
"Rangga.. apa apaan ini? Kenapa kamu membentek tasya haa?" Tetiak mami nya dari pintu dan mami rani dengan cepat menghampiri tasya.
Asisten rumah tangga yang juga ikut dengan mami rani tadi hanya terdiam di luar mendengar rangga memarahi tasya.
"Mi, mami kalo bawa tamu ke mansion cari yang punya sopan santun dong" tutur rangga marah dan menatap mama nya dan kemudian kembali menatap tasya.
"Apa maksud kamu? Sopan santun? Rangga kamu itu yang harus sopan sama tasya" tutur mami rani marah pada rangga.
"Sopan? Mi dia yang harus sopan, masa dia main masuk ke kamar rangga" jelas rangga.
"Tante.. tasya gak sengaja, dan tasya gak tau kalau ini kamar pak rangga, dan lagian tadi tante gak langsung nunjukin yang mana kamar anak perempuan tante" jelas tasya membela diri dan langsung berlindung di belakang tante rani karena ketakutan. Rangga berbalik badan menghadap ke mami nya dan tasya.
"Berani berani nya kamu nyalahin mami saya hanya karena kamu takut kalau saya memberi tahu sifat asli kamu" tutur rangga membentak.
"Rangga cukuppp" tutur mami rani berteriak di depan anaknya itu.
"tasya baru pertama kali main ke rumah kita ngga, mana dia tau sudut sudut atau ruangan di rumah ini, kamu gak seharusnya memarahi tasya sampai seperti ini, kamu itu terlalu kasar dengan wanita ngga" omel maminya itu.
"Mii.. tapii dia.." omongan rangga terputus saat maminya membantah.
"Sudah, mami gak mau tau, kamu harus mintak maaf sama tasya sekarang juga, ayo cepat" perintah mami rani. Namun rangga tak menghiraukan maminya itu.
"Ayo sayang, kamu gak apa apa kan? Maafin anak tante yang kasar sama kamu ya?" Tutur mami rani meminta maaf pada tasya.
"Kenapa tante minta maaf, udah gapapa tante, seharusnya dia yang minta maaf" tutur tasya dan melirik ke arah rangga.
"Gakpapa gimana? Kamu udah nangis gini kok" tutur mami rani sembari mengelus wajah tasya.
tasya yang dapat perlakuan seperti itupun kini tersenyum.
"Yaudah pak, maafin saya mungkin ini memang salah saya, saya gak sengaja masuk ke kamar bapak" tasya memilih untuk mengalah karena ia terlalu capek untuk selalu berdepat pada rangga.
"Akting kamu bagus juga.." tutur rangga sinis
"Rangga.. kamu gak malu? Tasya sudah mintak maaf sama kamu, padahal dia gak salah, bahkan kamu udah bentak dia dan dia sudah meneteskan air matanya gara gara kamu, dan kamu masih bilang itu akting.." tutur maminya yang masih terbakar emosi melihat sifat anak nya.
"Hmm udah tante jangan marah marah, kayak nya tasya pulang dulu deh, gak enak juga udah bikin keributan di mansion tante" tutur tasya dan membuat mami rani sangat merasa bersalah.
"Loh sayang, gak bisa gitu, kamu kan udah janji mau makn malam di sini, kamu jangan pulang ya" mohon mami rani pada tasya.
"Lain kali aja ya tan, lagian pak rangga kayak nya emang gak suka kalo saya main ke sini" sambung tasya kembali.
"Udah sayang, kamu gak perlu takut sama rangga, ada tante dan om sebentar lagi pulang kok" tutur mami rani lagi dan akhir nya ia berhasil membujuk tasya.
Kini tasya dan mami rani keluar dari kamar rangga dan menuju ke kamar sebelah untuk mengganti baju.
Rangga menutup pintu nya dan mendudukkan dirinya di atas sofa sambil menggerutuki kebodohannya.
"Akhhhh rangga... lo knapa si gak bisa nahan emosi gak bisa lembut sama cewek" ranggapun memarahi dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol emosi.
"Lo udah tau cewek gak bisa di bentak, tapi lo malah ngelakuin itu bahkan lebih dari itu.. akhh bodoh" tutur rangga yang masih menggerututi dirinya sendiri.
*
*
Kini jam sudah menunjukkan jam 8 malam, dan papi riko sudah pulang dari 1 jam yang lalu.
Kini waktunya untuk makan malam. Tasya yang masih di kamar atas tepatnya di sebelah kamar rangga, mami rani tadi menyuruhnya untuk duduk dulu di kamar sembari menunggu malam tiba.
Dan kini mami rani mengetuk pintu tasya untuk turun dan makan malam di bawah.
Tok tok tok..
"Sayang.. tasya ayok kita makan malam" tutur tante rani memanggil tasya di balik pintu kamar.
