Perfect Love Tuan Muda

Perfect Love Tuan Muda
PLTM : 7


__ADS_3

"Felysia apa yang kau lakukan di sini? Jangan bilang bahwa kau adalah wanita yang akan menjadi istri pria mafia ini," ucap Arya kepada Sia sambil menunjuk Abhimanyu yang ada disampingnya.


"Cih! Dunia begitu sempit ya nona, kita bertemu lagi setelah tragedi di mana aku dipermalukan olehmu,dan sekarang kau dan pecundang itu sudah saling mengenal," Ujar Abhimanyu tak mau kalah.


"A-aku tidak mengenal pria itu!" Elak Sia yang masih menunduk.


"Apa maksudmu Sia! Jelas-jelas kau mengenalku.Ada apa denganmu?" Tanya Arya mulai mendekati Sia.


"Tunggu! Sebenarnya ada apa ini? Drama macam apa yang kalian bertiga mainkan? Aku sama sekali tidak mengerti." Tiba-tiba nyonya Sinta sudah berada ditengah mereka bertiga dan mulai mempertanyakan apa yang terjadi.


Abhimanyu yang telah membaca situasi menghela nafas panjang, "Leo, Bereskan!" Perintahnya kepada Leo.


Leo yang langsung mengerti pun segera menghampiri nyonya Sinta, "Nyonya nampaknya ada sedikit kesalahan pahaman disini. bisakah nyonya ikut saya sebentar dan membiarkan mereka menyelesaikan ini." Pinta Leo kepada nyonya Sinta.


"Dia benar bunda, biarkan kami menyelesaikan ini dahulu,baru nanti akan memberitahumu dengan detail." Ujar Arya yang melihat bundanya hanya kebingungan.


Nyonya Sinta kemudian hanya menghela nafas, "Baiklah tapi berjanji kepada ku bahwa kalian bersaudara jangan sampai berkelahi."


Kedua pria itupun menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban.Kemudian nyonya Sinta dituntun oleh Leo agar meninggalkan mereka bertiga dan menyusul Mr.manaf, untungnya restoran ini telah diboking sebelumnya agar tidak ada pengunjung, jadi mereka berbicara di sini pun sepertinya tidak akan terganggu.


"Jadi ... Jelaskan semuanya kepadaku dengan detail,ada hubungan apa kalian berdua." Tanya Abhimanyu mulai membuka obrolan.


"T-tidak ada hubungan apa-apa diantara kami tuan muda." Jawab felysia cepat.


"Apa maksudmu,kita adalah sepasang kekasih jika kau lupa dan aku sudah akan berniat melamarmu kan." Ujar Arya tak terima dengan pernyataan Sia.


Sia yang mendengarnya pun menjadi geram.sudah seminggu pria itu tidak menunjukkan batang hidungnya setelah pernyataan kehamilan Arabella.dan sekarang dia datang lagi seolah tidak terjadi apa-apa.


Bahkan setelah pernyataan Bella Tentang kehamilannya Sia meminta untuk mengetes kehamilan sepupunya itu ke dokter kandungan.dan tetap mempertahankan kepercayaannya kepada Arya dan menghubungi pria itu untuk klarifikasi.


Tapi apa yang didapatnya sungguh membuatnya kecewa.bahkan setelah hasil USG itu keluar dan Bella dinyatakan positif hamil.Pria itu tetap tidak bisa dihubungi meskipun panggilan teleponnya berdering.


Dan disaat itu pula Bella memintanya untuk berhenti untuk menghubungi pria itu karna dengan alasan Arya tengah mempersiapkan acara pernikahan mereka dan itu membuat Sia sangat terpuruk.


Dan sekarang! Apa-apaan pria bodoh ini mengakuinya kekasih setelah apa yang dia lakukan.sungguh sangat menjijikkan.


