Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
54. Persiapan


__ADS_3

*2 bulan kemudian


Kini dua bulan sudah berlalu, di dalam 2 bulan ini seseorang sangat sibuk untuk mempersiapkan kelulusannya, sehingga selama 1 bulan ia tidak berkomunikasi dengan keluarganya.


Keluarga tasya pun juga sangat mengerti dengan kesibukannya, jadi mereka juga tidak ingin mengganggu konsentrasi tasya.


Bagaimana dengan rangga?


1 minggu yang lalu rangga menyusul kedua orangtuanya ke luarnegeri untuk perjalanan bisnis, jadi rangga cukup senang dengan kepergiannya ini, karena ini bisa di jadikan alasan agar ia tak menghadiri acara wisuda tasya.


Sudah banyak cara ia lakukan dan sudah banyak alasan yang ia berikan agar orangtuanya tidak memaksanya untuk menghadiri acar itu, namun apalah daya rangga tak bisa menolak permintaan dari papi dan maminya dan ia pun menuruti saja kemauan orangtuanya itu.


acara wisuda itu akan diadakan 1 minggu lagi, kini tasya tengah sibuk mengabari keluarganya agar datang di hari wisudanya nanti.


Pov. Di kota JG


"Key.. lo kabarin nayfa sama putri dong, kapan mereka ke sini, kalau bisa suruh mereka datang kesini secepatnya" perintah tasya pada ekey.


"Iya nih gua lagi chattan sama nayfa"


"Btw lo udah telfon mama sama papa?" Tanya ekey.


"Udah tadi, katanya mereka kesini pas H-2, karna mereka mau nungguin pacarnya bang avnil balik ke kota JK jadi mereka mau berangkat bareng"


"Ca ca... katanya nayfa sama putri berangkat 2 hari lagi" tutur ekey.


"Ohh gitu yaudah bagus deh" jawab tasya semnari tersenyim bahagia.


"Hmm bahagia banget nihhh ada yang mau wisuda" goda ekey.


"Iya lahh... seneng banget tau gak, gak kerasa gua ternyata udah selelesai kuliah dan umur gua udah 24 tahun" jelas tasya sambil tersenyum bahagia.


"Eh inget mau masuk 25 tahun yaa... hahahah..." ejek ekey.


"Ohh iya ya.. astaga umur gua.." kini tasya cemberut.


"Tapi gapapa yang penting masih cantik, awet muda iya nggak?" Tutur tasya membanggakan diri.


"Iya deh iya... Btw jangan lupa kabarin camer lo.."


"Camer..? Tante rani maksud lo?"


"Ya iyalah emng siapa lagi camer lo hahah" ejek ekey kembali.


"Cckkk... lo kenapa harus ingetin gua tentang itu si, kan gua jadi inget pak rangga..!!" Tasya memukul bahu ekey


Buk!!!..


"Aww... sakit hahhah" rintih ekey sembari tertawa.

__ADS_1


"Aduh gimana ya key? Kalo minsalnya pak rangga datang kesini nanti gua gimana?" Tanya tasya bingung karena ia belum siap bertemu dengan keluarga riko edian pratama.


"Yaelah sans aja kali ca, kalo mereka datang kesini yaudah sambut aja mereka kayak biasanya, lagian kan lo juga pernah nginep di mansion meraka, jadi lo jangan terlalu kaku gitu lah" jelas ekey pada tasya.


"Iya gua tau, tapi nanti ekspresi gua gimana? Gimana nanti pas gua di hadapi dengan pertanyaan pertanyaan yang bikin gua gak bisa jawab" kini tasya mulai sangat kebingungan.


Ia sangat takut jika di tanya tentang perjodohan ini, apalagi sampai dengan pertanyaan tentang pernikahan ia belum siap untuk itu.


"Ohh gua tau ni, pasti lo takutkan di tanya tentang gimana ca? Kamu ikhlaskan nerima perjodohan ini? Kamu siapkan menjalani ini dengan rangga anak tante. Itukan yang lagi lo pikirin skarang dan yang membuatlo gelisah" tutur ekey menebak isi kepala tasya.


"Hooh iya.. aduh giman key??!!" Kini tasya semakin takut jika berhadapan dengan orang orang itu.


"Tapi semoga mereka gak bisa hadir, kan mereka orang orang sibuk, pasti mereka gak bakalan punya waktu untuk ke acara gua" jelas tasya yang meyakinkan dirinya sendiri.


"Emm iya deh iya... kita liat aja nnati"


*


*


Pov. Di negara NYK.


Seorang laki laki yang tampan kini berada di balkon villa milik orangtuanya. Ia tengan mengotak atik laptop miliknya tanda ia sedang bekerja.


