
Keesokan hari nya.
Kini jam sudah menunjukkan jam 8 pagi, rangga sudah bangun beberapa jam yang lalu.
Karena hujan sangat deras jadi ia malas untuk kemana mana, ia memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya di kamar sekaligus untuk sarapan pagi.
"Hujan..." gumam rangga pelan, dan sedikit berfikir.
"Dia sedang apa ya? Apa sedang memperhatikan hijan?" Tanya rangga pada dirinya sendiri, kini ranggapun berdiri dan mendekat ke arah kaca jendela nya yang besar itu, dan menatap hujan.
Dengan gelas yang berisi kopi di tangan nya ia menatap hujan cukup lama dan sesekali menyeruput kopi.
"Untuk apa juga aku memikirkan nya" kini rangga kembali duduk di sofanya dan kembali menyelesaikan pekerjaannya.
Namun dengan duduk di sana, rangga tiba tiba mengeluarkan ponsel nya, dan kemudian langsung mencari kontak tasya.
"Apa aku telfon saja?" Batin rangga.
"Tapi untuk apa?"
"Kenapa aku tiba tiba ingin mengetahui keadaannya?"
"Yasudah aku tlfon saja"
Batin rangga.
Kini rangga menekan tombol hijau untuk menelfon tasya.
Tuuutt..tuuutt....tuuutt...tuuttt..
Dan akhirnya tasya menjawab p-anggilan itu, Cukup lama tasya menjawabnya.
setelah rangga mendengarkan sedikit suara diapun tahu jika tlfonnya sudah di jawab.
//telfon//
Rangga:" kenapa lama sekali.."
tasya;" emm ini siapa?"
Tanya tasya yang ternyata ia belum bangun, dan suaranya terdengar serak khas bangun tidur.
Rangga:"ini saya.."
Dengan perasaan tasya kenal dengan suara itu, dan ia melihat layar ponselnya, dan benar saja itu adalah tlfon dari rangga.
Tasya:"bapak..."
Rangga:"apa kamu tidak punya pekerjaan sehingga harus bangun telat seperti ini hmm?" Omel rangga.
Tasya:" saya sudah bangun saat subuh tadi, dan kembali tidur, lagian enak bukan tidur saat hujan deras seperti ini" jelas tasya.
Rangga: " saya tidak tahu.."
Tasya:"coba saja... ketika bangun nanti hari sudah kembali cerah.."
rangga:" apa kamu sedang mengajak saya untuk bermalas malasan?!"
Tasya:" hmm tidakk.." jawab tasya malas.
tasya:" kenapa bapak tlfon saya?"
Rangga;" hanya ingin mengetahui keadaan pipi kirimu"
Tasyapun reflek memegang pipi bagian kirinya, dan sudah tidak merasakan sakit atau perih lagi.
Tasya:" berkat bapak pipi saya sudah tidak sakit lagi"
Rangga:" bagus lah"
tasya:" trimakasih"
rangga:"hmm"
"Dasar!! Ngeselin banget, jawabannya cuma hmm hmm tapi pas gua jawab kayak gitu marahnya bukan main" batin tasya kesal terhadap rangga.
"Oh iya pak, kalau tidak salah semalam bapak ngajak saya ke mall kan? Kalau minsalnya saya gak bisa gapapa kan?"
Rangga:" harus bisa, karena kamu tidak berhak menolak, ini perintah"
Tasya:" hah? Kok bisa gitu? Saya nanti mau ketemu sama temen pak."
Rangga:" gak bisa.. nanti ketika saya menelfon kamu harus sudah siap, waktunya saya tidak tahu, yang penting ketika saya menelfon kamu sudah siap"
__ADS_1
Tasya:" hah? Mana ada Peraturan kayak gitu pakk.."
rangga:" tidak ada penolakan"
Lalu rangga langsung memutuskan sambungan telfon itu tanpa memberi kesempatan tasya untuk menjawab.
//tlfon berakhir//
Pov.di tempat tasya.
"Hallo haloo..." tasya sedikit berteriak.
"Aakhhh... ngeselin banget... mana udah gangguin orang tidur, trus tiba tiba tlfonnya di matiin..." omel tasya.
"Awas aja nanti pas dia tlfon, gak bakal gua angkat, gua matiin langsung" kembali tasya mengomel, tetapi setelah bergumam seperti itu ia teringat sesuatu, yaitu kontrak kerjanya.
"Akhhh ya ampun.. mana atasan gua lagi..."
"Dah lah... rumit banget hidup gua"
*
kini tasyapun bangun dan mandi, dan setelah mandi ia keluar untuk sarapan pagi bersama avnil, cinta dan ekey.
*
"Pagi.." sapa tasya.
"Pagi.." jawab cinta dan ekey bersamaan.
"Baru bangun?" Tanya avnil pada adik nya.
"Hmm iya" jawab tasya.
"Biasa ada hujaan.." sindir ekey.
"Apasih.." kesal tasya.
"Oh iya bang, pesawat jam berapa?"
"Jam 11.30"
"Adek ikut ke bandara ya?"
"Aaa kenapaa???" Tasyapun merengek manja pada abang nya.
"Yaudah tasya boleh kok ikut ke bandara" gumam cinta.
"Gak sayang.. dia gak boleh banyak banyak main di luar " cegah avnil.
