
1 bulan kemudian.
Tasya kini sudah sembuh total, walaupun sudah sembuh hanya saja papa dan mama nya memaksa ia untuk mengecek kesehatan 1 minggu sekali.
Dalam 1 bulan itu mami rani pun juga sering mengunjungi tasya tetapi tidak dengan rangga, 1 bulan rangga tak menjenguk tasya walaupun mami nya memaksa ia untuk ikut.
namun tasya tak menghiraukannya ia juga tak mengharap rangga menjenguknya.
Kini tasya sudah pindah ke rumahnya walaupun papa dan mama nya tak mengizinkan nya namun ia tetap memaksa untuk pindah, akhirnya papa bryan mengizinkannya dengan syarat, ia harus mau memakai bodyguard untuk mengawal dia kemanapun ia pergi, tasya pun tak menolaknya karena ia masih trauma dengan kejadian satu bulan yang lalu.
Karena tasya sudah 1 minggu pindah kerumahnya ia tak memiliki aktifitas di karenakan tempat kuliahnya di kota JG. 3 hari lagi tasya akan kembali ke kota JG dengan membawa bodyguard dan ekey pun juga harus ikut dengan tasya.
"Hufftt keyy, gua bosen bangen di rumah mulu, kita kemana kek gituu bosen tau gak" tutur tasya yang dari kamar menghampiri ekey yang ada di depan tv dan duduk di sebelah ekey sembari menyenderkan tubuhnya.
"Kalo emang gak ada kepentingan apa apa di luar mending gak usah keluar kn lebih baik buat lo, udah ah jangan aneh aneh, ntar gua dimarahin lgi sama papa mama lo." Tutur ekey sambil memain hp dan tak menatap tasya saat bicara.
"Iya gua tau, tapi bayangin deh lo udah 1 bulan lebih gua gak boleh kesina gak beh kesani, kalaupun boleh banyak banget bodyguard dari kejauhan mantau guaa" kesal tasya.
"Ayokk kita kemana kek, makan di luar, ke mall, atau muter muter di kota JK kek.. ayokk" tasya mengguncang bahu ekey dan memohon.
"Huff" ekey menghembus nafas beratnya." Yaudah ijin dulu sama mama" tutur ekey.
Kini tasya mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan ingin mencari kontak mamanya, namun ketika ia ingin menekan tombol untuk menelfon, ponselnya pun berdering sehingga mmebuat ia tak jadi menelfon mamanya.
Yang menelfon itu bukanlah mama nya melain kan tante rani.
"Hah? Tante rani, key tante rani nelfon gua" tutur tasya pada ekey dan mata mereka saling' tatap.
"Yaudah angkaat cepetann.." dengan exsited ekey menyuruh tasya mengakatnya dan ekeypun tersenyum ia tak sabar mendengar apa yang ingin tante rani bicarakn.
Ekey menatap tasya dan menunguu tasya mengkatnya dengan gaya tangan kirinya menahan senderan kepalanya
//telfon//
"Hallo assalamualaikum tante" tutur tasya lembut.
"Waalaikum salam sayang" jawab tante rani, tante rani kini sudah semakin akrab dengan tasya bahkan ia sering memanggil tasya dengan sayang speerti anaknya sendiri eh tepatnya sebagai calon menantu heheh..
"Apa kabar tante" tutur tasya kembali
"Baik, kamu tuh yang gimana kabarnya" tutur tante rani sembari tersenyum.
"Baik juga kok tante" jawab tasya juga tersenyum.
"Oh iya, kata mama kamu 3 hari lagi kamu balik ke kota JG ya?" Tanya tante rani memastikan.
"Hmm iya tante, soalnya kan bentar lagi wisuda heheh" tutur tasya sedikit tertawa.
"Wahh semangat.. " tante rani memberi smengat pada tasya.
"Oh ya sebelum kamu ke kota JG kamu mau gak main ke rumah tante, makan malam di rumah tante" ajak tante rani pada tasya.
Tasya terdiam dan berfikir sejenak.
"Hmm boleh tante, kapan?" Tanya tasya.
"Hmm sore nanti kamu kerumah tante gimana? Kan masih ada waktu 3 jam untuk kamu siap siap" tutur tante rani.
"Boleh tante, nanti aku kerumah tante ya jam 4 sore" tutur tasya menyetujui ajakan tante rani.
