
Avnil kini langsung menelfon mama nya untuk memeberi tahu bahwa mereka akan sampai dirumah 10 mnt lagi.
//tlfon//
"Assalamualaikum ma" tutur avnil mengucapkan salam.
"Waalaikum salam nil, gimana kalian udah sampai di negara ini atau pesawat kalian baru mendarat?" Tanya mama riana antusia dan juga orang orang di sana yang sedang menyimak percakapan mama riana dan avnil.
"Iya ma kami udah mendarat, 10 mnt lagi kami sampai di mansion, adek di bawa pake ambulans ma" tutir avnil menjelaskan.
"Apa?kok kamu gak langsung tlfon mama si tadi kan kita semua bisa siap siap, dan kenapa adek di bawa pake ambulans segala?" Tanya mama riana agak sedikit takut mendengar kata mobil ambulans.
"Ma.mama tenang ya, adek udah agak baikan kok, adek pake ambulans karena alat medis lengkap di dalam sini, lagian kalo di mobil pribadi gak nyaman adek tidurnya, jadi mama gak usah khawatir atau mikir yang engga engga ya ma" tutur avnil.
"Syukur lah, hati hati ya nak, adek kamu udah tidur?" Tanya lagi mama nya itu.
"Udah ma, tadi si udah bangun tapi tidur lagi" tutur avnil.
"Kamu juga naik ke mobil ambulans?" Lagi lagi mama nya melontarkan pertanyaan.
" gak ma, adek di temenin sama ekey nayfa dan putri"
"Ohh syukurlah, kami siap siap ke bawah dulu ya mau nyambut kalian" tutur mama riana dan mematikan sambungan tlfon.
*
*
Kini ambulan sudah terparkir di depan pintu besar mansion utama itu dan mengeluarkan tasya di dalam sana yang di bantu oleh bodyguard.
Sedangkan papa bryan yang sedang duduk di kursi roda karena kondisinya masih sangat lemas tak kuat melihat anak nya terbaring lemas, ia tak memandang anak nya itu ketika orang membawanya kedalam mansion utama.
Mama riana meneteskan airmatanya dan di samping nya di tenangkan oleh mami rani. Jujur sebenarnya mami rani juga ingin menangis, namun ia masih bisa menahan nya.
Kini tasya sudah di baringkan di kamar tasya yang sudah seperti kamar rumah sakit.
Dan ketika tasya di pindahkan ternyata ia terbangun kembali dan tersadar ia sudah di rumahnya.
__ADS_1
Tasya melihat sekelilingnya ada banyak orang yang menatapnya dengan tatapan sedih.
"Ma.." tasya tersenyum di hadapan mama nya.
"Sayang" mama riana meneteskan air matanya dan menghampiri anak kesayangannya itu dan memegang tangan tasya.
"Mama kenapa nangis, udah aahh adek gapapa tau ni adek udah sehat..." sembari tasya menunjuukan bagian bekas operasi nya, namun ketika ia mengangkat tangan nya ia merasa perih di bagian punggungnya
"Awwhh" tasya sedikit berteriak yang membuat orang di ruangan itu panik mendengar itu.
"Dek jangan banyak gerak, lagian kamu jangan bilang gapapa trus sama mama hiks.. hikss.., kamu itu udah gak bisa lagi bilang gapapa sama mama, sedikit aja kamu terluka mama udah mengarasa panik tau gak, apalagi kayak gini sayang.. kamu jangan bikin orang disini panik mikirin kamu ya nak? Janji sama mama jangan bikin orang disini panik yaa.." tutur mama riana dan kini air matanya keluar semakin deras dan mami rani menghampiri mama riana dan mengusap punggung riana dengan lembut.
"Udah jeng kasian tasya" tutur rani menenangkan riana.
"Ma siapa?" Tanya tasya yang matanya kembali melirik pada mamanya itu.
"tante rani sayang, tante rani dan suaminya pak riko udah 2 hari nginap di sini karena ikut nungguin kamu pulang" jelas riana pada anak nya.
"Haa? Nungguin? Pak riko teman baik papa dulu?" Tanya tasya sedikit bingung dan berfikir.
"Iya sayang, mereka berdua adalah orangtua nya rangga" sentak tasya terkejut dan meneteskan air matanya karena takut mendengar nama yang di sebutkan mama nya.
"Ma kenapa adek nangis ma?" Tanya avnil panik dan duduk di kasur samping adek nya.
"Nil, kenapa tasya bilang keluarga tante jahat? Dan kenapa dia sangat ketakutan saat mendengar nama rangga?" Tanya mami rani yang juga kaget dengan tatapan tasya padanya.
