Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
41. Merasa di lecehkan


__ADS_3

Rangga kini berdiri dan mendekat pada tasya, tasya yang masih merasa kaget dengan kejadian tadi ia pun kini menggeser tempat duduk nya menjauh dari rangga.


"Pak.. stop.. bapak mau apa?" Tanya tasya panik sembari meperlihatkan telapak tangan nya di hadapan rangga tanda perintah berhenti.


"Saya bukannya mau mencium kamu, tapi saya hanya ingin menyelimuti kamu, tapi pada saat saya mau berdiri kamu terbangun dan saya pun juga kaget" jelas rangga pada tasya dan memberi alasan, kini rangga yang kembali marah. Tasya pun melihat selimut yang sedang ia pegang.


"Gak mungkin pak, jelas jelas tadi saya melihat bapak sedang mendekat ke arah bibir saya" tutur tasya tak mau kalah.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak" tutur rangga dan kini ia langsung duduk di samping tasya, tasya pun ingin berdiri karena masih takut jika rangga menyentuh nya. Ketika tasya ingin berdiri ranggapun menarik tangan nya untuk duduk kembali, sekarang posisi mereka sangat berdempetan.


Rangga menatap dalam wajah tasya begitupun dengan tasya, namun tasya menatap rangga dengan rasa kaget dan kesal.


"Lepas pakk..." tasya pun memaksakan tangannya agar terlepas dari genggaman rangga.


"Diam.." tutur rangga menatap tasya dingin.


"Awhh.. sakit pakk.. bapak kasar baget sii, lepasin gak!!!" Marah tasya pada rangga, semakin tasya memberontak untuk melepaskan tangannya maka semakin kuat rangga mencengkram tangan tasya.


"Saya sudah terlanjur di fitnah oleh kamu.. maka dari itu saya akan melakukan nya.. so, kita sama sama impas kan?" Tutur rangga dengan suara yang menggoda namun tasya yang mendengarnya semakin takut dan tangannya bergetar.


"Pak jangan kurang ajar yaa.. lepasinn!!" Kembali tasya berteriak di hadapan rangga. Namun rangga tak menggubrisnya.


Kini rangga perlahan mendekatkan wajahnya pada tasya rangga kini memegang kedua tangan tasya hingga tasya tak bisa melawan, tasya hanya bisa menolehkan/memalingkanwajahnya untuk menghindar dari bibir rangga yang akan mencium nya.


Dengan cepat rangga mencium bibir tasya dengan cara paksa.


"Hmppp... paak hmmpp.." rangga semakin dalam ******* bibir tasya hingga tasya kehabisan nafas. Rangga yang mendengar tasya ngosngosan kini ia berhenti sejenak lalu ia melanjutkan kegiatannya itu dengan cara paksa.


Tasya yang masih berusaha untuk lepas dari ciuman itu kini ia meneteskan air matanya karena ia tak menyangka akan berciuman dengan lelaki kejam yang sangat ia benci.


Tasya menangis karena ia merasa di lecehkan dan sebenar nya itu adalah ciuman pertama tasya seumur hidup nya. Ia memiliki prinsip jika nanti ia akan berciuman hanya dengan laki laki yang ia cintai dan yang sudah menjadi suaminya, jadi ia selama ini sangat menjaga ciuman pertamanya itu.


Tasya kini semakin banyak mengeluarkan air bening yang ada di matanya, sedikit terdengar isak tangis tasya.


"Hikss.." rangga yang menyadari tasya yang sedang menangis kini ia menghentikan aktifitasnya. Rangga kini menatap mata tasya yang mengeluarkan cairan bening dari mata cantiknya itu.


Tasya pun langsung mendorong rangga dan memukul dada bidang rangga.


"bapak jahatt... bapak udah melecehkan saya.." teriak tasya sembari menangis dan kini telapak tangan tasya mendarat di pipi kiri rangga.


Pllaaakkk...


Rangga terdiam sembari memegang pipinya yang baru saja di tampar oleh tasya.

__ADS_1


"Berani kamu.." di saat rangga akan memarahi tasya dengan cepat tasya pun berdiri dan memotong omongan rangga.


"Apa??!! Bapak mau marah sama saya? Iya?!! Saya udah gak peduli pakk!! Hiks hikss" tasya menatap rangga dengan amarah yang ber api api.


"Bapak udah melecehkan saya.. saya kira bapak emang orang yang sangat berpendidikan dan memiliki tatakrama yang baik, walaupun bapak sangat dingin dan kasar namun difikiran saya tetap bapak itu adalah orang yang berpendidikan dan tidak akan melecehkan perempuan!!!" Teriak tasya kembali sembari menunjuk nunjuk ke arah rangga.


Rangga kini pun berdiri, ia sebenarnya menyesal karena sudah melakukan hal sehina itu pada tasya.