__ADS_1
"Yaudah nanti tante suruh rangga jemput kmu ya syaang" sambung tante rani lagi.
"Apa?!!" Tasya terkejut saat tante rani menyebut nama rangga.
Ekey yang ada di sana pun juga ikut terkejut mendengar tasya sedikit berteriak.
"Loh kenapa sayang?" Tanya tante rani -sedikit heran kenapa tasya begitu terkejut.
"Aduh gimana ya tante, gausah di jemput biar aku aja yang ke rumah tante nanti ya" tasya sedikit memohon agar ia tak bertemu dengan rangga.
"Kamu masih gak suka ya sama rangga? Maaf ya rangga sering kasar sama kamu sehingga kamu gak nyaman jadi nya" tutur tante rani yang menyadari kalau tasya tak nyaman jika berdekatan dengan rangga.
"Bukan bukan begitu tante, jangan minta maaf dong tante tasya jadi gak enek" tutur tasya yang benar benar gak enak dengan mendengar permintaan maaf tante rani.
"Yaudah nanti rangga aja ya yang jemput kamu, lagian kan kamu gak dijinin keluar kalo gak sama siapa siapakan? Pokok nya kamu harus tunggu di rumah sampai rangga jemput kamu ya" sambung tante rani kembali
"Hmm.. ya-yaudah nanti tasya tunggu ya tan" dengan berat hati tasya menyetujui nya.
"Yaudah sampai nanti ya syaang" tante rani menutup telfonnya.
Kini telfon berakhir.
"Gimana gimana?" Tanya ekey antusias yang tadi juga dia sempat mendengar kalau tante rani mengajak tasya untuk makn malam di rumahnya.
"Keyy.. aduhh gimana nih, masa tante rani nyuruh pak rangga jemput gua.. akhhh gak asik banget" tutur tasya yang menjambak rambutnya sendiri.
"Whatt??!! Ya bagus dongg hahah, biar lo makin deket sama pak rangga, lagian kalian berdua kenapa gak peka banget si, kalo orang tua kalian berdua itu mau jodohin kalian, yaa walaupun belum ada pertemuan keluarga yang serius si.. ya tapi lo mikir lah secara mami nya pak rangga sering manggilin lo pakai nama calon menantu, dan sebaliknya mama lo juga sering manggil pak rangga calon menantu juga.. pekaa dong caa ahhh susah amat" jelas ekey yang kini sedikit kesal dengan sikap rangga dan tasya yang tak kunjung mengerti dengan maksud orang tua mereka masing masing.
"Key.. mikir lah.. pak rangga itu kasar, secara gua gak suka sama cowok yang kayak gitu, kasar, dingin, sombong, bukan itu cowok yang gua mau, gua di bentak dikit aja pengen nangis rasanya, apalagi nanti gua nikah sama dia, yang ada ntar makan hati gua hidup sama dia tersiksa batin gua... amit amitt " tutur tasya yang mengetok meja di depan nya dan kembali mengetok kepalanya.
"Hati hati lu ca.. jangan nilai orang dari luarnya doang, siapa tau hatinya lembut" tutur ekey yang meyakinkan tasya kembali.
"Iya deh iya dehh kita liat aja nanti yee khaan?? Hahah" ekey kini terbahak karena melihat raut wajah tasya yang semakin kesal.
"Yaudah sini gua bantu lu pilihin baju trus nanti gua dandanin lu secantik mungkin okeyy" ekey menarik tasya ke kamarnya untuk memilih baju.
"Aduhh.. apaan si pake dandan sgala,cuma mau makan malam aja sama tante rani dan om riko" tutur tasya yang berjalan mengikuti arah ekey.
"Sutt.. diem deh.. itu calon mertua lo, lagian kalo lo gak mau mikir kayak gitu pikir aja lo mau makan sama orang terkaya nomor 1 di negara ini, paham?!" Jelas ekey yang kini membuka lemari tasya dan mulai memilih baju.
Selama satu jam mereka memilih baju akhirnya mereka menemukan baju yang tepat untuk tasya.
"Nahh yang ini aja.. lebih sopan tapi terlihat seksi dan anggun.. yaudah lu cepetan mandi nanti gua dandanin lu, masih ada waktu 1 jam lebih okey.
