
Abhimanyu berjalan sedikit berlari, sembari ujung ekor matanya yang menyusuri setiap penjuru kantor, felysia yang tiba-tiba keluar ruangannya tadi membuatnya tak tenang,karna gadis itu baru pertama kali kesini. ntahlah insting Abhimanyu selalu merasakan bahwa ada yang selalu mengintai felysia, semacam bahaya namun ia sendiri tak yakin. Abhimanyu mencari ke setiap lorong dan lift, tak memperdulikan semua tatapan aneh yang dilayangkan oleh para pegawainya.
Yang bingung karena baru pertama kali bos mereka yang terkenal gila kerja dan selalu berada di ruangannya, sekarang melihatnya yang berlari ke penjuru gedung dengan tergesa-gesa dan tak lupa, raut wajah khawatirnya. bahkan setiap salam yang diberikan para pegawai di sini diabaikan begitu saja oleh Abhimanyu.bukankah memang seperti itu? Abhimanyu adalah pria yang apatis.
"Hei, apakah kau melihat wanita berambut hitam panjang dengan dress selutut nya yang berwarna biru muda, lewat ke arah sini?" Abhimanyu bertanya kepada seorang OG yang sedang bertugas mengepel lantai.
"heh! Y-ya tuan muda.tadi saya melihat wanita dengan ciri-ciri yang anda sebutkan.kalo tidak salah dia keluar melalui pintu itu pak." jelas og itu menunjuk ke arah pintu luar yang terhubung langsung ke parkiran kantor.
"Memangnya dia siapa pak? saya sempat melihat wanita itu menangis dengan membuang sebuah kotak bekal yang sudah hancur ke tong sampah." papar og itu lagi, bertanya dengan nyali besar.
Sungguh, dalam hati office girl itu tersenyum.siapa coba yang tak girang bisa berada dekat dengan CEO muda yang terkenal akan ketampanannya ini.bahkan jantung wanita itu sepertinya sudah akan berpindah ke usus buntu,saking gugupnya dia.
"Begitu ya ... terimakasih untuk informasi mu." Abhimanyu berjalan kembali kali ini ia berlari tak ingin kehilangan jejak felysia.
Namun Abhimanyu mendadak berhenti berbalik, "Oh ya menjawab pertanyaan mu, Wanita itu adalah istriku." lalu berlalu pergi.
Og itu terdiam membisu,tersentak karna kaget, "I-istri? pak Presdir mempunyai istri?" beonya.
Satu detik,dua detik tiga detik, dia kemudian tersadar dari kenyataan.mata wanita itu membulat sempurna.
"Hei! dengar pak Presdir ternyata sudah mempunyai istri!" Og itu berlari histeris ingin mengumumkan berita yang sangat penting ini, dengan suaranya teriakannya yang menggema ke seluruh lorong kantor.bahkan ia meninggalkan pekerjaannya begitu saja dan membiarkan pel tergeletak di lantai.
Ini akan menjadi berita yang sangat menggemparkan, seorang Abhimanyu yang terkenal tak punya hati, ternyata selama ini telah memiliki istri.
***
"Felysia!" Abhimanyu berlari kecil ketika menemukan felysia yang ternyata berada di pelataran kantor.menghampirinya.
"Tuan, kenapa anda bisa sampai kesini?" felysia bertanya Bingung.
tidak mungkin kan tuan muda ini mencari dan menyusulnya sampai kesini? tidak, otak warasnya masih bekerja.mungkin pria itu memang kebetulan berada disini.
"Maafkan saya, atas ketidaknyamanan yang terjadi tadi," kata Abhimanyu yang sekarang berdiri bersejajar dengan gadis itu.
Felysia menarik sudut bibirnya, "tidak tuan.,anda tidak perlu meminta maaf, seharusnya aku di sini yang harus meminta maaf karena tidak bisa berbuat apa-apa tadi."
Abhimanyu menggeleng, "Tidak, bukan salahmu." kemudian mengambil satu lengan felysia dan mengelus tangan halus itu.
"Oh,maaf tuan.bekal anda ... sudah ku buang karna tak sengaja aku menjatuhkannya dan sudah tak layak dimakan.lain kali aku akan menyiapkannya lagi."
"Tidak apa-apa, lagi pula jam makan siang di kantor sudah lewat.saya akan kembali ke sini lagi setelah mengantar kamu pulang."
