Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
11. Senyum kemenangan


__ADS_3

Mereka masih dalam keadaan yang bercampur aduk, marah, kesal, bingung,kaget dan lain lain.


Setelah rangga dan kevin saling memperkenalkan diri masing masing. Kini kevin sedih melihat tasya menggandeng tangan laki laki lain di depan mata nya.


"Emm, sya aku boleh ajak kamu makan siang nanti gak?" Tanya kevin hati hati sembari menatap rangga.


"Ada sesuatu yang pengen aku omongin berdua sama kamu" ajak kevin pada tasya. Tasya pun semakin bingung ia tak ingin lagi berhubungan lagi dengan kevin.


"Ehmm, maaf vin, kayak nya aku ngga bisa deh soal nya pasti pacar aku gak izinin, iya kan sayang?" Tutur tasya sembari memplototi dan mencubit lengan rangga agar rangga berpura pura tidak mengizinkannya untuk bertemu kevin pas makan siang nanti.


Rangga semakin lama semakin paham dengan keadaan tasya pada saat ini tapi rangga bukan mau menolong malah mengerjai tasya.


"Ohh gak papa kok sayang, kamu pergi aja aku gak papa kok, tapi hati hati ya.." tutur rangga berpura pura tersenyum manis dan mengelus kepala tasya. Tasya pun melotot mendengar jawaban dari rangga.


" jawab enggak dong pakk!" Tasya menggerutu pelan dan merapatkan giginya saat mengatakan sesuatu.


"Apa? Kamu sebenarnya juga mau makan siang dengan dia?" Tanya rangga asal yang membuat tasya semakin geram.


"Aku izinin kok, tapi nanti hati hati ya, kamu tolong jaga pacar saya nanti pas makan siang" tutur rangga pada kevin. Kevin pun tersenyum mendengar jawaban dari rangga dan mengucapkan terimakasih pada rangga.


"Trimakasih pak" tutur kevin. Kevin pun pamit pada pasangan jadi jadian itu.


" yaudah sya, nanti siang aku jemput kamu di sini ya" tutur kevin pada tasya sembari tersenyum bahagia.


"Ta-tapi.." tak sempat tasya berbicara. Rangga dengan cepat memotong omongan tasya.


"Yaudah bapak hati -hati juga ya" jawab rangga sembari memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celana dan tersenyum penuh kemenangan.


Kevin pun kini sudah pergi dari hadapan kedua kekasih jadi jadian itu.


"Pak bapak apa-apaan si" tasya melepaskan gandengan tangan nya setelah melihat kevin tak terlihat lagi.


"Heh, kamu yang apa-apaan, udah nabrak orang gak minta maaf trus ngaku-ngaku jadi pacar saya dan kamu dari tadi memplototi saya dan mencubit cubit lengan saya" kesal rangga menjelaskan pada tasya.

__ADS_1


"Iya pak maaf, tapi bapak pliss bantu saya kali inii...aja" tasya memohon pada rangga menyatukan kedua telapak tangan nya.


"Saya janji kalo nanti bapak butuh bantuan saya, saya siap kok bantu bapak" mohon tasya.


"Gak, saya gak butuh bantuan orang seperti kamu" tutur rangga dan ingin pergi dari hadapan tasya, namun tasya mengejar dan berdiri di hadapan rangga mencegah langakah rangga.


"Pak plis pak,kali ini aja bapak bantu saya, bapak bilang sama cowok yang tadi, bahwa bapak gak jadi izinin saya untuk ketemu sama dia. Plis yaa paak plissss" lagi lagi tasya memohon pada rangga.


Lalu rangga tersenyum sinis yang artinya ia dapat ide cemerlang untuk mengerjai tasya.


"Okey baik lah, saya akan bantu kamu, tapi kamu harus bantu saya apapun yang saya perintahkan pada kamu" tanpa berfikir panjang tasya meng iyakan kata kata rangga agar bapak dosen nya itu dapat membantu nya segera.


" nih ya,bapak telfon dia sekarang, dan bapak bilang kalo bapak gak jadi izinin saya ketemu sama dia, kasih alasan apa aja lah yang penting bapak bantu saya membatalkan acara makan siang nanti" kata tasya menjelaskan kepada rangga dan memberi ponsel nya pada rangga dan menyuruh rangga menelfon kevin sekarang juga.


Lalu rangga mengabil ponsel milik tasya dan menekan tombol hijau untuk menelfon kevin.


