Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 43


__ADS_3

Felysia berjalan gontai ke ke luar ruangan, Dian yang semula duduk di kursi panjang, menghimpirinya dengan wajah cemas.


"Ada apa Fel? kenapa kamu nangis?" Dian bertanya memegang kedua lengannya.


Felysia sekali lagi menyeka pipi, berusaha menguatkan hatinya. tidak bisa seperti ini,dia harus tabah. mungkin ada suatu alasan tersendiri kenapa tiba-tiba Abhimanyu membenci dirinya. dia harus mencari tahu.


"Fel, kamu kenapa? jawab?" Dian mengguncangkan lengannya.


"Aku gak apa-apa." Felysia menoleh, berusaha tersenyum.


"Gak apa-apa gimana, kamu nangis gitu."


Hening. tidak ada jawaban Untuk Pertanyaannya.


Dian Segera saja memeluk Felysia, membawanya ke dalam dekapannya.


Dian mengusap lembut punggung sahabatnya itu, "Terlepas dari apapun masalahmu, kamu gadis yang kuat, Felysia."


"Ceritakan padaku nanti, berbagilah kesedihanmu padaku.Ingat,kau masih punya tempat untuk berbagai Fely."


***


Petang, Abhimanyu sudah dibolehkan untuk pulang.Masalah dia berada di rumah sakit ini sangat dirahasiakan, hanya Leo dan orang-orangnya yang tahu, hingga perjalanan menuju rumahnya pun dijaga ketat. Abhimanyu tak ingin masalah ini sampai terdengar ke perusahaan apalagi ke publik.


Soal Angel, wanita itu memang di suruh kesini untuk membantu oleh Abhimanyu sendiri. mengingat mereka adalah sahabat dekat dari kecil bahkan Abhimanyu sudah menganggapnya adik, jadi Angel berhak atas kabarnya.


"Kau harus turun dengan hati-hati." Angel membantunya turun dari mobil.


Apa ada yang sakit di bagian tubuh lain?" Angel bertanya.


Abhimanyu menggeleng, " Tidak."


Leo yang tak jauh dari mereka, melihat interaksi itu menurutnya sangat janggal. kenapa wanita ini yang menemani Abhimanyu? kemana nyonya muda pergi? itulah yang dipikirkan Leo.


"Leo, tunggu apalagi turunkan barang-barang di bagasi!" Angel sedikit membentak.


"Kau jadi bawahan lelet sekali." hardiknya.


Mendengar itu Leo segera saja memutari mobil dan mengambil barang-barang di bagasi.


"Jangan memarahi Leo, Angel." Abhimanyu menimpali.


"Sejak dahulu, Leo lah Asisten ku yang paling setia."


Angel mendengus, "Setia tapi tidak bisa di Andalkan untuk apa?"


"Jika dia bisa diandalkan kau tidak akan terluka sampai seperti ini." Angel berkata ketus.

__ADS_1


Itu semua masih bisa di dengar oleh Leo di samping mereka.Sumpah tidak akan lagi dia seperti ini, Mulut Angel bahkan lebih pedas dari Bubuk cabai level 10.Nyelekit.


Abhimanyu lebih memilih menggeleng,meladeni Angel sama saja membenarkan tumpukan benang yang kusut, tidak akan menemukan ujungnya. dia hanya berharap semoga Leo tidak tersinggung untuk itu.


"Ayo kita masuk, aku akan membuatkan makanan spesial untukmu malam ini." wajah wanita itu berubah ceria.


Abhimanyu hanya menurut, mengikuti langkah angel yang berada di depannya.


***


Malam datang, Felysia baru kembali ke rumah. dia tidak punya tempat tujuan, hingga rumah merekalah yang dituju, meski Abhimanyu bilang membencinya setidaknya dia harus mendapatkan kejelasan,jika pria itu tak ingin dia ada dirumahnya juga,maka saat itulah dia akan benar-benar pergi.


"Nyonya muda sudah pulang." Leo berlari kecil menuju Felysia yang di ambang pintu.


Abhimanyu yang berada di sofa bersama angel pun bisa melihat mereka.


"Kau di sini?" Felysia berusaha menarik senyum.


"Tentu. tadi Aku berusaha mencarimu, kau tidak mengabari pergi kemana, membuatku khawatir." Kini Leo sudah nyaman berbicara dengan bahasa kasual pada Felysia. tidak seformal dulu.


"Maaf jika membuatmu khawatir,tadi aku ada beberapa urusan dengan Dian," ujar Felysia.


Abhimanyu yang duduk di sofa panjang mengeratkan tangannya tak suka melihat kedua orang itu, kenapa rasanya ada yang terbakar di dalam sana, melihat gadis itu tersenyum merekah ke arah pria lain meskipun itu Leo.


"Leo,ada siapa di pintu? Kau berbicara dengan siapa?!" Abhimanyu berteriak.


Abhimanyu berdecih,tidak berbicara apa-apa lagi dan mengalihkan pandangannya.