"Iya tante, sebentar" tutur tasya di depan kaca yang sedang merapikan rambutnya. Kini tasya membuka pintu, dan mami rani lagi lagi terpukau dengan penampilan tasya.
"Waww.. calon menantu mami cantik sekali.." tutur mami rani menggoda tasya.
"Ha? Me-menantu?" Tasya tersentak kaget ketika mami rani menuturkan kata kata itu tepat di hadapan nya.
"Hahhaha... udah jangan tegang begitu, tante cuma bercanda heheh" mami rani kini tertawa karena melihat ekspresi tegang tasya karena malu.
"Yaudah kita makan di bawah yuk" mami rani kini mengajak tasya ke bawah.
__ADS_1
"Ohh ya tunggu sebentar mami panggilin rangga dulu" mami rani kini berbalik badan untuk memanggil rangga.
Tok tok tok...
"Ngga, ayok makan di bawah, papi kamu dan adek kamu udah nungguin tuh" ajak mami rani pada ank nya, dan memang alya pun sudah pulang di jemput oleh dani di tempat lesnya tadi.
"Hmm" hanya itu jawaban rangga, mami rani yang sudah biasa mendengar itu kini ia sudah sangat terbiasa.
Dan kini tasya dan mami rani sudah di tempat makan kecuali rangga.
"Nih dek kenalin namanya kak tasya" tutur mami rani mengenalkan tasya pada ank nya itu.
"Hallo kak tasya, huu... ternyata kakak cantik banget , btul yang mami bilang.." tutur alya yang sangat terpukau oleh penampilan tasya.
"Hai alya, kamu cantik jugaa, salam kenal" tasya menjabat tangan alya dan alya pun mencium tangan tasya. Dan tasya pun juga menyapa om riko.
"Biasa aja kali.." tutur rangga dari tangga menuju tempat makan.
"Rangga udah ya.." marah mami nya kembali.
"Hmm iya iya" lalu rangga langsung duduk di sebelah alya, namun ketika ia inginduduk di sebelah alya, alya pun menahan rangga.
"Ehh ini tempat mami, ngapain duduk di tempat mami" tutur alya melarang abang nya itu.
"Apasih sama aja" tutur rangga cuek.
"Pi.. abang niihh" alya mengadu pada papi nya.
"Rangga.. kamu gak malu apa ada tamu, trus kalian mau bertengkar gitu di depan tamu kita? Udah lah kamu ngalah aja" Tutur papi riko menatap rangga.
Lalu mami rani menunjuk tempat rangga duduk,
"Tuh tempat dudk kamu di sebelah tasya" mami rani pun langsung duduk di sebelah alya.
"Ckkk.." rangga sedikit kesal namun ia tak mau memperpanjang masalah dan kini ia duduk bersebelah dengan tasya.
Rangga yang melihat penampilan tasya semakin seksi dan sedikit belahan dadanya keliatan membuat ia tak memiliki nafsu makan saking geroginya.
Rangga mengomel dalam hati.
"Bang, kok wajah bang rangga pucet si.. haha gerogi ya duduk di seblah cewek cantik" tutur alya menggoda abangnya itu, tasya yang mendengar itu menoleh pada rangga ia pun juga sebenarnya sangan gerogi dan nafsu maknnya juga hilang.
"Apasih anak kecil, udah makan sana biar cepet gede" tutur rangga marah pada adik nya.
"Aduh.. rangga yang dingin kok mendadak jadi pucet lemes kayak gini si" tutur papi riko yang ikut menimpali omongan alya dan mengejek anaknya itu.
"Ckkkk.." rangga cuma berdecak kesa pada papi dan adik nya.
Dan kini mereka sudah mulai makan dan tak ada suara saat makan malam itu berlangsung.
Oh yaa btw ini ootd rangga pada malam ini.
Simple tapi sangat memukau ya karena ketampanannya heheh 😂
Kini makan malam sudah selesai kini mereka berpindah tepat ke ruang utama mansion itu. Bagitupun dengan rangga ia terpaksa ikut bergabung karena ada papinya di sana.
"Sya gimana, kapan balik ke kota JG?" tanya papi riko.
"3 hari lagi om" jawab tasya.
"Berapa bulan lagi kuliah kamu selesai?" Balik papi tiko bertanya pada tasya.
"Tinggal 2 bulan lagi om" jawab tasya dan tersenyum ke arah ppapi riko.
"Syukur lah, setelah itu kamu bisa langsung kembali ke kota ini, supaya aman agar tidak terjadi kejadian 1 bulan yang lalu" jtutur papi riko.
"Oh ya kakak tasya udah punya pacar?" Tanya alya to the point dan antusias Pada tasya.
"Dekk gak sopan" mami rani menyenggol alya.
"Haha.. gapapa tante" balas tasya sedikit canggung.