"Brengsek! Setelah kau menghamili Arabella dan belum mempertangungjawabkan perbuatanmu, sekarang kau malah berfikir kita adalah sepasang kekasih!" Bentak felysia dengan mata menatap tajam ke arah Arya.


Kedua pria itu terkejut bukan main setelah melihat raut amarah yang ada di diri felysia.bahkan felysia seolah tak percaya bahwa berkata seperti tadi adalah dirinya, dan merasa ini bukan kepribadiannya,tapi setelah dikecewakan seperti ini felysia nampaknya tak masalah jika sekarang ini dia memberontak.


"A-apa bagaimana kau tahu masalah itu." Ucap Arya terkejut.


"Arabella sendiri yang memberitahukan kepadaku di depan paman dan bibi,karna awalnya Bella yang akan di jodohkan oleh tuan Abhimanyu,dia tidak mau dan mengatakan bahwa dia hamil anakmu agar dia bisa menolak perjodohan ini." Jawab felysia.


"Wanita jal*ng sial*n itu! Aku sudah memberikannya uang tutup mulut tapi malah membocorkannya." Gumam Arya pelan tapi masih bisa terdengar oleh Arya.


"Apa,kau benar-benar pria brengsek, bagaimana kau memberinya uang tutup mulut sedangkan yang dia perlukan adalah tanggung jawabmu!" Berang Sia tak percaya.jadi apa yang diucapkan Bella tentang Arya yang tengah mempersiapkan acara pernikahan itu adalah kebohongan,dan sepupunya itu telah diperdaya oleh pria hidung belang ini.


Abhimanyu yang sedari tadi menyimak percekcokan kedua orang merepotkan ini mulai menghela nafas panjang.ini sangat membosankan dan dia malas ikut campur ataupun melihat perdebatan bodoh ini.


Abhimanyu bukannya tidak marah juga mendengar Arya telah menghamili seorang gadis.tapi masalahnya Arya memang sudah seperti itu sejak dahulu,selalu bermain perempuan dan tidur dengan mereka, Abhimanyu pernah kecewa dan membuat babak belur ketika pertama kali tahu Arya hampir memperkosa seorang gadis di saat Arya menjelang kelulusannya saat SMA.


Disaat itu menurut kesaksiannya gadis itu yang saat itu mereka berdua berstatus sebagai mantan kekasih Arya memaksanya untuk mengikutinya ke gudang kosong samping sekolah disaat sekolah sudah sepi dan hampir mengambil kesuciannya di sana.


Tapi berita itu sekejap malah menghilang, seolah tidak terjadi apa-apa Arya setelah keluar dari rumah sakit karna babak belur oleh Abhimanyu, malah ikut hang out bersama temannya dan merayakan kelulusannya, seolah lupa kalau dia telah memberi trauma yang berat kepada seorang gadis.


Dan tentu walaupun Abhimanyu geram tapi dia tahu bahwa itu adalah perbuatan ayahnya.Setelah mengetahui hal itu bagaimana mungkin ayahnya bisa diam saja di saat reputasinya dan perusahaannya dalam bahaya karna masalah itu.dia pasti akan membereskan semuanya dan yang terlibat dengan uang tutup mulut.


Sedangkan Abhimanyu hanya merutuki dirinya dan ketidakberdayaannya dibawah kekuasaan ayahnya itu.


Hah! Tak menyangka setelah kebebasannya dari penjara ini adiknya itu ternyata masih melakukan hal bejat itu, sungguh sangat-sangat merepotkan karna bagaimana pun didalam dirinya dan Arya mengalir darah yang sama.


"Sepertinya kalian perlu waktu berdua untuk menyelesaikan masalah kalian,aku menunggu ditempat lain selesaikanlah dengan kepala dingin." Ujar Abhimanyu akhirnya setelah melihat perdebatan panjang mereka dengan muak.


"Tidak tuan,tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.Aku akan ikut denganmu." Ucap Felysia buru-buru menggamit tangan Abhimanyu dan meninggalkan Arya yang berusaha padanya.


