Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 13


__ADS_3

Kedua insani itu terdiam kaku,namun Nafas keduanya bisa terdengar jelas karena memburu.dapat mereka rasakan atmosfer disekitar mereka menjadi pengap walaupun nyala AC di ruangan itu bersuhu cukup tinggi.Felysia yang Masih terjebak dalam kekungan Abhimanyu masih berusaha melepaskan diri,abhimanyu yang hanya diam saja dibelakang punggungnya membuatnya bingung sungguh situasi ini sangat tak mengenakkan untuk felysia.


"T-tuan, tolong lepaskan saya." felysia berkata kesekian kalinya namun tak ada jawaban dari pria itu.


"Kau melupakan perkataan saya tadi," Akhirnya Abhimanyu berucap setelah berdiam diri cukup lama.


"Tentang apa,tuan?" Felysia berucap tak tahu.


"Tentang kau,yang membuat saya gila."


"A-apa maksud tuan?" Mendengar kata yang meluncur dari felysia membuat Abhimanyu tersadar dan membuka mata.


"Lupakan.kau boleh pergi." Abhimanyu kemudian melepaskan kekungannya terhadap felysia dan menjauh sedikit darinya.


Abhimanyu mengusap wajah kasar, lagi dan lagi pemikiran dan hatinya berjalan tak sejalan.dia tak tahu mengapa dia tiba-tiba dia melakukan hal tadi,sekarang pasti gadis itu berpikiran yang tidak-tidak padanya.akan berbahaya jika dia terus-terusan berada di dekat gadis ini.


"Tunggu apalagi kau boleh pergi." Abhimanyu berkata sekali lagi melihat felysia yang hanya diam saja.


"T-tapi tuan ... " Abhimanyu mengikuti arah pandang felysia.


"Tinggalkan saja makanannya,akan saya makan."


"Baiklah tuan,kalau begitu selamat malam." felysia kemudian buru-buru keluar dalam ruangan itu.tentu saja dengan hati yang berdebar tak karuan.



Mentari datang lagi pagi ini,hiruk pikuk perkotaan yang padat membuat pagi itu menjadi awal aktifitas yang sibuk.meski perumahan elit ini berada di sebuah kota metropolitan yang padat, tapi udara segar masih bisa dirasakan. suara cicit burung sejenis murai batu masih bisa ditemukan di sini,sungguh sebuah anugerah yang tak terhingga dari yang maha pencipta.



Pagi ini Abhimanyu keluar kamarnya lebih awal,pria itu sudah rapi dengan kemeja hitam yang dibalut dengan tuxedo berwarna merah maroon membuat kesan maskulin semakin terpancar dalam dirinya.Abhimanyu kemudian berjalan pelan ke arah meja makan yang masih dekat dengan arah dapur.



"Den Abi sudah rapi ternyata.bibi sudah menyiapkan teh hangat di meja.Aden sarapanlah dahulu sebelum berangkat."Bi ati berkata di ujung dapur.wanita paruh baya itu sedang sibuk menyajikan makanan di atas meja.



"Baiklah, terimakasih bi." Abhimanyu menggangguk pelan sambil mendudukkan bokongnya di kursi.



Bi ati yang melihatnya tersenyum.agak terkaget karna tuan mudanya itu akhirnya bisa menyempatkan diri untuk sarapan,ntah apa yang terjadi selama dia cuti dua hari ini,namun yang ia tahu selama dulu di mansion pun tuan mudanya ini selalu melewatkan sarapan bahkan waktu zamannya kuliah hanya sesekali dia duduk untuk sekedar menyesap teh yang memang di buatkan untuknya.pernah wanita paruh baya itu bertanya sewaktu Abhimanyu berumur delapan tahun tentang alasannya yang selalu melewatkan sarapan.



"Aku malu bi.sepertinya Arya adikku terlalu membenciku,dia tak mau aku satu tempat yang sama dengannya di meja makan." ucap Abhimanyu kecil waktu yang menimbulkan rasa nyeri di lubuk hati bi ati waktu itu.jadi setelahnya bi ati selalu membuatkan bekal untuk Abhimanyu agar dia tetap sarapan.



Karna alasannya itulah Abhimanyu tak pernah tak absen untuk sarapan bersama.tak ada dari keluarga yang menanyakan alasan Abhimanyu,bertanya tentang bagaimana hatinya saat itu.abhimanyu seolah hanya hidup seorang diri di dalam mansion megah itu.tuan Manaf selalu sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan nyonya Sinta.jangan tanyakan dia, wanita seolah bersikap acuh tak acuh kepada Abhimanyu tentu saja karna Abhimanyu hanyalah anak tiri.



