Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
63. Tidak pantas


__ADS_3

//Di hotel milik rangga//


Pesta sudah akan di mulai, tamu sudah banyak yang berdatangan, namun kini rangga tampak masih menunggu seseorang, setiap saat ia selalu melihat jam yang menempel di tangan nya.


Rangga tampak mencari seseorang yang ia tunggu sedari tadi. Ya.. orang yang rangga tunggu itu adalah tasya.


"Kenapa aku menunggunya?"


"Ahh sudah lah, tidak penting, dia pasti tidak akan datang" batin rangga.


"Bos.. di sana ada pak varo dan istri nya, mereka menikah beberapa minggu yang lalu, apakah anda ingin menghampiri mereka? " tanya dani yang membuat lamunan rangga terhenti.


"Emm marii.." rangga pun melangkah menuju ke tempat teman bisnisnya yang baru saja menikah.



*


*


Beberapa menit kemudian, lama rangga mengobrol dengan rekan bisnis nya, sehingga ia tidak tau jika tasya sudah berada di depan pintu aula tempat acara.


Dikarenakan di area sana tidak di bolehkan orang lain masuk termasuk para bodyguard, mereka hanya boleh menunggu di lobby saja, sehingga hanya tasya sendiri lah menuju ke ruangan acara itu.


*


Tasya benar benar bingung, ia melihat orang orang yang masuk memperlihatkan layar ponsel mereka ke penjaga pintu, mungkin itu adalah undangan yang mereka perlihatkan ke petugas itu.


Tasya pun berhenti di depan pintu, lalu di tahan oleh para petugas di sana.


"Maaf nona apakah anda mendapatkan undangan melalui pesan di ponsel anda?" Tanya petugas itu.


"Emm tidak.. tapi saya di undang langsung oleh yang memiliki acara ini" jelas tasya pada petugas itu.


"Maaf nona kami tidak bisa percaya semudah itu, dan sekertaris dani juga tidak menyampaikan apa apa pada kami, jadi maaf kan kami nona anda tidak di perbolehkan untuk masuk" tutur petugas itu kembali pada tasya.


"Permisi..." tiba tiba ada perempuan cantik dan seksi menggeserkan tubuh tasya karena menghalangi jalan nya.


"Aww.." tasya pun tergeser dan memegang lengan tangan nya karena agak terdorong sangat keras.


"Upss sorry.." ujar cewek seksi itu pada tasya.


"Ini undangan spesial untuk saya.." cewek itu pun memperlihatkan undangan itu pada petugas.


"Baik nona anda bisa masuk" lalu perempuan yang cantik dan seksi itupun langsung memasuki ruangan itu.


"Maaf nona, anda bisa pergi dari sini, karena anda menghalangi jalan tamu tamu di sini, silahkan pergi dari sini sebelum kami memanggil petugas keamanan untuk mengusir anda" tutur petugas itu pada tasya kembali.


Tasya benar benar bingung karena ia tidak bisa berbuat apa apa, ingin rasanya ia menelfon rangga dan sekertaris dani namun ia tidak memiliki nomor ponsel itu.


Kini jalan satu satunya ia hanya bisa pergi dari hotel itu dan pulang kembali ke hotel tempat ia tinggali.


Kini tasya membalikkan badannya untuk melangkah pergi, namun langkah tasya terhenti ketika mendengar namanya di panggil.


"Nona tasya tunggu" tutur seseorang itu yang baru keluar dari ruangan aula itu.


Tasyapun kembali menoleh ke belakang.


"Sekertaris dani.." tutur tasya, ia sedikit lega.

__ADS_1


"Nona anda mau kemana? Saya sudah menunggu anda sedari tadi" tutur dani pada tasya dengan sopan.


"Saya ingin pulang karena saya tidak memiliki undangan untuk masuk ke dalam sana " jelas tasya kembali.


"Untung saya mengakses rekaman cctv dan menyambungkannya di ponsel saya, sehingga saya melihat anda di sini" sambung dani.


"Maaf kan saya nona, karena sudah membuat anda tidak nyaman"


"Emm tidak apa apa sekertaris dani.. ini bukan salah anda, ini salah saya yang datang kesini padahal saya tidak memiliki undangan"


"Apa yang anda katakan nona,bos rangga yang mengundang anda secara langsung, dan itu berarti anda adalah tamu spesial nya" jelas dani kembali.


"Emm?? Spesial?" Tanya tasya bingung dan salah tingkah.


"Ayo masuk bersama saya nona" tutur dani.


Para petugas disana sontak terdiam dan menunduukan kepalanya.


"Kalian semuaa.. kalian sudah membuat masalah besar, kalian sudah mengusir tamu spesial bos kalian, setelah acara selesai kalian temui saya nanti paham!!!" Dani pun memarahi petugas yang ada di sana.


"Mari nona saya antar untuk menemui bos rangga"


Kini tasya pun melangkah dengan sangat hati hati, ia merasa canggung dan ia merasa sangat tak pantas menghadiri acara ini, ia melihat penampilan tamu undangan di sana sangat rapi dan banyak orang orang memakai pakaian brendid.


"Emm sekertaris dani tunggu" tasya pun menahan sekertaris dani.


"Ada apa nona? Anda perlu sesuatu?" Tanya dani dengan sopan.


