
Pov. di toilet
Tasya sedang menatap dirinya dari kaca itu, ia benar benar bingung dengan sikap nya yang tiba tiba menjadi aneh.
"Kenapa rasanya pengen marah?" Tutur tasya pada dirinya sendiri yang kebetulan di dalam toilet itu hanya dia saja.
"Kenapa sih aku dari kemaren aneh banget... tadi aku nervous sekarang pas lait pak rangga sama cewek itu aku tiba tiba kesel"
"Ini pasti cuma karena gua lagi capek aja makanya jadi sensitif kayak gini" tutur tasya meyakinkan dirinya senidiri.
"Huftt... lebih baik gua pulang aja, dari pada masih di sini bikin bete aja dengan orang orang yang sombong di sini"
Kini tasya merapikan rambutnya dan menarik nafas nya dalam untuk menenangkan diri nya sendiri.
*
Rangga kini masih di ruang aula mencari keberadaan tasya, dan pandangannya tertuju pada toilet yang masih berada di ruang aula itu.
Rangga pun melangkah menuju dan mendekati toilet itu, ketika ia sedang menuju toilet itu, dan benar saja seorang wanita cantik yang keluar dari sana.
Dengan cepat rangga berlari untuk mencegah tasya agar tidak pergi dari ruangan aula ini.
"Tunggu.." dengan cepat rangga memegang tangan tasya. Tasya pun sontak kaget dan menatap wajah rangga dengan rasa takut.
Rangga yang melihat tasya seperti itu ia langsung melepaskan genggaman tangannya itu.
"Emm.. mau kemana? Kamu tau saya sudah menunggu dari tadi" omel rangga.
"Menunggu? Apa pentingnya nungguin saya" tasya pun kembali melangkah untuk pergi.
"Saya bilang tunggu, saya belum selesai berbicara"
"Emm.. yaudah cepet mau ngomong apa"
"Saya mau kamu tetap di sini, karena acara sebentar lagi di mulai"
"Trus?? Gak ada hubungannya kan sama saya?"
"Lagian bapak kan udah ada perempuan tadi untuk nemenin bapak, iya kan?" Tanya tasya dengan menahan kekesalannya.
Rangga yang mendengar tasya membahas tentang perempuan tadi ia pun menatap tasya dengan intens.
"Owwhh.. jadi kamu cemburu liat perempuan itu tadi tiba tiba meluk saya? Iya?" Tutur rangga.
"Hah? Cemburu? Apaan sih pak gak penting, udah ah saya mau pulang" omel tasya dan ingin pergi dari sana dan lagi lagi rangga mencegahnya.
"Wajah kamu memerah, jangan berbohong.." ejek rangga.
"Apa sih biasa aja kali.."
"Cehhh.. yasudah saya tidak ingin bertengkar di sini, mari ikut saya ke tempat acara" rangga pun menarik tangan tasya menuju ke tempat acara tadi.
*
*
Pov. Di luar ruang aula.
__ADS_1
"Nona enjel, siapa yang mengundang anda untuk datang ke sini?" Tanya dani.
"Kamu tidak ingat jika kamu mengirim pesan ke grup salah satu rekan bisnis rangga yang di sana ada aku juga" jelas enjel.
"Shitt..." dani pun mengupat dalam hati nya.
"Intinya anda harus pulang sekarang, anda membuat bos saya jadi tidak nyaman dengan kedatangan anda"
"Waww hebat ya kamu mengusir tamu yang sudah di undang, jika kamu usir saya saya benar benar akan berteriak dan membuat rusuh di sini" ujar enjeng yang membuat dani semakin kesal.
"Nona anda tidak ada hak untuk mengancam saya seperti ini, atau saya akan memanggilakan petugas keamanan"
"Dan kamu juga tidak ada hak untuk mengusir saya dari sini, kamu mau saya berteriak disini sekertaris dani?" Tutur enjel sekali lagi.
"Okey baik, anda saya inzinkan untuk menghadiri acara ini, tapi anda jangan mendekati bos saya, dan jangan bertingkah tidak sopan di sini, di sini hanya untuk orang yang masih memiliki hargadiri" danipun kini kembali masuk ke dalam ruang aula.
Dan kemudian di ikuti oleh enjel, enjel sekarang mencari teman nya, dan ia berniat untuk menemui rangga nanti jika acaranya sudah selesai.
*
*
"Pak bapak mau bawa saya ke mana? Saya gak mau ikut sama bapak menemui rekan bisnis bapak" ujar tasya.
"Sudah diam, kamu ikuti saja saya kemanapun saya pergi"
"Hhmm" hanya itu jawab tasya.
*
"Selamat malam pak rangga.. sudah lama tidak bertemu.. apa kabar" sapa rekan bisnisnya.
"Berjalan dengan lancar pasti nya.."
"Eemm ngomong ngomong ini siapa pak rangga?" Tanya kembali rekan bisnisnya itu.