Kini sambunagn telfon sudah tersambung dan dengan segera kevin menjawabnya.


"Hallo sya kenapa kamu tlfon, kok gak ngomong aja tadi pas aku masih di sana" tanya kevin bingung tetapi juga senang melihat nama tasya yang menelfon nya.


"Hallo ini saya. Maaf pak,sepertinya saya gak jadi mengizinkan pacar saya untuk makan nanti siang, karena saya baru ingat kalo orang tua saya juga mengundang dia kerumah untuk makan siang, sekali lagi maaf" tutur rangga merasa jijik dengan kata pacar, namun ia pura pura biasa saja.


Seketika kevin terdiam sejenak dan merasa kecewa karena tidak jadi makan siang dengan wanita yang masih ia cintai itu.


"Hmm ya sudah pak tidak apa-apa,mungkin lain kali saja saya mengajak tasya untuk ketemu" jawab kevin kecewa. Dan panggilan telfon pun berakhir.


"Nih" rangga mengembalikan ponsel milik tasya dan tasya mengambil ponsel dari tangan rangga.


"Makasih pak" jawab tasya tersenyum dan seketika merasa canggung dan merasa bersalah. Dan tasya pun pamit untuk pergi ke dalam kampus.


Ketika hendak melangkah tangan nya di tahan oleh rangga.


"Eh mau kemana kamu, seenaknya aja pergi gitu aja" tutur rangga.Tasya pun memejamkan matanya saat rangga menghentikan langkah nya karena takut rangga akan mengomel nya habis habisan.

__ADS_1


"Janji kamu belum kamu bayar, tadi kamu udah janji sama saya kalo kamu itu akan menjalani penrintah yang akan saya berikan pada kamu." Tutur rangga sembari tersenyum miring.


"Kamu ikut saya sekarang" rangga pergi dan di ikuti tasya dari belakang.


"Kita mau kemana pak?" Tanya tasya penasaran dan cepat cepat ia mengikuti langkah besar kaki rangga.


"Jangan banyak tanya ikuti saja kemana saya pergi" tasya pun terdiam dan mengikuti perintah rangga.


Kini mereka sudah sampai di tujuan, namun tasya di buat bingung oleh rangga, karena rangga membawanya di perpustakaan.


"Ngapain kita ke sini pak?" Tanya tasya berjalan menyusuri perpustakaan lama kampus itu. Perpustakaan itu tampak kusut dan buku bukunya tak teratur letak nya dan banyak debu. Tasya pun bergidik ngeri melihat sarang laba-laba di mana mana.


"Kamu saya perintahkan untuk membersih kan perpustakaan lama kampus ini" tutur rangga sambil tersenyum miring dan memasuki kedua tangan nya di dalam saku celana.


Tasa pun kaget mendengar penuturan dosen nya itu.


"Whatt!!! Bersihin perpustakaan? Bapak udah gila apa?" Tasya pun tersadar dan menutup mulutnya setelah mengatai dosen nya itu gila.


"Ehh maaf pak keceplosan" tutur tasya menunduk takut dengan tatapan dingin dosen nya itu.


"Kamu kurang ajar ya mengatai saya gila. Sekarang saya tambah kerjaan kamu, kamu harus menyusun buku buku itu sesuai warna nya tidak boleh ada kesalah sesikit pun" tutur rangga tersenyum miring melihat raut wajah tasya semakin kecut.


"Pak tapi pak.." lagi lagi rangga memotong omongan tasya.


"Gak ada tapi tapian, sekarang kamu bersihin perpustakaan ini dan saya tunggu laporan dari kamu jam 12.00 nanti, jika lewat dari jam 12 walaupun telat 1 detik pekerjaan kamu akan saya tambah" jelas rangga pada tasya.


"Pak tapi saya ada kelas hari ini, satu minggu lagi saya ada ujian, rugi kalo saya gak mengikuti kelas hari ini pak" jelas tasya pada rangga agar rangga mengasihani nya, tapi nihil rangga tidak perduli dengan alasan tasya.


"Itu bukan urusan saya!!!" Rangga memperjelas kata itu supaya tasya merasa tertekan.


Rangga pun pergi meninggal kan mahasiswi yang berani melawan dan menghinanya.


Jangan lupa vote kakak ku🥰🥰🥰✨🙏🙏 like komen suapaya author semangat untuk melanjutkan cerita ini✨✨ pliss ini karya pertama aku di noveltoon🙂

__ADS_1


__ADS_2