Felysia melihatnya merasa sedih, kentara sekali kebencian yang di layangkan Abhimanyu untuknya.


Leo merasa bingung, "Tuan muda,anda kenapa? seperti tidak senang melihat nyonya?"


"Untuk apa merasa senang." Suara Angel menyahut.


"Wanita pembawa sial seperti dirinya malahan tidak pantas untuk berada di sini." Angel kini tengah membantu Abhimanyu memasangkan piyama tidurnya.


"Nona angel perkataanmu keterlaluan." Leo menyela, jika dia yang di hina dia masih bisa terima, tapi tidak untuk nyonya mudanya.


Angel mendelik, " Kau hanya seorang bawahan Leo, tidak usah ikut campur."


"Tapi kau--"


"Sudahlah!" Abhimanyu memotong ucapan Leo.


"Kenapa hanya karna wanita itu kalian jadi berkelahi."


"Tuan, anda? .... " Leo menatap tidak percaya.

__ADS_1


"Dia benar Leo, jangan hanya karna aku,kau jadi terlibat masalah."


Felysia menatap sengit ke arah Abhimanyu, ntahlah keberanian dari mana yang kini ia miliki. yang jelas saat ini dia butuh penjelasan pria itu.


"Tuan Abhimanyu tanpa mengurangi rasa hormatku padamu, aku ingin bertanya." Felysia menarik nafas sejenak, " jika kau tidak ingin aku ada di sini aku bisa pergi jika kau mengusirku. Kau bilang kau membenciku kan,maka dengan satu perintah darimu,aku akan mengemasi pakaiannya ku dan pergi dari sini.*


Felysia mulai berjalan ke arah kamarnya,tak memperdulikan tatapan meremahkan Angel untuknya.


Abhimanyu mendengus, " Siapa yang menyuruhmu untuk pergi dari sini."


Langkahnya terhenti, gadis itu membelakakan mata,apa yang sebenarnya Pria ini inginkan. bukankah dia membenci dirinya.


"Ingat kontrak pernikahan kita masih ada beberapa bulan lagi." Akhirnya pria itu menyinggung soal kontrak pernikahan mereka.


"Aku tahu." Felysia mengeratkan tangannya.


"Jika kau sudah tahu harusnya kau sadar diri. ingat, berkat siapa hutang-hutang pamanmu bisa lunas." Abhimanyu berkata dengan teganya.


Felysia tersenyum getir, "Kau benar. aku ingat sekali,itu semua atas semua kebaikanmu."


Felysia lalu berbalik, dia tak ingin Abhimanyu melihat air matanya kembali.


"Tuan, kenapa anda sangat keterlaluan!" Leo menyipitkan mata, mengepalkan tangannya.


Matanya beralih menatap tuan mudanya, lalu menatap kepergian Felysia yang semakin menjauh, hatinya bimbang.pada akhirnya Leo berbalik, berlari kecil mengejar Felysia.


Angel tersenyum miring melihat kepergian Leo, "Sepertinya mereka berdua akan sangat cocok jika disatukan."


Angel lalu menoleh, menatap Abhimanyu, "Apa kau tidak pernah berfikir, Bawahan setiamu itu sepertinya menyukai istri kontrakmu itu.


Namun Abhimanyu tak menanggapi,pria itu menatap lamat-lamat ke arah depan dengan tangan terkepal, Marah.


***


Leo berlari di sekitar komplek,namun tak terlihat Felysia di manapun. dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Abhimanyu dan Felysia, namun dia tahu ada yang tidak beres di sini.


Lelah mencari, langkah Leo akhirnya terhenti,dia mengambil ponsel di saku celananya, benda pipih itu berdering.


"Ya,halo Dian.Ada apa menelpon?" Leo berkata dengan nafas tersengal.


"Iyah Leo, aku menelponmu hanya ingin mengatakan jika Felysia ada dirumah ku sekarang. awalnya aku yang mengantarnya ke rumah. tapi sepertinya lagi-lagi kulihat dia menangis karna tuan muda mu itu. jadi ku ajak dia untuk menginap di rumahku."


Leo membuang nafas, "Syukurlah,aku takut jika dia nyasar atau semacamnya.


"Kau tidak usah khawatir,dia aman bersamaku. Ya sudah,aku tutup telponnya ya.By,night.


Sambungan terputus,Leo menaruh kembali ponsel disaku. Pria itu terduduk di sebuah bangku panjang, mulai berfikir.

__ADS_1


Padahal awalnya semuanya baik-baik saja, seminggu terakhir bisa Leo lihat bagaimana bucinnya Abhimanyu kepada Felysia. dia bisa melihat itu, Abhimanyu yang dahulu pasif dan apatis menjadi lebih bersahabat dan membuka dirinya untuk felysia. tapi sekarang? kenapa tuan mudanya itu berubah, dia yakin ada yang tidak beres atau ada yang sedang direncakan Abhimanyu. dia harus menanyakannya sendiri.


__ADS_2