__ADS_1
"Tuhh kak tasya aja gapapa hehe" tutur alya lagi:
Rangga yang melihat perdebatan kecil antara adik dan mami nya itu hanya terdiam dan menyaksikan sembari menyenderkan tubuhnya di sofa.
" blum. kuliah aja blum selesai udah mikirin pacaran aja hehe" jawab tasya simple
"Iya harusnya begitu, selesain sekolah dulu baru nyari jodoh" sambung papi riko kembali.
"Ngapain di cari pi, kan udah ada tuh" mami rani menunjuk mekai bibir nya ke arah rangga.
Rangga yang melihat itu langsung salah tingkah.
"Hahaa...." semua orang tertawa kecuali rangga dan tasya. Rangga dan tasya sempat saling melihat namun pipi mereka berdua sudah memerah.
"Sudah sudah kasihan tamu kita" tutur mami rani yang mengelus bahu tasya.
"Oh ya sya, apa kabar papa dan mama kamu?" Riko kini mengalihkan pembicaraan dengan menanyai kabar orang tua tasya
"Baik om" jawab tasya.
"Syukur lah, papa sama mama kamu udah tau kamu makan malam di rumah om?" Tanya papi riko kembali.
"Udah om, tadi di telfon sama ekey" tasya selalu menjawab apa yang di tanyan oleh om riko tanpa berteletele.
"Kak tasya, kak tasya tidur di sini aja.. kan kak tasya katanya pulang ke kota JG itu 3 hari lagi" tutur alya yang memberi ide, dan ide itu sangat konyol bagi tasya dan rangga.
"Dek, jangan nambahin deh, pake bawa tidur di mansion ini" tutur rangga kesal pada adek nya.
"Loh emang kenapa, toh kak tasya gak satu kamar kan sama bang rangga kenapa panik si?" Tutur alya menggoda rangga.
"Udah lah sini saya antar kamu pulang" tutur rangga dan ia langsung berdiri.
"Rangga.. duduk" tutur papi riko sedikit membentak. Dan arngga pun menurut. Lalu om riko kembali menatap ke arah tasya
"Biar om telfon papa kamu ya? Om minta ijin sama papa kamu kalo kamu menginap di mansion kita di sini" tutur papi riko.
"Ohh gausah om tasya pulang aja, gak enak juga nginap di sini" tutur tasya menolak dengan lembut.
"Loh sayang.. kamu gak boleh nolak ya.. kali ini aja nginep di sini.. pliss yaa nanti biar om yang minta ijin sama papa kamu" mohon mami rani pada tasya.
"Iya kak tasya nginep di sini aja, sekalikali kak.. nanti tidur aja sama alya kalo kakk gak mau tidur sendiri" tutur alya kembali.
"Aduhh maaf tante,om,alya, tasya pulang aja gak enak juga soalnya mendadak nginap di sini" tutur tasya lagi lagi ia menolak.
"Yaudah lah pi mi, jangan di paksa orang gak mau nginep disini kok di paksa.." tutur rangga yang tak ingin tasya menginap di sini.
Ia tak ingin tasya menginap di sini bukan karena ia sangat membenci tasya tapi melainkan ia tak tahan melihat penampilan seksi tasya pada malam ini, ia ingin segera pertemuan ini segera di akhiri dan cepat cepat mengatarkan tasya pulang ke rumah nya.
"Rangga kamu diam.." tutur papi riko kembali memarahi rangga.
Setelah lama mereka membujuk tasya untuk menginap di sini akhirnya tasya pun menyetujui nya. Dan papi riko pun langsung menelfon teman baiknya itu yaitu papa bryan. Dan akhirnya tasya mendapatkan izin dri papa nya.
tasya di ajak oleh alya untuk tidur bersama nya nanti. Namun sebelum tidur mami rani menyuruh rangga untuk menemani tasya
berbicang terlebih dahulu karena ini blum waktunya untuk tidur atau masih belum terlalu larut malam.
"Rangga mami sama papi ke atas dulu ya.. kamu temani tasya dulu" perintah maminya itu.
"Loh kok.." sebelum rangga melanjutkan dengan cepat maminya membantah.
"Rangga.. tasya itu tamu, masa dia di rumah ini cuma didiemin aja, ya ajak ngomong lah" marah mami nya itu.
"Iya okey okeyy..." rangga berdiri dan menuju ke kolam belakang rumah mansion utama yang mewah dan megah itu.
"Tasya kamu sama rangga dulu ya, gih sana ikuti dia, maaf ya sayang mami gak bisa nemenin kamu dulu, kalo alya sedang bikin pr di atas" tutur mami rani yang memberi alasan agar anak nya itu semakin dekat dengan tasya.
Kini tasya dan rangga sudah duduk di kursi atau sofa dekat kolam yang ada di mansion utama yang sangat megah itu.
Heheh.. ya seperti ini lahh.. di bayangin ajaa heheh😉😃
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
__ADS_1
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