Rangga sangat serius dengan apa yang ia kerjakan saat ini, sehingga ia tak sadar dengan kehadiran maminya.


"Ngga.." panggil mami rani, kamudian langung duduk di sebelah anak laki lakinya itu.


Ranggapun terkejut karena ada seseorang yang sangat berani mengganggunya sedang bekerja, rangga hendak memarahi orang itu, namun karena ia melihat itu adalah maminya sendiri iapun langsung terdiam dan mengurungkan niat nya untuk memarahi orang itu.


"Ma-mami.." tutur rangga dengan wajah panik.


"Apa? Kenapa? Mau marah sama mami kamu sendiri?" Omel mami rani pada anak laki laki tampan nya itu.


"Enggak kok mi, tadi cuma kaget aja, lagin mami kenapa tiba tiba ada di sini si?"


"Dasar... untung kamu anak mami kalau enggak udah mami usir dari sini" kesal mami rani pada anaknya.


"Yaudah kenapa mami tiba tiba kesini?" Tany rangga.


"Itu loh, tadi mama nya tasya telfon 1 minggu lagi tasya mau wisuda, kami jarus hadir ya"


"Aaa? Kan rangga lagi sibuk mi.. mami liat sendirikan selama rangga di sini rangga sangat sibuk" jelas rangga yang berharap maminya mengerti.


"Mami tau.."


"Tau apa?" Tanya rangga bingung.


"Mami tau kalau itu cuma alasan kamu kan?!!" Lalu Mami rani menjewer telinga anak nya itu.

__ADS_1


"Awww awww sakit.. sakit mii" mami ranipun melepas jarinya dari telinga rangga dan menatap rangga dengan tatapan tajam.


"Kamu jangan bikin alasan lagi ya ngga, kamu udah janji sama mami dan tante riana kalau kamu bakalan hadir" jelas mami rani mengingat perkataan rangga waktu itu.


"Alasan gimana coba? Mami liat sendirikan selama rangga disini..." omongan rangga terputus karena dibantah maminya.


"Kamu punya sahabat 2 orang, sahabat kamu juga bekerja sama kamu dan mereka juga termasuk kepercayaan kita kan? Apa gunanya mereka? Kamu suruh aja mereka gantiin kamu disini apa susahnya sih?"


"Tapi mi.." lagi lagi omongan rangga terputus.


"Enggak ada tapi tapi, ini perintah dari mama dan kamu wajib menjalani perintah ini " tegas mami rani.


"Dan satuhal lagi, 2 hari lagi kita akan ke mall negara ini dan mami bakal nemenin kamu untuk beli hadiah buat calon istri kamu" sambung mami rani.


"Calon istri? Mi yang bener aja dong mi..dia aja mungkin juga terpaksa nerima perjodohan ini" kesal rangga.


"Kamu sebagai laki laki, perjuangin dong hubungan kalian, masa kamu gitu aja udah nyerah, liat dia gak berjuang kamu juga gak ikut berjuang ya mana bisa kalau kayak gutu.." omel mami rani tambah kesal pada rangga.


"Udah lah.. pokok nya kamu datang ke acara tasya dan 2 hari lagi kita ke mall buat beli hadiah buat tasya" jelas mami rani kemabali.


Dan kini mami rani berdiri dan meninggalkan rangga tanpa menunggu jawaban dari anaknya itu.


Rangga yang ditinggalkan oleh maminya kini ia meneguk air begitu banyak yang ada di atas meja.


Ia begitu sangat kesal, ia menjambak rambutnya sendiri.


"Akhhh!!!!... bikin ribet ajaa tu cewek" teriak rangga.


Kini rangga pun berdiri dan meninggalkan berkas yang ada di atas mejanya dan berteriak memanggil dani.


"Danii..." hanya satu kali teriakan dani pun langsung menghampiri bosnya itu.


"Ada yang bisa di bantu bos?" Tanya dani sopan


"Kamu telfon rio dan rendi, perintahkan mereka agar datang kesini untuk menggantikan saya dan kamu." Jelas rangga dengan masih raut wajah kesal.


"Baik bos, tapi kenapa bos kita akan kemana?" Tanya dani lagi.


"Kita akan ke acara wisuda tasya, dan kita berangkat dari sini ke kota JG pas hari H nya saja, karena saya malas berlama lama di situ hanya untuk acara yang tidak penting itu" jelas rangga pada dani.


Dan kini ia langsung pergi tanpa mendengar apa yang akan di jawab oleh tangan kanan nya itu.


"Bereskan berkas yang ada di atas meja sana" kini rangga menutup pintu kamarnya.


Balkon villa milik orangtua rangga yang menghadap ke laut lepas.



Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2