"Kan ada bodyguard.." sambung cinta.
"Iya tau, tapi tetep aja kan? Kalo gak perlu keluar kenapa harus keluar coba?" Sedikit ada perdebatan antara cinta dan rangga, yang membuat tasya langsung menghentikan perdebatan antara pasangan itu.
"Yaudah gapapa kak cinta, adek gak jadi ikut kok" tutur tasya dan melirik pada avnil.
"Kamu kapan pulang?" Tanya avnil kembali.
"Emm secepatnya sih, kan masih ada kontrak di rumah sakit milik perusahaan pak rangga" jelas tasya, yang membuat mereka di sana saling menatap satu sama lain.
"Ekhemm.. iya dehh.." tutur ekey.
"Emang iya kan? Lagian juga baru tau kalo itu rumah sakit milik pak rangga" jelas tasya.
*
*
Skip.
Kini jam sudah menunjukkan jam 12 siang. Avnil dan juga cinta mungkin sudah lepas landas. Sedangkan tasya, ia hanya di hotel menunggu perintah dari rangga.
Entah kapan rangga akan menelfon nya, tapi ia sangat berharap jika rangga melupakan rencana nya untuk hari ini.
"Huftt.. lama banget sih, ngatur waktu orang semaunya aja.." tutur tasya yang menyenderkan badan nya di sofa kamar nya.
Tak lama kemudian pesan pun masuk diponsel milik tasya.
Ting...
Tasyapun menatap layar ponselnya dengan malas.
"Siapa ini nomornya gak di kenal" gumam tasya.
__ADS_1
Lalu tasya membuka pesan itu.
"Saya dan bos rangga sudah berangkat menuju hotel nona, saya harap anda sudah bersiap-siap, dan tidak membuat bos menunggu lama nantinya."
Sekertaris dani
Itu lah isi dari pesan itu.
"Haah??? Udah berangkat tapi baru ngasih tau sekarang? Dasarrr akhh... kesel banget" tasyapun langsung berdiri dan menuju ruang ganti baju mencari pakaian yang cocok.
*
"Pakai baju yang mana ya? Ini? Atau yang ini?" Gumam tasya.
"Aduhh cepet tasya.. baju yang mana ya?? Akhh bodo amat lah pakai pakaian yang ada aja.." tasyapun mengambil satu pakaian dan mulai mengenakannya.
*
Dan setelah memakai pakaian, tak lupa tasya mengoleskan sedikit makeup di wajahnya yang cantik dan imut itu.
*30 menit kemudian..
ting... kembali pesan itu muncul di ponsel tasya
"Nona kami sudah sampai di depan hotel, segera lah nona turun sebelum bos rangga marah pada anda"
Tasya yang membaca pesan itu langsung terburu buru memperbaiki rambut nya dan berkaca di cermin melihat kembali penampilannya.
Tasyapun mengambil tas nya dan bergegas memasukkan ponsel ke dalam tasnya.
*
Tasyapun keluar dari kamar, dan ia melihat ekey yang sedang memakan cemilan di depan televisi.
"Key.. gua pergi dulu ya." Ucap tasya yang membuat ekey menoleh ke arah belakang.
"Lo mau kemana ca? Kok pake dandan? Dan kenapa buru buru kayak gitu?" Tanya ekey yang terheran melihat tasya yang sepertinya sangat tergesa gesa.
"Gua mau nemenin pak rangga bentar.. udah blum penampilan gua?" Tanya tasya pada ekey yang sedikit ngos ngosan.
"Udahh udah... udah cantik.. btw tumben banget lo mau jalan sama pak rangga.. cieee jangan jangan lo sama..." ucapan ekeypun di bantah oleh tasya.
"Udah lah jangan bikin gosip yang gak mungkin terjadi.. yaudah gua mau kebawah dulu mereka udah sampai.. dahh.." tasyapun berlari keluar dan menuju ke mobil rangga.
Penampilan tasya.
*
Tasya kini sudah berada di lobby hotel, lalu ia bertanya pada kariawan di sana.
"Mbak, apa ada tamu yang menunggu saya?" Tanya tasya.
"Iya ada mbak, kata bodyguard mbak tasya, mereke di depan gedung hotel ini" jawab kariawan itu.
"Yaudah makasih mbak.." tasyapun berlari keluar.
Iapun bertemu dengan bodyguardnya.
"Non tasya, apakah kami harus ikut?" Tanya bodyguardnya.
"Emm gak usah kak.. nanti kalau minsalnya tasya tlfon angkat ya"
"Siap non, mari saya antar ke mobil pak rangga" kini tasya kembali berlari menuju mobil rangga dan diikuti oleh bodyguardnya.
Lalu bodyguard tasya membuka pintu mobil milik rangga.
Rangga tak menatap ke arah tasya walaupun ia tau pasti jika tasya sudah sampai ia malah sibuk dengan layar tablet nya.
"Maaf saya terlambat.." tutur tasya, lalu pintu mobil itupun tertutup.
Namun tak ada jawaban dari mulut rangga, ia masih sibuk menatap layar tablet nya, tasya yang di perlakukan seperti itupun bingung, ia merasa tak di hargai di dalam mobil itu, namun rasa kesalnya ia simpan.
"Jalan..." gumam rangga pada supirnya.
Kini mobilpun sudah mulai jalan menuju mall.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏
__ADS_1