
pagi hari datang kembali, matahari menyinari bumi dengan teriknya yang tak terlalu panas-mungkin juga karna semilir angin yang menerpa pelan menjadikan atmosfer disekitar menjadi teduh.pohon-pohon nampak menari dengan daunnya yang mendayu,ditambah burung yang bercicit merdu di dahan Pohon menjadi sebuah harmoni yang sempurna pada pagi hari ini.
Itu juga yang dirasakan felysia sekarang,dengan hati berdebar wanita muda itu duduk di ujung meja makan dengan berbagai lauk pauk yang dihidangkannya.tentu siapa lagi yang ia tunggu selain sang suami-ralat,sang suami kontraknya, Tuan Abhimanyu yang terhormat.
Hari ini tepat ke tiga hari tuan muda suaminya itu tak pulang kerumah setelah kejadian mencuri kecupan singkat di kening Abhimanyu yang dilakukan oleh felysia,lelaki itu seperti menghindar darinya dan lebih tertutup,dan itu tentu membuat hati felysia sedikit terusik,apakah tuan muda itu marah kepadanya atau memang sudah membencinya.itulah yang sering menjadi beban pikiran felysia.Agaknya memang felysia harus menyalakan semua kejadian ini ke Dian sahabatnya, karna ide konyol Dian inilah,sekarang felysia terjebak rasa canggung yang mungkin akan berkepanjangan dengan Abhimanyu.
suara derap langkah kaki mengangetkan Sia yang sedang melamun.dengan gerakan pelan felysia mencoba mempersiapkan diri dan mencoba menjadi istri yang baik karna ia tahu si tuan muda suaminya itu sudah pulang.
"K-kau sudah pulang," sambut felysia yang berada di seberang Abhimanyu,dia berusaha menampilkan senyumnya menyambut tuan muda yang sekarang bertampang datar itu.
"kenapa kau ada di sini? tak mengajar?" Abhimanyu yang baru datang dan melihat felysia memandang heran.
Yah karna biasanya jam segini istri kecilnya itu sudah berangkat untuk mengajar di taman kanak-kanak tempat kerjanya dahulu.memang setelah sah menjadi istrinya Abhimanyu memberikan hak felysia kembali atas pekerjaannya sebagai seorang guru di TK itu,karna dia tahu betapa berharganya pekerjaan itu untuk istri kecilnya ini dan felysia berhak untuk itu.
Hari ini kan libur,jika kau lupa." Papar felysia.
"Ahh ya kau benar, hari ini libur." gumam Abhimanyu canggung, Abhimanyu jadi ingat jika sudah menyangkut pekerjaan dia akan seperti orang dimabuk cinta lupa dengan segala hal termasuk hari.
"Kau pasti lelah,aku akan menyiapkan air panas untukmu mandi." Felysia yang hendak beranjak itu menghentikan langkahnya ketika sebuah tangan besar memegang erat lengannya.
"Tunggu,jangan pergi," cicit Abhimanyu dengan suara seraknya.
"Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya felysia mencoba memahami.
Tak ada jawaban.dengan lengan yang masih dipegang erat, felysia bisa merasakan bahwa Abhimanyu sedang mendekatinya. di depan meja makan itu Abhimanyu mengusap punggung tangan felysia pelan dan mendudukkannya di salah satu kursinya dan dia sendiri pun duduk di kursi yang bersebelahan.
Sementara felysia yang dalam keadaan bingung terperanjat kaget saat Abhimanyu dengan gerakan cepat menempatkan kepalanya di bahu gadis itu.posisi mereka Sekarang demi apapun sungguh membuat felysia hampir terkena serangan jantung.
Hening.mereka berdua sama-sama bergeming tak ada yang bersuara. felysia dengan kening berkerut bertanya-tanya dalam hati sebenarnya apa yang terjadi oleh tuan muda ini.
"T-tuan ada apa?" tanya felysia yang sekarang merasa tak nyaman.
