Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
60. Hadiah dari tante rani


__ADS_3

Tasya




Rangga.



Pov.di dalam mobil rangga.



Ketika tasya sudah di dalam mobil milik rangga ia benar benar terkejut menaiki mobil yang sangat tertutup itu, yang sehingga mereka seperti hanya berdua di dalam mobil itu.


"Apaan nih mobil kayak gini.. bapak sengaja ya? Bapak mau apain saya lagi haah?!!" Omel tasya pada rangga.


"Ckkk.. diam, saya gak nafsu untuk ngapa ngapain kamu paham?" Rangga menatap tasya dengan tajam.


"Trus kenapa bapak dulu cium saya? Lagian klo bapak gak nafsu.. fix bapak gak normal haha...!" Ejek tasya..


"Berani beraninya kamu...!!" ranggapun semakin emosi dan menggepalkan tangannya di hadapan tasya.


"Okeyy saya akan mengalah, karena ini hari bahagia kamu, jadi emosi akan saya tahan.. huuftt.." rangga menarik nafas dan membuangnya dengan kasar sembari memejamkan matanya.


"Baguss kalau gitu, jangan bisanya ngancurin mood orang aja" tutur tasya kembali sembari menatap rangga dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


Kini mereka saling terdiam, tidak ada yang berani untuk membuka suara kembali. Sesekali mereka saling melirik satu sama lain, ketika lirikan mata mereka saling bertemu mereka langsung membuang muka ke arah jendela mobil, karena suasana menjadi benar benar canggung saat ini.


*


*


"Bapak kenapa nerima perjodohan ini?" Tiba tiba tasya memberanikan diri untuk menanyakan persoalan perjodohan yang di lakukan oleh orangtua mereka.


"Trus kamu kenapa nerima perjodohan ini?" Tanya rangga kembali bertanya tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan dari tasya .


"Ckk.. saya nanya bapak, kenapa bapak jadi nanya balik ke saya?" Kesal tasya.


"'saya mau mendengar alasan kamu terlebih dahulu, dan awalnya saya mengira kamu pasti akan menolak perjodohan ini dengan mentah mentah, ternyata tidak.." jelas rangga.


"Ya kalau bapak tanya saya, ya jelas lah jawabannya karena terpaksa, emangnya ada alasan apa lagi"


"Yaa.. siapa tau karena uang dan kekayaan saya kamu jadi menerimanya" rangga melirik tasya dengan sinis.


"What?? Gilak ya?!! Maaf pak saya masih bisa membiayai hidup saya sendiri, saya gak butuh bantuan bapak" setelah menatap rangga dengan tatapan kecewa, tasya langsung membuang muka ke arah jendela mobil.


*


Tak lama kemudian ponsel rangga pun berdering, ternyata itu tlfon dari mami nya dari negara NYR.


Mami rani menlfon melalui videocall.


Drtttt..drtttt...


rangga pun mengakakt tlfon itu.


*videocall*

__ADS_1


Rangga:" hmm iya mi"


Mami: "rangga kamu udah sampai si sana nak?"


rangga:" sudah mi.."


mami:" gimana kamu udah ketemu tasya blum?"


Rangga:" emm sudah".


Rangga langsung melirik ke arah tasya dan langsung memberikan ponsel itu kepada tasya, karena dia tau kalau maminya menelfon hanya untuk menanyakan atau ingin melihat tasya.


"Apa??.." tanya tasya bingung dengan berbicara pelan.


"Orangtua saya ingin melihat kamu, ini ambil.." masih dengan raut wajah bingung tasyapun menganbil ponsel milik rangga dan kembali menyapa mami rani.


Tasya: "A-assalamualaikum tan.."


mami:"ehh.. tasya.. waalikumsalam sayang, tante kira kalian lagi gak barengan"


mami:" eh itu kalin lagi di mana? DiMobil?"


tasya:" emm iya tante, kita mau ke restoran untuk makan siang"


mami:" jadi kalin berangkat barengan?"


Mami rani sangat bahagia melihat anak nya semakin dekat dengan tasya. Dan ia berfikir bahwa perjodohan ini pasti akan berjalanan dengan lancar.


Tasya:" iya tante.."


Mami:" waahh bagus dong, tante seneng deh kalian bisa deket kaya gini"


Mami:"Ngomong ngomong selamat ya sayang atas kelulusannya dan maaf tante ga bisa ikut ke sana"


Tasya:"makasih tante, hehe..iya gapapa kok"


mami:" ehh itu tante ada hadiah untuk kamu, kamu udah liat blum?"


