
Di ruangan avnil
Rangga sudah keluar dari wc dan ia tidak menemukan avnil.
"Kemana pak avnil?" Tanya rangga pada dani.
"Diluar bos, sepertinya non tasya sudah ada di sini"
"Ohh yasudah kita keluar saja"
"Baik bos, silahkan" kini rangga dan dani keluar dari ruangan itu untuk menemui tasya dan keluarganya.
Dari kejauhan rangga melihat tasya begitu bahagia, dia tertawa seperti tidak ada beban di fikirannya.
"Perfect.." batin rangga. lama rangga termenung dan melihat ke arah tasya, dan lamunannya di hentikan oleh dani yang memanggilnya.
"Ada apa bos? Apa kita tidak akan ke sana?" Tanya dani dan membuat rangga menoleh ke belakang.
"Aa? Emm iya ayoo.." kini rangga melanjutkan langkahnya untuk menuju ke tempat orang orang berkumpul.
*
"Ehh itu rangga pa.." mama riana menunjuk ke arah rangga.
"Oh iya.."
"Apa kabar om?" Tanya rangga sembari menjabat tangan papa bryan.
"Ohh baik baik.. kamu apa kabar?"
"Baik om"
"Tante.." ranggapun menyalami mama riana dan di lanjutkan dengan cupika cupiki.
"Aduh maaf ya nak kita gak nyambut kamu ketika datang ke sini" tutur mama riana merasa tak enak.
"Iya ga apaapa tan.."
"Mendarat jam berapa tadi?" Tanya mama riana.
"Emm sekitar jam 9"
"Owhh berarti kamu langsung ke sini ya?"
"Tadi ke hotel dulu untuk bersih bersih"
"Ohh yaudah tante panggilin tasya sulu ya, liat tuh lagi sibuk foto foto" tutur mama riana menunjuk ke arah anaknya itu.
"Gausah tan, nanti aja" tolak rangga.
"Udah gapapa, tante panggilin dulu ya" kini mama rina menuju ke arah anaknya.
"Dekk.. itu rangga udah dateng, kita ke sana yuk" ajak mama riana yang menghentikan aktifitas anak nya yang sedang berfoto.
"Haa? Enggak aah maa, mama aja yang nemuin dia" tasya menolak, sebenarnya tasya sedari tadi sudah tau jika rangga sudah menghampiri orang tuanya, namun ia berpura pura untuk tidak melihatnya.
__ADS_1
"Sayang kamu gak boleh gitu, rangga udah bela belain datang ke sini untuk menghadiri acara kamu, padahal dia sedang dinas loh di luar negeri, tapi dia rela datang ke sini" jelas mama riana pada anak nya, ia mengharap anak nya menghargai waktu rangga yang sudah menghampirinya ke sini.
"Hufftt.. yaudah iya iya.." dengan raut wajah kesal tasya menghampiri ke tempat di mana rangga berdiri.
*
Kini mereka saling berhadapan dan menatap satu sama lain, lama mereka saling menatap, lalu papa bryan memanggil anaknya itu.
"Dek.. kamu kenapa?" Tutur papa bryan dan memegang bahu anak nya.
"Emm? Gapapa pa" jawab tasya dengan lembut.
"Hai.. selamat.." rangga tersenyum palsu pada tasya dan mengulurkan tangan nya.
"Makasih.." jawab tasya sengan tersenyum palsu juga tentunya dan membalas jabatan tangan itu.
"Yaudah kalian kita tinggal dulu ya? Gapapa kan ngga?" Tanya bryan pada rangga.
"Ohh iya gapapa om" jawab rangga dan kembali menatap tasya yang wajah nya semakin terlihat kesal, namun rangga seperti nya sangat suka melihat raut wajah itu.
"Mama tinggal dulu sayang.. semoga lancar" bisik mama riana pada anak nya itu, dan membuat tasya menatap kesal mamanya.
"Iihh apasih ma" jawab tasya yang juga berbisik bisik.
*
Kini tinggal mereka berdua di sana yang kebetulan jauh dari kerumunan banyak orang di sana.
"Kenapa pak?" Tanya tasya yang tidak menatap pada rangga.
"Iya saya tau" jawab tasya singkat.
"Cuma itu saja yang ingin kamu sampaikan? Saya rasa kamu perlu berterimakasih pada saya, karena kamu salah satu orang yang beruntung"
"Ha? Beruntung? Beruntung dari mana?" Tanya tasya kesal dan bingung apa yang di makaud oleh rangga.
