Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
46. Sempurna


__ADS_3

Rangga mengakhiri lamunannya karena mendengar maminya memanggil namanya.


"Eh emm.. enggak mi... rangga juga gak tau kenapa dia pergi mendadak gitu"


"Lagian apa hubungannya sama kita si mi.. kalau dia mau pindah ke sana yaudah biarin aja, knapa kita yang sibuk mikirin dia.." kini rangga berdiri dan duduk di tempat makan karena ia melihat bahwa masakannya sudah jadi.


Mami rani mengikuti rangga dari blakang dan kini ia duduk di hadapan rangga.


"Rangga.. bukan masalah dia pindah atau gimananya.. masalah nya dia mendadak pergi dan bahkan bilang mamanya dia gak seperti biasanya seperti itu, dan tasya terakhir sama kamu kan? Mungkin kamu tau alasan dia mendadak pergi" omel mami rani pada rangga.


"Nggak tau mi, udah lah biarin aja apa hubungannya sama kita.."


walaupun rangga berbicara seperti tak perduli tapi ada hati dan fikirannya yang tak tenang pada saat ini.


" ada hubungannya.... dia itu calon menantu mami" rangga pun langsung tersedak saat meminum air karena mendengar mamanya berbicara seperti itu.


"Uhukk...uhukkk"


"Menantu apaan si mi? Untuk siapa? Mami cuma punya anak cowok satu loh di rumah ini gak ada yang lain" tutur rangga sok polos.


"Emang iya.. dan itu untuk kamu.. paham?! Emang nya untuk siapa lagi kalau bukan untuk kamu"


"Engga engak aah mi, mami apa apaan si, baru aja kenal samu tu cewek mami kayak nya udah suka banget sama dia, mami tuh belum tau dalem nya gi mana, siapa tau dia sok baik kan di depan kita? Dan mami juga tau banyak banget perempuan yang nyari muka ke mami untuk dapatin rangga yang lebih tepatnya uang kita" jelas rangga yang masih memikirkan tasya dengan rendah.


"Kamu kenapa si ngga? Semenjak kamu putus sama tara kamu itu memandang semua cewek itu rendah, kenapa? Kamu masih cinta sama tara? Iya?" Tanya mami rani dengan emosi.


"Mi..." rangga sedikit berteriak di hadapan mami rani dan menatap maminya itu.


"Ya trus kenapa kamu blum bisa buka hati buat wanita lain ha? Kamu tau kan ngga mami sama papi kamu ini umurnya udah tua dan kami pengen menimang cucu ngga. Kamu gak boleh egois gitu dong" marah mami rani.


"Tuh alya ada suruh aja dia nikah duluan" jawab rangga singkat.


"Tega kamu ngomong gini sama mami? Itu adek kamu, dia masih SMA! Cuma kamu anak mami yang udah pantas untuk menikah" kini emosi maminya semakin meningkat.


"Mi.. kenapa sih harus bahas nikah sekarang? Rangga masih sibuk belum sempat untuk memikirkan hal itu" jelas rangga yang masih mengotak atik piringnya.


"Kamu itu udah mapan nak.. kamu udah mampu untuk membiayai istri kamu nanti, apa yang membuat kamu blum siap? Apa masih karena tara?" Tanya mami rani yang menbuat rangga kini semakin kesal. "Mii cukul ya mi..!! Cukup mami membahas tara teru!! " bentak rangga pada maminya dan ia langsung berdiri dan ingin pergi dari mansion itu.


"Rangga..." panggil mami rani. Rangga kini mengambil jas dan ponsel nya yang ada di atas meja tadi lalu pergi keluar yang di sana sudah ada dani.


"Rangga... dengrin mami, berani ya kamu sama mami sekarang, kamu udah gak sayang sama mami" teriak mami rani pada rangga namun rangga tak menghiraunya.


Kini rangga sudah memasuki mobil nya yang di bawa oleh dani.


"Jalan kan mobilnya" ketus rangga pada dani.


"Baik bos, kita kemana lagi bos?" Tanya dani sopan.


"Pulang.." jawab singkat rangga.

__ADS_1


Dani pun agak merasa takut dengan hawa hawa dingin di dalam mobil ini, karena ia tau suasana hati bos nya sedang tidak baik.


Lama rangga terdiam di bangku belakang, ia memijat kepalanya sembari memejamkan matanya.


Ada sedikit penyesalan di dalam dirinya karena sudah lancang membentak mami nya tadi, kini rangga semakin frustasi karena dia tidak hanya memikirkan mami nya ia juga memikirkan gadis yang berhasil membuat hati nya terasa tidak tenang dan sedikit rasa khawatir


"Dani.." panggil rangga dengan suara yang kesal.


"Iya bos.. ada yang bisa saya bantu.." tanya dani sopan sembari melihat rangga dari spion mobil.