Kini tasya mandi sedang kan ekey menyiapkan keperluan tasya.
*
*
//di kantor rangga//
//tlfon//
"Hallo mi" tutur rangga sembari tangan nya sibuk memainkan keyboard komputernya.
"Hallo ngga, kamu cepetan pulang sekarang juga" tutur mami nya memerintahkannnya.
"Ha pulang?" Rangga melihat jam di tangannya.
__ADS_1
" Mi iini blum waktunya pulang, lagian kalaupun udah pulang rangga masih ada kerjaan,lagi sibuk mi" sambung rangga.
"Aduhh.. ngga mami itu ngundang tasya untuk makan malam ke rumah kita, trus kamu harus jemput tasya jam 3.30 sore, okey mami tunggu kamu di rumah tapi harus bawa tasya juga, ayo cepat cepat." Rangga yang mendengar itu pun terdiam sejenak namun ia masih tak ingin menghadiri acara makan malam yang tak penting baginya itu.
"Lagi sibuk mi, lagian dia kan punya supir yaudah suruh dia ke rumah di antarin sama supir nya, ribet banget" tutur rangga yang menolak permintaan mami nya.
"Okey gitu ya kamu sama mami skarang, apa apa sibuk gak mau nolongin mami, mami mintak tolong loh sama kamu ngga, yaudah ya mami bilang sama papi kamu nanti mami suruh papi kamu ke kantor kamu" tutur maminya mengancam. Rangga memang tak suka jika papinya mengunjunginya ke kantor, papi nya slelau marah marah padanya jika kekantornya.
"Huffftt.." rangga menarik nafas dalam dalam dan mengelurnya secara paksa.
"Yaudah yaudah mii nanti rangga suruh dani yang jemput ya, rangga lagi sibuk" tutur rangga kembali dengan santainya.
"Rangga.. mami itu nyuruh kamu bukan dani, kamu gimana si, apa apa dani apa apa dani" tutur mami rani mengomeli anak nya itu.
"Yaudah maa nanti yaa.. nanti rangga jemput. Assalamualaikum " tutur rangga yang kini langsung mematikan ponselnya yang membuat maminya itu semakin kesal.
Beberapa detik setelah rangga mematikan telfon itu kini maminya kembali menelfonnya lagi dan rangga mengangkatnya.
"Halo.. apalagi mi" tanya rangga sedikit malas.
"Kamu ingat ya, jam 3.30, jangan sampai telat paham? Itu tamunya mami loh ngga" tutur maminya kembali.
"Hmm iya iyaa paham" tutur rangga dan kini sambungan telfon terputus.
" kalo itu tamu mami, knapa gua yang harus jmput tu cewek" merungut rangga sembari menatap layar komputernya kembali.
*
*
Kini sudah jam 3.30 sore, kini rangga keluar dari dalama ruangan nya untuk melaksanakan perintah dari mami nya.
Ketika rangga membuka pintu ruangan nya kariawan yang ada di luar langsung menyambutnya.
Dan sekretarisnya langsung menghampirinya.
"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu" tutur sekretaris nya itu.
"Hmm, katakan pada dani, saya ada urusan pribadi di mansion utama orangtua saya" tutur rangga dingin sembari berjalan keluar dan di ikuti oleh skeretarisnya dan juga bodyguard nya yang menjaga di depan pintunya tadi.
"Baik pk, ada lagi?" Tanya sekretaris itu yang berjalan cepat agar tak tertinggal oleh rangga yang langkah nya begitu besar dan cepat.
" apa jadwal saya sore ini dan malam nanti" tutur rangga yang berjalan dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
"Malam nanti bapak ada acara makan malam bersama manager kantor cabang" tutur sekretarisny. Sekretarisnya ini adalah bawahan dani juga untuk membantunya.
"Batalkan saja semua acara saya yang ada pada sore atau malam nanti" tutur rangga dan kini ia sudah berada di dekat mobil nya. Lalu sekretarisnya mengangguk.
"Tidak usah, saya menyetir sendiri saja, kalian kawal saja dari belakang" tutur rangga yang menahan bodyguard nya itu untuk menyupirnya.
Lalu bodyguard nya itu mengangguk.
kini ranggapun mengendarai mobilnya sendiri dan menuju kerumah tasya.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏
__ADS_1