Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 8


__ADS_3

"Tapi mengapa?" Tanya felysia pada abhimanyu.ada rasa sedikit tidak rela dan sesak secara bersamaan saat dia mengucapkan itu.


"Kau masih tanya kenapa! jelas-jelas di dalam perjodohan ini diantara kita tidak ada yang menginginkan, toh saat pernikahan tetap sama tapi kita melakukannya dengan batas waktu dan persyaratan yang dibuat dan disetujui diantara dua bela pihak." Jelas Abhimanyu.


"Kau bahkan tidak menanyakan pendapatku bahwa aku terpaksa atau tidak, sebenarnya manusia macam apa dirimu?" Seru Sia.


"Seperti yang kukatakan tadi, bukankah kau juga demikian, terpaksa hanya untuk menggantikan adik sepupumu itu?"


"Ahh ... Ya,kau benar aku hanya terpaksa." Ujar Sia tertawa pedih.bodoh mengapa dia mengatakan hal semacam tadi. Tentu saja dia hanya terpaksa,ya, terpaksa.


Sementara Abhimanyu yang melihatnya bingung dengan reaksi Sia yang seperti ini. Pernyataannya seolah-seolah berbanding terbalik dengan sikapnya.


"Tapi bukankah begitu sama saja mempermainkan sebuah pernikahan,yang aku tahu pernikahan adalah ikatan yang sakral." Cicit Sia.


Meskipun dia terpaksa tapi dia tahu betul bahwa pernikahan tidak untuk di buat main-main.meskipun dia tidak yakin dengan apa yang diucapkannya, karna dia pun tidak ingin menjalani perjodohan ini.


"Cih! Aku tidak perduli dengan hal yang seperti itu." Gumam Abhimanyu.


"seperti permintaan saya tadi kau tak bisa menolak.asistenku akan datang padamu dan memberikan berkas kontraknya besok." Ujar Abhimanyu tak bisa diganggu gugat.


"Lagipula aku dan kau tidak saling mencintai dan akupun sudah mempunyai kekasih." Lanjut Abhimanyu mengunci tatapannya kepada Sia.


Sia yang mendengarnya bagaikan menerima bogem mentah,hatinya remuk redam seketika.sudahlah di perjodohan ini dia hanya pengganti dan mengetahui bahwa tuan muda ini mengajukan kontrak di dalam pernikahannya telah menyakiti hatinya dari yang terdalam dan sekarang mendengar jika lelaki itu sudah mempunyai kekasih adalah pukulan kedua untuknya.


Amarah, kesal,dan sedih seperti menjadi satu didalam diri felysia,dia seperti merasa hidupnya telah dipermainkan.


Tapi bukankah ini bagus.ya, setidaknya dia tidak akan susah-susah untuk kabur di acara pernikahan nanti seperti di drama-drama, hanya membutuhkan waktu yang diajukan pria arogan ini untuk menjadi istri kontraknya dan setelahnya dia akan bebas.


"Kau tahu setelah beberapa saat mengobrol denganmu aku seperti sudah sangat tahu seperti apa dirimu dan berfikir tidak semua pria itu brengsek seperti Arya tapi ... Ternyata aku salah, kau bahkan lebih brengsek dari pada dia."


Kini dengan pernyataan Abhimanyu Barusan,dia merasa menjadi orang ketiga dalam hubungan Abhimanyu dan kekasihnya.Sungguh itu membuatnya sangat bersalah.


Sia mengambil nafas panjang sebelum menyatakan keputusannya, "Baiklah tuan Abhimanyu yang terhormat aku menerima keputusanmu,mari kita menikah kontrak." Final Sia dengan senyum lukanya dan matanya yang mengembun.


"Tahan felysia kau tidak boleh menangis di depan pria arogan ini." Monolog Sia dalam hati.


"Ini jas mu terimakasih karna telah meminjamkannya." Felysia kemudian melepas jas hitam yang tadi diberikan Abhimanyu kepadanya dan memberikannya kepada si empunya.


Sementara Abhimanyu seketika merasa bersalah kepada felysia sekarang dan terlebih melihat felysia yang hampir menangis membuat rasa bersalahnya Semakin menjadi.


Dia pikir inilah yang diinginkan felysia, lagipula dia berbohong ketika dia mengatakan dia mempunyai kekasih. Abhimanyu sengaja mengatakan kebohongan itu karna berpikir jika Felysia mengira dia mempunyai kekasih felysia akan menjaga jarak dengannya dan tak akan mengganggu urusan balas dendamnya nanti.


