Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 64


__ADS_3

"Tolong Fely, tolong bantu aku."


Felysia terdiam, dia diam termangu melihat wanita di depannya yang menangis tergugu. Bella, adik sepupunya yang bisa di bilang sangat membencinya kini seperti wanita malang yang tidak berdaya yang memohon-mohon padanya.


"Aku sangat ingin bertemu dengan mas Arya, tapi ayah mertua tidak mengijinkan. Hanya kamu satu-satunya harapanku."


Felysia semakin bingung,tak tahu harus bagaimana. Bella yang tiba-tiba datang kerumahnya, dan mengatakan ingin mengunjungi Arya di penjara namun tidak di bolehkan oleh Pak Manaf, membuat wanita yang akan melahirkan itu menangis ingin meminta bantuannya.


"Tapi aku harus gimana? Aku gak bisa bantu kamu." Jawab felysia akhirnya.


"Bisa, bisa. Kamu kan menantu kesayangannya, kamu tinggal bujuk saja ayah mertua untuk mengijinkan ku mengunjungi mas Arya."


Felysia menggeleng, "Kamu salah jika itu rencana kamu, jika ibu mertua saja tidak bisa membujuk ayah, bagaimana dengan diriku?"


"Lalu,lalu bagaimana? Kau tahu kan aku akan melahirkan, malang sekali anakku jika tidak mengetahui tentang ayahnya," ujar Bella dengan wajah sendu, air mata wanita itu membanjiri pipi mulusnya. Ketakutan tidak bisa bertemu dengan suaminya lagi kini mulai menghantui.


Felysia memandang iba, melihat Bella yang putus asa seperti ini membuat hati nuraninya tersentil, terlebih kini Bella sedang mengandung anak Arya, pria itu juga pasti ingin bertemu dengan bayinya.


"Aku punya satu ide, itupun jika kamu mau."


Mendengar itu Bella mendongak dengan antusias.


"Apa rencanamu?" Tanya wanita itu.


"Aku bisa mengantarmu untuk menemui Arya."


Bella menautkan alis, "Aku tidak percaya dengan rencanamu, kau sudah tahu kan aku di jaga ketat,di depan sana saja udah ada dua bodyguard yang mengikutiku 24 jam."


"Aku tahu, oleh sebab itu aku akan meminta ijin kepada ayah dengan alasan menemanimu berbelanja perlengkapan bayi, Bodyguard ayah pasti tidak akan mengikuti."


Bella berteriak senang dengan mata berbinar, "Apa kau yakin rencana ini akan berhasil?"


Felysia mengangguk ragu, Semoga saja."


****


Felysia terduduk di bibir kasur dengan pikiran berkecamuk, antara ingin membantu atau tidak membantu sama sekali adik sepupunya. toh sebenarnya dia juga tidak sudi menemui Arya.


Menghela nafas berat, Felysia mengusap seprai putih ranjang tidur Abhimanyu. Sudah lima hari Abhimanyu pergi, ada setitik rindu yang kini ia rasa, jika ada Abhimanyu, Felysia mungkin bisa menceritakan tentang keluh kesahnya dan meminta pendapat pria itu.


"Ah, ya lupa masak buat makan malam!"


Teringat itu Felysia berdiri dari duduknya, mengambil sapu bekas ia menyapu tadi, dan segera saja turun untuk menyiapkan makan malam bersama bi ati dan Dian.


***


Besoknya rencana yang di buat Felysia akhirnya terealisasikan, dengan sedikit upaya Felysia menelpon ayah mertuanya dan meminta ijin supaya Bella bisa ikut bersamanya dengan alasan berbelanja, berkat itu Bodyguard yang menjaga ketat Bella 24 jam akhirnya terlepas dan kini mereka berdua akan ke lapas tahanan untuk mengunjungi Arya.


"Kuharap ayah tidak curiga." Terdengar helaan nafas berat Bella, Felysia menoleh. kini mereka sedang berada di dalam mobil.


"Sepertinya tidak,namun meski begitu kita harus tetap hati-hati."


Bella mengangguk, "Semenjak mas Arya di tahan, semua akses ku padanya di copot, ayah mertua akan sangat marah jika aku menyinggung tentang mas Arya di mansion, seakan-akan suamiku itu bukan lagi bagian dari keluarga ini."


"Mungkin itu adalah upaya beliau untuk melindungimu dan calon cucunya."


Bella menoleh, " Maksud mu?