Felysia menggeleng, "Tidak tuan, bahkan aku tidak melihat mu makan dari kemarin."
Abhimanyu menarik senyum simpul, "Dari mana kau tau saya belum makan dari kemarin? kau memperhatikan saya?"
Felysia yang mendengarnya gelagapan sendiri, apakah tuan muda mafia ini sedang menjahilinya? sikapnya tidak bisa ditebak.
"T-tentu aku memperhatikan tuan dan harus bukan.sebagai istri kontrak yang baik saya ingin menciptakan kesan yang baik pada anda sebelum pergi." felysia berkata gugup.
"Begitukah ..." Abhimanyu berkata pelan bahunya yang tegap sedikit menyusut.
Felysia memperhatikan raut wajah itu, sorot mata yang sempat berbinar di mata elang Abhimanyu tiba-tiba lenyap.nampaknya lelaki itu tak suka jika ia menyinggung tentang pernikahan mereka ini yang hanya sekedar kontrak.
"Baiklah ayo kita pulang,saya akan menyempatkan makan siang di rumah nanti." Abhimanyu berkata pelan menggandeng tangan mungil itu.
***
Malam tiba, siang yang terik digantikan malam yang gelap.di rumah mereka, Abhimanyu yang sudah menyelesaikan makan malamnya memilih kembali terlebih dahulu ke ruangan kerjanya. felysia yang melihat hanya menatap sebentar lalu melanjutkan membereskan dapur sebelum ia beranjak untuk tidur.
Felysia bersyukur karna seharian ini angel tak menguntit Abhimanyu,kata Leo wanita itu sedang ada proyek modeling dengan salah satu brand ternama, itulah yang dia dengar setelah berhasil menguping pembicaraan mereka berdua di anak tangga.
Leo pun hari ini tak 24 jam penuh berada di samping Abhimanyu, lelaki itu katanya harus mengantar pulang pergi adik perempuannya yang sekarang sedang akan mengikuti olimpiade, tentu felysia terkejut karena yang ia kira Leo adalah anak tunggal tak ada kesan ke abangan dari pemuda itu, siapa sangka ternyata dia mempunyai seorang adik perempuan.
"Nya, saya duluan ke kamar ya.nyonya jika sudah selesai segeralah istirahat.sudah hampir tengah malam Nya." bi ati berpesan setelah mengerjakan pekerjaannya.
Felysia tersenyum, "baik, bi."
Pekerjaan terakhir felysia akhirnya selesai, Wanita dengan mata bulat itu memilih mengulat terlebih dahulu merenggangkan syaraf-syarafnya yang terasa kaku, kemudian meletakkan celemek di atas meja dan bersiap ke kamarnya untuk beristirahat.
***
Krieet ..
Pintu kamar felysia terbuka, menampilkan Abhimanyu dengan stelan jas hitamnya yang menghampiri tempat tidur felysia. Suasana kamar wanita itu sedikit remang karna hanya lampu tidur yang menyala sebagai pencahayaan. Abhimanyu berdiri di samping felysia yang sedang terlelap tidur dengan piyama panjangnya.
Abhimanyu memandangi tersenyum, gadis itu selama ini ternyata memakai barang pemberiannya. yang memang kebanyakan dress menjulur sampai semata kaki dan pakaian yang memang tertutup lainnya.dan itu membuatnya senang.
Abhimanyu membukukan badannya, mengelus wajah cantik itu dengan sayang,ia tak tahu sejak kapan ia memiliki rasa yang berbeda untuk gadis ini.namun melihatnya yang terkadang terluka atau jauh darinya saja membuat hatinya tak tenang dan di rundung rasa bersalah. pria itu tak suka jika gadis itu sakit atau ada yang menyakitinya.dia ingin gadis ini selalu tersenyum padanya dan selalu berada di sampingnya.bolehkah ia egois? tapi memang itulah kenyataannya.abhimanyu ingin felysia selalu berada di dekatnya, rasanya dia ingin selalu mendekap felysia erat.
Abhimanyu lantas menarik selimut,menutupi badan felysia.membenarkan anak rambut di dahi felysia yang sedikit berantakan dan kemudian mengecup kening gadis itu.
Cukup lama bibirnya berada di kening felysia,mencium dengan sayang seakan ia ingin melindungi gadis itu dari bahaya apapun bahkan dengan nyawanya.