"Felysia! Abhimanyu disini kalian rupanya!"


Seruan tertahan seseorang itu sontak saja mengagetkan keduanya.Arya yang berteriak tadi segera menggamit tangan Felysia dengan paksa untuk menjauh dari Abhimanyu.


"Apa yang kalian bicarakan? Pernikahan kontrak? Apa maksudnya itu." Seru Arya yang sekarang berada di tengah mereka berdua.


"Tak ada urusannya denganmu." Jawab Abhimanyu dengan wajah lempeng macam kanebo kering itu.


"Tentu saja ada, karna kau melibatkan felysia." Jawab Arya cepat.


Abhimanyu mendengus geli, "Sepertinya kau teramat peduli dengan gadis itu,lalu mengapa kau menghianatinya?"


Arya yang mendengarnya mengeram tertahan,"bukan urusanmu." Ucap Arya mengepalkan tinjunya.


Abhimanyu hanya mengidikkan bahunya acuh "Setidaknya aku tak akan ikut campur pada masalah yang bukan urusanku, tidak seperti dirimu."


Arya yang mendengarnya merasa tersinggung,ingin sekali memberikan bogem mentah kepada wajah pria itu.tapi Arya menahannya karna ada felysia di sini.dia tak ingin citra baiknya terhapus di depan felysia.


"Karna kau ada disini juga, maka aku akan pergi." Ujar Abhimanyu kepada Arya.


"Pergilah,kalau perlu kau jangan pernah kembali dan menemui Sia lagi!" Ucap Arya emosi.


Abhimanyu yang sudah akan melangkah tiba-tiba berhenti dan berbalik, "kalau seperti itu yang kau inginkan,aku tidak bisa, karna bagiamana pun felysia adalah gadis yang akan dijodohkan denganku." Ujar Abhimanyu.


Arya yang mendengarnya berusaha untuk menahan emosinya yang sudah meluap, sedangkan felysia yang berada di belakang punggung Arya hanya menunduk,dia tak mendengarkan dengan jelas apa yang dibicarakan oleh kedua pria ini dan juga Bingung harus bereaksi apa, karna sebelumnya dia tak pernah berada di situasi seperti ini.


Dia masih mencerna apa yang terjadi dan berusaha menekan segala kebenciannya kepada Abhimanyu,dan sekarang Arya pun terlibat dalam masalahnya.


Setelahnya Abhimanyu berjalan mendekati mereka berdua, sampai dia berada sejajar dengan Arya yang masih menggenggam erat punggung tangan felysia yang ada dibelakangnya.ada rasa tak rela saat Abhimanyu melihat itu.


"Felysia urusan kita belum selesai,aku akan menghubungi mu dan menemuimu besok secara langsung." Ucap Abhimanyu dengan nada tidak bersahabat kepada felysia.


Felysia yang mendengarnya pun mengangkat wajahnya kaget,dan disaat itupun netra coklatnya langsung bersibobrok dengan netra hitam pekat milik Abhimanyu.tapi kemudian Abhimanyu memalingkan dan memutuskan kontak mata mereka,ada rasa aneh yang mereka berdua rasakan saat bertatapan.


"Ouh ya bilang kepada kekasihmu itu untuk tidak menguping pembicaraan orang lain, apakah dia tidak tahu bahwa itu adalah sebuah kejahatan." Seru Abhi kemudian menatap tajam ke arah Arya.


Sia yang mendengarnya ingin sekali membantah perkataan bahwa Arya adalah kekasihnya seperti yang di katakan Abhimanyu tadi. tapi mengingat yang dia tahu jika dua bersaudara ini mempunyai hubungan yang tak baik, Sia takut ada keributan besar di sini jikalau Sia menyinggung salah satunya, jadilah dia hanya diam saja menunduk.


Setelahnya Abhimanyu pun meninggalkan mereka berdua di sana. Ntah mengapa rasanya Abhimanyu ingin sekali meninju sesuatu dan melampiaskan rasa kesalnya.ntahlah dia juga bingung kenapa tiba-tiba merasa kesal seperti ini.



"Lepaskan aku!" Setelah kepergian Abhimanyu, felysia memberontak ingin melepas diri dari cengkeraman Arya.



Arya yang melihat perubahan sikap felysia kepadanya, mengambil tangan gadis itu dan menggenggamnya erat.