"Karena ada banyak orang yang menginginkan saya untuk menghadiri acara wisuda anak nya" rangga pun mendekat dan berbisik pada tasya.
Tasya yang mendengar dan melihat mereka sangat dekat, iapun langsung mendorong tubuh rangga untuk menjauhinya.
"Isssh.. apa sih. Maaf ya pak, mungkin semua orang merasa beruntung jika bapak mendatangi mereka, tapi itu tidak berlaku sama saya ..." jawab tasya menatap rangga dengan tatapan tajam.
"Betul yang orangtua kamu katakan, tidak ada laki laki yang mendekati anaknya, ya wajar saja kelakuan nya saja seperti ini" rangga tersenyum menyeringai menatap tasya.
" bapak gak nyadar ya kalau bapak juga kayak gitu? Buktinya aja bapak sampai skarang aja ga nikah nikah, udah tua jugaa.." perkataan tasya benar benar membuat rangga marah, karena ia tidak suka jika dibilang tua.
Rangga reflek mencengkram tangan tasya yang akhirnya membuat ia merasa kesakitan.
"Awwh... sakitt!! lepasin, bapakk gak malu apa ada banyak orang di sini" tasya menjerit kesakitan tetapi dengan nada pelan, sehingga hanya mereka berdua yang mendengarnya.
Tak lama kemudian papa bryan pun menghampiri mereka, dan dengan cepat rangga melepaskan tangan tassya dari genggaman tangan nya.
"Ehh papa.." tasya sangat malu jika nanti papa nya akan salah faham dengan yang ia lihat tadi.
"Udah ngobrolnya? kalo udah kita ke tempat restoran yang udah kita booking, nanti macet lagi" ajak papa bryan.
__ADS_1
"Ohh iya om sudah" rangga melirik sebentar ke arah tasya, ia masih merasa marah dengan perkataan tasya tadi, dan tiba tiba ia menyeringai licik tanda ia mempunyai ide.
"Ohh iya om, katanya tasya mau berangkat bareng saya saja" tasya sontak kaget mendengar penuturan rangga.
"Haa.. engaa..k" omongan tasya langsung di potong oleh rangga.
"Boleh kan om? Katanya dia gak berani minta izin sama om, makanya saya yang di suruh, iya kan?" Rangga kembali melihat pada tasya dan tersenyum manis.
"Boleh dong, gapapa.. yaudah ayok nanti macet loh" kini papa bryan langsung pergi untuk menuju mobil dan meninggalkan tasya sehingga dia tidak bisa memberi penjelasan kepada papa bryan.
Tasya kembali melihat rangga, dan menatap dengan tatapan geram.
"Pakk... Maksud bapak apa sih, saya gak mau barengan sama bapak" tasya kini langsung pergi menininghalkan rangga.
Ketika ia hendak melangkah rangga langsung menahan nya dengan memegang tangan tasya.
"Saya masih mau menyelesaikan perdebatan ini, kamu sudah terlanjur membuat saya emosi" rangga masih memegang tangan tasya dan membawa tasya bersama nya.
"Gak mauu ihh... lepasin gak" tasya tidak mampu melepaskan tangannya dari geganggaman rangga sehingga ia terpaksa mengikutinya.
*
Mama riana yang melihat tasya pergi bersama ranggapun bertanya pada suaminya.
"Loh pa mereka mau ke mana?"
"Itu katanya tasya mau berangkat bareng rangga ke restoran"
"Papa serius? Bagus dong.." mama riana benar benar bahagia mendengar jika anak nya sudah mulai akrab dengan rangga.
"Iya, tadi rangga yang meminta izin untuk tasya ma"
*
"Loh ma, tasya mau ke mana? Katanya dia mau bareng kita" tanya putri yang tiba tiba muncul dari belakang bryan dan riana.
"Katanya dia mau bareng sama calon suami nya" tutur mama riana pada putri.
"Ha? Mama riana serius tasya mau bareng sama pak rangga?" Putri benar benar terkejut mendengar jika tasya ingin berangkat dengan rangga.
Karena ia tau pasti bahwa tasya benar benar membenci rangga.
"Emm iya bener, tu papa yang bilang"
"Ohh oke ma..hehe" putri masih dengan raut wajah yang membingungkan.
*
Kini mereka semua sudah masuk ke dalam mobil mereka masing masing untuk menuju restoran.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏
__ADS_1