"Sebentar ... bisakah seperti ini dulu." Abhimanyu semakin menjadi,dengan tangan felysia yang masih dalam genggamannya,dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istri kecilnya itu, menghirup dalam aroma mint manis yang menguar.
Cukup lama dua insan itu terdiam,larut dalam pikiran masing-masing.namun dengan posisi yang tak mengenakkan ini dada felysia berdebar semakin menjadi peluh sebesar biji jagung sukses meluncur dari kening felysia yang putih itu.siapa coba yang tak canggung bila seseorang yang selama ini dingin denganmu tiba-tiba menjadi manja seperti Abhimanyu sekarang.sungguh felysia tak bisa menebak dengan tingkah Abhimanyu yang kapan saja bisa berubah.
"Kau pasti sangat lelah, bahkan tiga hari ini kau tidak pulang." felysia mencoba menebak.
Abhimanyu menggangguk dengan mata terpejam, "ya,kau benar aku lelah, semuanya terasa semu bagiku dan membosankan."
"Apa maksud perkataanmu?" Felysia yang penasaran mulai mengorek lebih jauh.
Tapi hening tak ada jawaban.lagi-lagi Abhimanyu menggantung perkataannya menimbulkan banyak tanda tanya dibenak felysia tentang misteriusnya hidup pria yang kini menjadi suaminya itu, seolah-seolah Abhimanyu membuat perintah agar felysia sendiri yang mencari jawabannya.
"Apakah Leo juga ada bersama tuan?" felysia berceletuk.
Abhimanyu yang mendengar pertanyaan felysia tertegun. Dengan cepat dia merubah posisinya seperti semula dan berusaha menatap manik mata coklat bersinar milik gadis yang berhadapan dengannya kini.
"Untuk apa kau menanyakan pria lain selain suamimu?" Balas Abhimanyu dengan intonasi tinggi, seolah-olah pertanyaan felysia adalah hal salah dan sekarang ntah mengapa dia merasa kesal karenanya.
Sementara itu Felysia yang terkejut mengerjapkan matanya, bingung dengan perubahan sikap tiba-tiba pria di depannya ini.dia merasa pertanyaannya biasa saja tetapi mengapa seakan-akan hal itu membuat lelaki ini menjadi kesal dengan raut wajah yang menyeramkan sekarang.
__ADS_1
Padahal pertanyaannya barusan pun asal saja,karna tak ada topik diantara mereka berdua dan felysia tak mau menahan gugup yang kian mencuat makanya dia menanyakan hal itu,tapi siapa sangka pertanyaan sederhana itu tampaknya telah mengusik tuan muda ini.
"Aku hanya menanyakan hal biasa tuan,apakah itu salah?" Tanya felysia dengan serba salah tak mengerti dengan watak pria ini.
Tak ada jawaban.abhimanyu hanya mendesah pelan,ntah dia sendiri pun merasa bingung dengan apa yang ia katakan barusan dan rasa aneh yang dia rasakan kini.dengan gerakan pelan Abhimanyu melonggarkan dasinya yang sekarang terasa mencekik.
"Aku akan pergi ke kamar untuk istirahat,tak usah menganggu."
Felysia yang masih bertanya-tanya hanya memandang Abhimanyu yang sudah beranjak dengan raut sedih.niatnya untuk berusaha menjadi istri yang baik selama satu tahun pupus sudah.agaknya memang pria misterius itu susah untuk didekati ataupun dikasih perhatian.
Padahal sedari subuh felysia sudah bekerja keras dengan masakan untuk sarapan Abhimanyu pagi hari ini.berusaha untuk mencari tahu makanan apa yang disukai dan tak disukai Abhimanyu. Tapi lihatlah pria dingin itu, kejadian waktu saja mungkin sudah terlewat di otaknya makanya pria itu bisa bersikap biasa saja tanpa rasa canggung.
Sementara di ruangan lain seorang pria mati-matian menolak gejolak di dadanya, berusaha menekan segala rasa yang yang berontak untuk muncul.
