
"Assalamualaikum, papa mama" setelah membuka pintu tasya pun menutup nya kembali sembari tersenyum riang gembira. "Walaikumsalam" jawab papa dan mama nya bersamaan dan ikut tersenyum melihat kedatangan anak nya itu.
" loh kok mama sama papa tumben ke rumah tasya" tanya tasya. "Emangnya gak boleh mama sama papa kerumah anak nya sendiri" tanya mama riana pada putri cantik nya itu. Kemudian tasya salim dan duduk di tengah tengah mama dan papa nya. "Gak gitu ma, boleh dong masa gak boleh" tasya memeluk mama nya itu.
" oo iya, ekey mana ma?" Tanya tasya menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan ekey. "Ada tadi, mungkin lagi mandi" tutur mama riana. " ohh yaudah, ma sebentar ya adek mau bersih bersi dulu" kata tasya, ketika ia berdiri ditahan oleh mama nya ." Udah gak perlu,duduk di sini dulu sama papa dan mama". Tasya duduk dengan wajah yang bingung, bingung akan ketidak biasaan kedua orang tua nya itu yang tiba tiba datang kerumah dan tiba tiba seperti ingin berbicara serius.
"Kenapa ma?" Tanya tasya. " sayang kamu beneran gak mau pulang ke mension utama? Tanya papa nya itu. Tasya mengerutkan kening nya "emang kenapa pa? Kok papa akhir akhir ini sering banget nyuruh tasya untuk pulang ke mansion utama" kata tasya pada papa nya itu. "Ya nggak ada si, papa sama mama ngerasa kesepian aja kalo kamu gak ada di rumah, lagian tahun besok kamu mau pindah ke kota JG kan karna ada kontrak dari rumah sakit di sana selama 1 tahun. " aduh mama papa, kan masih lama adek ke sananya" tutur tasya pada mama papanya. " hmm yaudah kalo gak mau" kata papa bryan.
"What? Papa sama mama kesini cuma mau bilang itu sama adek?" Tanya tasya merasa lucu tingkah mama papanya. "Enggak juga si, kami berdua kesini mau numpang makan, masa dari tadi duduk di sini tamu gak di kasih makan" tutur mama riana sembari menahan tawa menatap suami nya itu.
"Aaa mama, emang kalo orang tua datang kerumah anaknya sendiri bisa dibilang tamu juga?" Tanya tasya yang sedikit cemberut. " hahah yaudah masak sana buat mama dan papa, udah lapar ni" tutur mama riana. " hmm yaudah tamu spesial kuu, ditunggu yaa bapak ibuk" tutur tasya sambil tertawa yang di ikuti oleh papa mama nya juga tertawa.
Setelah tasya memasak untuk kedua orang tuanya, ia pun menyusun makanan yang sudah di buatnya tadi dan di bantu oleh ekey.
"Ma, pa, udah siap nih" kata tasya dari bawah. Mama dan papa yang sedang menonton di atas pun berdiri menuju meja makan.
//Pov. Di meja makan//
__ADS_1
" harum nyaa masakan anak papa" sambil menarik kursi untuk duduk dan tersenyum mencium bau hasil masakan anak nya itu. "Gak tau deh kalo rasa nya" tutur mama riana menyambung ucapan dari suaminya iti.
"Pasti enak dong ma, masakan anak kita" mendengar kata itu tasya pun malu malu kucing.
"Ekey ayok ikut makan" ajak mama riana dan di anggukan oleh papa bryan. " ehh iya buk, ekey mau bersih ini dulu bentar yee" kata ekey. "Yaudah cepat kita nungguin kamu nih" jahil mama riana pada ekey. " eh jangan dong buk, jadi merasa spesial ekey di tunggu tunggu" ekey langsung duduk ia tidak jadi membersihkan dapur yang sudah tasya gunakan untuk memasak tadi. Mereka semua pun tertawa melihat ekey yang tidak jadi membersihkan dapur.
