Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
34. Galak dan perhatian kecil


__ADS_3

Jam menunjukkan jam 11 siang, namun mami rani dan juga rangga belum pulang karena tak mendapatkan ijin dari tuan rumah.


Namun mereka harus pulang karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.


Kini mereka sedang berada diluar kamar tasya karena menunggu dokter menggantikan infus tasya yang sudah habis.


Kini dokter sudah selesai dengan tugas nya dan keluar dari kamar tasya.


"Makasih ya ndre" tutur mama riana pada andre yang adalah dokter pribadi keluarga itu.


"Ahh apa apaan si tante, kan udah tugas andre juga" tutur andre sembari tersenyum.


"Yaudah tan, andre ke rumah sakit dulu ya, soalnya masih banyak pasien" tutur andre.


"Yaudah kamu hati hati ya" mama riana yang mengingat andre untuk berhari hati.


"Iya tan, oh yaa nanti kalo ada apa apa sama tasya kabarin andre aja ya tan" setelah itu andre pun berlau pergi.


Rangga yang dari tadi melihat andre yang begitu dekat dengan tasya dan mama riana iapun merasa sedikit kesal, tidak tau kenapa.


"Yaudah ayok kita masuk" ajak mama riana.


"Haii.. gimana? Udah enakan?" Tanya rani pada tasya.


"Udah si tante, tapi punggung nyamasih sakit, gerak dikit sakit" tutur tasya menjelaskan apa yang dia rasakan.


"Yaudah kamu banyak banyak istirahat ya, tante mau pulang dulu, nanti tante bakalan sering jenguk kamu kok" tutur rani pada tasya sembari mengelus kepala tasya dan tasya pun mengangguk dan tersenyum.


"Beneran ya jeng sering sering ke sini ajak rangga juga, nanti kalo tasya udah sembuh kita lahi yang akan main ke rumah kalian lagi" tutur mama riana yang mengedipkan matanya pada mami rani karena mereka punya maksud lain.


"Haha.:.. aman..,yaudah kita pulang dulu ya" tutur mami rani yang kini ia berpamitan pada tasya dan mama riana.


"Yaudah ayuk saya antar" tutur mama riana berjalan menuju keluar untuk mengantar mami rani.


"Mi duluan aja, rangga juga bawa mobil kok" tutur rangga yang kini tinggal di dalam kamar tasya.


"Hmm yaudah" kini mama riana dan mami rani saling tersenyum bahagia karena rangga anak nya itu semakin akrab dengan tasya.padahal sebenarnya tidak.


"Huufttt" tasya menghela nafas berat.


"Kenapa?" Tanya rangga dingin.

__ADS_1


"Kenapa? Orang lagi sakit kok, ya pantas aja sering ngeluh kesakitan kayak gini, emangnya salah juga di mata bapak?" Tutur tasya yang tak menatap rangga pada saat berbicara.


"Saya gak bilang salah, saya cuma nanya kenapa. Udah lah saya lagi gak mau adu mulut sma kamu" tutur rangga kesal.


Rangga kini duduk di kursi yang ada di samping kasur.


"Tentang kontrak kamu di rumah sakit kota JG, sudah saya urus, kamu gak perlu balik lagi kerja di sana, kamu hanya perlu menyelesaikan kuliah kamu di kota JG, jika kamu nanti sudah wisuda pulang lah ke kota ini, karena kamu lebih aman" tutur rangga yang masih memakai gaya dingin saat berbicara tetapi itu adalah sebuah perhatian namun tasya tak menyadari nya dan bahkan ia sendiripun juga tak penuadarinya.


"Ha? Pak itu tempat kerja pertama saya loh pak, kenapa bapak batalkan kotrak saya?" Tasya yang kini mulai emosi.


"Kamu bisa dengar dulu gak penjelasan saya?" Tutur rangga yang kini menatap tajam tasya dan tasya takut dengan tatapan itu sehingga ia menunduk.


"Terserah saya, rumah sakit itukan termasuk aset milik perusahaan saya, kenapa kamu yang ngatur saya? Kamu gak suka? Apa perlu kamu saya keluarin juga dari kampus kmu itu?" Tutur rangga mengancam.


"Iya udah pak maaf, jadi nanti kerjaan saya gimana?" Tanya tasya.


