
Pagi hari sudah tiba, kini penghuni mansion utama pun sudah bangun dan baru bersiap untuk kembali melakukan aktivitas/pekerjaan mereka.
Pov. Di kamar alya.
Tasya baru selesai mandi dan sudah mengganti pakaian nya yang di berikan oleh mami rani pada nya.
"Ehh alya sekolah ya hari ini?" Tanya tasya basa basi pada alya.
"Eh kak tasya.. iya ni kak hehe" alya yang sedang bercermin menoleh ke belakang karena tasya sedikit mengagetkannya..
Tasya yang melihat alya yang sedikit kesulitan menata tambut nya, kini ia berinisiatif untuk membantu nya.
"Alya kok udah pake catokan? Nanti rusak loh rambut nya" tutur tasya pada alya dan mengelus rambut alya.
"Iya nih kak, alya kalo soal rambut emang suka kesulitan, apa lagi ngikat rambut itu memang kelemahan alya banget kak" tutur alya menjelaskan pada tasya.
"Makanya alya kalo kesekolah harus catokan dulu supaya rambut alya rapih" sambung alya lagi yang sedikit cemberut.
"Sini sini kakk bantuin" tasya mengambil catokan dari tangan alya dan meletakkan nya di atas meja.
"Kamu kalo mau rapihin rambut gak perlu pake catokan, lagian rambut alya bagus kok" tutur tasya sembari menyisir rambut alya.
"Ehh gapapa kak biar alya aja, ntar bang rangga marah lagi sama alya" tutur alya kembali cemebrut.
tasya pun heran dengan yang diucapkan oleh alya.
"Udah gapapa biar kakk bantu. Btw.. Pak rangga? Apa hubungannya al?" Tanya tasya sembari tersenyum kecil dan penuh tanya.
"Soalnya bang rangga itu marah kalo alya gak bisa mandiri dan ga bisa ngurus diri sendiri, bahkan pembantu yang ada di rumah ini dan di rumah bang rangga gak dibolehin bantu alya untuk siap siap ke skolah" curhat alya pada tasya, lalu aktifitas tasya pun terhenti yang melihat alya kelihatan sedikit tertekan.
"Uhh kok pagi pagi cemberut sii.. senyum dong" tasya pun menopang dagu alya dan menyemangatinya.
"Sikap pak rangga itu pasti bagus buat alya nanti nya, jadi jangan terlalu di ambil hati ya" tutur tasya lagi.
"Btw alya kelas berapa?" Tanya tasya mengalihkan pembicaraan.
"Kls 12 kak, udah gede kan? Tapi masih blum bisa ngurusin rambut sendiri hehehe" alya pun tertawa.
"Hahah.. nanti juga pasti kamu bakalan bisa" sambung tasya lagi.
*
"Waw kak tasya ternya hebat juga ya nata rambut" tutur alya yang sudah melihat rambut nya yang rapih karena rambut alya di jalin oleh tasya.
"Makasih kak tasya.." alya berdiri dan bercermin sembari tersenyum bahagia.
"Jadi besok besok nya jangan pake catokan lagi ya, nanti rambut kamu rusak" jelas tasya kembali.
"Kak tasya pasti juga suka makeup ya?" Tebak alya kembali.
"Hmm.. nggak sih kakk gak suka makeup, kalo makeup sih bisa tapi kakk gak terlalu suka dandan gitu aja hehe" kini tasya lagi yang bercerita pada alya.
"Trus kak tasya selain suka nata rambut kak tasya suka apa?" Tanya alya lagi penasaran sembari duduk di kursi rias.
"Hmm kakak suka menghias kuku, kakak suka pake kutek heheh" tutur tasya kembali.
"Serius kak?" Alya tak percaya.
"Haha iya, kakk juga gak tau kenapa kakk tiba tiba punya bakat itu" sambung tasya.
"Sebenar nya alya tuh suka semua nya kak, cuma alya takut nyoba, lebih tepatnya sih takut sama bang rangga hahaha" tutur alya kembali.
"Emang pak rangga setegas itu sama adek nya sendiri?" Tanya tasya penasaran.
"Hmm iya kak, tapi alya tau kok bang rangga sayang sama alya, alya tau kok alasan bang rangga sering ngelarang alya. bang rangga gak mau kalo alya masuk ke pergaulan bebas atau apapun yang menyangkut ke hal negatif dan bang rangga juga gak suka kalo liat alya berpenampilan berlebihan" tutur alya menjelaskan pada tasya.
__ADS_1
"Hmm okey baik lah.." lalu mereka saling tertawa.
"Hahah..."
Tok tok tok...
Bunyi ketukan pintu.
"Siapa..?" Tanya alya lembut.
"Mami sayang" saut mami rani dari luar.
"Oh mami, masuk mi" tutur alya sembari menekan tombol untuk membuka kunci pintu (biasa lah gays horang kaya heheh).
"Pagi anak mami.." tutur mami rani dan memeluk anak nya itu dan di balas oleh alya.
"Pagi sya.." sapa mami rani pada tasya dan juga memeluk tasya.
"Kok udah cantik anak mami, siapa yang dandanin rambut nya?" Tanya mami rani pada anak nya.
"Kak tasya dong mi, katanya kak tasya suka aja bikin model gaya rambut" tutur alya memuji tasya.
"Hmm.. gimana dek? Setuju gak kalo kak tasya pulang kerumah kita?" Tutur mami rani menggoda tasya.
"Setuju pake banget mii.. hahah" mami dan alya pun tertawa, namun tasya ia hanya tersipu malu.
" udah udah, maaf sayang tante cuma bercanda kok" tutur mami rani pada tasya.