"Dek, kamu gak ikut makan? " tanya mama riana setelah tasya menyendok kan nasi ke piring mama dan papa nya. "Emm , engga ma, tadi adek udah makan di cafe deket kampus sama nayfa dan putri" kata tasya yang mulai terdiam dan badmood mengingat kejadian tadi. Lama tasya melamun dan seperti orang yang sedang kesal. Papa bryan yang sedang makan pun bingung melihat tingkah anak nya yang cerewet tiba tiba diam seperti itu.
"Nanti aja ya pa, setelah selesai makan" kata tasya yang memaksakan dirinya untuk tersenyum.
Setelah selesai makan, tasya dan mama papanya naik ke atas tempat tasya sering menonton televisi. Sedangkan ekey ia sedang membersihkan dapur.
"Sekarang cerita, kamu lagi ada masalah apa?" Tanya papa nya. " pa, papa tau gak adek lagi kesel banget sama orang" wajah tasya seketika berubah menjadi seperti orang yang sedang emosi. "Kenapa? Lagi kesel sama siapa?" Tanya papa bryan sambil mengelus kepala anak nya itu.
" tadi di kampus temen adek ngejebak adek, dia nuduh adek ngilangin materi yang ada di dalam flashdisk, jelas jelas kmarin adek ngasih file itu ke dia, eh pas sampai di kampus dia bilang kalo adek yang ngilangin file itu" tutur tasya sambil emosi.
__ADS_1
"Trus setelah itu, ada tiga asisten dosen yang ngeselin nya pake banget pa, masa dia nyuruh adek bertanggung jawab atas semua kesalah si vina itu, adek di suruh presentasi kedepan sendiri untuk mempertanggung jawabkan file yang hilang itu" tutur tasya yang kini menahan tangis nya.
"Ya walaupun adek ketua pelaksanaan nya, kan gak gitu juga caranya pa, mana dia juga ngehina adek lagi, dia bilang adek itu nggak pantas jadi pemimpin, dan katanya kalo adek gak bisa bertanggung jawab nggak usah sok sokan jadi pemimpin/ketua, gitu katanya pa" tangis tasya pecah saat mengingat kembali kejadian tadi pagi.
Kedua orang tuanya itu saling menatap dan tersenyum. "Sayang, apa yang di bilang dosen kamu itu benar, kalo kita gak bisa bertanggung jawab mending gak usah jadi pemimpin" kata papa bryan membenarkan ucapan dosen nya tadi pagi.
"Loh kok papa jadi belaiin dosen songong itu sih" kesal tasya mendengar ucapan papa nya. "Papa gak belain dosen itu, papa cuma membenarkan kata dosen kamu itu" kata papa bryan sembari menghapus air mata anak nya itu. Dan membawa putri nya itu kedalam pelukan nya.
"Dosen kamu udah tua? Atau masih muda?"Tanya mama riana penasaran. "Bukan tua bukan muda, dia itu om om" tutur tasya kesal mengingat wajah rangga. " mereka bertiga itu sama aja ma, sama sama kasar sama cewek" kata tasya kembali.
"Ohh dosen yang marahin kamu itu ber tiga?" Tanya mama riana sambil mengelus punggung tangan anak nya. " iya ma, kalo gak salah nama nya pak rangga, pak rio dan pak rendi mereka itu tamatan kampus itu juga dua tahun yang lalu" tutur tasya yang kini sudah mulai tenang dan sudah tidak menangis lagi.
Papa bryan seketik berfikir sejenak setelah mendengar nama yang di sebutkan oleh anak nya itu, karena ia merasa kenal dengan nama nama yang di sebutkan oleh tasya.
"Kalo gitu gak jadi om om dong nama nya dek, kan baru lulus 2 tahun lalu, palingan cuma beda 3 atau 4 tahun sama kamu" tutur mamanya kembali. "Ya gitu lah ma, udah lah jangan ingatin tasya sama orang itu, adek jadi ksel".
Jangan lupa vote gayss, like, komen. Beri kritik dan saran ya🥰🥰🥰🙏
__ADS_1