"Felysia kumohon jangan seperti ini,beri aku kesempatan untuk aku menjelaskan semuanya ya." Mohon Arya dengan wajah memelas.



"Apalagi yang ingin kau jelaskan, semuanya sudah ku anggap selesai."



"Jangan begini kumohon,Aku khilaf waktu itu,aku tidak tahu ternyata wanita itu bisa hamil sedangkan aku hanya sekali melakukan dengannya." Ungkap Arya sambil memegang kedua tangan Sia.



Sia yang mendengarnya merasa muak dan jijik secara bersamaan. Ingin rasanya dia mengutuk dan menampar pria ini jika saja tidak mengingat kebaikannya selama ini.



"Sudahlah aku ingin pergi dari sini! Permisi." Felysia yang melepaskan genggaman Arya dengan paksa itu kemudian berbalik tapi baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba sudah ada yang menarik paksa dirinya,dan itulah adalah Arya.



Felysia yang ditarik begitu kencang, kepalanya menubruk dada bidang Arya yang lebih tinggi darinya itu.



"Tidak boleh,kau tidak boleh pergi kemana-mana,jika kau tidak bisa menjadi milikku akan ku buat kau tidak bisa dimiliki oleh pria lain," ucap Arya yang sekarang mengukung tubuh mungil Sia ke dekapannya.



Sia yang melihat sorot mata yang seperti orang kerasukan bergidik takut.Arya yang dikenalnya lembut itu sudah tidak ada digantikan dengan Arya yang tak lebih dari seorang iblis sekarang.

__ADS_1



"Sebenarnya ada apa dengan dirimu Sia? kenapa sikapmu berubah seperti ini padaku? oh ... apa jangan-jangan kau mulai menyukai Abhimanyu si mafia itu,itu sebabnya kau berubah?" ujar Arya dengan nafas memburu karena emosi.



"Apa maksudmu,jangan kau membawa orang lain dalam masalah ini, jelas-jelas kaulah yang membuatku berubah seperti ini pria brengs\*k!" ucap Sia yang masih di dalam kekungan pria itu.



"Oh seperti itu. sudah mulai berani kau rupanya gadis bodoh." ujar Arya dengan emosi yang sudah memuncak.



Sementara Sia mendengarnya sangat terkejut, pasalnya Arya yang dia kenal selalu berkata lemah lembut dan selalu menghormatinya.ternyata inilah sifat Arya yang sebenarnya.



"Kumohon Arya jangan seperti ini ... Apa akan kau lakukan." Sia yang mulai ketakutan menitikkan air matanya saat Arya tiba-tiba mendekatkan wajahnya.



"Apa yang aku lakukan? Tentu saja membuatmu menjadi milikku. Dengar Sia,jika saja kau seperti Bella yang begitu agresif dan menggoda tentu saja aku akan sangat senang." Ucap Arya kepada felysia yang memberontak didekapannya itu.



"Biad\*b! Apa yang mau kau lakukan padaku,lepaskan!" Sia memberontak minta dilepaskan,dia memukul badan Arya dengan sisa kekuatannya.tapi percuma saja kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Arya.



"Tol-hmppp." Felysia yang baru saja ingin berteriak meminta tolong tiba-tiba saja sudah dibekap mulutnya oleh Arya.



"Ssst ... Jangan berteriak sial\*n!" Arya kemudian melihat sekelilingnya.



"Benar juga disini terlalu ramai kalo begitu aku akan membawamu ke hotel dan kita akan bersenang-senang Hahaha." Ujar Arya sambil tertawa seperti orang gila.



Seperti binatang buas yang kelaparan dan berhasil menangkap buruannya Arya terlihat seperti itu Dimata sia.sangat mengerikan, tak pernah Sia melihat sisi Arya yang seperti ini.



Bughh!



Bughh!



Tiba-tiba saja seseorang memberikan bogem mentah kepada Arya dan membuat Arya tersungkur. Orang itu kemudian menarik Sia kedalam dekapannya.



"Bajing\*n! Apa yang kau lakukan padanya bodoh!." Itu adalah suara Abhimanyu.Abhimanyu yang kepalang marah berusaha mengatur nafasnya, berusaha menahan dirinya untuk tidak membunuh Arya saat ini juga.



