
Tiga hari kemudian..
Ini adalah hari yang sangat penting bagi tasya, ia sangat menanti hari ini tiba, dimana ia sudah menyelesaikan pendidikannya selama 7 tahun lamanya.
Memangnya siapa sih yang tidak suka dengan kata wisuda, semua orang atau mahasiswi/siswa mereka pasti sangat menanti hari ini tiba.
*
Kini jam sudah menunjukkan jam 5 pagi, kini tasya dan para sahabatnya sedang bersiap siap untuk mengahdiri acara wisuda tasya.
Tasya kini sedang dimakeup oleh makeup pribadinya yang sampai di kota JG tadi malam bersama dengan keluarganya.
Semua perempuan yang ada di sana juga ikut dihias oleh para MUA itu.
*
*
*Di negara NYR
Dinegara ini jam sudah menunjukkan jam 4 pagi.
Rangga kini sudah bersiap untuk menuju bandara, dia di bantu oleh para pelayan di sana dan juga mami rani pun juga ikut turan tangan untuk mengurus anak lakilaki nya itu.
"Ngga, nanti sampaikan salam mami sama tasya dan juga keluarganya ya, jangan lupa kasih hariah itu sama dia ya" mami rani mengingat ank nya itu.
"Emm iya" jawab rangga apaadanya.
"Dani inget ya, kamu harus liat tuh bos kamu, ingetin dia kalo dia mulai bikin keadaan di sana gak enak" mamipun juga mengingatkan dani.
"Dan kamu harus lapor sama mami apa aja yang di lakukan oleh rangga selama di sana apalagi saat dia sama tasya" sambung mami rani.
"Mi apa apaan si" rangga menatap maminya itu dengan tatapan kesal.
"Dan kamu dani, berani kamu mengatur saya, kamu akan saya pecat" marah rangga pada dani, dani yang mendapatkan ancaman itupun mulai bingung, dia tak menjawab pertanyaan siapaun di sana, ia hanya mengangguk saja.
*
*
Kini rangga sudah masuk ke dalam mobil dan menuju ke bandara, ranggapun tak luoa membawa para bodyguardnya.
Pov. Di dalam mobil.
"Dani kamu sudah jelasin apa yang harus rio dan rendi kerjakan selama di sini?" Tanya rangga, dari belakang kursi pengemudi.
"Sudah bos" jawab dani singkat.
Yang kebetulan para sahabat rangga sampai di negara ini suda 2 hari yang lalu.
*
1 jam kemudian rangga kini sudah sampai di bandara dan akan berangkat dengan memekai pesawat pribadi miliknya. Pesawat itu akan lepas landas sekitar jam 5.30 pagi
__ADS_1
Dan rangga akan sampai di negara ID sekitar jam 9.30 siang nanti.
*
*
*di kota JG
Kini semua sudah siap, sebelum berangkat mereka menyempatkan diri untuk sarapan dulu di ruang khusus hotel itu.
"Dek, semua nya udah siap? Gak ada lagi yang mau di bawa kan?" Tanya mamanya.
"Kayak nya udah deh ma"
"Key.. semuanya udah kan? Kipas gua sama mama udah di masukin ke dalam tas kan?" Tanya tasya pada asistennya itu.
"Udah aman.. udah siap semua kita tinggal berangkata aja" jawab ekey sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Okey thankyou key" ucap mama riana pada ekey.
"Sama sama ma.."
"Oh iya nanti pasti lamakan acaranya selesai, kalian tunggu di restoran milik bang avnil aja di deket kampus, pas acaranya dah mau selesai dan gua udah ketemu sama temen temen baru deh gua telfon kalian buat nyamperin gua" jelas tasya.
"Kalo nunggu di luar takut kalian kepanasan,dan bisa aja si kalian nuggu di dalam mobil, nanti klian pasti bosen" sambung tasya.
"Yaudah kita nunggu di resto aja" jawab putri.
"Oh iya nanti mama nitip alat alat mama sama kalian ya?" Tutur mami rani pada putri, nayfa dan ekey.
"Kalian para MUA, ikut aja ya sama mereka bertiga, nanti mama tugasin 2 bodyguard buat kalian di resto nanti"
"Siap bu.." jawab mereka juga kompak.
*
*
Kini mereka sudah di dalam perjalanan menuju gedung kampus untuk menghadiri acara istimewa itu.
