Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
68. Bertemu kevin


__ADS_3

1 jam kemudian, kini mereka sudah sampai di mall terbesar di kota JG.


Di dalam perjalanan tadi, mereka tidak berbicara sepatah katapun, tasyapun sebenar nya benar benar bingung, apa karna rangga sangat sibuk? Atau ada yang salah dari dirinya? Atau rangga sedang marah karena lama menunggunya tadi. Begitulah yang ada di pikiran tasya.


*


"Dani kita makan siang dulu" ucap rangga sembari memakai masker di bagian mulut nya, agar wajahnya tidak terlihat oleh para pengunjung di sana.


"Cari tempat tertutup, dan masakannya enak" perintah rangga.


"Baik bos, saya duluan masuk ke dalam, dan dari kejauhan ada bodyguard yang menjaga, jadi bos tak perlu khawatir, saya permisi bos" jelas dani dan kini ia berjalan dengan cepat karena ingin mencari tempat makan di dalam mall tersebut.


"Hmm.." jawab rangga cuek.


*


Kini rangga mulai berjalan dengan langkah yang besar dan cepat untuk masuk ke dalam mall.


Tasya mengikuti langkah rangga, ia berusaha mensejajarkannya dengan rangga, namun tak berhasil, mungkin akan berhasil ketika tasya sedikit berlari tapi tidak mungkin ia seperti itu sepanjang jalan menyelusuri mall besar itu.


Sebenarnya tasya sangat kewalahan dengan berjalan cepet seperti itu, namun ia tidak berani menegur atau memberhentikan rangga sehingga ia harus mengikuti langkah rangga.


Rangga yang tidak perduli dengan yang ada di sekitarnya, ia hanya berjalan dengan serius lalu ia tak sengaja melihat ke pasangan pasangan lain yang berkunjung di mall ini, ia melihat satu persatu pasangan yang berjalan dengan sejajar bahkan sampai merangkul dan berpegangan tangan.


rangga sedikit risih dengan pemandangan yang ia lihat, kemana ia memandang disitu ada sepasang kekasih yang selalu berpegangan tangan.


Lalu rangga teringat dengan tasya.


"Apa aku harus melakukannya juga?" Batin rangga.


"Tidak... " jawab dirinya sendiri.


Lalu rangga sedikit menoleh ke belakang, ia melihat tasya yang sepertinya sangat kewalahan mengikuti langkah nya yang begitu cepat.


Tiba tiba rangga memperlambat jalannya, alhasil tasya dan rangga kini berjalan dengan sejajar. Tasyapun otomatis menoleh pada rangga, dengan wajah yang tampak menyimpan rasa lelah karena berusaha mengikuti langkah besar rangga.


"Kenapa kamu tidak menahan saya?" Tanya rangga.


"Ha? Apa?" Tanya tasya bingung.


"Tidak ada.. ayo jalan lagi, dani sudah memesan tempat untuk kita makan siang" ucap rangga.


"Hmm iya.." tutur tasya dengan nada sedikit terdengar kecapean.


"Jawaban kamu seperti orang yang habis di paksa, apa kamu tidak senang dengan tempat ini?" Tanya rangga dan kini ia berhenti di tengah keramaian pengunjung yang ada di sana. Posisi mereka kini saling berhadapan.


"Mana mungkin saya gak seneng pak, ini kan surga dunia nya wanita.." tutur tasya sembari tersenyum manis.


"Kenapa wajah kamu seperti tidak bersemangat?" Tanya rangga kembali.


"Enggak biasa aja kok hehe.." tutur tasya yang sedang berbohong kalau dia sedang baik baik saja.


"Dasar.. dia rela berbohong agar bisa menjelajahi mall ini dan membeli barang barang mahal dengan memekai uang ku" gumam rangga pelan yang hanya dirinya dan tuhan lah yang tau apa yang ia katak.


"Maaf bapak bilang apa?" Tanya tasya.


"Saya bilang.. ayo makan.." kini rangga kembali berjalan tapi dengan pelan agar tasya tidak kewalahan dengan mengikuti langkah besar nya.


"Hah? Perasaan gak sependek itu kalimat nya,bapak ngomong tadi panjang banget tau gak.." ujar tasya sembari berjalan di sebelah rangga.


"Itukan hanya perasaan kamu aja"


*

__ADS_1


*


Kini mereka telah sampai di resto yang sudah di pesan oleh dani. Mereka menempati kursi VIP yang ada di resto itu.



"Kok sepi?" Tanya tasya pada dani.


"Iya nona, mereka tidak punya ruang khusus pribadi, mereka hanya punya bagian kursi VIP yang ruang terbuka seperti ini, dan kebetulan VIP di resto ini sepi, jadi sekalian saja saya memesan semuanya, sehingga tidak akan ada yang masuk ke Ruang VIP ini, dan hanya nona dan bos rangga yang akan mengisi ruangan ini" jelas dani panjang lebar pada tasya.


"Hah? Kenapa gitu" tanya tasya.


"Sudah duduk saja.. jangan banyak bicara" bantah rangga.


*


Kini dani berpamitan untuk pergi dari ruangan itu, dan kini tinggal mereka berdua dan beberapa kariawan di resto itu untuk melayani mereka.


Dan tiba tiba ponsel tasya berdering, ia melihat ke layar ponsel nya ternyata itu adalah mama riana.