"Apa yang udah rangga lakuin ke kamu sayang? Bilang sama tante, tante pasti akan beri pelajaran sama dia, tante gak agak maafin dia, tapi kamu jelasin dulu sama tante ya?" Tutur rani yang ingin memegang tangan tasya dan menenangkan tasya, namun saat ia ingin mendekat tasya langsung memegang tangan abang nya karena takut.
"Avnil adek kamu kenapa?" Tanya mama riana kebingungan melihat tingkah anak nya.
Namun pada saat itu rangga baru saja sampai di mansion utama keluarga bryan dan langsung memasuki kamar tasya.
Mata yang ada di dalam ruangan itu melihat pada rangga, sentak tasya langsung kaget dan berlindung di belakang avnil.
"Bang.. hiks hiks" tutur tasya kembali tangis nya pecah .
"Adek, adek tenang dulu, adek itu salah faham, bukan rangga yang nyulik adek, adek denger dulu ya penjelasan abang" avnil berbalik badan dan menenangkan tasya, memeluk adik nya yang ketakutan itu. Lama avnil memeluk adik nya dan kini tasya sudah mulai tenang.
__ADS_1
"Mau ya dengerin penjelasan abang?" Tanya avnil kembali setelah tasya tenang. Lalu di anggukkan oleh tasya dan avnil melepas pelukan itu.
Namun tasya tak berani menatap rangga dan juga mama rani, ia membuang muka.
"Ngga, lu duduk dulu di sana kita jelasin sama tasya" tutur avnil menyuruh rangga duduk di sofa dekat kasur.
"Mama sama tante tenang dulu ya, tasya seperti ini karena dia salah famah sama rangga" tutur avnil sedikit menjelaskan yang membuat mami rani kebingungan. "semuanya keluar dulu dari sini karena kita ingin bicara" perintah avnil pada perawat di dalam kamar ini, lalu di anggukan oleh perawat dan kemudian mereka keluar dan menutup pintu.
Rangga yang melihat tasya yang membuang muka ia merasa hatinya sangat sakit, tak tahu kenapa. Saat tasya di culik ia di hantui oleh rasa bersalah.
*
Kini mama riana dan mami rani juga ikut duduk di sofa yang sangat dekat degan kasur tempat tasya berbaring.
"Dek gak boleh gitu, liat ke sini dulu, gak sopan dek tante rani capek capek loh kesini demi nungguin kamu pulang, pliss yaa skali iniii aja, setelah abang jelasin ini smua abang gak bakalan maksa adek untuk percaya kok sama abang okey? Liat ke kita semua abang bakal jelasin semua nya" tutur avnil lembut pada adik nya lalu tasya dengan perlahan mengalihkan pandangan nya pada empat orang itu.
Lalu kedua mata rangga dan tasya pun tak sengaja bertemu, rangga sangat bahagia ketika tasya menatapnya walaupun tatapan nya itu adalah tatapan benci.
"Dek.. sebenarnya bukan rangga yang menyuruh anak buahnya untuk nyulik kamu dek, malahan ranggalah yang membantu abang untuk nyelamatin kamu waktu kamu di sekap di villa sana, rangga mengirimkan anak buahnya dan meminjamkan peswat pribadinya untuk kita, untuk nyelamatin kamu dek" jelas avnil pada tasya , namun tasya masih tak percaya.
"Dek kamu masih ingat sama kevin mantan kamu?" Tanya avnil kembali.
"Hmm, bukan mantan" tutur tasya cuek.
"Iya terserah dia siapanya kamu, tapi dia lah yang menculik kamu dek, dia menyuruh anak buah nya untuk menculik kamu waktu kamu pulang kerja, dan semua orang di rumah ini dan media di luar sana juga udah tau kalo kevin yang nyulik kamu" jelas avnil kembali.
"A-abang serius?" Tanya tasya tak percaya, kini ia menatap serius avnil.
"Iya dek, dan kamu tau kevin itu ternyata anak dari musuh keluarga kita dan keluarga rangga, atau lebih tepatnya musuh bisnis kita, yaitu alexander, dan adek juga taukan betapa kejam keluarga alexander itu" sambung avnil menjelaskan.
"Apa? Ke-kevin adalah anak dari alexander?" Tasya pun semakin bingung dengan apa yang terjadi.
"Iya dek, dia udah nipu kita semua, untung aja kamu udah gak dekat lagi sama dia" sambung avnil lagi.
"Jadii... bu-bukan pak rangga?" Tanya tasya lgi.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