"Ternyata.. anggapan saya salah besar terhadap bapak!! Bapak itu adalah laki laki pertama yang saya kenal dan saya anggap rendah di depan mata saya sendiri" tutur tasya yang amarahnya masih ber api api dan kemudian tasya mengambil tas nya dan bergegas untuk pergi dari ruangan itu.


Saat tasya ingin pergi rangga kembali menahan nya, rangga tak bisa berkata apa apa, ia sangat kaget melihat tasya yang sangat marah karena tindakan nya tadi.


"Lepasa...!!!" Tasya menghempaskan tangan rangga.


"Saya tidak bermaksud untuk meleceh kan kamu, saya hanya.." kembali omongan rangga di hentikan oleh tasya.


"Tidak bermaksud? Hiks hikss... apakah bapak tau?!! itu adalah ciuman pertama saya yang bapak curi!!! Apakah bapak tau ituu?!!!!! Jawab pakkk!!!" Tasya kini semakin emosi dan tangisnya semakin pecah ia kini terduduk di lantai karena tak kuasa menahan emosinya.


Rangga kini menopang tubung tasya. Namun tasya kembali memberontak agar rangga tak menyentuh nya.


"Kamu salah fahamm!!!" Rangga kini jug membentak tasya.


Lalu tasya kembali berdiri dan bergegas keluar dari ruangan itu.


"Kalian keluar dulu" tutur rangga memerintahkan bodyguard nya itu. Karena di sana masih ruangan tertutup yang tak bisa orang melihatnya.


"Ada apa bos? Ada yang bisa kami bantu?" Tanya bodyguard nya itu karena melihat tasya yang sedang menangis.


"Saya bilang keluar!!!" Teriak rangga pada bodyguard nya itu lalu kini mereka bergegas keluar dan menutup pintu.


Kini pandangan rangga kembali pada tasya yang masih menangis.


"Saya akan jelaskan, kamu tenang dulu" tutur rangga sedikit lembut.


"Nggak... saya gak mau mendengarkan penjelasan bapak itu.. paham?!! dan lepaskan tangan saya sekarang saya ingin pulang!!!" tasya kini masih berusaha melepaskan tangannya dari genggaman rangga. Rangga kini menatap mata tasya ia sangat merasa bersalah.


"Okey okey.." rangga kini melepaskan tangannya namun badan nya masih menghalang tasya supaya jangan pergi. "kalau kamu tidak ingin mendengarkan penjelasakn saya izinkan saya untuk mengantarkan kamu pulang" tutur rangga.


"Nggak saya gak mau lagi ketemu sama orang yang sudah melecehkan saya" tutur tasya masih terbakar emosi.


"Kamu paham gak apa yang sayang bilang tadi? Saya itu tidak berniat untuk melecehkan kamu.. so please.. kali ini saja, saya sudah berjanji kpada orangtua saya, setelah ini terserah kamu mau membenci sama saya, mau mencacimaki saya, mau pergi atau mau jauh dari saya terserah.. tapi izinkan saya untuk mengantarkan kamu pulang.. demi orang tua saya dan orang tua kamu" tutur rangga menjelaskan semuanya pada tasya dengan cara menenangkan tasya.


Tasya memejamkan matanya lalu ia menyetujui permintaan rangga.

__ADS_1


"Okey baik, kali ini saja.." tutur tasya yang sedikit memperjelas kata kali ini saja. Lalu tasya langsung langsung pergi dan di ikuti oleh rangga dari belakangnya.


*


*


Kini mereka sudah sampai di lobby, tetap seperti tadi semua mata kariawan di sana menatap pada tasya dan rangga sembari mereka memberi hormat pada pimpinan mereka itu.


Rangga kini langsung mengambil kunci dari supir pribadi nya.


"Biar saya saja yang menyetir dan seperti biasa kalian ikut dari belakang saja" jelas rangga.


Lalu di anggukkan oleh para bodyguard nya itu. Mereka membuka pintu untuk tasya dan rangga.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan rangga segera melajukan mobil nya untuk mengantar tasya pulang.



Di sepanjang jalan mereka hanya saling diam, tasya yang masih sangat marah pada rangga dan rangga sangat sangat merasa bersalah pada tasya, namun ia gengsi untuk meminta maaf.


Tasya hanya melihat ke arah jendela mobil, sedangkan rangga masih fokus untuk menyetir namun seketika ia melirik tasya sebentar untuk memastikan tasya tidak menangis lagi.


"Jadi ke mansion orangtua kamu?" Tanya rangga yang masih melihat ke arah depan.


Dan jawaban tasya hanya menggeleng.


"Trus saya ngantar kamu kemana?" Tanya rangga dan kini ia menoleh pada tasya kemudian kembali menatap ke arah depan.


"Pulang kerumah saya saja" jawab tasya yang masih memandang ke arah luar jendela.


"Kenapa?" Tanya rangga kembali.


"Emangnya kenapa? " tanya tasya jutek pada rangga. Namun rangga memilih untuk diam.


*


*


Kini mereka sudah sampai di depan rumah tasya.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.

__ADS_1


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2