Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
55. Hadiah


__ADS_3

2 hari kemudian.


Di hari ini nayfa dan putri sudah berangkat dari kota JK menuju ke kota JG dan diperkirakan mereka akan sampai sore nanti.


Dan tasya juga mengajak MUA dari kota JK untuk menghiasnya nanti, itu adalah MUA pribadi keluarga tasya.


*


Tasya kini tengah sibuk dengan baju nya, ia sedang mencoba baju yang sudah di rancang oleh perangcang terkenal di kota JG.


"Kok gua gemukan sii.." tutur tasya cemberut sembari menatap dirinya di dalam cermin.


"Enggak kok, pas itu.. " tutur perancang busana milik tasya.


"Tapi kok aku ngerasa badan aku makin melar aja" sambung tasya.


"kalau kita ngeliat diri kita kadang emang gak ada puasanya, intinya kamu percaya sama aku, kamu cantik banget pake baju ini, lagian ini kan udah ukuran nya kamu" jelas perempuan perancang busana itu yang bernama mbak wina.


"Yaudah deh aku percaya sama kamu mbak" sambung tasya sembari tersenyum ke arah wina.


*


*


*Di negara NYR


Jam sudah menunjukkan jam 11 siang, kini rangga sedang bersiap untuk ke mall, karena ia sudah berjanji pda mami rani untuk membeli hadiah.


"Ngga.. sudah?" Tok tok tok... panggil mami rani dari luar kamar rangga.


Lalu tak lama kemudian rangga pun keluar.


Mami yang melihat penampilan anak nya itupun sedikit terkejut.


"Kamu mau ke mall pake jas gini?" Tanya mami rani bingung.



"Emm.. emangnya kenapa?" Tanya rangga pun bingun dan melihat kebawah untuk memperhatikan penampilannya sendiri.


"Sayang.. kita itu mau ke mall bukan ke kantor, kamu gimana si gaya nya tegang begitu, yang ada nanti orang mall ngeliat kamu aneh lagi.." omel maminya.


"Trus.."


"Sana cepet ganti dengan pakaian yang santai... " mami rani mendorong anak nya itu kembali masuk ke kamar.


*


Tak lama kemudian ranggapun kembali keluar dari kamar dengan gaya yang berbeda.



"Nah okeyy kaya gini udah cukup... kamu kayak gini tuh lebih ganteng dari pada pake jas" puji mami rani.


"Pakai apapun juga pasti tetep ganteng" tutur rangga dan langsung berlalu pergi meninggalkan maminya.


*


*


Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan di kendarai oleh dani dan tak lupa dengan para bodyguard yang mengikuti mereka dari belakang.


"Dani nanti kamu ikut ke dalem ya, nanti mami juga mau minta pendapt dari kamu kalo mintak pendapat sama rangga gak nyambung" tutur mami rani mengejek dan melirik sebentar ke arah rangga. Dan di anggukkan oleh dani.


Rangga yang tau maminya sedang menyindirnya iapun tak menghiraukannya.


"Udah kamu pikirin mau ngasih apa untuk tasya?" Tanya mami rani.


"Blum.. " jawab rangga cuek.


"Truss nanti mau beli apa, dan kamu gak nanya sama tasya? Dia pengen apa gitu.." tanya mami rani.


"Enggak, ngapain nanya kedia, kalo di tanya sama dia, semua barang pasti dia mau" jelas rangga.


"Yaudah kamu beli dong semua yang dia mau gimana si, apa gunanya kerja, trus punya uang banyak tapi gak di gunain itu uang nya" omel mami rani.

__ADS_1


"Emang dia siapa sampai harus beli semua yang dia mau"


"Kamu tuh ya gak berubah, kalian udah di jodohin selama 2 bulan, tapi kalian berdua gak pernah saling kabar kabaran dan kalian juga gak menganggap satu sama lain"


Namun ragga hanya terdiam mendengar omelan dari Orangtuanya itu.


*


Beberapa menit kemudian mereka pun telah sampai di mall terbesar di negara itu.


Dan mami rani pun sudah mulai ingin mencari hadian untuk diberikan pada tasya.


"Rangga mami mau beliin tasya tas sama sepatu, kalau kamu?"


"Liat aja nanti" tutur rangga cuek, rangga kini sedang tidak nyaman berada di dalam mall itu, karena ada banyak mata yang melihatnya terutama para perempuan di mall itu.


Rangga yang di lihat oleh para perempuan kini ia benar benar ingin pergi dari mall itu, namun ia tak bisa karena nanti pasti maminya akan marah besar.


"Huftt.. udah mi nanya nanya nya? kita keluar aja yuk, disini makin rame" tutur rangga.


"Iya bentar, dia lagi nyari model terbaru"


Dani yang melihat bosnya itu sedang tidak nyaman iapun tak bisa tinggal diam,kini ia memberi ide untuk pindeh ke butik lain.


"Maaf bos, jika anda tidak nyaman kita pindah saja ke butik yang ada di lantai 10, sebelumnya di sana anda sudah pernah berebelanja dan mereka memiliki ruang VIP untu para pengunjung" tutur dani memberi ide.


"Emm yasudah mari ke lantai 10" sambung rangga.


"Mi kita ke lantai 10 aja di sana ada butik mewah dan juga ada ruang VIP nya biar kita gak terganggu sama orang banyak nntinya" ajak rangga.