Tasya:" ha? Ha-hadiah?" Tanya tasya bingung.


mami:"iya sayang, rangga blum ngasih ke kamu ya?"


Sebelum tasya menjawab rangga lebih dulu mejawab pertanyaan maminya itu dari samping tasya.


"Iya.. ngasih nya setelah tlfon ini selesai" tutur rangga dari samping tasya.


Mami:" yaudah kalau gitu tante tutup dulu tlfon nya ya sayang, smoga kamu suka ya hadiah dari tante"


Tasya:" oh iya pasti tante, makasih banyak yaa jadi ngerepotin"


mami:" aahh udah gapapa ga ngerepotin kok, yaudah mami tutup ya tlfonnya, sampaiin salam tante ke mama kamu ya?"


Tasy:"Ohh iya tan, nanti tasya saampaikan"


//tlfon berakhir//


"Nih.." tasya langsung mengembalikan ponsel milik rangga.


Setelah itu rangga langsung mengambil paperbag yang ada di bangku bagian belakang dan memberinya langsung ke pada tasya.

__ADS_1


"Ini untuk kamu, dari mami saya"


"Sebanyak ini?" Tasya benar benar kaget melihat begitu banyak paperbag yang di berikan oleh rangga pada nya, ditambah lagi ia melihat merk terkenal yang tertera di paperbag tersebut.


"Emm iya, ambil saja jangan banyak basa basi, saya tau kamu senangkan diberi hadiah, apalagi dengan harga yang mahal" rangga langsung menaruh hadiah itu di pangkuan tasya dengan kasar.


"Bapak kalau tidak ikhlas mending gak usah ngasih ke saya, saya juga gak butuh kok hadiah ini" balas tasya dengan taut wajah kesal.


"Kamu benar benar tidak bisa menghargai pemberian orang sama sekali"


"Bagaimana bisa saya menghargai pemberian dari keluarga bapak, sedangkan cara bapak memberikan hadiah ini seperti tidak ikhlas, dan saya juga tidak mau memaksakan bapak. Jadi bapak berikan saja kepada orang lain yang bisa di perlakukan seperti itu"


Tasya mengembalikan barang barang itu kepada rangga kembali.


"Huftt.. okeyy... saya ikhlas, ambil saja, lagian itu semua dari orang tua saya bukan saya, jadi saya tidak berhak atas hadiah ini"


Kemudian rangga memberikan hadiah itu kembali pada tasya.


"Maaf pak saya gak bisa neima hadiah ini"


"Jika kamu masih tidak ingin menerima hadiah ini, saya harap kamu jelaskan semuanya pada orangtua saya, sekarang saya izinkan kamu menelfon orangtua saya."


Mendengar itu tasyapun langsung membisu, ia tidak ingin jika hal kecil ini sampai ke telinga para orangtua mereka.


"Huft.. baik akan saya terima" akhirnya tasya menerima hadiah itu juga.


Termasuk dengan kalung itu, rangga memberikan pada tasya tanpa mengatakan jika itu dari dirinya sendiri, ia malah mengatakan semua hadiah itu dari orang tuanya.


"Emm.. ma-makasih.." dengan suara pelan tasya mengucap terimkasih pada rangga, sehingga rangga mendengarnya sesikit sangar sangar.


"Ha?? Kamu mengatakan sesuatu?" Tanya rangga melihat pada tasya.


"Emm Saya bilang makasih.." sambil tertunduk tasya mengucapkan terimakasih itu karena ia benar benar malu dan wajahnya memerah seketika itu juga.


"Emm.." hanya itu jawaban rangga. Tetapi padahal di dalam hatinya ia merasa gemas dengan tingkah tasya yang seperti itu.


Rangga yang melihat itu ia langung menampakkan senyuman khasnya itu.


.


"Lucu banget sih ni cewek.." batin rangga.


*


*


selama kurang dari setengah jam mereka pun sampai di restoran mewah yang sudah di booking sebelumnya khusus untuk makan siang hari ini.


Kini mereka semua pun turun dari mobil mereka masing masing dan memasuki restoran bintang lima itu dan memasuki ruang private VVIP.



Di private room ini lah tempat mereka semua untuk makan siang bersama.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2