Ntah kenapa sekali lagi ia merasa seperti marah dan kesal di saat felysia, istri kecilnya itu berdekatan dengan pria lain, bahkan sekedar hanya menanyakan pria lain dihadapannya sudah membuat Abhimanyu merasa tak enak seperti sekarang.
Rasanya seperti ia tak ingin melihat ataupun berfikir bahwa felysia sedang dekat dengan pria selain dirinya.merasa bahwa seharusnya felysia hanya boleh mendengarkannya dan melihat kearahnya, tapi Abhimanyu masih bingung perasaan seperti apa itu.
Ntah mengapa dia merasa atmosfer disekitarnya terasa panas, pikirannya sekarang terasa kacau dan semrawut. memang sebaiknya yang ia butuhkan adalah berendam, maka dengan gerakan lamban Abhimanyu beranjak ke walk in closet miliknya. Melepas tuxedo hitam yang terasa pengap sekarang, kemeja putihnya pun tak lupa ia tanggalkan membuat badan kekarnya terpampang jelas dengan perut ramping dan otot-otot besar itu dan jangan lupakan perut kotak-kotak bak roti sobek itu yang pastinya membuat wanita yang melihat akan mimisan dalam sekejap.
Abhimanyu adalah orang yang sangat mementingkan penampilan tubuh setidaknya setiap tiga kali dalam seminggu dia akan menyempatkan diri untuk pergi ke gym dan membentuk tubuhnya. Dan pastinya usaha tak akan menghianati hasil.Sementara wajah tampannya adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan sejak ia kecil, sekarangpun jika ia mengikuti casting menjadi idol ataupun aktor akan sangat mudah baginya untuk lolos dengan karisma itu.
Abhimanyu mulai menenggelamkan badannya dia bathub kamar mandi. Dengan air sedang tak terlalu panas ataupun dingin, membuat Abhimanyu bisa sedikit merilekskan tubuh dan pikirannya.hari ini banyak kejadian tak terduga terjadi terutama pertemuannya dengan Abbas dan juga Arya yang tak terprediksi.
Memang dengan keadaan seperti ini seharusnya dia tak mengulur waktu dan memulai penyerangan,namun mengingat sekarang dia mempunyai istri mungilnya yang harus dia jaga membuat dia harus berhati-hati untuk mengambil tindakan.
Tunggu-apa barusan dia sedang tidak waras dengan menganggap wanita itu istri mungilnya? Tidak-tidak. Abhimanyu menarik dirinya dari dalam air, berusaha menghalau pikirannya yang mulai meracau dan menjurus ke wanita itu.tidak, seharusnya dia tidak memikirkan wanita itu, seharusnya dia tidak peduli dengan wanita itu.
Merasa ada suara nada dering yang berbunyi, Abhimanyu melangkah ke pinggir kasur dan mengambil handphonenya yang berdering pertanda ada panggilan masuk.pria itu kemudian melihat nama yang tertera dan ternyata itu adalah asistennya Leo.
"Tuan muda, apakah semalam kau pulang dengan selamat." Tanya Leo yang berada di seberang sana.
"Ya.ada apa kau menelpon?" Tanya Abhimanyu to the poin.
Leo yang berada di seberang sana terkejut mendengar nada tak ramah dari bosnya ini, lantas beringsut heran.nampaknnya ia menelpon pada momen yang tak tepat karna sekarang tua mudanya itu sedang dalam keadaan mood yang tidak baik.
"Ah, maaf jika menganggu waktu liburmu,aku hanya ingin menginformasikan jadwalmu untuk menghadiri pesta undangan dengan salah satu investor asing yang akan diselenggarakan tak lama lagi di gedung XYX." Jelas Leo.
"Begitukah, jika tak terlalu penting batalkan saja." Ucap Abhimanyu kepada Leo ditelpon itu.