"Gapap kok tan hehe" jawab tasya.
"Yaudah yuk kita sarapan di bawah, tuh om dan rangga udah nunggu di bawah" ajak mami rani pada tasya dan anak nya itu.
Lalu di anggukkan oleh kedua perempuan itu yang berada di hadapan mami rani.
*
*
Rangga yang sedang serius menatap layar tablet kini terhentikan karena mendengar suara tasya yang sedang menyapa papi riko dan ia kini sedang menatap tasya
"Pagi om" sapa tasya.
"Iya pagi sya, ayo duduk kita sarapan" ajak papi riko.
Tasya yang menyadari rangga sedang menatapnya kini tasya pun melihat ke arah rangga kembali dan tersenyum kaku.
"Tasya mau pulang sebahis sarapan?" Tanya om riko.
"Hmm iya om, soal nya mau ke rumah mama dulu mau ambil barang yang sempat tertinggal, kan mau beres beres untuk pulang ke kota JG, lagian nanti jam 11 mau belanja perlengkapan sama ekey" jelas tasya.
"Hmm yaudah kalo gitu rangga aja ya yang anterin kamu" tutur papi riko.
"Ohh gausah om tasya naik taxi aja gapapa kok, kan lagian pak rangga mau ke kantor" tasya pun menolak.
"Tante sama om gak ijinin kamu naik taxi, tasya kamu tau kan mama sama papa kamu masih takut kalo kamu keluar sendirian? Lagian kamu kan dari rumah tante, masa tante biarin kamu pulang sendiri" larang mami rani pada tasya.
"Udah pokoknya nanti rangga aja yang anterin kamu" tutur mami rani.
"Rangga ada meeting pagi ini mi, kalo dia mau di antar pulang sama rangga, ikut ke kantor rangga dulu baru nanti rangga antar ke rumah mama nya" tutur rangga cuek yang kini menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Yaudah bawa aja tasya ke kantor kamu dulu" tutur mami rani yang entah kenapa begitu senang.
"Hmm tante gausah beneran deh, apalagi sampai ikut pak rangga ke kantor, beneran deh tante tasya gapapa kalo naik taxi aja, atau nanti tasya telfon supir tasya aja" tutur tasya yang tak ingin ikut dengan rangga ke kantor.
"Udah udah gapapa sayang, kamu ikut rangga aja ya" kini tasya terpaksa untuk menyetujui permintaan mami rani.
__ADS_1
Kini mereka sudah selesai sarapan.
dan merekapun berpamitan.
"Bang alya di anter sama siapa?" Tanya alya.
"Sama bodyguard abang aja, abang gak bisa antarin kamu sekolah klo skarang" tutur rangga.
"Yaudah deh" jawab alya dan pergi keluar.
"Daahh kak tasya.. nanti alya chat kak tasya ya.." alya melambaikan tangan pada tasya sembari berteriak dari pintu jika alya nanti akan mengabari nya.
"Iya, daah.. hati hati ya.." balas tasya lembut.
"Sudah siap bos?" Tiba tiba dani muncul untuk mengambil tas yang rangga pegang.
"Hmm" jawab rangga. Lalu rangga menoleh kebelakang ke arah tasya.
"Ayo cepat ikut saya" tutur rangga mengajak tasya. Lalu tasya hanya mengangguk.
Kini pintu mobil di buka oleh dani untuk tasya dan bos nya rangga.
kini dani pun melajukan mobilnya ke arah kantor.
Rangga dan tasya saling terdiam dan suasana di dalam mobil itu terasa dingin, bahkan dani pun juga ikut merasakan hawa hawa yang tak enak ini.
Dani mengintip dari kaca depan untuk melihat bos nya itu dan nona tasya.
"Haduhh bos, kenapa keliatan pucet sii.." tutur dani dalam hatinya dan sedikit tersenyum.
Beberapa menit kemudian tasya memberanikan diri membuka suara namun ia bertanya pada dani.
"Emm.. sekertaris dani, anda nanti juga ikut meeting atau tidak?" Tanya tasya pada dani, dani yang menyadari tasya yang berbicara pada nya kini ia pun menjawab.
"Tentu nona, memangnya kenapa? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya dani kembali.
"Ohh, kirain anda hanya mengantar pak rangga ke kantor lalu pergi, kalau ia saya mau di antar pulang sama sekertaris dani" tutur tasya kembali, rangga yang mendengar tasya berbicara pada dani kini ia sedikit kesal.
"Dani kamu fokus menyetir saja jangan banyak omong" marah rangga pada dani, dan kini dani pun langsung terdiam tak berani bersuara.
Sedangkan tasya yang melihat rangga memarahi dani ia pun terheran.
"Kan sudah saya bilang, saya akan mengantar kamu jika saya sudah selesai meeting paham..??!!" rangga menatap kesal pada tasya.
"Hmm" jawab tasya membalas rangga.
"Bisa sopan tidak? Pertanyaan orang itu di jawab jangan cuma hmm hmm saja" marah rangga pada tasya. Tasya kini menoleh pada rangga dan menatap rangga tajam sembari mengomel dalam hati nya.
"Giliran diaa.. aja boleh jawab hmm hmm, sekarang kalo orang lain yang jawab gitu dia marahh.. ngeselin banget sii" tutur tasya dalm hati.
"Apa hmm? Kamu mau marah?" Tanya rangga kesal.
"Hah? Emm.. enggak enggak kok pak" tutur tasya panik.
Dani yang menyaksikan peperangan mulut antara nona dan bosnya, ia hanya bisa tertawa dalam hati.
*
*
Kini mereka tlah sampai di depan kantor mewah dan megah milik rangga.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
__ADS_1
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