku dulu." Pak manaf tertawa kecil.
Felysia dan Dian saling pandang lalu tersenyum.
"Baiklah, felysia sebagai menantu di keluarga ini, aku akan memperkenalkanmu dengan keluarga besar Maheswara." pak Manaf merentangkan tangannya.
Felysia melebarkan mata,dia pikir keluarga Maheswara hanya terdiri dari empat orang saja. ternyata ada keluarga besar.
Pak Manaf menggeleng, "Kau tidak usah terkejut, keluarga besar Maheswara selama ini selalu berpencar dan hidup masing-masing,ada tinggal di luar negeri ada juga yang menetap di sini. kesibukan Membuat kita jarang bertemu,hanya ada dalam perayaan-perayaan besar saja kita bisa berkumpul."
__ADS_1
"Nah di samping kiri ku ada keluarga adik laki-laki ku bersama keluarganya.kau bisa menyapa mereka."
Felysia berjalan pelan ke arah keluarga yang terdiri dari sembilan orang itu.
"Halo nak senang bisa bertemu denganmu." wanita dengan sanggul dan kebaya hijau lebih dulu menyapa.
Felysia mengangguk lalu menyalaminya.lalu beruntun dari yang tertua ke yang muda, anak kecil berusia 5 tahun menyelaminya,dia sangat menggemaskan.
Lalu felysia berbalik menuju barisan berikutnya, yang kata pak manaf adalah adik perempuannya bersama keluarganya, felysia kembali menyalami seperti tadi. hampir lima belas menit berakhir di adik pak Manaf yang nomor empat laki-laki bersama anak dan istrinya. terhitung pak Manaf anak yang tertua di keluarganya dengan tiga adik laki-laki dan satu adik perempuan.
"Berhubung ini sudah menjelang petang, bagaimana jika kau dan temanmu istirahat dulu, pak Herul sudah menyiapkan kamar untuk kalian,nanti malam baru kita makan malam bersama."
Felysia dan Dian mengangguk,lalu semuanya bubar ke rutinitas masing-masing. setelah acara perkenalan keluarga yang panjang.
***
"Apa istriku sudah berada di mansion sekarang?"
Leo mengangguk, "Sudah tuan muda. dia ditemani oleh Dian di sana."
Abhimanyu manggut-manggut, "Bagus, aku jadi tidak terlalu khawatir."
"Lalu bagaimana dengan rencanamu?"
"Aku sudah menyiapkan video klipnya. tinggal kita pertontonkan nanti di acara pernikahannya." Abhimanyu menyeringai.
Leo tersenyum, "Lalu bagaimana dengan wanita-wanita yang sudah anda kumpulkan?"
"Mereka pasti akan mendapatkan balas dendamnya, mereka akan datang ke pesta pernikahan nanti untuk memperlakukan Arya."
"Lalu dengan Abbas sendiri bagaimana tuan?"
"Untuk dia aku sudah menyiapkan rencana besar. akan kupastikan dia akan menjadi gelandangan setelah ini."
Leo merapatkan kedua tangannya, "Saya mengerti tuan."
"Tapi bagaimana dengan Tuan besar nanti? dia pasti akan terguncang dengan rencana anda kepada Arya."
Hening sejenak. Abhimanyu membuang nafas kasar.
"Sebenarnya akupun sudah lelah dengan acara balas dendam yang tak berkesudahan ini Leo. awalnya ku pikir aku akan membatalkan balas dendamku dan hidup dengan damai bersama Felysia. tapi lagi-lagi mereka yang memulai memancing masalah dahulu, hingga Mau tak mau aku harus menggunakan cara ini."
__ADS_1
"Untuk ayahku,aku akan coba meminta pengertiannya nanti." lanjutnya.
Leo manggut-manggut,memang susah jika hati dan pikiran sudah di penuhi oleh hal kotor segala cara keji bisa dilakukan untuk menghancurkan bahkan kepada saudara sendiri. dalam kasus Abhimanyu, dia sudah tak ingin terlibat hal balas dendam seperti ini tapi kini musuh malah mencari masalah baru.