"Tak bisa tuan,ini menyangkut keputusan investor itu tentang persetujuannya memindahkan saham atas nama perusahaan,jika kau tak datang kemungkinan besar dia akan berubah pikiran dan malah menyerahkannya ke kubu musuh,itu akan sangat merugikan kita." Jelas Leo diseberang sana.
Abhimanyu lantas berdehem." Baiklah atur saja waktunya."
"Ouh ya tuan, karna ini adalah pesta para pejabat dengan para pasangan mereka, maka anda harus membawa nyonya muda ikut serta,tuan."
Hening cukup lama sebelum akhirnya menjawab.
"untuk itu aku akan menanyakannya lagi nanti pada istriku."Abhimanyu tak cukup yakin dengan apa yang diucapkannya.tapi tak ada salahnya membawa felysia ke acara itu karna memang bagaimanapun sekarang status felysia sebagai istrinya perlu diakui khalayak ramai.
Leo tersenyum di seberang sana, " Baiklah tuan jika begitu."
__ADS_1
Abhimanyu bergeming dan hendak mematikan telfon jika saja Leo dengan tiba-tiba menghentikannya.
"Ada apa lagi?" tanya Abhimanyu.
"Saya lupa memberi tahu tuan,di pesta nanti ... akan ada nyonya angel, bagaimana menurut anda."
"Angel?" Abhimanyu melebarkan bola matanya mendengar nama itu.
"Yah tuan,nona angel telah tiba ke tanah air baru saja,dan dia akan menghadiri pesta ini karena dia tahu anda akan ada di sana."
Tuutttt!
Abhimanyu mematikan sepihak sambungan telepon itu,tak ingin mendengar lebih.perasaannya menjadi tak enak.nampaknya sesuatu yang besar akan segera terjadi.
Sudah lima belas menit lamanya felysia hanya melamun di dalam mobil yang membawanya.ia tak tahu mau dibawa kemana dirinya sekarang,karna dengan tiba-tiba Leo, ajudan Abhimanyu menjemputnya dari taman kanak-kanak tempatnya mengajar.dia hanya diberitahukan bahwa tuan muda suaminya ingin mengajaknya ke suatu tempat.
Sebelumnya setelah kejadian di meja makan pagi hari kemarin,felysia tak lagi melihat keberadaan Abhimanyu dirumah,pria itu bahkan tak pulang hanya untuk sekedar makan.sebenarnya felysia pun tak masalah karna Abhimanyu tak pernah menganggap kehadirannya.hanya saja ajakan mendadak kali ini menimbulkan tanda tanya untuk felysia.kali ini apalagi rencana tuan muda itu.
"Leo, sebenarnya kita mau kemana?" Tanya felysia yang mulai penasaran.
"Kita akan ke sebuah tempat perbelanjaan nyonya muda." Jawab Leo yang berada di kursi kemudi.
"Ke sebuah mall? Untuk apa?" Leo yang melihat ekspresi bingung nyonya mudanya dari kaca kemudi pantas tersenyum kecil.
"Nanti kau akan mengetahui sendiri jawabannya nyonya."
Felysia yang mendengarnya lantas mendengus sebal.ntah kenapa diantara tuan muda dan ajudan ini sangat misterius,dua pria itu bahkan sangat sulit untuk sekedar ditanyai, terkesan tertutup dan suka membuat orang penasaran.sungguh menyusahkan saja.
Mobil yang dikendarai Leo berenti di sebuah pelataran mall besar di pusat kota setelah setengah jam berkendara.leo turun terlebih dahulu membukakan pintu mobil untuk nyonya mudanya keluar.sementara felysia yang menunggu di kursi penumpang selama itu, keluar dengan tak sadar menunjukkan wajah sumringahnya karna takjub melihat bangunan pencakar langit ini.
"Silahkan nyonya muda,saya antarkan ke dalam.tuan muda pasti sudah menunggu." ajak Leo yang langsung dihadiahkan senyum tulus felysia.
__ADS_1