
Rangga pergi meninggalkan tasya sendiri di perpustakaan lama kampus itu dengan senyuman khasnya yang membuat para kaum hawa yang nelihatnya akan merasa melayang di awan.
//Di dalam ruangan//
"Kemana Aja lo ngga" tanya rio pada rangga yang terlihat bahagia.
"Dih bahagia amat kliatan nya" tutur dani lagi menggoda rangga. Lalu rangga duduk dan menatap kedua sahabat nya itu.
"Ya iya lah gua seneng, gua habis ngerjain mahasiswi songong itu" tutur rangga menjelaskan alasan iya bahagia.
"Mahasiswi siapa maksud lo?" Tanya rio yang sedang mengingat ingat siapa mahasiswi yang diketjai oleh rangga.
"Yang itu loh masa lo lupa sama ketua pelaksana abal abalan itu" tutur rangga sembari melipat tangan di depan dada.
"Owwhh i see, kok bisa?" Tanya rio lagi pada rangga. Dan dani pun ikut menunggu jawaban dari rangga.
Dan rangga menceritakan awal mula kenapa ia bisa mengerjai tasya.
"Ohh **** men, serius lo dia ngaku-ngaku jadi pacar lo?" Rio yang tak menyangka atas penjelasan rangga tadi.
"Iya lah ngapain gua bohong". Tutur rangga dengan Wajah songongnya.
"Ntar jadian beneran lagi" tutur rendi yang merasa tak bersalah dengan omongan nya barusan.
"Eeh hati hati ya kalo ngomong" marah rangga pada rendi.
__ADS_1
"Alah lu gitu aja marah, padahal dalam hati lu senengkan bisa deket ama tu cewek, masa lo gak ada tertariknya sama sekali dengan tu cewek" tutur rendi pada tangga dan menepuk pundak rangga, dan denagn cepat rangga pun menepis tangan rendi.
"Cehh, palingan kalo dia tau tentang gua dia pasti bakal ngejar-ngejar gua kayak wanita murahan di luar sana" tutur rangga kesal mengingat wajah wajah wanita murahan yang sering meghampirinya dan yang sering menggoda nya.
"Palingan tu cewek juga matre, ihh amit amit dah gua sama dia, tiap menit tiap jam mita uang trus uang uang uang uang" kesal rangga karena menyamai tasya dengan wanita murahan di luar sana.
"Ehh lu jangan gitu, dosa tau gak lu nyamain semua cewek itu matre udah lah lupain kali masa lalu lu, biar lu gak nyamain semua wanita itu matre kayak mantan lu yang 3 tahun lalu hahahah" sindir rio pada rangga, rendi dan rio pun tertawa bersama dan memukul mukuk satu sama lain (tau lah ya, kaya cewek kalo lagi ketawa mukul mukul hehehe).
"Udah lupa kali gua sama dia, ya gua cuma jaga jaga aja, sapa tau ntar klo gua gak jaga jaga kayak gitu trus gua dapet cewe matre dan pas gua udah tua gua di buang gitu aja dih amit amit" jelas rangga pada sahabat nya itu yang masih tertawa.
"Hadehh iya deh iyaa, bos selalu benar hahah" kembali rio dan rendi tertawa melihat raut wajah rangga semakin kesal karena ulah mereka berdua.
//di perpustakaan lama//
"Gilak tu dosen gak ngotak banget jadi manusia, tu manusia apa setan? Kok muka nya lebih seram dari pada setan yak?" Tasya mengomel sendiri di dalam perpustakan itu sembari menyusun buku sesuai warna yang di perintahkan dosen itu.
Ternyata pekerjaan nya cepat selesai dari bayangan nya tadi, ia membayangkan bahwa membersihkan perpustakaan ini bisa sampai sore. Dan alhasil ia menyelesaikan tugas nya dan sudah menyusun buku buku sesuai warna yang di perintahkan tadi.
Jam menunjuk kan jam 10, tasya memutuskan untuk masuk ke kelas dan mengikuti kelas nya, ia tak berniat untuk memberi laporan pada dosen yang memberinya pekerjaan tadi.
"Akhh, syukur masih ada 2 jam lagi gua ngasih laporan, mending gua masuk dulu" lalu tasya ingin melangkah keluar dan tiba tiba ia mengingat sesuatu.
"Mending gua foto aja ni perpustakaan, biar ntar gak di bilang nipu sama tu dosen kalo gua udah bersihin perpustakaan ini" .tasya mengeluarkan ponselnya dan memoto rak rak buku dan lantai yang sudah bersih.
Tasya kini sudah sampai di depan pintu kelas nya dan mengintip sedikit. Ternyata dosen nya telah masuk dan tasya pun panik ia pun memberanikan diri nya untuk memasuki kelas, walaupun ia tau pasti dosen nya akan mengomel, apa lagi dosen nya seorang wanita.
__ADS_1
Tok tok. Tasya mengetuk pintu, dan kemudian membuka pintu dan secara bersamaan semua yang ada di sana menoleh melihat tasya.
"Ehmm permisi bu, maaf saya telat" tutur tasya hari hati pada doawn nya karena ia takut di omeli oleh dosen kiler nya itu.
" dari mana kamu, orang telat beberapa menit ini kamu telat udah 1 jam lebih" tutur dosen itu sembari mendekati tasya dan menatap nya tajam.
"Baru kmarin kamu di puji oleh dosen dosen lain, eh sekarang udah bikin ulah" kata dosen itu yang kini membuat tasya gemetaran.
"Maaf bu, lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi" tutur tasya pada bu dosen dan ia tak betniat untuk menjelaskan alasan ia telat itu.
"Yaudah sana duduk, dan saya minta kamu menjelaskan apa yang telah saya jelaskan dari tadi" tutur dosen itu memerintahbkan tasya, dan tasya pun cuma mengangguk paham.
Kini kelas nya sudah selesai, dan ini adalah saat jam makan siang, tasya meliuk kan badan nya dan menguap tanda ia sudah lelah dan mengantuk.
Menyenderkan kepalanya di kursi dan mejam kan mata nya sejenak, dan seketika ia tersadar dan melihat jam di tangan nya.
"Ohh god... udah jam 12.15, gua lupa ngasih laporan sama tu dosen" gerutu tasya yang sedang menyesali kelalaian nya itu.
"Napa lu sya?" Tanya silvi teman kampus nya tasya dan ia melihat tasya yang tergesa gesa memasuk kan laptop dan alat tulis nya ke dalam tas.
"Gua lupa sesuatu, gua ada urusan sama dosen, dan gua udah telat 15 menit" tutur tasya sambil berdiri dan berlari sangat kencang ke luar ruangan kelas nya itu.
Tasya berlari kencang ke lobby untuk menayakan keberadaan dosen nya itu. " permisi bu, pak rangga ada di mana ya, saya ada urusan soal nya" tanya tasya panik dan ngos ngosan.
Setelah tasya mendapat kan informasi tentang keberadaan asisten dosen itu kini ia kembali berlari kencang untuk menemui rangga.
__ADS_1
Jangan lupa di vote kakak semuaa🥰🥰🥰 like komen kritik dan saran nya juga boleh✨