
Kini rangga dan avnil sudah sampai di bandara, namun mereka mencari di mana tasya berada namu ia juga tak menemukan tasya.
Lalu rangga memasuki bandara itu dan mencari tau sendiri apakah ada keberangkatan pesawat pribadi hari ini, rangga suda merasa kalau tasya di culik dan di bawa memakai pesawat pribadi keluarga alexander.
Namun ada orang yang berani mencegah rangga untuk mencari tau tentang ini.
"Ada apa pak? Kenapa bapak menanyakan tentang itu, itu adalah rahasia" tutur kariawan itu tak sopan.
"Kamu tidak tau siapa saya? Atau kamu mau bandara ini saya hancurkan beserta kalian smua yang bekerja di sini" ancam rangga.
"Cepat katakan apakah benar hari ini aja jadwal keberangkatan ke luar negeri memakai peswat pribadi?" Tanya avnil lagi marah. Namun dari belakang dani muncul,
"Pak saya tau dimana nona taysa sekarang, mari ikuti saya keluar bandara terlebih dahulu" tutur dani yang ingin memberi tau dimana tasya.
"Kamu saya pecat dari bandara ini" tutur rangga tetapi kariawan itu tidak menggubris perkataan rangga, karena ia tak tau siapa yang sedang marah besar itu. (Kariawan itu sudah di bayar oleh kevin untuk merahasiakan keberangkaatan itu)
"Bos, pak avnil, nona tasya di bawa ke negara JR, saya sudah menelfon semua ank buah kita di 5 negara. Namun di negara JR ada pesawat dari negara kita mendarat 1 jam yang lalu. Lalu saya menyuruh anak buah di negara JR untuk mencari tau lagi pesawat siapa itu dan ternyata pesawat itu adalah milik keluarga alexander, lalu mereka melihat bahwa banyak laki laki membawa seorang gadis yang sepertinya pingsan dan tangan nya di borgol memasuki kapal besar milik keluarga alexander yang ada di negara itu" dani menjelaskan secara detail info yang ia dapat kan dari anak buahnya itu.
"Apa? Tasya di bawa ke negara JR oleh kevin? Kurang ajar sekali dia menyentuk adik saya!!" Kini avnil emosi nya memuncak dan menetekan air mata, karena dia juga memikirkan orang tuanya di sana jika mereka tau tentang kabar ini.
"Bang sebaiknya abang saja yang ke negara itu, biar saya yang mengurus ini semua di sini, dan biarkan saya juga yang menjelaskan kalau tasya di culik oleh kevin dan membawanya ke negara JR itu" tutur rangga, ia pun juga ikut marah sekarang, ia marah dengan diri nya sendiri tidak tau kenapa.
"Mari pak avnil saya sudah menyuruh mereka untuk menyiapkan pesawat sekarang juga, saya juga akn ikut ke negara itu membantu bapak, dan anak buah sudah saya kumpulkan untuk ikut dengan kita dan nanti di negara itu juga sudah ada anak buah yang menunggu kita di sana lalu kita akan menuju vila keluarga alexander dimana tempat nona tasya sekaran" jelas dani pada avnil sembari melangkah ke dalam bandara.
Kini rangga sudah berada di hotel untuk menelfon keluarganya di kota JKT dan juga menelfon keluarga tasya.
"Hallo pi" tutur ranngga dengan suara yang tak semangat lagi.
__ADS_1
"Hallo bagai mana ngga? Apa sudah selesai masalah nya?" Tanya papi riko yang menunggu jawaban dari anak nya.
"Maaf pi, masalah semakin tambah besar, tasya kini..." rangga menghentikan omongan nya karena tak tega menyampaikan info ini kepada papi nya.
"Kenapa dengan anak teman papi, kamu apakan lagi aa? Apa kamu menyakiti nya lagi?" Tanya papi riko kini marah.
"Bukan pi, tasya kini di culik oleh kevin dan membawa nya ke negara JR, dan kevin baru mendarat 1 jam yang lalu dan membawa tasya ke vila terpencil nya di negara JR" jelas rangga kini semakin sedih. Dan tersentak papi riko kaget dengan penuturan rangga.
"Apa? Di culik? Kenapa bisa? Bagai mana kau bekerja di sana ngga?!" Bentak papi riko pada rangga.
"Pi, kevin berhasil mengalihkan semua perhatian orang orang termasuk rangga dan bang avnil" kini rangga semakin sedih dan kecewa pada diri nya sendiri.
"Lalu apakah bryan sudah tau kalau anak nya di culik?"
"Blum pi, rangga tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan hal ini, takut terjadi apa apa dengan om bryan dan tante riana" tutur rangga kembali.
" kamu harus bertanggung jawab rangga, kamu harus memberi tahu mereka sekarang juga, papi gak mau tau, semenjak kapan kamu menjadi pengecut seperti ini, semenjak kapan kamu sudah tidak memiliki keberanian lagi haa??!!" Marah papi riko kembali pada anaknya.
"Ha-halo om" rangga masih dengan perasaan takut nya.
"Halo, bagai mana ngga? Apa sudah selesai maslaah nya? Anak om baik baik aja kan?" Tanya papa bryan tak sabar mendengar kabar itu.
"Om maaf, saya tidak becus bekerja dan bertindak" tutur rangga meminta maaf terlebih dahulu.
"Kenapa? Ada apa kamu meminta maaf kepada om? Dimana tasya dan avnil skarang?" Tanya bryan tambah panik. Dan juga bingung karena baru kali ini ia mendengar seorang rangga yang meminta maaf duluan.
Kini rangga menjelaskan semuanya pada papa bryan. Dan sesak napas papa bryan kini sedikit sudah tersengar karena mendengar penjelasan Rangga.
__ADS_1
"Rangga kamu jangan bercanda, om tidak suka" marah papa bryan. Lalu lefon pun segera di matikan.
"Pa kenapa paa? Kenapa?" Tanya mama riana.
"Ma, tasya di culik oleh keluarga alexander dan membawa ia ke negara JR ke vila terpencil miliknya itu." Jelas suaminya sembari memegang dada nya.
Mama riana yang mendengar itu pun sangat kaget.
"Apa? Di cu-culik?" Lalu mama riana pingsan tak sadarkan diri .
"Nonyaaa!" Teriak asisten rumah tangga nya kompak
"Ma,ma bangun ma" panggil suaminya
Kini mama riana di bawa kekamar begitu pun dengan suaminya yang kini tengan memakan obat untuk asmanya itu.
*
*
*
Rangga sangat terpukul dengan kejadian ini, semua perasaan yang ia rasakan bercampur aduk, marah, kecewa,sedih. Semua iya rasakan.
Ia sekarang tengah menyelesaikan masalah anak buah kevin yang menyerang anak buah nya itu dan membawa ke basecamp nya yang ada di kota itu.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