Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
61. Undangan untuk acara pesta


__ADS_3

Di sana mereka sudah menempati tempat duduk mereka, karena di sana ada beberapa meja yang terpisah sehingga mereka semua tidak bisa duduk bersama.


Nayfa,putri,ekey dan para mua mereka duduk bersama. Sedangkan avnil,cinta,rangga pun duduk dengan mama riana dan papa bryan.


"Eeh... dek mau kemana?" Tanya mama riana karena melihat tasya menjauh dari meja tempat mereka tempati.


"Mau duduk lah ma"


"Iya mama tau kamu mau duduk, tapi mau duduk di mana?"


"Sama mereka" tasya menunjuk ke arah dimana para teman teman nya duduk.


"Ehh.. siapa suruh duduk di sana, sini.." mama riana memerintahkan anak nya untuk duduk bersamanya.


"Ckk.. iya iya.." dengan langkah yang sangat malas ia pun terpaksa untuk duduk di sana.


"Awas bang avnil.. biar ca aja yang duduk di sebelah kak cinta" tutur tasya sembari mendorong abangnya.


"Apasih, udah lah duduk di sebelah rangga aja ribet banget, lagian kita mau duduk berdua kan yang?" Avnil mengedipkan sebelah matanya tanda memberi kode pada cinta agar ia meng iyakan kata avnil sebelum nya.


Dan cinta yang paham dengan maksud avnil ia pun hanya mengangguk dan tersenyum ramah.


"Udah ca duduk aja.. ayok ayok.. gak enak tau kita kedatangan tamu terhormat tapi malah gak di layani dengan baik" tutur mama rania pada tasya


"Mmm iya iya..." dengan terpaksa tasya pun duduk di sebelah rangga.


Rangga sedikit melirik ke arah tasya dan tersenyum miring penuh arti.


Tasya yang melihat itu hanya mengupat di dalam hati nya.


"Ya ampunnn kenapa sih hari spesial gua berubah jadi hari sial buat gua" batin tasya dan sedikit menatap rangga dengan sinis.


*


*


Kini merekapun semua nya makan dengan tenang kecuali tasya dan rangga.


Sesekali mereka saling melirik dengan sinis, dan di bawah meja kaki mereka saling mengijak satu sama lain tanpa orang orang disana melihat nya.


"Astaga kaki dia panjang banget si sampai kena rok gua" batin tasya, dan tasya pun membalas dengan menendang sedikit kaki rangga.


Rangga yang merasakan tendangan itupun melihat ke bawah, lalu melihat ke arah tasya. Lalu rangga membalas kembali dan sedikit menginjak rok milik tasya yang terjatuh di lantai.


"Pakk.." bisik tasya dengan pelan dengan gaya merepatkan gigi nya sehingga orang di sana tidak tau jika tasya sedang berbicara pada rangga.


"Apa??" Tanya rangga yang suara nya tidak terdengar namun dari gerak mulutnya tasyapun tau apa yang dikatakan rangga.


"Kalian berdua kenapa liat kebawah meja trus, ada yang jatuh?" Tanya papa bryan yang melihat mereka berdua kasak kusuk dan sesekali melihat ke bawah meja.


Mereka berdua yang mendengar papa bryan bertanya, sontak mereka mengalihkan pandangan mereka karena kaget dan takut papa bryan akan salah faham pada mereka berdua.


"Aa? Emm enggak kok pa.. rok adek agak panjang makanya agak risih.. hehe" jawab tasya dengan terbata bata.


*

__ADS_1


*


Skip..


Kini mereka semua sudah makan siang dan di lanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah foto bersama, kini mereka bersiap untuk pulang dan beristirahat.


"Rangga tasya, kalian gak mau foto berdua lagi?tadi kalian cuma foto 1 kali loh" Tanya mama riana.


"Mm gak usah tante..." tolak rangga dengan senyum manisnya.


"Tasya ajak dong pak rangga foto" teriak ekey dari ujung sana dan membuat semua orang tertawa..


"Hahah.. iya tuh caa ajak dong foto berdua lagi.." sambung putri dan nayfa.


"Foto..foto...foto.." semua orang disana heboh untuk menyuruh mereka untuk berfoto kembali


"Okee stopp!!" Rangga sedikit berteriak, ia sangat malu dan salah tingkah, wajahnyapun mulai akan memerah, begitupun dengan tasya, ia sangat malu dengan keadaan ini. "Oke satu kali lagi" sambung rangga, karena dia tak mau lagi mendengar sorakan dari org org di ruangan ini.


"Eekheem.. uhukk uhuk..." avnil yang mendengar persetujuan dari rangga pun pura pura batuk tanda menggoda adik perenpuan nya.


Kini tasya dan rangga pun kembali ke depan kamera dan ingin berfoto.