Bi ati menggeleng pelan.mengingat itu sungguh membawa kembali dirinya saat masa-masa ia melihat perkembangan Abhimanyu dahulu.melihat pria itu tumbuh dengan baik mengingatkannya tentang Abhimanyu dahulu bocah delapan tahun yang menggemaskan.



"Di mana stela,bi?" Abhimanyu bertanya kepada Bi ati disela acara minum teh sambil membaca korannya.

__ADS_1



kening bi ati berkerut dalam, "Stela siapa tuan?"



Abhimanyu bergeming sejenak.



"Ahh, maksud saya felysia.di mana gadis itu?" Abhimanyu gelagapan.



"Ouh istri tuan.nyonya muda tadi sudah berangkat terlebih dahulu ke sekolah,di antar oleh supir pribadi barusan."



"Seperti itu rupanya." Abhimanyu berpikir keras,apakah wanita itu sedang menghindari dirinya.



"ngomong-ngomong 'stela' nama yang bagus tuan." bi ati tersenyum seolah mengejek tuannya ini. namun Abhimanyu seperti biasa hanya bergeming.



Abhimanyu menyudahi kegiatan membaca korannya dan beranjak berdiri,bi ati yang melihatnya buru-buru menghadang.



"Tuan tidak jadi sarapan?"




Di kantor.


"Apa jadwalku hari ini?" Abhimanyu menyeret kursi singgasananya, duduk di sana menaikkan satu kakinya dengan lututnya sebagai tumpuan.matanya menatap fokus ke depan membuat aura mengintimidasinya semakin kentara.


"Pagi ini anda hanya perlu mendatangani berkas yang sudah dikumpulkan oleh sekretaris mawar.jam 10.00 akan ada rapat dengan para direktur perusahaan dan pemasaran jam 11.00 sampai siang nanti anda akan disibukan dengan pertemuan para investor dan klien penting,dan juga ada beberapa undangan oleh para pemimpin perusahaan lain kepada anda."Leo, sekretaris sekaligus ajudannya menjelaskan dengan detail.


Abhimanyu meletakkan kepalan tangannya di dagu.dia mengangguk kecil mendengar penjelasan Leo dengan sambil mengusap cincin giok yang tersemat di jari manisnya.


"Bilang kepada sekretaris mawar untuk membatalkan perjamuan yang tak penting.juga berikan padaku jadwal untuk rapat rutin nanti."


"Baik tuan muda." Leo mengangguk, jika mode Abhimanyu yang seperti ini dia juga harus serius dan profesional.


"Ouh ya, mengenai proposal pemindahan lahan di desa kertayasa.apa kau sudah menyerahkannya kepada manajer Han?"


"Sudah tuan,manajer Han sedang mengevaluasi menyeluruh sebelum menjadi bahan pertimbangan di rapat nanti."


Abhimanyu menggangguk, "Lalu laporkan padaku bagaimana dengan Arya dan juga Abbas?"


"Tuan Arya dan Abbas sudah tidak ada kepentingan di perusahaan ini lagi tuan, bahkan jabatan tuan Arya yang sekarang telah dicabut resmi oleh Tuan Manaf, sedangkan tuan Abbas sekarang kembali lagi ke perusahaannya yang dahulu."


"Hmm menarik ... apakah sekarang Arya kembali lagi ke luar negeri?


"Ya tuan muda, tuan Arya kembali lagi keluar negeri setelah sebelumnya sempat berada di sini.sekarang yang informan kita ketahui tuan Arya sedang berada di kota Aussie bersama wanita hamil itu tuan."

__ADS_1


"Maksudmu sepupu istriku?" Leo menggangguk sebagai jawaban.


"Ayahku?"


"Tuan besar sekarang tengah berada di kota Paris tuan, beliau bersama nyonya besar kabarnya tengah berada di penginapan dan menikmati liburan mereka,kota itu adalah rute ke tiga selama tiga bulan ini sebelum nanti mereka mengunjungi negara lain."


Abhimanyu mengangguk.nampaknya ayahnya menikmati liburan keliling dunia ini,dan tentu itu membuat dia ikut senang dan tak terlalu khawatir mengingat berapa banyaknya pengawal yang berjaga.


"Baiklah nampaknya sekarang situasi terkendali,selama mereka masih berada di luar zona, kau bersama para informan selidiki dan carilah bukti tentang konspirasi mereka tujuh tahun lalu,sekarang waktunya kita bergerak untuk membalaskan dendam,"Abhimanyu menyeringai.


"Kudengar bahwa Arya juga sering melakukan judi dan kekerasan pada wanita di sebuah kasino, selidiki itu juga, siapa tahu kita bisa mendapatkan bukti atas kejahatannya di sana," kata Abhimanyu lagi.


"Akan saya laksanakan tuan," kata Leo mantap.


