Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
62. Nervous


__ADS_3

Keesokan harinya, semua sudah pulang ke kota JK kecuali ekey, avnil dan cinta. Nayfa dan putri pulang bersama mama papa tasya karena mereka masih sibuk mengurus toko bunga, dan mengharuskan mereka untuk kembali ke kota JK secepatnya.


*


*


"Dek, nanti jadikan datang ke acara rangga?" Tanya avnil yang sedang duduk bersebelahan dengan cinta.


"Ga tau, liat aja nanti" jawab tasya cuek sembari memainkan ponselnya.


"Kok gitu, kamu udah di undang loh, banyak loh yang mau dapet undangan dari acara yang rangga buat, ntar nyesel.." goda abangnya itu.


"Hah? Nyesel? Gak masuk akal banget adek nyesel cuma karna ga dateng ke acara dia"


"Lagian itu acara apa sih bang, sumpah deh adek ga ngerti. pesta? Pesta apa coba?" Tanya tasya pada avnil karena ia benar benar bingung itu acara pesta apa, dia tiba tiba hanya di undang saja.


"Rangga hanya mengundang teman teman rekan bisnis nya aja, karena dia sibuk banget dia gak punya waktu untuk meluangkan waktu untuk bertemu dengan rekan bisnis nya langsung, makanya dia mendadak bikin acara pesta ini, mumpung waktunya masih kosong" jelas avnil pada tasya.


"Loh kalo gitu bang avnil juga di undang dong, yaudah sana bang avnil aja yang dateng bareng kak cinta, adek nitip salam aja"


"Emang sih abang di undang, tapi kita ga mau dateng"


"Kok gitu? Ohh adek tau, Kak cinta pasti gak mau dateng ke acara konyol kayak gitu kan? Samaa.. aca juga kak.. gak penting banget gak si buat kita?" tutur tasya pada cinta dengan raut wajah yang sangat serius.


"Hahah.. enggak lah ca, enggak gitu, malam nanti kita mau makan berdua, karna besok kan kami harus balik ke kota JK, dan abang kamu pasti sibuk lagi" tutur cinta sembari melirik ke arah avnil.


"Hufftt iya deh yang lagi bucin.." sindir tasya dan menyenderkan tubuhnya di sofa sembari memainkn ponselnya.


"Emang kamu kenapa ga mau dateng?" Tanya cinta kembali.


"Dia nervous sayang, karna udah lama gak jalan sama cowok haha.." jawab avnil mengejek adik nya.


"Sayang ga boleh gitu ihh.." cinta pun mencubit lengan avnil karena dia melihat raut wajah tasya semakin kesal.


"Gak ah biasa aja tuh, lagian nanti pas adek nyampe di sana, trus ngapain coba? Bahas tentang dunia bisinis? Bahas tentang kekayaan? Bahas tentang investasi? Aakhhh... gak banget" omel tasya.


"Kamu gak perlu mikirin itu, kamu tinggal datang ke sana aja, orang orang yang akan menanyakan tentang kamu dan orang orang yang akan memulai obrolan sama kamu, kamu gak perlu repot repot nanyain orang" jelas avnil kembali.


"Hah? Kok bisa gitu? Emang kenapa?" Tanya tasya dengan raut wajah bingung.


"Ya iya lah kamu kan tamu spesial nya rangga, dia pribadi loh yang langsung ngundang kamu"


"Biasa aja kali, pake spesial spesial sgala.."


"Yaudah nanti kamu datang ke sana, gak boleh nolak, dia aja dateng ke acara wisuda kamu"


"Iihhh iya iya.. lagian adek tau kok sekarang bang avnil juga ikut dukung mama papa kan untuk ngejodohin aca sama pak rangga, semua orang sama aja, cuma ca sendiri yang gak mendukung perjodohan ini" omel tasya pada avnil lalu ia pun berdiri dan memasuki kamarnya.


"Tuh kan sayang dia ngambek, kenapa di bikin bete si adek nya.." omel cinta pada avnil.


"Dia nya aja sayang yang jadi cewe sensitif banget"


"Ohh jadi kamu bilang aku sensitif pake banget juga?"


"Loh enggak sayang.. kan kita lagi bahas tasya, kenapa jadi kamu yang marah sama aku?"


"Ya kan aku cewek juga, kan tadi kamu bilang jadi cewe sensitif banget"


"Ya tapi aku bilang tasya sayang bukan kamu.."


"Emm iya iya deh, aku mau masuk kamar dulu" cinta pun berdiri dan meninggalkan avnil sendiri di ruangan megah itu.


Avnil pun panik dan bingung melihat tingkah pacarnya tiba tiba menjadi sensitif seperti adiknya itu.

__ADS_1


"Nah tuhkan bener kata gua, cewe itu sangat sangat sensitif.. akhh dah lah mending ke kamar aja istirahat" dengan perasaan yang kesal avnil pun memasuki kamarnya.


*


*


Kini jam sudah menunjukan jam 7 malam, tasya sedang bersiap siap yang di bantu oleh ekey dan dari atas ranjang milik tasya cinta melihat tasya yang sedang di dandani oleh ekey.


"Kak cinta beneran gak mau nemenin aca?" Tanya tasya cemberut.