__ADS_1
"Good night,dear." Abhimanyu berbisik pelan setelah melepaskan kecupannya. menegakkan badannya kembali dan berjalan pergi dengan langkah tegap. setelah memastikan Stela-nya tidur dengan nyenyak.
"Ya,Leo. kau sudah menjerat tawanannya? baiklah saya akan segera kesana." Abhimanyu menutup sambungan telepon. lelaki itu kini berada di pelataran rumah.
dia kemudian berjalan ke arah bagasi yang menampilkan berderet mobil mewah koleksinya. pria itu lalu masuk ke dalam mobil Pajero sport hitamnya dan mulai menancap gas.
mobil yang dikendarai Abhimanyu melesat membelah jalanan yang sudah lenggang dengan hawa dingin yang menyelimuti, melaju di gelapnya malam bahkan di saat para manusia sedang terhanyut di dalam mimpi mereka.
***
"Bawa tawanannya kemari." pria berbadan tegap itu berkata lantang, duduk dengan satu kakinya bertumpu pada kaki lainnya.memberi isyarat dengan ayunan tangan agar orang yang dia maksud segera menghadapnya.
Di ruangan yang terasa pengap itu di dominasi gelap hanya nyala lampu bolham kecil berwarna oranye yang menerangi. pria itu duduk dengan keangkuhannya di kursi yang berada di ruangan itu. ada sekitar dua puluh orang pria yang membawa masing-masing senjata yang terselip di jas hitam mereka. sepuluh diantarnya berada di luar bertugas untuk menjaga situasi dan sepuluh lagi berada di belakang pria itu, berkerumun menjaga tuan mereka dari ancaman yang bisa saja datang. membuat atmosfer di sekitar ruangan di malam itu sangat mengerikan.
Dari arah pintu ruangan itu datanglah empat ajudannya yang berbadan besar tengah mengawal seorang wanita bergaun ungu yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.wanita itu memberontak dengan penutup kain yang menutupi kepalanya dan kedua tangannya yang telah diikat dari belakang.
"Ini dia tuan," Sang ajudan menghempaskan tubuh wanita itu hingga terjatuh tepat di kaki tuannya.
Ada semrik yang terukir di bibir lelaki itu, "buka penutup kepalanya."
Sang ajudan menurut membuka penutup kepala si wanita,di tengah pekatnya malam dengan rintikan air yang sampai membasahi lantai, wanita yang sudah nampak kacau keaadanya itu terkejut bukan main setelah penutup kain yang berada di wajahnya di buka.
"Hmppp ... hmppp." wanita itu memberontak berusaha melantukan sebuah nama setelah dia Melihat siapa pria yang duduk dengan keangkuhannya ini. namun sia-sia karena sudah ada lakban hitam yang menyumpal mulutnya.
"Welcome to your hell, Zeline kirania." pria dihadapannya kini berkata dengan menekan di setiap kalimatnya, membuat atmosfer di sekitar menjadi mencekam.
"Hmppp hmpp." Zeline, lagi-lagi wanita itu memberontak menggoyangkan tubuhnya hingga rambut panjangnya berantakan. kondisi wanita itu sudah mengenaskan.
pria itu menatap ke arah ajudannya, " wanita ini ingin bicara."
Ajudannya yang mengerti membuka lakban hitam yang menutup mulut wanita itu dengan kasar,membuat Zeline berteriak di akhir.
"Abhimanyu! apa yang kau lakukan,kenapa kau menculik ku ke gudang kosong ini! Apa sebenarnya yang lakukan hah!" Zeline berteriak mengayunkan kepalanya.dia kini terisak pilu dengan badannya yang bergetar.
Wanita itu sangat syok,tentu. dia ingat terakhir kali yang dia lakukan adalah berjalan ke area parkiran studio musik tempatnya merekam album lagunya yang sebentar lagi akan liris. hingga tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari belakang dan dia pun pingsan. hingga akhirnya dia berada di sini tempat gelap dan sepi bersama pria phsyco di depannya yang terlihat menyeramkan seperti monster. benar-benar seperti berada di mimpi buruk.
Abhimanyu tersenyum, namun ntah mengapa itu terlihat sangat menyeramkan bagi Zeline. Abhimanyu kemudian berdiri melangkah pasti ke arah Zeline yang berjarak sekitar lima langkah darinya.suara langkah kaki Abhimanyu terdengar jelas di keheningan malam ini membuat buluk kuduk Zeline meremang.