"Emm yaudah ayok, disini kurang bagus"


*


Kini mereka menuju lantai 10 karena di butik itu menjual barang barang mewah seperti baju brended,sepatu, highils dan juga perrhiasan mahal.


*


Kini mereka sudah berada di butik mewah itu dan di sambut ramah oleh para kariawan.


Dan tiba tiba ada salah satu manager butik itu muncul dan dia sangat mengenali rangga.


"Pak rangga.." sapa manager itu pada rangga dan mereka saling berjabat tangan.


"Apa kabar? Sudah lama anda tidak mengunjungi butik kami" tutur manager itu.


"Baik" jawab rangga cuek


"Mari saya antar menuju layanan VIP" ajak manager itu.


"Terimakasih" tutur dani, ya seorang rangga tidak pernah mengucapkan terimaksih pada siapapun sehingga diwakilkan oleh tangan kanannya itu.


Kini mereka sudah mendapat layanan VIP dan mami ranipun mulai mencari barang yang akan ia beli.


"Apa nyonya ingin mencari highils?" Tanya pegawai itu ramah.


"Emm iya, apakah ada keluaran terbaru?" Tanya mami rani yang masih duduk di atas sofa bersama rangga, sedangkan dani ia selalu berdiri di belakang rangga.


"Ada nyonya, ada banyak model keluaran terbaru, apakah ini untuk nyonya?" Tanya kembali pegawai itu.


"Oh tidak ini untuk calon menantu saya" tutur mami rani dengan sangat bahagia namun rangga yang mendengar itupun mengerutkan kening nya melihat maminya yang selalu menganggap tasya sebagai calon menantunya.


"Ohh baik nyonya.. tunggu sebentar akan saya ambilkan"


Tak lama kemudian pegawai itupun kembali dengan membawa banyak model highlis yang sangat mahal.


"Ini nyonya, anda bisa pilih, ini adalah keluaran terbaru"


Mami rani pun melihat ada banyak highlis yang sangat cantik sehingga dia bingung akan membeli yang mana untuk tasya.


Kini mami ranipun melihat pada rangga dan bertanya.


"Ngga.. bagi kamu mana yang lebih cocok buat tasya?"


"Semua highils nya bagus mi" jawab rangga cuek

__ADS_1


"Iya mami tau, yang mami tanya yang mana yang paling cocok buat tasya"


"Terserah mami aja"


"Kan mulai deh kamu gak punya pendapat mami itu butuh pendapat dari kamu" omel maminya.


"Yaudah mi kalau mami ngerasa itu bagus semua buat dia mami beli aja semuanya untuk calon menantu kesayangan mami itu" sindir rangga.


"Pengen sih mami beli semuanya, tapi pasti nanti tasya nolak"


Kini mami rani memegang salah satu highils itu dan sepertinya ia sangat tertarik.


"Emm yang ini kayak nya bagus deh buat tasya ngga"



"Yang ini juga"



"Dan yang ini"



"Kamu bantu mami pilihin dong, kamu sebagai laki laki, coba deh kamu bayangin yang mana yang cocok buat tasya" tanya kembali mami rani.


Ranggapun kini mulai berfikir.


" ketiga nya bagus mi, beli aja 3 highils ini, kalo tiga pasti dia mau terima kok" tutur rangga.


"Emm yaudah deh mami mau beli ketiga nya"


"Emm saya mau yang ini ketiga nya" tutur mami rani pada pegawai itu lalu sepatu itu di bawa ke kasir.


"Ada lagi nyonya?" Tanya pegawai yang satunya lgi.


"Saya mau tas yang keluaran terbaru juga, tolong keluarkan tas yang terbaik di butik ini" kembali mami rani memerintahkan para pegawai disana.


"Baik tunggu sebentar akan saya ambilkan" lalu pegai itupun pergi dan mengambil tas tas terbaik di toko itu.


Tak lama kemudian pegawai itu membawa tas yang bermerk ke hadapan pelanggan VIP nya itu.


"Hanya ini?" Tanya mami rani yang melihat hanya 2 model tas yang sangat cantik.


"Iya nyonya ini tas yang paling terbaik dibutik kami dan juga keluaran terbaru" jelas pegawai itu.




"Yasudah saya mau 2 tas ini" dengan gampang nya mami rani membeli barang barang branded ini.


"Rangga sebelum kita pergi dari sini, kamu mau beli apa buat tasya?" Tanya mami rani kembali.


"Kan sudah mami beli.. itu pun udah banyak, untuk ap rangga juga beli hadiah buat dia"


"Beda rangga, ini dari mami, masa dari kamu gak ada, nanti apa kata mama nya tasya kalau calon menantunya gak ngasih apa apa" jelas mami rani.


"Atau kamu beli kalung aja buat tasya" mami rani membri ide.


"Hmm yaudah deh terserah mami mana yang bagus aja" pasrah rangga.


*


Kini rangga pun memutuskan membeli kalung perhiasan untuk tasya yang harganya tentu sangat mahal, tak mungkin orang sperti mereka membli barang asal salan.



Kini mereka sudah berbelanja untuk tasya dan subtotal belanja mereka hari ini sangat banyak, tetapi bagi mereka itu hanyalah hal kecil.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2