
Kini jam sudah menunjukkan jam 9.30 siang, acara masih sedang berlangsung, semua orang begitu ramai di sana, karena menghadiri acara wisuda anak anak nya, ada juga yang membawa keluarga besar nya untuk menghadiri acara itu.
*
Sedangkan rangga, ia kini sudah mendarat di kota JG ternyata ia sampai lebih awal dari perkiraan.
*Pov.di bandara
"Dani.. kita ke hotel milik saya saja..tidak usah menginap di hotel pak avnil, saya tidak mau jika sering bertemu mereka" tutur rangga sembari berjalan dengan cepat menuju mobil nya yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Baik bos, sepertinya kita tidak banyak waktu bos, setelah sampai di hotel bos hanya punya waktu untuk mengganti pakaian, dan setelah itu kita langsung menuju gedung acara" jelas dani dengan mengikuti rangga dari belakang sembari berjalan cepat agar tak tertinggal.
"Mm.. saya tau" jawab rangga.
*
Kini mereka sudah memasuki mobil dan menuju ke hotel milik rangga. Di perjalanan rangga tampak nervous, ia tampak tak tenang, dani yang melihat bos nya kini iapun bertanya.
"Apakah bos baik baik saja?" Tanya dani takut jika bosnya itu tak nyaman setelah perjalanan di udara tadi.
"Saya baik baik saja" jawab rangga cuek namun masih tampak seperti orang grogi.
"Tapi wajah bos pucat, apakah bos sedang tak nyaman dengan keadaan atau cuaca hari ini?" Tanya dani.
"Jangan banyak bicara dani, fokus saja dengan pekerjaan kamu, sudah saya katakan saya itu baik baik saja.. hanya saja saya sedang..." ia sengaja tak melanjutkan omongannya itu.
Dani yang mendengar perkataan rangga kini iapun paham apa yang di rasakan bosnya itu.
"Hufttts... bos bos.. biasanya menghadapi puluhan ribu orang biasa saja, tapi giliran masalah perempuan wajahnya sampi pucat begini" batin dani.
"Hanya saja apa bos, apa benar bos sedang tidak enak badan?..." pancing dani pura pura tidak paham.
"Aakhh sudahlah kamu tidak faham tentang keadaan saat ini, percuma saja jika saya katakan"
"Baik bos" hanya itu yg bisa dani ucap kan, jika dia banyak bicara atau banyak tanya pasti akan memperburuk suasana dan mood bos nya itu.
*
*
kini rangga sudah sampai di dalam hotel milik perusahaan nya sediri (grup IM), kini ia sedang di dalam ruang ganti untuk bersiap ke acara itu.
Dalam rangga memakai pakaiannya ia masih saja tak tenang, ia menatap diri nya yg berada di dalam cermin.
"Kenapa wajah ku sangan pucat" tutur rangga yang memdekatkan wajahnya di depan cermin.
"Apa ini..? sebelum nya aku tidak pernah merasa seperti ini saat ingin bertemu seseorang, malah sebalik nya mungkin org itu yg akan seperti ini jika ingin melihat ku" tutur rangga pada dirinya sendiri.
"Aakhh..." rangga mengusap wajahnya dengan kasar, lalu kembali menatap ke arah kaca.
"Okeyy tenang... ini hanya menghadiri undangan anak dari rekan bisnis saja" rangga yg berusaha menenangkan dirinya, namun tak berhasil, tetap saja ia masih merasa aneh.
*
Beberapa menit kemudian ranggapun kluar dari kamar khusus untuknya di hotel mewah itu.
"Dani apakah acaranya sudah selesai?" Sembari rangga melihat jam mahal miliknya itu yang menunjjukkan jam 10.30.
"Saya rasa sudah tuan, mungkin beberapa menit lagi nona tasya keluar dari gedung itu" jelas dani.
"Baik lah ayo kita berangkat skarang"
*
Kini rangga dan para pekerja nya ikut ke tempat lokasi acara itu.
Mereka menempuh perjalanan selama 1 jam karena macet.