__ADS_1


"Setelah mengetahui tentang perbuatan tercela putranya sendiri, membuatnya lebih waspada.ayah tak ingin mempertemukan kalian karna takut cucunya yang belum lahir ini kena imbasnya karna perbuatan buruk Ayahnya sendiri. beliau hanya ingin melindungi cucunya, calon penerus keluarga Maheswara."


Bella mengangguk, "Kau benar." lalu tatapannya berubah sendu.


"Terimakasih untuk bantuanmu, padahal selama ini aku selalu saja jahat padamu, tapi kau tetap saja baik dan membantu jika aku dalam kesusahan."


Felysia tersenyum, " tidak masalah.bagaimanapun kau adalah keluarga ku, di dalam tubuh kita mengalir darah yang sama."


Lalu keduanya sama-sama melempar senyum.hal yang sama sekali tak pernah Felysia duga, Bella sepupunya kini telah bersikap baik padanya.


***


"Apakah Stela akan menyukai ini Leo?"


"Tentu saja tuan muda," ucap Leo menghela nafas, ini sudah ke sepuluh kalinya Abhimanyu menanyakan hal yang sama.


"Anda tidak usah khawatir, wanita paling menyukai yang namanya perhiasan," ucap Leo lagi berusaha menenangkan tuan mudanya.


Kini mereka berada di dalam mobil untuk perjalanan kembali ke rumah. Setelah menempuh penerbangan yang panjang Mereka akhirnya tiba di Indonesia, sengaja Abhimanyu tidak memberitahukan kepulangannya yang mendadak ini,karna ingin memberi kejutan kepada istrinya.


Leo mengintip sejenak wajah tuan mudanya di kaca mobil, raut Abhimanyu terlihat segar membuat Leo sebagai ajudan setianya ikut merasa senang. apalagi urusan bisnis ini berjalan lancar dengan rekan dan tim yang kompak perusahaan mereka berhasil mengambil peruntungan besar dan mendapat kerja sama dengan klien penting yang selama ini mereka incar.


"Baiklah, kalung berlian ini adalah rekomendasi darimu. jika istriku tidak menyukai hadiah yang kuberikan ini, maka kau siap-siaplah dengan akibatnya."


Wajah Leo seketika menjadi pucat mendengarnya, "Kok jadi gitu sih tuan."


Namun Abhimanyu tidak memperdulikannya, menaruh kotak berlian itu di sampingnya. Ponsel Abhimanyu lalu berdering terlihat di layar Angel, mengirimkan sebuah Pesan padanya, namun Abhimanyu tidak memperdulikan.


Suara notif dari pesan yang dikirimkan Angel semakin banyak, Membuat Abhimanyu menjadi kesal.


Angel mengirimkan sebuah Foto kepadanya, Membuat Abhimanyu seketika mengernyit.


[Lihatlah apa yang dilakukan istri tersayang mu ini di belakangmu.]


Abhimanyu semakin heran membaca pesan itu, rahangnya tiba-tiba mengeras, di foto itu menampakkan tubuh seorang wanita dari belakang, meskipun tidak terlihat wajahnya,dia tahu jika itu adalah istrinya, Felysia.


Lalu sebuah foto kembali dikirimkan Angel.


[Istrimu diam-diam selingkuh selama kau tidak ada. dia sering mengunjungi Arya di lapas tahanan dan menghabiskan waktu bersama pria itu.]


Abhimanyu semakin meradang dilihatnya foto Felysia dan Arya hanya berdua di sana, bahkan terlihat tersenyum ke arahnya. emosi Abhimanyu semakin tidak terkendali, apalagi mengingat masa lalu Arya dan Felysia yang pernah terlibat hubungan percintaan. Dengan kesal Abhimanyu memencet tombol telepon.


"Ada apa kau menelponku? Oh ya, kau sudah melihat semua foto-fotonya kan?"


"Dari mana kau mendapatkan foto itu!"


Terdengar suara tertawa keras dari seberang telepon.


"Kau tidak perlu tahu aku mendapat fotonya dari mana, yang perlu kau tahu Felysia sudah menghianatimu. Kau pasti tahu tentang masa lalu indah antara Arya dengan istrimu kan."


Tak ingin mendengar lebih Abhimanyu mematikan sambungan telepon sepihak. Di penuhi kilatan amarah, Abhimanyu memukul jendela kaca mobil dengan keras.