Arya kemudian bangkit dan berusaha membalas,tapi kemudian dia merasakan ada yang mengucur dan keluar dari pangkal hidungnya. Arya kemudian merabanya dan benar saja hidung Arya mengeluarkan banyak darah.Nampaknya Abhimanyu seperti mengerahkan semuanya kekuatannya saat meninjunya.




"Sial\*n Awas kau!" Setelah mengucapkan itu Arya berlari meninggalkan tempat itu bagaikan seorang pencuri.



"Kau tidak apa-apa?" Tanya Abhimanyu berbalik dan menatap felysia.



Felysia yang mendengar pertanyaan itu malah ingin menangis dan refleks memeluk badan kekar Abhimanyu.


Dia tak bisa membayangkan jika Abhimanyu tak datang tepat waktu tadi.



Sementara Abhimanyu yang kaget dengan reaksi Sia yang tiba-tiba memeluknya hanya diam saja.namun setelahnya Abhimanyu memberanikan diri untuk mengusap punggung felysia pelan guna memberikannya ketenangan.



Abhimanyu merasakan kemejanya basah dan mendengar isakan kecil dari felysia, "kau menangis?" Tanya Abhimanyu memastikan.



Felysia mengangguk dan melerai pelukannya kepada pria itu dan mengusap jejak air matanya.



"Ah ... Hahaha maafkan aku ... Aku begitu takut tadi." Ujar Sia tertawa pedih dengan suara bergetar.bahkan di saat dalam bahaya gadis itu masih saja bersikap so kuat.



Abhimanyu yang melihatnya menatap Sia dengan sendu, tak sampai hitungan ke tiga Abhimanyu membawa Sia kedalam pelukannya, hingga Sia pun bereaksi kaget.



"Tak apa menangislah." Hanya itu yang dikatakan Abhimanyu, bahkan suaranya pun terkesan biasa saja dan datar namun membuat Sia begitu tersentuh,dan jadilah Sia menangis dipelukan Abhimanyu dengan isakan keras karena memang inilah yang Sia perlukan.



Bagaimana bisa Abhimanyu sampai tahu dan datang di waktu yang tepat? Jawabannya hanya satu.Abhimanyu khawatir pada gadis ini.


"Kau sudah tidak apa-apa." Tanya Abhimanyu kepada felysia,saat ini mereka sedang duduk di halte bus yang tak jauh dari tempat restoran itu berada.


Saat setelah felysia menangis, Abhimanyu menuntun sia untuk duduk di halte bus yang sedang sepi ini, ia ingat jika memang tak jauh tempat palkiran restoran itu ada sebuah halte bus jadilah Abhimanyu berinisiatif menuntun sia kesini karena takut juga felysia akan bertemu dan berpapasan dengan Arya di restoran itu lagi.


"Apa kau haus atau bagaimana?" Tanya Abhimanyu saat Sia tak kunjung merespon.


"Baiklah aku akan membeli minuman dahulu,kau tunggulah di si-" ucapan Abhimanyu terpotong karena tiba-tiba Sia memeluk lengannya dengan erat.


"Jangan pergi,aku takut." Cicit felysia.batinnya meringis merasa menjadi beban bagi pria ini.


"Baiklah aku tak akan pergi." Jawab Abhimanyu.


"Terimakasih." Ujar felysia kemudian melepaskan genggamannya.

__ADS_1


"Ouh ya jasmu?" tanya felysia.


Abhimanyu yang mengerti pun berdehem, "Aku membuangnya karna ... terkena darah Arya."


Felysia pun hanya mengangguk dan ber oh ria mendengarnya.tak ingin mengatakan lebih karna dia tahu Abhimanyu akan sangat sensitif jika berbicara tentang hal yang bersangkutan dengan Arya.


Setelahnya hening lah yang tercipta diantara mereka.tak ada yang memulai percakapan lagi.sampai lima belas menit kemudian, Abhimanyu yang mulai bosan mengambil sebatang rokok dari saku kemeja putihnya, setelahnya dia menyulut ujung rokok itu dengan korek yang juga ada di sakunya dan kemudian mulai menyesap rokok itu.


Felysia yang sedang menunduk itupun tiba-tiba menutup hidungnya dengan telapak tangannya, menoleh ke samping dan melihat Abhimanyu yang sedang merokok dan mengepulkan asapnya.


"Apakah kau perokok aktif?" Tanya felysia.


"Kenapa? Kau tak tahan dengan asap rokok?" Tanya Abhimanyu balik yang melihat reaksi gadis itu dan dijawab dengan anggukan oleh felysia.