Kini rangga bingung ia harus menemui tasya di mana, dan akhinya iapun memutuskan untuk menelfon orgtua tasya.
Namun ketika rangga membuka ponselnya ternyata mama riana sudah menelfonnya terlebih dahulu.
Drtttt...drtttt.. dering ponsel rangga.
//tlfon//
__ADS_1
Riana: "Hallo assalamualaikum rangga"
rangga:" walaikumslaam tante"
riana: "kamu di mana? Kamu jadi datang kesini kan nak?"
rangga:" iya jadi tan, kita baru aja sampai di tenpat lokasi"
Riana:" ohh gitu.. di mana? Tante lagi nungguin tasya nih masih foto foto bareng temen nya, bentar lagi kita mau ke restoran yang udah di boking"
Rangga:"di luar area kampus tan, karna di dalam gk ada tmpat parkir"
Riana:" emm yaudah kamu ke restoran milik avnil di depan kampus aja dulu gimana ngga? Gkpapa kan nak? Disana temen temen tasya juga nunggu di resto itu, Dari pda kamu nunggu di dalam mobil, tante gk enak sama kamu"
Rangga:" ohh restoran di seberang jalan itu tan?"
Riana;"iya ngga gapapa kan?"
Rangga:" iya gpapa tan, kita nunggu di sana aja"
//tlfon trputus//
*
Kini rangga memutuskan untuk menunggu di restoran tempat putri,ekey dan nayfa menunggu.
*
Pov. Di restoran.
Rangga kini sudah sampai di lobby restoran, semua mata tertuju pada nya, semua orang tau siapa dia, dia adalah CEO muda yang tersukses di negara ini.
Ternyata di sana juga ada asisten avnil yang baru saja datang, dan ia melihat rangga.
"Pak.." sapa asisten avnil.
"Emm.. dimana pak avnil?" Tanya rangga
"Di lantai atas pak beliau juga menunggu kedatangan non tasya" yang kebetulan avnil juga baru datang di restoran ini.
"Antar saya ketempat dia" tutur rangga langsung berjalan menuju lift.
*
*
Kini rangga sudah sampai di lantai atas dimana di sana hanya ada orang orang kepercayaan keluarga bryan.
"Rangga.." sapa avnil dan lalu mereka berslaaman. Dan orang semua disana juga ikut memberi hormat pada rangga.
"Bang.." sapa rangga kembali.
"Gua kira lo gak mau dateng.. yaudah yuk kita ke ruangan gua aja dulu" avnil pun langsung mengajak rangga ke dalam ruangan nya dan diikuti oleh dani dan juga asisten avnil.
"Ga mungkin gua gak dateng.. gua kan di undang bang" jawab rangga sembari tertawa kecil.
"Yakin cuma karna di undang?" Tanya avnil curiga
"Aa? I-iya iya lah" jawab rangga terbata bata karena melihat tatapan avnil yang seperti menyelidiki sesuatu.
"Haha.. kenapa muka lo tiba tiba memerah?"
"Ahh enggak.." jawab rangga sembari memegang wajahnya sendiri.
"Btw cewe lo mana bang? Katanya lo bakalan nikah" tanya rangga.
"Ada tuh tadi di luar, lagi ngobrol sama putri,nayfa" jawab avnil.
"Namanya siapa bang?"
"Namanya cinta.." jawab avnil
"Serius nama nya cinta? Jangan bilang lo lagi bucin trus sengaja manggil dia dengan sebutan cinta hahah.." ejek rangga pada avnil.
"Enggak ini serius namanya cinta.."
__ADS_1
"Waaw.. selamat selamat.. haha" mereka berduapun saling tertawa.
" daan..setelah gua nikah, lo pasti juga akan nikah" tutur avnil yang membuat rangga tersedak saat meminum kopi yang sudah di hidangkan oleh pekerja di sana.
"Uhukk uhukk... " "gua aja gak yakin bang" jawab rangga sembari mengelapkan tisu di bagian bibir nya.