"Leo,putar balik mobilnya,kita ke tempat Arya di tahan sekarang!"


"Eh, tuan tapi--"


"Cepat!" Abhimanyu terlihat sangat marah, Membuat nyali Leo seketika ciut.

__ADS_1


"Baik."


Sementara itu di tempat lain di sebuah cafe, tampak Angel tersenyum puas melihat satu persatu foto yang ada di ponselnya.


Tidak sia-sia dirinya mengikuti mobil yang membawa Bella dan Felysia. Dari awal dirinya memang sudah curiga saat tak melihat Felysia yang turun dari mobil bersama Bella di tempat lapas tahanan.


Hingga dia ingat satu fakta, jika dulu Arya dan Felysia sempat menjalin hubungan kasih sebelum akhirnya Felysia di jodohkan dengan Abhimanyu.


Mencerna situasi akhirnya Angel paham jika Felysia dan Bella hendak mengunjungi Arya di sel tahanan.


Lalu tercetuslah sebuah ide licik di otaknya, dengan bermodal ponsel, Angel mengambil foto-foto Arya dan Felysia di dalam sana, yang kebetulan disitu tidak ada Bella. Dengan sedikit dia edit Membuat fose Felysia menjadi sangat dekat dengan Arya.


Tersenyum senang, Angel segera saja mengirimkan foto-foto itu kepada Abhimanyu. dengan akal liciknya dia berhasil membuat Abhimanyu berfikir jika Felysia selingkuh di belakangnya.


"Setelah ini kau akan hancur Felysia, Abhimanyu akan sangat murka dan kemudian mrngusirmu, bukan hanya dari rumah tapi juga dari hidupnya." Lalu angel menyeringai lebar membayangkan kehancuran Felysia yang sudah di depan mata.


***


"Kau ikut kesini karna ingin mengunjungi ku juga?"


Arya di kursinya terlihat tersenyum miring, memperhatikan gerak-gerik wanita di depannya ini yang terlihat canggung.


"Jangan salah paham,aku hanya mengantar Bella untuk bertemu denganmu," ucap Felysia dengan mengalihkan matanya.


Berdiam di ruangan ini hanya dengan adanya mereka berdua membuatnya sangat tak nyaman, Bella ijin pergi sebentar untuk ke toilet katanya, membuatnya terjebak canggung berhadapan dengan Arya yang kini sudah memakai baju oranye tahanannya.


"Bilang saja jika kau ingin mengunjungi ku? Cinta itu,cinta untukku masih ada kan seperti satu tahun lalu."


"Apa yang kau bicarakan Arya, hubungan ku denganmu hanya sebatas masa lalu, jangan berharap lebih." Felysia menatap tajam.


Arya menopang tangan, "Tapi aku masih mencintaimu, sejak dulu kuharap kau lah yang menjadi istriku, bukan kakak ipar ku."


"Sadarlah Arya, kau sudah punya Bella, dan sekarang dia akan melahirkan putramu. Harusnya kau segera menebus dosamu dan kembali padanya."


Tak memperdulikan ucapan Felysia, Arya malah menarik lengan wanita itu dan mencengkeramnya.


"Arya, apa-apaan kau lepaskan!" Desis Felysia dengan menatap tajam. Felysia berusaha melepaskan cekalan tangan pria itu.


"Harusnya dari awal akulah yang menjadi suamimu,bukan si bangs*t Abhimanyu. Harusnya dari dulu aku tidak membiarkan pernikahan kalian."


"Kau sudah gila, lepaskan Arya. Atau aku akan berteriak." Felysia menjadi panik dengan raut takut berusaha melepaskan cengkraman tangan Arya yang semakin kencang.


Arya malah tertawa, "Silahkan kau berteriak, dengan statusku yang sekarang tidak perduli jika aku masuk penjara dua kali."


Felysia semakin panik, Arya terlihat menyeramkan menurutnya, pria itu seperti hewan buas yang akan menerkamnya sekarang.


Grep! Arya berhasil menarik Felysia ke pelukannya.


"Ya, aku juga mencintaimu Felysia."


Felysia membulatkan matanya, "Apa maksud--"


Belum sampai Felysia melanjutkan ucapannya, Seseorang sudah menarik lengannya dengan kasar.


"Jadi ini kelakuan mu selama aku tidak ada di rumah, Hmm?"


Arya yang melihat itu tersenyum lebar, Abhimanyu sudah masuk jebakannya.

__ADS_1


__ADS_2