"Emm hai.. saya tasya teman nya pak rangga" tasyapun tersenyum manis pada 3 pria itu dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman, dengan senang hati 3 pria itu membalas jabatan tangan itu.
Rangga yang melihat tasya yang tampak tersenyum tulus pada pria itu kini ia tiba tiba kesal dan mengajak tasya untuk berpindah tempat
"Ekhem.. mari kita kesana saja" ajak rangga yang langsung memisahkan tangan tasya yang masih bersalaman dengan salah satu pria itu.
"Pak, kenapa sih buru buru banget.. gak sopan tau gak" omel tasya dari belakang.
"Kamu gak usah bawa kata kata sopan, kamu saya undang ke sini bukan untuk memperkenalkan diri kamu sama rekan bisnis saya, kamu cukup diam di samping saya, biar saya saja yang menjawab pertanyan mereka untuk kamu" jelas rangga.
"Dihh apaan sih pak, orang cuma ngomong biasa doang kok kenapa bapak jadi sensitif begini?" Tanya tasya bingung dan menatap wajah rangga intens.
"Owhh jangan jangan bapak cemburu ngeliat saya dekat dengan pria lain? Iya kan?"
"Heh jangan geer, kamu jangan mudah dekat dengan laki laki di sini, kalau nanti mereka membawa kamu ke kamar hotel di sini gimana? Saya gak mau repot karena masalah kamu nanti"
"Apasih jauh banget pemikiran nya"
*
Kini mereka masih dengan orang orang yang menghampiri rangga dengan ramah, dan beberapa menit kemudian acarapun di mulai, rangga mengucapak selamat datang dan memberi sedikit arahan pada rekan bisnis nya.
__ADS_1
Dan kini acara intinya sudah selelsai, dan rangga membebaskan para tamu nya untuk makan makan.
Dani masih dengan setia menemani rangga untuk menemui rekan bisnis nya, sehingga mereka lupa akan adanya tasya yang menunggu mereka di meja bundar sendirian.
"Duhh mana sih ini lama banget, mana udah laper lagi.. pak rangga sama sekertaris dani mana lagi nih.. lama lama gua kayak orang begok aja sendirian di sini" omel tasya.
"Hallo.. boleh kita ngombrol?" Tiba tiba datang 4 pria menghampiri tasya, tasya pun sontak kaget dan langsung berdiri dari duduk nya.
"Emm sorry, kita cuma mau ngobrol aja kok, gapapa kan?" Tanya salah satu pri itu.
"Emm boleh kok.. silahkan duduk" tutur tasya ramah.
Pria itu satu persatu mengulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan tasya.
"Hallo.. Tasya..."
"Kamu bagian kantor mana?" Tanya slah satu pria itu.
"Emm maaf saya bukan pebisnis, saya hanya seorang DM (dokter muda)" jawab tasya ramah.
"Ohh wow kamu dokter.. boleh dong obatin kita kita.." mereka ber empat pun tertawa dan membuat tasya merasa semakin aneh dan sedikit ketakutan.
Rangga yang baru saja sampai di sana dan sempat mendengarkan obrolan mereka, kini rangga sedikit memebentak.
"Kalian beremepat berdiri..!!!"
Ke empat pria itu pun kaget karena melihat sosok rangga yang sudah ada di belakang mereka.
"Siapa yang menyuruh kalian berempat untuk duduk di bagain meja saya.. saya minta kalian pergi sekarang juga sebelum saya benar benar marah" marah rangga pada keempat pria single itu dan menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Baik maaf pak, kami akan pergi" mereka pun langsung pergi meninggalkan tasya, rangga dan dani.
"Dani kamu pergi dan perintahkan mereka untuk menyiapkan makanan untuk kami berdua.." perintah rangga pada dani.
"Baik bos" kini dani pun pergi meninggalkan mereka berdua, dan di meja bagian itu hanya ada tasya dan rangga yang masih dengan posisi berhadapan.
"Duduk..." bentak rangga. Tasya pun hanya mengikuti apa perintah dari rangga.
"Apa kamu tidk paham apa yang saya katakan tadi.. kamu lihat kan mereka menggoda kamu, coba kalau saya tidak datang kemari, kamu pasti sudah di seret ke kamar yang ada di hotel ini" omel rangga.
"Ya tapi bukan saya yang mengajak mereka un..."omongan tasya langsung di bantah oleh rangga.
"Saya gak perduli, saya mau kamu lebih hati hati lagi, jangan sampai kamu bikin saya pusing hanya karena maslaah kamu ini"
"Pak saya bingung di sini, sedangkan bapak ninggalin saya mana saya tau kalau harus ngelakuin apa.." omel tasya kembali.
"Kamu nyalahin saya?" Marah rangga kembali pada tasya.
"Iya lah, bapak udah ngundang saya ke sini, tapi saya selalu di perlakukan seperti itu" marah tasya pd rangga.
*
"Sayang.. nih makan.. aku tau kamu pasti blum makan kan?"
Tiba tiba seorang wanita menghampiri rangga dan membawa makanan untuk rangga.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