Mereka berdua benar benar kaku saat berfoto, apalagi dengan tasya, biasanya tasya benar benar bisa berpose saat berfoto, tetapi tidak dengan sekarang, bahkan dengan senyumpun ia tampak kaku.


"Kalian mau bikin pas foto? Kok mukanya tegang kaya gitu sih" ejek mama riana.


"Iya tuh... gandeng ke tangan cowok nya.." tutur ekey.


Kini wajah tasya benar benar memerah karena malu dan salah tingkah.


"Hmm tasya coba gandeng tangan pak rangga, dan kepalanya menyender di bahu pak rangga.. coba ya?" Kini kameramen siap untuk memfoto mereka berdua.


"Haa? Harus banget kayak gitu?" Tanya tasya dengan wajah yang serius.


"Iya haruss.. ayo cepetan kita mau pulang" saut mama riana dari belakang kamera.


"Ckk..." tasya melirik ke arah rangga, ia juga melihat wajah rangga kini juga sangat tegang dan serius.


"Lakukan saja supaya cepat selesai" tutur rangga dengan suara pelan dan menekankan setiap kata yang ia ucapkan.


Tasya memejamkan kedua matanya dan menarik nafasnya dalam lalu mebuangnya dengan kasar.


Kini tasya mulai melingkarkan tangannya di bagian lengan rangga. Rangga yang merasakan tangan tasya sudah memegang tangannya perasaannya pun kini benar benar tidak menentu.


"Nah gitu dong.." kompak orang di sana bertetiak menggoda tasya dan rangga.


Cekreekk cekreek...


Setelah tasya menyender di bahu rangga, dengan cepat ia mengakat kepalanya kembali, dan kemudian mata mereka saling bertemu, dan bertatapan.


"Perasaan apa ini? Kenapa rasanya sakit sekali di bagian dada ku" batin rangga.


"Benar benar cantik" sambung rangga.


*

__ADS_1


"Kenapa aku tiba tiba deg degan gini? Gak mungkin sihh gua punya perasaan sama pak rangga.." batin tasya.


"Gak mungkin gak mungkin.. ini pasti cuma karna gua nervous aja" batin tasya yang berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


Orang orang disana yang melihat tasya dan rangga saling bertatapan kini mereka semua pun tersenyum.


"Ekhemm.. ekheem.." goda mama riana.


Tasya dan rangga pun tersadar dari tatapan mereka dan tasya reflek melepaskan tangannya dari tangan rangga. Kini mereka mengambil jarak satu sama lain agak betjauhan.


"Katanya tadi gak mau, tapi kok kayaknya nagih" goda kembali mama riana.


"Maa.." kesal tasya pada mamanya.


"Hahah.. iya iya maaf yaudah yok.. kita pulang istirahat lagi.."


kini mereka semua pun keluar dari ruangan privat itu dengan masih mengingat kejadian tasya dan rangga tadi.


Salah satu dari mereka masih ada yang berani tertawa, namun tasya dan rangga tak mau menghiraukan nya.


"Rangga kamu mau kemana lagi? Kamu ikut kita kan ke hotel?" Tanya mama riana.


"Emm lain kali aja tante" tolak rangga.


"dani, tolong ambilkan paperbag yang tertinggal di dalam mobil tadi, berikan padanya" perintah rangga pada dani.


"Baik bos" kini dani pun menuju mobil dan mengambil tas yang diberikan oleh mami rani untuk tasya.


Dan kini dani sudah kembali membawa paperbag itu dan langsung diberikan pada tasya.


"Ini non.." tutur dani sengan sopan


Tasyapun mengambil tas itu dan tersenyum manis pada dani, lalu tasya kembali melihat ke arah rangga yang ada di depan nya.


"Emm skali lagi makasih ya pak.." tutur tasya dan tersenyum canggung.


"Hmm.., besok malam kebetulan saya membuat acara pesta di hotel milik saya dan kamu datang lah, akan saya perintahkan anak buah saya untuk menjemput kamu"


"Haa? Saya?" Tanya tasya bingung dan menatap ke arah mama dan papa nya, lalu mama riana pun mengangguk tanda memberi persetujuan.


"Udah kamu datang aja, iya kan pa?" Tutur mama riana menyetujuinya.


"Iya sayang, rangga udah ngundang kamu loh, kamu hargain ya?" Sambung papa bryan.


"Ngga, besok pagi kita berdua akan pulang ke kota JK, jadi om nitip tasya ya sama kamu.. dan avnil sepertinya juga besok dia akan pulang"


Rangga hanya mengangguk dan kemudian menatap ke arah tasya. Tasya yang melihat tatapan itupun ia merasa aneh dan kemudian ia langsung membuang muka agar ia tak ketahuan salah tingkah.


*


Kini mereka semua pun pulang dan kembali ke hotel tempat mereka tinggal masing masing.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.

__ADS_1


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2