"Ya mau gimana lagi dek, abang kamu ngajakin kakak makan malam berdua, maaf ya.."jawab cinta dengan perasaan yang tak enak pada tasya.


"Emm yaudah deh kak gpp, aca ngerti kok"


*


*


Tasya pun kini sudah siap, dia hanya tinggal menunggu jemputan yang di perintahkan oleh rangga untuk menjemputnya.


Tasya yang sedang menunggu mobil jemputan, ia pun hanya bisa mondar mandir sembari memainkan jari jari nya dan raut wajahnya pun seperti orang panik.


"Ca bisa diem gak? Dari tadi mondar mandir mondar mandir gak jelas kayak gitu, kenapa sih?" Tanya ekey yang dari tadi memperhatikan tasya tampak tidak tenang.


"Lama banget sih ni mobil nya.. ntar gua bad mood lagi" tasya melihat jam di dinding kamarnya.


"Kak cinta udah cantik blum aca?" Tanya tasya tiba tiba pada cinta.


"Udah dekk udah cantik kok, emang kenapa sih kamu kayak kurang PD gitu"


"Emm enggak tau kak"


"Kamu nervous?" Tanya ekey dan cinta kompak.


"Ha? Ya-ya engga lah masa aku nervous cuma datang ke pesta doang" tutur tasya meyakinkan orang itu.


"Tapi kok muka lo pucet, trus panik gitu, dan kayak nya jari lo dingin deh ca, coba sini gua pegang" ekey pun memegang tangan tasya, dan benar saja jari tasya benar benar dingin dan telapak tangannya tampak pucat.


"Tuh kan iya... jangan jangan lo udah mulai suka ya sama pak rangga?" Tanya ekey dan menghoda tasya kembali.


"Apa sih keyy enggak ah biasa aja, gua kayak gini karna gua udah lama enggakk..."


"Aakhh pokok nya gitu deh jangn banyak tanya.."


"Emm yaudah kamu tenang aja ya, udah cantik kok, pasti rangga pangling sama kamu" tutur cinta sembari berdiri.


"Apa sih kak cinta.."


"Hahah.. yaudah kakak ke kamar dulu ya, mau siap siap untuk jalan sama abang kamu.. daahh.." cinta pun pergi sembari melambaikan tangannya.


Dan tasya pun membalas lambaian tangan cinta.


"Dahh.. selamat membucin..." teriak tasya.


*


*


Beberapa menit kemudian petugas hotel pun membunyikan bel ruangan khusus itu.


Tingtong...tingtong....


Ekey pun langsung membuka nya.

__ADS_1


"Iya ada apa?" Tanya ekey ramah.


"Maaf, di lobby sudah ada yang menunggu non tasya" tutur petugas itu.


"Ohh okey kami akan kebawah"


Kini ekey kembali menutup pintu dan memanggil tasya.


"Ca.. udah dateng tuh, yuk.." tutur ekey.


"Hah? Serius? Sumpah? Ehh gua udah cantik blum si key? Dandanan gua gak menor kan? Gak norak kan?"


Pertanyaan tasya benar benar membuat avnil tertawa, karena avnil sudah ada di pintu kamar tasya dan memperhatikan tingkah adiknya itu.


"Hahah... udahh kok... kamu gak dandan aja rangga udah suka sama kamu ya gak sayang?" Tutur rangga pada cinta yang baru saja datang.


"Ihhh apasihh... yaudah ayok kebawah bareng.." tasyapun menggandeng tangan abangnya dan menarik paksa avnil untuk mengantarnya ke lobby.


*


*


Kini mereka semua sudah berada di lobby hotel.


"Di mana dani?" Tanya avnil pada bodyguard rangga.


"Maaf tuan, pak dani sedang menemani bos kami untuk menyambut tamu nya"


"Trus cuma kalian yang menjemput adik saya?" Tanya avnil dengan dingin dan berwibawa.


"Iya tuan" 5 bodyguard itupun menunduk saat didepan avnil.


"Apakah kalian dapat di percaya?"


"Siap bisa tuan, nona tasya akan selamat sampai tujuan"


"Baik lah kalau begitu, saya izinkan, tapi kalau sampai terjadi sesuatu pada adik saya, panggil bos kalian menemui saya, saya tidak takut" tutur avnil dengan sangat tegas.


"Baik tuan, kami permisi dulu"


"Mari nona.." kini para bodyguard mempersilahkan tasya untuk jalan di depan mereka terlebih dahulu.


"Dahh bang, kak.."


"Dadah.. juga ekey."


Tasyapun melambaikan tangan nya pada mereka di sana.


"Hati hati yee.." tutur ekey sedikit berteriak.


*


*


Kini tasya sudah berada di dalam mobil, dan mobilpun melaju menuju ke hotel milik rangga di mana acara pesta itu di buat.


Disana tasya tampak gerogi, ia melihat para bodyguard yang badan nya besar dan otot mereka sangat terlihat. Hal itu membuat tasya kembali trauma dengan penculikan yang pernah terjadi padanya beberapa bulan yang lalu, di mana orang yang menculik tasya adalah orang yang bertubuh besar dan berotot, wajahnya pun tampah menyeramkan.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2