Tasya dan para sahabatnya itu memakai mobil yang terpisah, karena tasya dan kedua orangtuanya akan langsung menuju tempat acara, sedangkan yang lain akan menunggu di resto milik avnil.
Dan bagaimana dengan avnil, dia nanti akan menyusul jika acara di dalam gedung itu selesai. Dan dia juga membawa pacarnya yang selama ini tak ia beri tahu pada siapapun termasuk adiknya tasya, kecuali kedua orangtuanya.
Avnil hanya memberi tahu pada kedua orangtuanya tentang hubungan nya itu dengan gadis yang bekerja sebagai marketing di perusahaan cabang miliknya.
*
Pov. Di dalam mobil yang di tempati tasya.
"Akhirnya dek kamu lulus juga" tutur mamanya yang sangat bahagia itu.
"Hehe.. iya ma.."
__ADS_1
"Oh iya papa nanti gapapakan ikut masuk ke dalam gedung?" Tanya tasya pada papa nya itu, karena ia tahu tentang posisi papanya yang sebagai CEO perusahan terbesar no3 di dunia, karena itu ia tak terbiasa melihat papanya berkerumunan dengan orang orang yang tak di kenalnya.
"Ya gak apa apa lah sayang, ini itu acara yang paling spesial buat papa, jadi papa pasti akan bahagia menghadiri acara ini untuk kamu" jawab papanya sembari mengelus kepala anak gadisnya itu.
"Apa sih yang enggak buat kamu sayang, mama sama papa sayaang..banget sama kamu.." sambung mama nya.
"Makasih ya ma pa udah selalu ada untuk adek sampai selesai kuliah kayak gini, dan semoga sampai seterusnya adek bisa bareng bareng trus sama mama papa" tutur tasya dengan lembut dan membuat suasana terharu.
"Sebentar lagi kamu sudah bukan tanggung jawab papa sayang.. kamu juga pasti akan menikah nantinya.." tutur papa bryan yang menbuat tasya kembali mengingat tentang perjodohan itu.
Tasya melihat ke arah papa bryan lalu kembali menatap mama riana.
"Ma..pa.. kalian serius mau jodohin adek sama pak rangga?" Tanya tasya dengan rasa penasaran.
Kedua orangtuanya itupun saling tatap, dan saling tersenyum.
"Iya lah sayang masa papa sama mama main main tentang hal ini" jawab papa bryan..
"Hufft..." tasya menghela napas beratnya itu, dan ia tak mau lagi berkomentar karena ia tau itu tak berguna.
Kemudian tasya pun teringat tentang rangga, ia berfikir apakah rangga akan datang ke acaranya nanti? Jika ia kenapa ia tak mendengar kabar dari rangga sedikitpun dari orangtuanya.
Orang tuanya tak membahas tentang rangga yang akan datang menghampirinya kesini.
"Syukur deh.. pasti dia gak punya waktu luang untuk datang ke acara ini" batin tasya
Namun lagi lagi ia masih penasaran dengan kedatangan rangga nantinya. Dan ia memutuskan untuk bertanya pada kedua orangtuanya itu.
"Emm ma.. pa.. pak rangga gak datang ke sini kan?" Tanya tasya dengan berhati hati, takut kedua orangtunya itu salah mengartikan tentang pertanyaan yang ia lontarkan.
"Ohh rangga.. mama lupa lagi bilang ke kamu, iya rangga datang kok nanti, tadi mami nya telfon kalau rangga udah berangkat pagi tadi dari negara NYR" jawab mama riana yang membuat tasya benar benar terkejut, lagi lagi firasat yang tak enak kembali menjadi kenyataan.
"Aa? Mama serius?? Ckk..." kesal tasya.
"Loh emang kenapa, rangga gak ngabarin kamu?"
"Ngabarin? Ya kalik, kita mah gak pernah tukeran nomor kali ma" jawab tasya sadikit emosi.
"Tapi waktu itu mama ngasih nomor kamu kok ke rangga"
"Apa? Mama ngasih nomor adk sama pak rangga?" Tanya tasya kembali kaget.
"Iya.. lagian kalian udah di jodohin tapi gak punya nomor satu sama lain gimana si?"
"Ckk.." tasya memejamkan matanya dan mengomel di dalam hatinya.
*
*
Beberapa menit kemudian mereka kini sudah sampai di gedung tempat acara wisuda itu.
Smua bodyguard pun juga ikut untuk mengawal di sekitar sana, dan 2 bodyguard di tugas kan untuk menjaga di resto tempat teman temannya yang menunggu di sana.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