
"Ja-jadi bukan pak rangga?" Tanya tasya.
"Bukan dek, kamu udah salah faham" tutur avnil lagi.
"Tapi waktu itu mereka bilang, mereka adalah anak buah pak rangga dan mereka pengen nikahin adek sama pak rangga, makanya adek takut di paksa kaya gitu hiks hikss" kini air mata tasya kembali menetes karena mengingat kejadian itu.
"Mereka bohong dek, bukan rangga tapi kevin"
"Tega banget kevin nyulik adk.." tasya memejamkan matanya karena masih tak percaya kevin itu berasal dari keluarga iblis.
"Sekarang kamu gak perlu takut lagi ya sama rangga dan tante rani, mereka gak salah dek justru mereka yang nolongin kita". tutur avnil yang beranjak pergi dari kasur dan duduk di samping rangga dan menepuk bahu rangga.
"sekarang ayo minta maaf sama tante rani dan rangga" perintah avnil lembut pada adik nya.
Tasya kini juga merasa bersalah karena sudah mengusir tante rani tadi.
"Tante.." kini tasya ingin beranjak duduk namun susah untuk menggerakkan badan nya hingga terasa nyeri.
"Awwh.." namun dengat cepat mami rani berlari ke arah tasya namun ketika ia ingin menahan tasya rangga pun langsung berdiri dan memegang tangan tasya supaya dia tak bergerak.
"Hati-hati" ucap rangga yang menatap sayu mata tasya dan salah tingkah karena tasya juga menatapnya. "Hmm.." tutur tasya sedikit tersenyum". lalu rangga kembali duduk di sebelah avnil.
Kini tasya meminta maaf sebesar besarnya pada tante rani karena sikap nya yang tak sopan tadi.
"Gapap sayang, tante paham kok apa lagi dengan keadaan kamu kayak gini, yaudah kamu istirahat ya udah jam 10 lewat nih,kami juga mau istirahat" tutur mama riana mengusap kepala tasya dengan lembut. "Hmm.. boleh kan tante nginap di sini lagi?" Tanya tante rani tersenyum pada tasya, Lalu di jawab anggukan oleh tasya dan sembari tersenyum.
"Boleh dong jeng" sambung mama rania kembali.
" yaudah sayang mama keluar dulu ya, oh yaa papa katanya besok aja kesini liat kamu, ga tau deh kenapa" tutur mama riana pada anaknya.
"Hmm iya ma" kini mama riana dan mami rani sudah keluar begitu juga dengan avnil yang sedari tadi keluar dari kamar itu, namun tidak dengan rangga.
"Rangga, ini kamar cewek ya, ayok keluar" tutur maminya memecahkan lamunan rangga.
__ADS_1
"Iya ma sebentar ada hal yang harus aku jelasin sama dia" tutur rangga yang matanya mengatah pada tasya
"Besok aja, tasya mau istirahat. Ayo ngga.." ajak mami nya lagi.
"Nggak mi harus sekarang supaya masalah selesai" tutur rangga masih tetap dengan pendiriannya.
Tasya yang melihat rangga yang spertinya ingin berbicara serius pun menyetujuinya.
"Yaudah gapap tante" tutur tasya.
"Iya gapap jeng" sambung riana " siapa tau mau ungkapin perasaan" bisik mama riana pada mami rani yang masih di dengarkan oleh dua orang itu.
"Mama apaapaan si" kesal tasya.
//Pov. tasya dan rangga//
Mereka tinggal berdua di kamar itu denga pintu yang di tutup, beberapa menit mereka masih saling diam karena tak tau harus berbicara apa.
"Hmm, mau ngomong apa pak?" Tanya tasya canggung.
Lalu rangga mendekat dan duduk di kursi di samping kasur.
"Saya bukan mau minta maaf jangan geer" tutur rangga yang membuang pandangan nya di kaca kamar itu.
"Dih siapa juga yang geer, bapak kalau mu nindas saya lagi mending bapak keluar deh, jangan bikin saya terbebani lagi" tutur tasya mengusir rangga.
"Bisa sopan gak? Udah di kasih azab juga sama tuhan masih aja suka ngomong gak sopan" tutur rangga menatap tasya dengan rasa kesal.
"Bapak tu ya, bawa masalah sopan sopan mulu tau gak, orang sakit juga gak di baikin malah di ajak berantem, bapak mau apa si sebenarnya" tanya tasya kembali supaya cepat selesai dengan keadaan ini.
Lalu rangga menatap tasya dengan tatapan dingin dan mengejek.
"Besok besok kalo nyari cowok, cari yang gentlemen bukan yang suka nyulik cewek kayak gini, makanya nyari cowo jangan liat uang nya doang" tutur rangga yang arah pembicaraannya tak tau kemana, karena ia sangan canggung di hadapan tasya.
__ADS_1
"Dih apa sih pak, pak saya lagi sakit ya, bukannya di kasih perhatian malah -ngehina saya, udah lah pak sana keluar gak usah ganggu saya, saya mau istirahat" ngomel tasya di hadapan rangga.
"Waaw..kamu minta perhatian sama saya? Wahh udah makin keliatan aja ya sifat asli kamu murahan, saya anti banget sama cewek modelan kayak kamu, yang liat cowok dari uang doang" tutur rangga kembali.
"Pak maksud bapak apa si? Udah ya pak bapak udah makin kemana mana omongan nya, mending bapak keluar deh kalo gak ada lagi yang bapak pengen hina dari diri saya" tasya membuang muka karena jujur ia sangat tersinggu atas penuturan rangga.
"Dari tadi saya emang mau keluar kok, gak usah ngusir" tutur rangga yang kemudian keluar kamar dan menutup pintu kamar.
Tasya memang tak suka kalau orang menyebutnya sebagai wanita murahan. Lama tasya termenung kini ia sudah mulai terlelap.
*
*
Rangga sudah berada di kamar yang sudah di sediakan oleh pelayan mansion utama keluarga bryan.
"Ranggaa.. ranggaa... lo bodoh banget si, kenapa coba lu tadi ngajakin dia adu mulut, begok banget si lo akhh!!!" rangga menjambak rambutnya sendiri.
"Padahal bukan itu yang pengen lo omongin ke dia kan?, lo pengen ngejelasin kalo sebenarnya selama ini lo mengirim bodyguard untuk dia, dan juga ingin minta maaf, tapi kenapa lo malah ngajakin dia berantem adu mulut si??!!" Tutur rangga berbicara pada dirinya yang ada di dalam cermin.
"Lo sebenarnya kenapa si, gak pengen jauh jauh dari dia, kalo dia deket sama laki laki lain lo gak suka, dan sekarang dia sakit kenapa hati lo yang juga ikut sakit?" Tanya rangga pada dirinya yang ada di dalam cermin.
Kini rangga memutuskan untuk tidur begitupun dengan semua penghuni rumah ini.
*Rangga yang lagi kesal dengan dirinya sendiri.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏
__ADS_1