"Tapi tuan tentang nyonya muda ... saya minta maaf karna lalai menjaganya." Leo berkata pelan.


"Sudahlah tak apa.hanya saja perketat penjagaan untuknya,kau tahu aku memiliki banyak musuh."


"Saya mengerti tuan,saya akan menjamin keselamatan nyonya muda dengan sebaik mungkin."


Abhimanyu mengangguk, "kau boleh pergi."


"Baiklah kalau begitu saya permisi."


Setelah kepergian Leo, Abhimanyu memulai pekerjaannya,ada setumpuk tinggi proposal dan berkas yang harus Abhimanyu tanda tangani segera, sebelum acara rapat nanti.Maheswara group adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan sumber daya,selain itu karna ada pengaruhnya istri Presdir sebelumnya, sekarang salah satu perusahaan yang diakui keberadaannya di Asia ini juga mengembangkan sayapnya menjadi perusahaan manufaktur.


Tentu tanggung jawab yang Abhimanyu emban juga tak mudah sebagai seorang presdir.di usianya yang baru menginjak 26 tahun merupakan umur yang termasuk muda dalam urusan perusahaan apalagi sampai menjabat sebagai pemimpin utama.tak seperti ayahnya dahulu yang memiliki banyak pengalaman.tapi tak membuat Abhimanyu merasa hilang akal,dia akan membuktikan kepada orang-orang yang meremehkannya dulu bahwa dia bisa mengembangkan perusahaan ini lebih besar dari apa yang mereka duga.


Waktu berjalan dengan cepat.sekarang jam makan siang telah tiba.semua karyawan dan peserta magang telah berkerumun di kantin perusahaan yang berada di lantai bawah.hiruk pikuk para manusia yang sedang mengantri terdengar riuh.


Sementara di kursi kerjanya Abhimanyu masih bergeming menatap serius layar monitor setelah rapat usai di selenggarakan.sampai sebuah ketukan di pintu ruangan mengalihkan fokusnya.


"Saya sekertaris mawar ingin menghadap pak!" Teriak pelan seseorang di luar sana.


"Ya, masuklah." jawab Abhimanyu.


"Ada apa?"


"Maaf jika menganggu waktu anda.saya ingin menyampaikan informasi." kata sekretaris mawar yang sekarang berdiri di depan meja kerja Abhimanyu.


"Ya, bicaralah." ucap Abhimanyu to the point.


"ini." mawar menyerahkan sebuah majalah ke hadapan Abhimanyu, membuat kening tuan muda itu berkerut.


"Ada rumor palsu yang marak tengah menyeruak tentang hubungan anda bersama seorang artis muda pak.awalnya tak banyak yang menggubris, namun setelah rumor itu juga terbit di media dan platform internet orang-orang menjadi heboh dan sekarang tengah membicarakannya." papar sekertaris mawar menjelaskan.


Abhimanyu mendengarkan sambil terus melihat isi rumor yang ada di Majalah itu.di majalah itu terlihat fotonya bersama seorang wanita yang tak diketahui sama sekali olehnya, bertuliskan: [Hubungan panas antara Presdir muda maheswara group dengan artis Zeline kirania, Media:Sejak kapan terjalin?].


Abhimanyu yang kesal melempar kesembarang arah majalah itu hingga mengenai vas bunga dan membuatnya terjatuh,bunyi pecahannya pun terdengar nyaring membuat sekertaris mawar berjengit kaget memejamkan matanya.


"Bagaimana bisa hal ini terjadi?! Apa kerja kalian selama ini Hah!" Berang Abhimanyu.


"M-maafkan kami tuan muda,A-awalnya kami sudah menghandle berita itu sebelum beredar di khalayak umum,tapi siapa sangka aktris muda itu malah membuat klarifikasi palsu dengan mengatakan bahwa rumor itu benar." Sekretaris mawar memberi alasan.


Abhimanyu membuang nafas kasar, "Aku tak mau membuang waktuku dengan ini,jadi selesaikan ini semua secepatnya, dan urusi wanita tak tahu diri itu."


"B-baik pak, secepatnya akan kami selesaikan."


"kau boleh pergi." Abhimanyu berkata.

__ADS_1


Abhimanyu memijit pangkal hidungnya pelan setelah sekretaris mawar keluar ruangan,ia memejamkan mata karena satu masalah lagi menambah.bahkan dirinya belum mengetahui keberadaan Angel yang ada di tanah air, ditambah permasalahan mungkin saja timbul nanti diantara dirinya dan felysia jika memang rumor palsu benar tersebar.gadis itu pasti sudah mengetahui hal ini.


"Ck!Bermasalah dengan wanita benar-benar merepotkan." gumamnya.


__ADS_2