"Tunggu felysia! Jangan pergi aku sudah meminta maaf padamu ...Akhh brengsek!" Maki Arya yang melihat felysia pergi begitu saja bersama Abhimanyu.




"Hei kau bisa melepaskan tanganku sekarang." Ujar Abhimanyu setelah mereka berhenti dipalkiran restoran.



"Eh Y-ya, maafkan saya telah menarik tangan anda begitu saja." Ucap Felysia melepaskan tangannya.



"Tidak masalah."

__ADS_1



Setelahnya mereka hanya berdiam diri di pelataran restoran itu.benar-benar tidak yang memulai obrolan Abhimanyu yang bersikap bodo amat hanya memperhatikan jalan raya didepannya.



Sedangkan felysia yang tak pernah sedekat ini dengan orang baru apalagi lawan jenis hanya menundukkan kepalanya.mau memulai percakapan pun dia terlalu sungkan.



Sepertinya suara semilir angin malam pun akan terdengar jika mereka tetap berdiam diri seperti patung.



Abhimanyu yang bosan melihat ke arah jalan kemudian melihat penampilan felysia dibawah pancaran sinar bulan malam ini.dia terpesona dengan penampilan gadis itu, karna perdebatan bodoh tadi dia tidak menyadari dari tadi bahwa gadis ini terlihat sangat menawan apalagi dengan semilir angin malam yang menerpa rambut hitam panjangnya.



Hanya sebentar Abhimanyu memandang setelah itu dia mengalihkan pandangannya dan buru-buru mengubah raut wajahnya kembali datar.



Tidak ada angin tidak ada hujan bahkan cuaca malam ini sangat bagus, Abhimanyu tiba-tiba melemparkan jas hitamnya kepada felysia dengan raut wajah datar.



"Pakai." Hanya itu yang keluar dari mulutnya namun anehnya felysia langsung mengerti dan memakai jas itu kebadannya.



"Terimakasih." Ucap Felysia tulus kepada abhimanyu.kebetulan memang angin malam ini dingin dan dia hanya memakai gaun selutut.tapi bagaimana pria ini tahu bahwa dia kedinginan?



"Bodoh, dengan memakai gaun seperti itu aku tahu bahwa kau pasti akan kedinginan." Ucap Abhimanyu seolah bisa membaca pikiran Sia.



Felysia yang terkejut hanya menundukkan kepalanya.tak menyangka bahwa tuan muda yang terkenal arogan ini juga membaca pikiran orang lain.kedepanya dia harus berhati-hati dalam berfikir tentang pria ini.



Abhimanyu tiba-tiba mendengus geli, "kau memang lucu, bagaimana ada hal yang seperti itu.aku hanya menebaknya dari raut wajahmu." Ujarnya dengan lengkungan kecil di bibir.




"M-maaf,tak seharusnya aku berfikir seperti itu tentang mu."



"Mengapa kau terus saja meminta maaf? Dengar, meminta maaf ketika kau salah itu memang diharuskan, tapi jika kau terus-terusan meminta maaf untuk hal kecil kau akan dianggap lemah dan diremehkan oleh orang lain." Ujar Abhimanyu sambil memasukkan tangannya ke kantung celana hitamnya dan menyenderkan punggungnya ke dinding tempat parkiran yang sedang sepi itu.



"A-ah yah baiklah aku min- eh maksudku aku tidak akan mengulanginya." Ujar Sia terbata karna gugup.



Abhimanyu lantas mengalihkan pandangannya ke arah Sia.menatap langsung bola mata Sia yang berwarna cokelat pekat itu.Ada luka yang Abhimanyu rasakan saat pertama kali menatapnya,kemudian Abhimanyu menjadi terbius oleh pesona Sia yang tak terelakkan.