"Emm tidak tidak... sekertaris dani, rasanya saya tidak pantas menghadiri acara ini, lihatlah semuanya tampak terliahat berwibawa, dan wanita nya sangat anggun dan cantik" ujar tasya yang sebenarnya sangat malu karena ada sebagian pria membperhatikannya.


"Anda lah yang pantas untuk menghadiri acara ini, anda tidak perlu memikirkan hal itu, tidak ada orang yang bisa dan berani lagi mengusir anda seperti tadi" jelas dani dengan meyakinkan tasya.


"Anda hanya perlu menemui bos rangga, setelah itu biar dia yang menghendel semua nya, saya faham apa yang anda rasakan, namun saya yakin bos rangga pasti bisa membuat anda menjadi tidak bingung lagi" jelas dani kembali.


"Baik lah.."


Kini dani dan tasya mencari keberadaan rangga, karena di sana semakin banyak tamu yang berdatangan sehingga sedikit sulit untuk menemukan rangga.


Beberapa menit kemudian dani pun menemukan rangga.


"Di sana bos rangga mari saya antar"


kini tasya dan dani menuju ke tempat rangga di mana ada banyak sekali orang yang menyapa nya.


*


*


Rangga yang masih bersalaman dengan rekan bisnis nya kini matanya tak sengaja melihat ke arah gadis yang sedari tadi ia tunggu kedatangan nya.


Ada sedikit senyum yang terukir di wajah nya namun masih tidak terlihat senyuman itu.


"Akhirnya.." batin rangga yang kini ia sudah tidak fokus lagi pada rekan bisnis nya.


"saya kesana dulu" tutur rangga dan langsung ingin melangkah menuju ke tempat tasya, dari jauh tasya sudah sedikit tersenyum canggung ke arah rangga.


Namun ketika rangga sedang melangkah, tiba tiba seseorang memeluknya dengan sangat erat.


Rangga tidak tahu siapa yang memeluknya itu, karena perempuan itu tiba tiba memeluknya tanpa memperlihatkan wajahnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Tasya yang berjarak hanya 1 meter dari rangga kini ia berhenti karena melihat seseorang dengan tiba tiba memeluk rangga.


Tasya pun menoleh pada dani, dan kemudian menundukkan wajahnya, karena ia sangat malu, ia sempat berfikir bahwa rangga berjalan untuk menghampirinya, namun ternyata rangga menghampiri wanita lain yang sedang memeluknya sekarang ini.


Semua mata tertuju pada rangga dan perempuan itu yang masih setia memeluk rangga, rangga masih syok dan bingung ingin berbuat apa. Termasuk dengan dani ia benar benar kaget siapa yang berani menyentuh bos nya itu dengan cara seperti itu.


"Lepaskan saya.. siapa kamu yang berani memeluk saya di tempat khusus seperti ini" marah rangga pada wanita itu.


"Enjel... " tutur rangga kaget karena melihat wajah wanita yang ia kenal itu.


Ia adalah enjel anak dari rekan bisnis papi riko. Dulu mereka sempat akan di jodohkan namun rangga menolak dan tidak menghiraukannya, namun lain dengan enjel yang selalu menghubungi rangga dan rangga tidak pernah membalas pesan ataupun mengangkat tlfon dari enjel.


"Kamu kanapa bisa ada di sini?" Tanya rangga dengan raut wajah kaget.


"Kejutaan... kamu seneng gak aku ada di sini?" Tanya enjel dengan manja dan melingkarkan tangan nya pada lengan rangga.


"Lepasin..." rangga sedikit menghempaskan tangan enjel.


"Ihh kok kamu kasar banget sih sama aku.. aku kan kangen sama kamu.. emang kamu gak kangen apa sama aku?" Rangga sangat kesal dan sangat tidak nyaman akan kehadiran enjel.


*


"Emm sekertaris dani saya ke toilet dulu.. nanti kalau saya belum balik ke sini, berarti saya sudah pulang ya.. titipkan saja salam saya pada pak rangga" dengan wajah yang tampak kecewa tasya pun melangkah menuju tolet dan berniat untuk tidak kembali ke tempat acara ini lagi.


"Nona tasya tunggu, anda bahkan belum menemui.." omongan dani langsung di potong oleh tasya.


"Enggak apa apa, sepertinya dia sibuk, tidak enak jika saya tiba tiba mengganggu dia dengan perempuan itu"


"Tapi.. anda salah faham nona.."


Tasyapun tidak mendengar kata dani dan pergi begitu saja meninggalkn dani.


Dani berlari menuju ke arah rangga.


"Boss maaf kan saya, saya pergi menjemput nona tasya di depan pintu aula" jelas dani.


Rangga pun melihat ke arah belakang dani dan ia tidak melihat tasya di sana.


"Dimana dia?" Tanya rangga sedikit panik.


"Maaf bos, tadi nona tasya ingin ke toilet dan katanya jika dia tidak kembali ke sini, berarti dia sudah pulang, dan dia hanya menitip salam saja untuk anda" jelas dani kembali.


"Kenapa kamu tidak mencegahnya.. urus kamu perempuan ini, saya akan menyusul nya" rangga berlari meninggalkan enjel dan dani.


"Rangga kamu mau ke mana?" Enjel sedikit berteriak, ia tidak menghiraukan tatapan sinis orang pada nya.


"Mari ikut saya.." dani pun menarik tangan enjel menuju ke luar ruangan itu.


Penampilan tasya saat menghadiri acara pesta



Penampilan rangga di malam acara pesta



Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.

__ADS_1


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2