"Perintahkan anak buah kamu untuk menCari tau kenapa gadis itu pergi dengan mendadak, kasih laporan itu pada saya malam ini juga.. kalau tidak saya akan memecat anak buah kamu itu" tutur rangga memberi perintah


"Baik bos" dani kini menelfon anak buah nya dan mencari tau tentang tasya kembali.


"Gadis bodohh.!!!" Teriak rangga dari bangku belakang.


"Bisa bisanya dia pergi tanpa memberi tahuku dan berani berani nya dia membuat mami saya khawatir seperti ini.." marah rangga.


Dani yang mendengar itupun menahan tawa ia melihat betapa anehnya bos nya itu.


"Bos bos.. memangnya anda siapa sehingga nona tasya harus meminta izin pada anda terlebih dahulu untuk pergi." Batin dani.


"Kenapa kamu tersenyum dani.. ada yang lucu? Kamu menertawakan saya ya?!!" Marah rangga pada dani karena rangga melihat dani tersenyum sendiri dan seperti menahan tawa.


"Emm maaf, tidak bos. Mana berani saya menertawakan bos saya sendiri" tutur dani pada rangga.


*


*


Dan satu persatu barangnya di berikan pada pelayannya itu.


"Siapkan air panas.. saya mau mandi" ketus rangga dan membuat para pekerja di rumahnya merasa takut melihat raut wajah bosnya yang sepertinya menahan amarah.


Kini beberapa pelayan naik ke atas untuk menyiapkan air untuk rangga mandi dan menyiapkan pakaian untuk bosnya.


Dani kini yang masih setia mengikuti rangga ke atas untuk memastikan bosnya benar benar baik saja.


"Dani.. apa kabar anak buah mu itu? Apa mereka sudah mendapatkan informasi?" Tanya rangga menatap tajam dani.


"Tunggu sebentar saya lihat chat yang belum saya baca bos" rangga kini duduk di sofa luar kamar nya dan di ikuti oleh dani. Dani kini sedang membaca pesan dari suruhannya itu.


"Bagaiman?" Tanya rangga lagi.


"Ia benar bos. Menurut informasi yang mereka dapat, nona tasya berangkat bersama asisten pribadinya dan juga 5 bodyguard atas perintah pak bryan sendiri bos" jelas dani.


"Lanjut" tutur rangga memerintahkan dani untuk melanjutkan pembicaraannya itu.


"Pesawat yang di naiki nona tasya adalah peswat GRD701 dan peswat itu lepas landas sekitar jam 9 pagi, dan sampai di kota JG dengan selamat pada jam 11 siang"

__ADS_1


Dani menjelaskan apa yang anak buahnya itu dapatkan tentang tasya.


Ranggapun selalu puas dengan hasil kerja dani yang selalu memberi informasi yang mendetail


"Baguss.. berikan bonus pada anak buah mu itu, dan kamu juga" kini rangga berdiri dan memasuki kamarnya karena ingin membersihkan diri karena para pelayan sudah menyiapkannya.


*


*


Didalam kamar mandi tepatnya rangga berendam di bathup ia hanya merenung dan berfikir tentang maminya yang berbicara tentang menikah.


"Menikah..." rangga bergumam kecil sembari memainkan sabun yang ada di dalam bathup itu


"Aku egois?" Tanya rangga pad diri nya sendiri


Rangga bergumam sendiri karena terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh maminya tadi yang membuat dia berfikir bahwa ia benar benar orang yang sangat egois.


"Tasya.. gadis itu benar benar bodoh.. apa benar ini adalah ciman pertamanya?"


"Hah!!! Tidak mungkin.." rangga menyeringai licik.


"Tapi jika tidak.. kenapa dia begitu marah atas kejadian itu? Dan bahkan iapun menangis.. apa benar itu ciuman pertama gadis murahan itu?"


Itulah gumaman tangga semenjak tadi.


"Menikah dengannya?" Rangga berfikir sebentar dan kemudian sedikit senyum muncul di sudut bibirnya.


"Hmm bagus juga.. cantik ,seksi.. mandiri.. dan yaa.. sempurna..." rangga tiba tiba terdiam dan rangga langsung menyadari apa yang telah ia katakan.


"What??? Semenjak kapan gadis itu sempurna di mata dan pikiran mu rangga? Kenapa aku ini?" Rangga memukul sedikit wajahnya sendiri karena telah bergumam tentang gadis itu.


"Kenapa bisa mulut ku yang suci ini bergumam tentang gadis itu? Sempurna? Tidakk gadis itu tidak sempurnaaa..." rangga kini berdiri dan menyudahi aktifitasnya dan ia pergi ke bawah air yang kini membasahi tubuhnya dan membersihkan busa sabun yang masih menempel.



*


Rangga kini sudah selesai mandi, dan iapun sudah mengenakkan pakain santainya untuk tidur.


Rangga tidak membuka laptopnya seperti biasa karena ia merasa hari ini sangat lelah bekerja dan ditambahlagi memikirkan tentang maminya yang membahas tentang pernikahan.


Dan kini rangga memutuskan untuk memejamkan matanya dan tak lama kemudian iapun sudah terlelap.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2