Tapi Abhimanyu dengan cepat mengalihkan pandangannya lagi. tidak memperdulikan Sia yang menatapnya dengan kebingungan.



"Ngomong-ngomong,aku ingin meminta maaf secara khusus untuk adikku atas kesalahannya padamu.kau pasti sangat tersakiti disini."



"Tidak apa.itu bukan salahmu, sepertinya memang takdir nya yang seperti ini." Ucap Felysia.



"Tapi sepertinya hubunganmu dengan Arya itu tidak terlalu baik dan ya aku baru tau bahwa ternyata kalian ini adik Kaka,aku tidak menyadarinya tadi." ujar felysia.



Abhimanyu berdehem pelan, " seperti yang kau lihat hubungan ku tidak terlalu baik dengannya."

__ADS_1



Felysia yang tak puas dengan jawaban Abhimanyu hanya ber oh ria. sebenernya dia sedikit penasaran apa yang terjadi dia antara mereka sebelumnya sehingga bermusuhan seperti sekarang.tapi dia cukup tau diri untuk tidak terlalu ikut campur dalam masalah mereka.



"Kenapa kau terus saja menunduk tak ada uang recehan di tanah." Ujar Abhimanyu yang melihat felysia hanya menunduk saja.



"kau begitu berani berhadapan dengan Arya tadi, tapi sekarang lihatlah aku bagaikan berbicara dengan angin." ejek Abhimanyu.



" bukan begitu,A-aku hanya tidak terbiasa berdua saja dan berbicara dengan orang asing, aku terlalu pemalu."



"Seperti itukah!? ... Jadi kau menganggap ku sebagai orang asing sedangkan kita akan segera menikah." Ucap Abhimanyu seolah-olah sedang marah.tapi sebenarnya dia hanya ingin mempermainkan emosi gadis lugu ini.



"Eh ... B-bukan Begitu M-maksduku hanya saja kau tahu kita baru bertemu pertama kali." Jawab Felysia dengan panik.



"bukankah kita sudah pernah bertemu sebelumnya? jika kau lupa,di saat itu." ujar Abhimanyu mengoreksi.



"A-hha Iyah benar,tapi tetap saja kita baru bertemu dua kali itupun tidak terlalu baik di awal aku ... terlalu gugup." cicit Sia.



Abhimanyu yang melihat tingkah gadis itu terkekeh geli hanya sebentar setelahnya dia merubah lagi raut wajahnya menjadi datar.



"Tidak apa-apa aku hanya bercanda tadi ,maaf jika terkesan menakutimu."



Felysia yang melihatnya pun menjadi bingung.tuan muda ini sejak tadi moodnya terus berubah-ubah dari yang biasa saja, menjadi masam kemudian malah terkekeh macem nyi Kunti yang sedang bertengger dan menakuti orang.



Sungguh, sepertinya dia mulai mempercayai ucapan Bella bahwa tuan muda itu memang sedikit tidak waras.



"Mulai berfikir aneh-aneh lagi." Ucapan tuan muda itu menyadarkan felysia akan lamunannya.



"Tidak tuan." Jawab felysia cepat.



"Baiklah jika begitu mari kita bahas tentang perjodohan kita ini." Ucap Abhimanyu.



"Dengar,di umurku yang masih 25tahun ini aku tak ingin melakukan pernikahan,dan juga aku tidak tertarik untuk hal semacam itu. Tapi melihat pernikahan kita tidak bisa dibatalkan dan akupun belum punya kuasa untuk menolak."



Abhimanyu kemudian menghadapkan dirinya dengan felysia dengan sejajar.



"Jadi felysia ayo kita menikah kontrak saja!"



Duarr! Seperti ada bom yang meledak tepat di depannya felysia terkejut bukan main.



"A-apa maksudmu! menikah kontrak?!" Tanya felysia tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


__ADS_1


Dan sebagai jawaban Abhimanyu mengangguk kan kepalanya dengan ekspresi datar.


__ADS_2