Abhimanyu membuang rokok yang bahkan belum habis setengah itu ketanah dan kemudian menginjaknya tanpa mengatakan apapun.


"Terimakasih." Ucap Felysia.


"Untuk?" Tanya Abhimanyu menoleh ke arah felysia dan mendapati gadis itu sedang tersenyum.


"Karna aku tak tahan dengan baunya,kau membuang rokok itu yang bahkan belum habis setengah." Ujar gadis itu.


"Tak masalah."


Suasana kembali hening.


5 menit


8 menit


10 menit ...


Felysia yang bosan pun mulai bertanya, " maafkan aku jika ini lancang,tapi kudengar kau adalah mantan Narapidana? Apa itu benar?" Tanya felysia pelan,takut pria itu marah,tapi dia juga tak tahan ingin bertanya.


" Hmm!" Dan sebagai jawabannya Abhimanyu hanya berdehem singkat.


"Tapi ... Atas kasus apa?" Felysia yang tak puas dengan jawaban Abhimanyu, mulai bertanya lagi untuk mengorek informasi lebih dalam.


Abhimanyu menghela nafas pelan, " seperti yang kau tahu,aku pernah masuk ke dalam jeruji besi tujuh tahun lalu atas kasus tabrak lari yang menewaskan korbannya."


Felysia yang mendengar pun kaget dan menutup mulutnya dengan telapak tangan berusaha untuk tidak teriak. Jadi informasi yang dia tahu dari Bella selama ini salah.


"Tapi yang kudengar kasus mu adalah percobaan pembunuhan kepada ayahmu sendiri. tuan Presdir." Cicit Sia.


"Omong kosong macam apa yang kau dengar itu?!"


"Ahh ... M-maaf,aku mendengarnya dari adik sepupuku." Ucap Sia terbata karna kaget mendengar intonasi tinggi dari omongan Abhimanyu barusan.


Abhimanyu mendengus," sepertinya sepupumu adalah salah satu orang yang percaya dengan berita palsu yang sudah disebarkan oleh para tikus-tikus berdasi itu."


"Saat tahu aku di penjara mereka mulai menunjukkan sifat asli, membenciku dan memberikan fitnah yang tidak-tidak," katanya lagi.


"Tikus-tikus berdasi itu? Siapa yang dimaksud pria ini?" Monolog Sia dalam hati.


"Sudahlah kau tak perlu mengetahuinya." Ucap Abhimanyu lagi dan lagi seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh felysia.


"Yang harus kau tahu adalah, aku benar-benar menghilangkan nyawa seseorang tapi itu benar-benar tidak di sengaja, karna pada saat itu aku dalam keadaan yang tidak baik," ucapnya.


Baru kali ini dia berbicara sebanyak itu bahkan kepada orang yang baru dikenalnya,jika saja ada Leo,dia akan meminta Leo yang menjelaskannya.


Felysia yang sedari terus menyimak pun mulai bertanya," bukankah kau adalah putra pertama dari keluarga Maheswara, pasti seharusnya muda bagimu untuk keluar dari dakwaan itu."


Abhimanyu yang mendengarnya pun menarik senyumnya simpul, "memiliki uang dan kekuasaan tak menjadikan itu alasan untukmu lari dari tanggung jawabmu, setidaknya itulah yang kuketahui.aku tetap mengikuti prosedur pengadilan karna bagaimanapun aku memang bersalah."


"Tapi setelah itu aku baru mengetahui bahwa telah di jebak dan ternyata pelakunya adalah orang yang amat ku percaya." Sambung Abhimanyu.


"Tunggu ... Dijebak? Apa maksudmu dengan itu." Tanya felysia penasaran.


Abhimanyu menghela nafas,"Belum saatnya kau tahu semua masalahnya felysia,aku hanya tak ingin kau terlibat." Ucap Abhimanyu pelan.


Felysia yang mendengarnya menundukkan kepalanya, nampaknya pria ini tak ingin felysia tahu masalah yang terjadi padanya, lagi pula siapa dirinya sampai lancang menanyakan hal yang seharusnya tak perlu dia tahu.


"Nampaknya supir mu telah datang kesini untuk menjemputmu." Ujar Abhimanyu kepada felysia setelah melihat mobil BMW berwarna hitam berhenti di depan mereka.