"Kamu saya pindah kan ke kota ini, biar mudah di pantau kata papa kamu." Jelas rangga lagi.


"Berapa bulan lagi kuliah kamu selesai?" Tanya rangga.


"3bulan" tutur tasya cuek.


Rangga pun langsung berdiri tanpa basa basi terlebih dahulu karena ingin pulang. Ketika ia ingin melangkah ia di panggil oleh tasya.


"Pak" langkah rangga terhenti dan membalikkan tubuh nya.


"Hmm apa?" Ketus rangga cuek.


"Dih dingin amat si pak" tutur tasya yang sedikit takut dengan tatapan rangga.


"Hufff" rangga menghembus nafas beratnya.


"Kalau gak ada lagi yang ingin kamu sampikan saya mau pergi, saya sibuk" tutur rangg sembari melihat jam yang ada di tangan nya.


"Hmm makasih pak" tutur tasya yang sembari memainkan jari tangan nya karena malu.


"Hmm" hanya itu saja respomn rangga dan ia kini berbalik untuk keluar dari kamar itu.


"Pakk... bisa gak si kasih respon sampi 1 kalimat aja, jangan hmmm huumm humm doang.." tasya sedikit berteriak karena kesal. Rangga yang mendengar tasya mengomelinya sperti itu kini ia pun kembali mendekati tasya.


"Kamu mau apa dari saya? Mau cium? Mau peluk? Mau.." omongan rangga terputus saat tasya membantah nya.

__ADS_1


"Ihh nggak nggak nggak, bapak apa apaan si dasar mesum" marah tasya pada rangga.


"Kamu gak capek apa ngomong trus dari tadi, yang namanya orang sakit itu diam jangan banyak omong jangan marah marah pahamm..!" Sedikit rangga membentaknya. Seketika itu tasya pun terdiam dan tertunduk.


Rangga yang melihat tasya seperti itu pun ia sedikit merasa bersalah.


"Huff.. okey, saya mau pergi dulu, kamu masih mau menyempaikan sesuatu pada saya?" Tanya rangga sedikit lembut.


"Hmm pak, bantuin saya, saya mau tidur, tapi saya gak bisa gerak kalo gak di bantuin" tutur tasya sedikit malu meminta bantuan rangga, karena di atas cuma ada mereka berdua.


"Kamu mau saya nidurin kamu?" Sengaja rangga melontarkan kata kata itu supaya tasya semakin kesal.


"Hah? Bukan pak, bukan itu maksud saya" wajah tasya memerah mendengar penuturan rangga, rangga yang melihat wajah itu kini sedikit tersenyum namun tak dilihat oleh tasya. "maksudnya bantuin saya untuk berbaring di kasur"


"Yasudah kalau kamu memaksa" kini rangga mendekat.


Tangan kiri rangga memegang bahu sebelah kiri tasya sedangkan tangan kanan rangga memegang tangan kanan tasya, Dan kemudian mata mereka tak sengaja saling bertemu dan merekapun terdiam sejenak untuk saling beratatapan seketika itu juga aura di kamar itu menjadi berubah menjadi suasana yang sangat canggung.


Beberapa detik mereka saling bertatapan, namun dengan cepat tasya memecahkan keheningan itu dengan sedikit berdehem.


"Ehemn... pak jangan natap cewek gayak gitu, dosaa" tutur tasya yang membuat lamunan rangga terhenti, rangga pun tak acuh dengan perkataan tasya.


"Hmm pelan pelan" tutur ranga yang kini mulai membantu tasya untuk merubah posisinya.


"Ssttt...awhh.." lirih tasya menahan sakit ketika ia sudah ingin terbaring.


"Mana yang sakit?" Tanya rangga sedikit panik dengan posisi masih memegang tangan tasya.


"Hmm gapap kok pak" tutur tasya Sembari melepas tangannya dari rangga, rangga yang menyadari itu pun kembali salah tingkah.


" yasudah saya mau ke kantor dulu, jangan banyak gerak, jangan banyak omong, dengerin kata orang jangan membantah" rangga mengingatkan tasya dan sembari rangga menyelimuti tasya.


"Hmm iya, galak bgt" tutur tasya dan kini rangga sudah keluar dari kamar nya dan ingin menuju ke kantornya.


Di saat rangga sudah berada di luarkamar, tiba tiba senyum tipis terukir di wajah nya.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2