Pria ini benar-benar gila! apa yang akan di lakukan nya padaku.
"Kau bertanya apa yang akan kulakukan padamu? tentu saja memberimu peringatan." Abhimanyu berbisik di telinga wanita itu setelah berjongkok mensejajarkan dirinya dengan wanita yang terduduk mengenaskan.
"Sudah saya bilang, kau mencari masalah pada orang yang salah, nona." Abhimanyu berkata sangat tenang.
"Kau pikir dengan mempermalukan ku di kantor ku sendiri dan menyebarkan rumor palsu antara kau dan aku. aku akan mengabaikannya begitu saja," ujar Abhimanyu terlihat cukup tenang namun sangat menusuk langsung kedalam sang lawan bicara.
Zeline meneguk Saliva susah payah, tubuh wanita itu sudah ingin ambruk setelah mendengar penuturan itu. rasanya dadanya begitu sesak seakan pasokan oksigen yang hilang menyumbat paru-parunya. pemikiran terburuknya sekarang telah menghantui.
Memang penyesalan selalu datang di akhir dan Zeline merasakannya saat ini. harusnya sedari awal dia menolak melakukan hal itu dan jangan mencari gara-gara dengan pria psikopat ini.
"Saya tahu bahwa orang yang menyuruhmu melakukan itu semua adalah Arya, benar bukan?"
Zeline membulatkan matanya terkejut, bagaimana bisa pria di hadapannya ini bisa tahu.
"Abhimanyu benar-benar pria yang sangat berbahaya"
"B-bagaimana kau bisa tahu?" Zeline bertanya takut, nafasnya menderu dengan hawa dingin malam yang semakin menusuk sampai ke tulang.
"Itu tidak penting.yang sekarang ingin ku tanyakan adalah apa sebenarnya rencanamu dengan Arya?"
Desiran angin malam yang pelan menerpa rambut wanita itu, dengan keringat wanita itu sudah bercucuran Zeline tampak panas dingin di tempat. bau menyengat dari minyak solar yang berasada di tempat sepi ini memenuhi Indera penciumannya, perutnya mendadak mulas membayangkan hal mengerikan yang akan menimpanya di sini.
Zeline mengira bahwa Abhimanyu tidak sepenuhnya tahu akan rencana sebenarnya dengan Arya.dan dia tidak akan memberitahukannya kepada pria itu, atau hidupnya akan berakhir dengan mati konyol.
"A-aku tidak tahu, A-ku tidak berhubungan lagi dengan pria itu."
Abhimanyu bergeming,tak terima dengan kebohongan wanita di depannya ini.
"Benarkah? aku memberikan mu kesempatan satu kali lagi." ujar Abhimanyu.
"Apa rencana mu dan Arya yang sebenarnya sedang kalian susun?" lanjutnya.
"Tidak,aku tidak tahu." Zeline tetap kokoh pada pendiriannya.
"Kau benar-benar gadis yang keras kepala. pengawal tarik rambut wanita ini." Abhimanyu menyuruh ajudan di belakangnya.
pengawal berbadan tegap itu berjalan pasti ke arah Zeline membuat Zeline merasakan kengerian yang teramat. dan ...
Sreeett!
"Akhhh! Akhhh!" Zeline menjerit merasakan yang teramat sakit ketika tangan Kokoh pengawal itu menarik mahkota kepalanya sangat kuat.
"Bedebah kau Abhimanyu! Akhhh ... sakit! lepaskan aku arrgggh." Zeline menjerit lagi,dia seakan merasakan kulit rambutnya akan pisah dari kepalanya.
__ADS_1
"Aku memberimu satu kesempatan lagi ... apa sebenarnya rencana mu dengan Arya?"
"A-aku tidak akan ... arrgggh ... memberitahukannya padamu ... arrgggh." pengawal itu semakin kuat mencengkram rambutnya membuat beberapa helainya terjatuh ke tanah.
"Baiklah jika itu keputusan mu."
Abhimanyu mengayunkan tangannya, "pengawal bawa dia ke ruang eksekusi. biarkan dia tetap hidup ... tapi berikan beberapa jejak kita padanya untuk peringatan kepada kubu musuh."
