
Setelah mereka sampai di balkon, rangga langsung membuka ponselnya untuk memperlihatkan sesuatu kepada tasya.
Sebelum rangga melihat nya kepada tasya, rangga ingin memberi pertanyaan terlebih dahulu dan berharap tasya akan menjawab dengan jujur.
"Sebelum ke bandara kamu ngapain?" Tanya rangga spontan.
"Ya siap siap lah" jawab tasya singkat.
"Iya saya tau, beberapa menit sebelum kamu berangkat ke bandara kamu ngapain dan sama siap?" Tanya rangga kembali.
"Emang knapa? Apa urusan nya sama abang" ketus tasya yang menatap ke arah langit.
"Jawab saja, kamu tau saya tidak suka mengulang pertanyaan saya, jadi tolong jawab cepat atau.."
"Atau saya cium" dengan cepat tasya menyambungkan omongan rangga yang dia sudah tau pasti apa yang akan di katakan oleh rangga.
"Ya bagus kalau kamu sudah tau, jawab cepat" ketus rangga.
"Saya pamitan sama mas robi, trus ngomong juga sama bodyguard" jawab tasya yang ia merasa jawabannya sudah sangat benar.
"Hanya itu?" Tanya rangga.
"Emm.." jawab tasya singkat.
"Lalu ini apa?" Ranggapun langsung memperlihatkan foto yang di ambil oleh orang suruhan rangga saat di hotel tadi.
"Ya itu mas robi, emang nya kenapa? Ada yang salah?" Tanya tasya jutek.
"Iya salah!! Kenapa kamu mengizinkan orang lain menyentuh kamu seperti itu?!" Omel rangga karena ia merasa jengkel terhadap foto itu.
"Mas robi emang kayak gitu, dia lembut, perhatian, gak kasar, gak pernah marah dan juga gak pernah membentak saya, jadi wajarkan saya bersikap manja sama mas robi?" Jelas tasya yang membuat rangga semakin jengkel mendengar penuturan tasya.
__ADS_1
"Gak kayak itu.. bentak orang mulu kerejaan nya, sering marah, sering nyusahin orang" sindir tasya.
"Saya tau kalau kamu lagi nyindir saya"
"Ohh ada yang merasa tersindir" gumam tasya.
"Sudah saya tidak perduli, sekarang saya mau memperingatkan kamu, kamu jangan lagi dekat dekat dengan orang itu" perintah rangga.
"Emangnya kenapa? Bang rangga gak ada hak ya ngelarang kayak gitu"
"Ada, kamu dan saya itu sudah menyetujui perjodohan ini, dan kita skerang sedang mencoba pendekatan satu sama lain, jadi kamu tidak boleh dekat dengan pria lain kecuali saya paham?!!" Tegas rangga yang membuat tasya semakin kesal, ia merasa dirinya sudah mulai di kuasai oleh rangga dan tidak tau kenapa dia tidak berani melawan.
Setelah ia pikir-pikir akhir akhir ini tasya memang cukup nyaman berada di dekat rangga, apa lagi semenjak acara di hotel itu. Tetapi mungkin karena tasya masih belum menyadarinya sehingga ia bingung harus bersikap seperti apa terhadap rangga, Begitu juga dengan rangga.
"Ya tapi kan cuma karna terpaksa aja kita nyetujuin perjodoh ini" jawab tasya dengan perasaan kecewa
"Apa kamu sangat merasa terpaksa dengan perjodohan ini?" Tanya rangga dengan menatap langit bersamaan dengan tasya.
Rangga yang sadar kalau tasya sedang melihat nya iapun menoleh kembali, kini posisi mereka sedang saling bertatapan dengan mata yang sayu penuh arti.
"Dulu iya, tapi kalau sekarang menurut abg?" Tanya tasya kembali namun rangga tak menjawabnya
" dengan semua yang saya ikuti perintah bang rangga, setelah saya di perlakukan lembut dan mengajak saya jalan-jalan sewaktu di kota JG, apa menurut abang saya ini wanita yang tidak normal? Dengan di perlakukan seperti itu saya bisa bersikap bisa-biasa saja?" Tutur tasya dengan nada yang tenang sembari saling bertatapan.
"Ya walaupun banyak kasar nya sih, tapi saya sudah tidak menghiraukan nya lagi walau rasa nya tidak enak di perlakukan seperti itu" sambung tasya.
Lama rangga mencerna kalimat utama tasya yang mengatakan menurutnya sekarang bagaimana tentang perjodohan yang diterima ini.
"Maaf jika saya sering semena-mena dengan kamu" tutur rangga dengan lembut, tasya yang mendengarnya sangat senang dan tersenyum tipis terukir di wajah nya.
Lalu tasya kembali tersadar ia sudah terbawa buaian suasana yang di buat oleh rangga, ia kembali membuat raut wajah nya yang tampak kesal dan marah karena malam ini orang tuanya menyuruh nya untuk menginap di sini malam ini, dan juga dia sangat kesal dengan rangga yang tanpa seizin nya sudah mencium bibirnya lagi dan lagi.
__ADS_1
"Kenapa lagi?" Tanya rangga yang bingung melihat raut wajah tasya yang begitu cepat berubah.
"Gada" ketus tasya cuek
Rangga yang melihat tasya yang seperti itu lalu bergeser dan kini mereka sangat dekat dan tidak ada jarak sedikit pun. Tasya pun tersentak kaget.
" awas ihh jangan deket-deket" ketus tasya kesal sembari mendorong tubuh rangga yang kekar sehingga mebuat perjuangan nya sia sia
"Kamu marah karena saya mencium mu tadi?" Tanya rangga dengan raut wajah nenggoda dan senyum khasnya terukir di wajah nya
"Hmm.." jawab tasya singkat
" kamu marah karena saya cium secara tiba-tiba, atau marah karena ciuman nya gak lama" goda rangga kembali yang membuat tasya memplototi mata nya dan bergidik ngeri mendengar rangga menuturkan kata itu
"Gila yaa!" Teriak tasya sembari mencubit pinggul rangga. Rangga yang melihat tasya semakin kesal dan mencubit pinggulnya ia malah merasa senang.
"Siapa tau kan, kalau iya saya tambah lagi ni.." ancam rangga sembari mendekatkan bibirnya ke arah bibir tasya dan dengan cepat tasya berlari ke dalam rumah.
Rangga ya melihat tasya berlari ia pun berteriak " mau di dalam saja?" Kembali rangga menjahili taysa dengan wajah yang sangat tampak bahagia
"Enggaaakkk!!!" Teriak tasya sembari berlari menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar rangga.
*
*
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏
__ADS_1