Kemudian setelah itu datang mobil satu lagi yang Abhimanyu kenal.itu adalah mobilnya dan pastinya Leo telah mengetahui dirinya ada di sini.


"Felysia,kau tidak apa-apa? Aku buru-buru kesini set-" ucapan pria setengah baya itu tiba-tiba saja terpotong karena dia terkejut melihat Abhimanyu disitu juga.


"Eh .... Tuan Abhimanyu,anda di sini juga?" Seru pria setengah baya itu kaget sambil menundukkan kan badannya sekilas.


"Tuan muda apakah saya tidak terlambat?" Tiba-tiba Leo, bawahan Abhimanyu terburu-buru keluar dari mobil dan menghadap ke arahnya.


"Hmm." Abhimanyu hanya berdehem singkat.


"Kau supir yang di utus Nyonya.sinta untuknya bukan, antarkan dia balik kerumahnya." Titah Abhimanyu kepada lelaki setengah baya itu.


"Euu, Maaf siapa yang anda anggap supir?" Tanya pria setengah baya itu tersinggung.


"Lalu?"


"Ah ... Maaf tuan muda sepertinya kau S-salah sangka,dia adalah pamanku." Ucap Sia menjawab kebingungan Abhimanyu.


"Seperti itu rupanya.jadi kau Hanif Wijaya, paman felysia." Abhimanyu memastikan.


"Yah,benar tuan muda." Jawab pak Hanif cepat.


"Oke, seperti yang saya katakan tadi,antar felysia pulang." Hanya itu yang dikatakan Abhimanyu, seperti tak ada beban saat dia mengatakannya, padahal lelaki itu sudah tahu bahwa yang ia perintah tadi adalah paman dari gadis yang akan dinikahinya.


Seolah tidak peduli dengan perasaan pak Hanif dengan ucapannya tadi, Abhimanyu dengan santai melewatinya dan berjalan menuju mobilnya.tak ada perkenalan, obrolan ringan, bahkan basa-basi seperti yang kebanyakan orang, Abhimanyu benar-benar lelaki yang apatis.


Dan itu tentulah sangat menggores harga diri pak Hanif,ingin sekali meninju pria yang tak punya sopan santun ini,tapi dia tak punya kuasa.


Nampaknya benar yang dikatakan oleh putrinya Bella, bahwa tuan muda satu ini memang kurang waras, berwatak keras dan kejam, nampaknya dia harus berhati-hati dengan itu.


Leo yang melihat wajah tertekuk pak Hanif itu merasa tak enak dan mulai mengambil situasi, "Ahha ha ... Saya meminta maaf atas perilaku tuan muda tadi, sifatnya memang seperti itu,saya harap anda memaklumi." Ucap Leo dengan senyum tak enak hati.


"Baiklah tak apa!" Ujar pak Hanif sambil mengangguk.meski begitu hatinya masih dongkol dengan sikap putra pertama keluarga maheswara itu.


"Leo apa yang kau tunggu!" Abhimanyu yang sudah berada di dalam mobil meneriaki ajudannya itu.


"A-a Iyah sebentar, saya akan segera tiba." Jawab Leo cepat.


"Kalau begitu saya dan tuan muda permisi undur diri.selamat malam." Pamit Leo yang kemudian diangguki oleh felysia dan pamannya.


"Akhir-akhir ini kau sangat lelet seperti siput." Cecar Abhimanyu kepada Leo yang baru masuk dan baru memasang sabuk pengamannya itu.


"Ehhehe ... Maafkan saya tuan muda, kedepannya tidak akan seperti ini."


"Baiklah, jalan." Titah Abhimanyu.


"Apa kau tidak sadar jika ini semua juga karena ulahmu yang kejam itu,jika saja kau mau berbasa-basi sedikit tentu tidak akan menyulitkanku." Geram Leo tersenyum masam, tentu saja itu hanya diucapkannya di dalam hati,mana berani dia mengatakannya langsung bisa-bisa dia sudah dikirim ke Palung Mariana oleh bos kejamnya ini.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Leo teringat kepada gadis yang akan dijodohkan dengan tuan mudanya, felysia.nampaknya hanya dengan gadis pendiam itu bos kejamnya ini bisa sedikit melunak dan berbicara banyak.


Leo kemudian menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli membayangkan bagaimana jika suatu hari nanti bosnya ini bisa benar-benar tunduk hanya karna seorang wanita yang bernama felysia itu.


__ADS_2