Tasya tidak berani untuk menjawab telfon itu, karena ia takut jika mama nya bertanya ia sedang di mana dan bersama siapa. Dan panggilan itu tidak ia jawab.


Sudah 2 kali tasya tidak menjawab panggilan itu, rangga yang mendengar itupun melihat pda tasya, dan tampak wajah tasya sedikir cemas.


"Telfonnya berderinga dari tadi, apa kamu tidak mendengar nya?" Tanya rangga dengan wajah sedikit kesal.


"Emm nomor yang tidak di kenal, mungkin salah sambung" tasya pun berbohong dan rangga pun tau tasya sedang berbohong kepadanya.


Drrttt....drttt...


ponsel tasya pun berbunyi yang ke tiga kalinya.


rangga pun langsung mengambil ponsle tasya yang di taruhnya di atas meja. Dan ia melihat panggilan itu tertulis nama mama.


"Emm jangan di angkat pak.. pliiiss.." ranggapun tak menggubris ucapan tasya, iapun langsung menjawab panggilan itu.


//telfon//


Rangga:"assalamualaikum tante"


mama:"Waalaikumsalam, ini?.."


Rangga:" rangga tante.. kami sedang makan siang, dan tasya sedang pergi ke WC sebentar" jelas rangga langsung dan terpaksa berbohong karena ia tau tasya tidak ingin memberi tahu mamanya jika mereka berdua sedang bersama, dan ia tak mau membesarkan masalah hanya karna tasya tidak mau menjawab pnggilan dari mama nya.


Mama:" ohh ka-kalian lagi makan siang? Yaudah lanjut, maaf...tante ganggu ya?"


Rangga:" ohh enggak kok tan, emang nya kenapa tan?"


Mama;" Engga, tante cuma mau tau keadaan tasya aja, yaudah kalau tasya sama kamu tante percaya, kalian lanjut aja ya.. tante tutup dulu. Assalamualaikum"


Rangga:" baik, waalaikumsalam "


//telfon berakhir//


"Ini.. kenapa kamu tidak berani menjawab panggilan dari orangtua kamu sendirri hmm?" Tanya rangga sembari memberi ponsel tasya.


"Emm..." tasyapun menunduk dan tak tau harus memberi alasan apa.


"Kamu takut jika kita ketahuan makan berdua?" Tanya rangga.


"Emm enggak kok pak, kenpaa saya harus takut"


"Trus ekspresi kamu tadi itu apa?"

__ADS_1


"Emm enggak kok pak.. eh makanan nya udah sampai ayok makan" tasyapun mengalihkan pembicaraan karena memang makanan mereka sudah sampai.


"Ckk..." ranggapun berdecak kesal dan langsung menyantap makanan nya.


*


*


Beberapa menit kemudian mereka pun sedah selesai makan siang.


"Pak kita mau kemana?" Tanya tasya.


"Seharusnya Saya yang menanyakan itu sama kamu"


"Hah? Maksudnya? Kan bapak kemarin bilang ikut saya ke mall besok" tutur tasya meniru gaya bicara rangga.


"bukan nya bapak punya acara? Atau apa gitu?" Tanya tasya bingung.


"Dasar, baru kali ini saya menemukan wanita yang tidak mengerti kalimat basa basi" batin rangga.


"Ahh sudah lah kamu tidak akan mengerti, ayo saya antar belanja.." ranggapun langsung berdiri.


"Ehh tunggu pak, kan kita baru selesai makan, kok langsung pergi gitu aja sih? Tunggu dulu laahh, gimana sih pak" merungut tasya.


"Waktu saya berharga, jangan banyak bersantai, ayo cepat" tegas rangga, tasyapun langsung berdiri melihat raut wajah rangga yang tampak serius.


"Gitu aja marah" omel tasya sembari menatap rangga dengan sini.


Lalu tasya mengambil tas nya dan berjalan dengan cepat mendahului rangga.


tampak seperti anak kecil yang sedang marah ketika tidak dapat sesuatu yang ia ingin kan.


Rangga yang melihat tingkah tasya yang seperti itu, iapun tersenyum dengan gaya khasnya hanya menaikkan sebelah sudut bibir nya.


Rangga merasa itu adalah hal imut yang pernah ia lihat dari diri tasya.


"Heyy tunggu.." ranggapun mengejar langkah tasya yang sudah jauh dari nya.


Tasya tak menghiraukan rangga, ia tetap berjalan dengan sedikit cepat untuk menghindar dari rangga.


Ketika tasya ingin keluar dari resto itu..


Buuukk...


Tasya dan seseorang saling bertabrakan satu sama lain, karena seseoarang itu tubuhnya besar dan kekar, tasyapun terdorong dengan keras hampir terjatuh ke lantai.


Dan dengan cepat rangga menahan tubuh tasya dari belakang agar tidak terjatuh.


"Aww...." rintih tasya.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya rangga sedikit panik, dan ia melihat ke arah orang itu yang ternyata kevin.


"Owwhh kamu.." ujar rangga sedikit terlihat sombong.


"Wahh ada yang lagi berkencan" ujar kevin menatap ke arah tasya dan rangga.


Tasya yang melihat tatapan rangga dan kevin seakan, akan ada pertumpahan darah, ia sangat takut dan mendekatkan dirinya ke tubuh rangga.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2