"Tapi gua yakin.. lo sama tasya"
" hahha.. apasih bcanda mulu si bang.. yaudah gua mau ketoilet dulu" kini rangga lngsung berdiri karena ia menghindar agara orang di dalam ruangan sana tidak melihat wajahnya yang sedang memerah.
Avnil, dani dan asisten avnil kini menggelengkan kepala karena melihat sikap aneh rangga.
"Hahah.. dani lihatlah bos mu itu.. terlalu kaku" merekapun tertawa.
*
*
Beberapa menit kemudian tasya dan kedua orang tuanyapun datang dan duduk untuk beristirahat terlebih dahulu.
Tasya di sambut heboh oleh para sahabatnya di sana.. avnil yang mendengar keributan di luar ruangn nyapun kini ia keluar.
Dan ia melihat adik nya yang sedang di peluk oleh para sahabat nya..
"Selamaatt.... ya ampun bu dokter kitaa.." tutur nayfa dengan raut wajah yang sangat bahagia..
Di sana mereka ribut mengucapkan selamat untuk tasya dan memberi bunga bunga yang cantik sebagai ucapan tanda selamat atas kelulusannya.
Setelah tasya di peluk peluk oleh para sahabatnya, tiba tiba matanyapun tertuju pada wanita cantik dan anggun yang berada di sebelah MUA pribadinya itu.
"Emm itu siapa?" Tanya tasya berbisik pada nayfa dan putri. Namun avnil pun mendengar bisikan adik nya itu.
"Ekheemm..." Tasyapun menoleh ke belakang dan ia melihat sosok laki laki tampan yaitu avnil abangnya.
"Aabangg..." tasyapun langsung memeluk avnil dan begitu juga dengan avnil ia membalas pelukan hangat adiknya itu, ia mencium kepala adiknya dengan penuh kasih sayang dan juga mencium punggung tangan tasya sebagai tanda ucapan selamat untuk adik tersayang nya itu.
"Selamat dekk... muahh.." ucap avnil pd tasya dan mencium tangan adinya itu beberapa kali dan kembali memeluk tasya.
"Sayang sini.." avnil pun memanggil kekasih nya itu untuk mendekat ke arahnya. Tasya yang mendengar itupun langsung melepas pelukan itu dan kembali menoleh ke arah belakang.
"Siapa?" Tanya tasya bingung dan kemudian menatap avnil.
"Yang selama ini kamu tanya tanyain terus" jawab avnil dan kini ia menggenggam tangan wanita cantik itu.
"Ma-maksudnya.." tanya tasya sembari tersenyum dan masih berfikir apa yang di maksud oleh abang nya itu..
"I-ini calon istri bang avnil?"
"Hmm.." jawab avnil sembari mengdipkan sebelah matanya.
"Sumpah demi apaaa????" Tasyapun sangat senang bisa melihat calon istri abangnya itu, dan iapun sangat pangling melihat kecantikan wanita yang sedang ia tatap.
"Ayo sayang kenalan, dia adik aku namanya tasya, yang juga sering kamu tanya tanyain ke aku"
"Emm iya.." jawab cinta dengan lembut dan juga merasa bahagia bisa bertemu dengan calon adik ipar nya..
"Haii tasya.. nama kakak cinta"
"Ha-haii kak cinta.. aku tasya... ya ampun aku nervous.." tasya pun membalas jabatan tangan itu dan kini mereka saling berpelukan..
"Salam kenal kak cinta.. ternyata kakk aslinya cantik"
"Kamu juga.. cantik bangett" merekapun saling memuji satu sama lain.
Cinta sangat senang karena espektasinya dulu pada tasya itu salah, karena ia mengira kalau tasya itu cewek yang sangat jutek karena dilihat dari foto saja.
*
"Avnil.. rangga mana? Blum dateng?" Tiba tiba mama riana menanyakan itu pada avnil.
"Ohh udah ma.. itu lagi di ruangan avnil.."
tasya yang mendengar jika rangga sudah ada di sini raut wajahnyapun langsung berubah menjadi seperti tidak tenang.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