
pov. Di dalam mobil rangga.
Rangga kini menyenderkan badan nya di kursi, dan mengeluarkan ponselnya rari saku jas.
Rangga melihat kontak ponselnya, ia mencari nama tasya. Lama rangga menatap kontak milik tasya yang tersimpan di ponselnya, sedikit senyuman khas rangga terukir di wajahnya itu.
Alya yang dari tadi memperhatikan abangnya itu, lalu sedikit tertawa.
"Haha.. abang abang" tutur alya yang membuat lamunan tangga terhentikan.
"Knaapa?" Tanya rangga salah tingka.
"Katanya gak mau sama kak tasya, tapi senyum senyum sendiri liat kontak nya kak tasya di ponsel bang rangga gi mana sih hahaha..." tutur alya menggoda abangnya dan ia berhasil membuat wajah rangga memerah.
Rangga kini membuang muka melihat ke arah jendela dan langsung menutup ponselnya dan menaruhnya kembali ke dalam jas.
"anak kecil jangan ikut campur masalah orang dewasa" omel rangga pada alya.
"Alya aja punya nomor kak tasya, masa abang yang calon suaminya kak tasya gak punya".
Memang sewaktu tasya menginap di mansion mereka, alya sempat meminta nomor ponselnya tasya.
"Saama siapa kamu mitak nomor dia?" Tanya rangga penasaran.
"Ya sama kak tasya sendiri lah, kan kak tasya waktu itu tidur sama alya" jelas alya.
"Ohhh" cuma itu jawaban rangga.
"Abang mau follow gak akun sosmed nya kak tasya" alya kini menawari rangga untuk melihat akun sosmed tasya.
"Engga, gak penting" jawab rangga cuek namun sebenarnya rangga juga penasaran dan dia memiliki gengsi yang masih terlalu tinggi.
"Emm yakin... ga mau? Yaudah"
Jawaban alya berhasil membuat tingkah rangga semakin penasaran dengan akun sosmed nya tasya, rangga kini mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada adik nya itu, rangga memberi ponsel itu sembari membuang muka ke arah jendela mobil.
Alya yang melihat tingkah abang nya itupun sedikit tertawa.
"Hahah.. gitu dong" kini alya mengmbil ponsel dari tangan rangga, dan mencari akun sosmed milik tasya.
"Mau di follow atau enggak ni?" Tanya alya.
"Ehh ehh gausah, sini ponselnya" rangga merebut ponselnya dengan cepat dari tangan adik nya itu, lalu ia melihat postingan postingan tasya di akun itu.
"Hati hati nanti suka beneran loh bang" sambung alya yang mebuat rangga kesal.
__ADS_1
Lalu rangga menatap adik nya dengan tatapan kesal.
"Tidur sana, jangan jadiin ini kesempatan kamu buat begadang" rangga mengalihkan pembicaraan.
"Blum ngantuk, baru jam 10" jawab alya.
"Dek tidur, kita masih 1 jam lebih untuk sampai di rumah" jelas rangga.
Kini rangga menekan tombol untuk menurunkan sandaran kursi alya. Alya pun tak bisa menolak dia terpaksa mengikuti p.erintah abangnya itu.
*
*
Beberapa menit kemudian alya pun benar benar terlelap, rangga yang melihat adiknya terlelap kini ia menatap lekat adik nya dan mengelus kepala adiknya itu.
Dia mengambil selimut kecil di belakang kursinya dan kemudian menyelimuti adik perempuannya itu.
Setelah itu rangga kembali menatap wajah imut adiknya.
"Maafin abang ya, mungkin abang terlalu tegas menghadapi kamu, tapi itu untuk kebaikan kamu juga, dan abang sayang banget sama kamu" batin rangga sembari mengelus kepala adiknya itu.
Kini rangga kembali membenahi posisi duduk nya, dan kembali menyenderkan badannya.
Rangga kini teringat tentang sosmed milik tasya, ia kini kembali membuka ponselnya dan membuka aplikasi itu.
Rangga melihat lihat postingan milik tasya kembali.
"Cantik juga.." batin rangga yang melihat satu persatu postingan tasya dan ia pun mengeluarkan senyuman khasnya yaitu bibirnya tersenyum miring.
"Apasih ini komentarnya dari laki laki semua" rangga kini mulai kesal tanpa sebab.
"Trus di balas lagi sama dia, centil banget si jadi cewek" gunam rangga kesal.
Kini mood rangga semakin buruk, ia memutuskan untuk menutup ponslenya karena kesal.
*
*
1 jam kemudian mereka sudah sampai di rumah pribadi milik rangga.
"Sudah sampai bos, gumam dani dari kursi bagian depan dan menekan tombol agar suaranya terhubung ke kursi bagian belakang rangga.
"Kini ranggapun bersiap untuk keluar, dan ia berniat untuk membangunkan adiknya.
Setelah ia perhatikan ia tak tega mebangunkan tidur nyenyak adinya itu.
__ADS_1
Kini pintu mobilpun di buka oleh dani. Dani yang melihat alya masih tertidurpun kini ia ingin membangunkan alya, namun dengan cepat rangga mencegah dani.
"Jangan, biar saya yang menggendong alya masuk ke kamar" Tutur rangga.
"baik bos"
Kini rangga keluar dari mobil dan kemudian menggendong adiknya itu untuk masuk ke dalam kamar.
"Ikut saya, bukakan pintu kamar alya" tutur rangga pada salahsatu pembantu yang menyambut kepulangan nya tadi.
"Dani kamu ambil berkas di ruangan saya, dan bawa pulang, besok kita ketemu lagi" sambung rangga lalu di anggukkan oleh dani.
*
Kini rangga sudah sampai di atas dan pintu kamar alya di buka oleh art itu.
Rangga kini meletakkan alya di atas ranjang milik alya.
Rangga menyelimuti alya, dan kemudian kembali menatap wajah adik nya, dan mencium kepala alya.
Art yang menyaksikan kejadian itupun tersenyum
Karena bahagia, lagi lagi art itu melihat sisi lembut dari tuan nya itu.
"Matikan lampunya dan nanti tutup pintunya" perintah rangga pada art itu, dan keluar dari kamar alya dan memasuki kamar miliknya.
"Baik tuan" balas art itu dengan sopan, dan iapun melaksanakan perintah yang di beri rangga tadi.
*
*
Rangga kini sudah berada di kamarnya, ia mengganti baju di ruang ganti lalu kembali ke ranjang untuk tidur.
Rangga menekan tombol untuk mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidurnya.
Lalu rangga berbaring dan memejamkan matanya. Walaupun seperti itu sebenarnya rangga lagi lagi memikirkan tentang tasya.
"Tasya, cewe kasar gak pernah lembut astagaa bukan tipe gua banget" batin tangga
"Cantik si, tapi..."
"Tapi apa ya..." bingung rangga dalam batin nya.
"Udalah mending tidur aja" kini rangga menepis fikirannya tentang tasya. Kini ia memutuskan untuk tidur.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