" potong rambutnya sampai ke telinga, berikan beberapa tanda goresan di wajah cantik yang selalu di banggakannya itu!" titah Abhimanyu dengan lantang.
"Brengsek kau Abhimanyu! lepaskan aku, kau benar-benar pria yang kejam!" Zeline yang di bawa keempat ajudannya berteriak menyumpah serapahi Abhimanyu.
"Arrgggh! ... " pintu ruangan eksekusi itu tertutup bersama dengan suara Zeline yang sudah menghilang menggantung di udara.
Abhimanyu duduk kembali ke kursinya,pria itu menatap kosong ke arah depan di mana tepat berhadapan dengan pintu ruangan eksekusi. yang memang sudah di siapkannya untuk memberikan pelajaran bagi siapa saja orang-orang yang mengusik ketenangannya.
"Aku menghargai wanita. tapi sikapku kepada mereka tergantung sikap mereka padaku, dan kau wanita yang sudah mencari gara-gara denganku Zeline. dan inilah akibatnya." gumam Abhimanyu.
Seperkian menit berlalu Abhimanyu terhanyut dalam gaungan keras jeritan Zeline di dalam sana hingga tiba-tiba ....
Dorrr!
Dorrr!
Suara tembakan tiba-tiba berbunyi, Abhimanyu menoleh ke belakang. "Ada apa?" tanyanya. pria itu berdiri dari duduknya.
seorang pria yang berada di luar berlari tergesa-gesa masuk kedalam menghadap Abhimanyu.
"Lapor tuan, sepertinya ada penyusup yang mengepung tempat ini,mereka membawa senjata."
Abhimanyu terkejut, namun hanya sebentar, "Ada berapa banyak?"
"Tidak di ketahui tuan, namun ada sekitar lima mobil Jeep yang terparkir di luar,di perkirakan itu adalah kendaraan mereka."
Abhimanyu sebenarnya sudah memperhitungkan semua ini,ia yakin bahwa wanita itu mendapat perlindungan dari Arya, tersebab wanita itu banyak menyimpan rahasianya. namun tidak menyangka Arya akan bergerak secepat ini.
"Baiklah, instruksikan semua pengawal untuk ke luar semua berjaga jika tiba-tiba mereka menyerah langsung."
"Tapi ... tidak ada yang menjaga tuan?"
"Tidak usah pikirkan itu. yang terpenting sekarang lindungi diri kalian dan para anggota lain."
"Baik tuan!" pengawal itu mengangguk kemudian keluar pergi di ikuti oleh sisa pengawal lain yang berada di dalam.
"Lapor tuan! tahanan berhasil keluar! dua dari empat orang kita yang berada di dalam terluka tembakan!" tiba-tiba seorang pengawal datang dari arah berlawanan.
"Ck! lewat mana mereka kabur?!" Abhimanyu mengeram kesal.
"Lewat pintu belakang tuan!"
"Baiklah! kau pergi dan amankan rekan yang terluka."
"Baik tuan!" pengawal itu kemudian pergi.
Abhimanyu kemudian mengambil senjata apinya yang berada di saku jas.untuk berjaga-jaga.
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Suara tembakan kembali menggema kini lebih dari yang tadi.
Abhimanyu kemudian menyalakan handsfreenya menghubungkan kepada seseorang yang berada tak jauh dar gudang kosong ini.
"Perintahkan para pengawal untuk mundur. mereka hanya menginginkan wanita itu. jangan melawan!" Abhimanyu berkata lantang.
Brakk!
Brakk!
Suara gebrakan di ruangan gelap itu berbunyi nyaring. seseorang memaksa membuka pintu yang terkunci yang mana masih terdapat Abhimanyu yang seorang diri.
Abhimanyu yang mendengar menoleh, "Siapa?!" pertanyaannya menggantung di udara. tak ada yang menyahut.suasana tiba-tiba menjadi hening dan lebih mencekam.
Abhimanyu kemudian berjalan pelan sambil memegang pistol ditangannya, sesekali menodongkannya ke depan sebaga bentuk pertahanan diri.
Tiba-tiba ...
Bukkghh! bukkghh!
Dari belakang tiba-tiba seseorang melayangkan pukulan yang begitu telak kepada Abhimanyu. Abhimanyu berbalik merasakan nyeri yang teramat menjalar pada pundak dan tengkuknya.
__ADS_1