Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
4. Menyebalkan


__ADS_3

Di kampus tasya sedang sibuk mengurus persiapan seminar yang di adakan oleh mahasiswi/siswa kedokteran, untuk mahasiswi/siswa yang baru lulus di kaampus favorit itu. Tasya adalah ketua pelaksana acara itu yang di pilih oleh dosen nya sendiri. Kebetulan jatah untuk mengisi seminar pada tahun ini adalah fakultas kedokteran.


Kebetulan rangga dan dua sahabat nya itu yang adalah asisten dosen, makan mereka lah yang di suruh untuk turun tangan melihat persiapan yang di buat oleh anak kedokteran.


Salah satu teman kampus tasya datang. "Sya, materi kmaren yang lo buat mana? Kok ga ada yang ngasih ke gue si dari tadi, gua nunggu elu tau gak" kesal boy yang bertanya pada tasya sambil berkacak pinggang. " loh udah gua kasih ke vina kok kmarin ( vina adalah sektetaris acara tersebut), karna katanya dia ada halang penting makanya materi gua yang buat, dan kmaren pas pulang kampus udah gua kasi semua materi sama vina" tutur tasya bingung atas pertanyaan boy terhadapnya. "Coba lu tanya deh sama vina" tutur tasya, tak lama mereka berdebat kecil datang lah vina yang baru datang ke kampus.


"Nah itu vina" tunjuk boy ke arah vina. "Vin kok lo telat si datang nya, kan lo sekretaris" kesal boy.


" iya sorry, macet tadi" jawab vina santai ( vina memang tak ingin acara ini berjalan dengan lancar karena dia kesal dan benci dengan tasya yang selalu di puji oleh dosen nya, bahkan acara seminar ini tasya di tunjuk sebagai ketua pelaksana sedang kan dia sekretaris.


"Santai banget lo ngomong gitu" tutur boy.


"Vin, flashdisk yang gua kasih ke elu kmarin mana?" Tanya tasya. "Flashdisk?" Jawab vina pura pura tidak tau tentang flashdisk itu. "Iya flashdisk yang gua kasih ke elu kmarin pas pulang dari kampus" kening tasya berkerut mendengar jawaban dari vina yang tidak tau tentang flashdik itu. " loh, mana ada lo kasih ke gua flashdisk nya, jangan ngarang deh" tutur vina seperti bodo amat dengan acara penting hari ini.


"Kok lo gitu si vin, jelas jelas kmarin gua ngasih nya ke elu, dan gua juga liat lu masukin ke tas, trus lo langsung pulang" tutur tasya tambah panik dengan situasi saat ini.


"Eh enggak ya, jelas jelas lo yang buat materi itu dan lo sama skali gak ngasih flashdisk itu ke gua, jadi lo jangan nuduh gua ngilangin materi yang ada di dalam flashdisk itu" bentak vina kesal dengan tasya (vina memang sengaja tidak membawa flashdisk itu, supaya acara nya tidak berjalan dengan lancar, sehingga tasya lah yang akan menjadi sasaran jika dosen mereka marah.


"Vin, lo kok gitu, gua berani sumpah ya kmarin gua udah kasih flashdisk itu ke lo, putri dan juga nayfa juga ngeliat kok gua ngasih flashdisk itu ke elu" marah tasya pada vina.


Vina tidak mengubris perkataan tasya, boy juga bingung siapa yang salah di antara mereka berdua.


"Okey stop stop, sebenarnya yang salah siapa sih?" Tanya boy yang skarang juga ikut marah dan panik. "Tasya yang engga ngasih file itu ke elo atau lo yang lupa narok nya di mana?" Kesal boy.

__ADS_1


"Ya mana gua tau, tanya tu sama ketua elo!" Bentak vina ke boy.


Tiba tiba dari kejauhan Ke tiga asisten dosen itu tidak sengaja melihat perdebatan antara mahasiswa dan siswi nya itu. Dan mereka langsung menghampiri tasya dan juga boy yang tengah panik saat ini kecuali vina.


"Ehh ada apa ini?" Tanya rio pada boy. "Ini pak mereka berdebat tentang materi yang hilang entah kemana" tutur boy takut dengan asisten dosen itu.


"What materi seminar hilang?" Tanya rio dan rendi bersamaan, dan mereka pun marah dengan ke tiga panitian tersebut.


"Ini 1 jam lagi loh mulai acaranya, kalian itu gimana sih?" Bentak rangga pada ketiga orang itu. "Siapa yang bertanggung jawab atas materi ini?" Tanya rangga sambil berkerut kening menandakan ia juga kesal dan marah. "Dia" jawab tasya dan vina bersamaan dan menunjuk satu sama lain. " ihh lo apa apan si sya, lo yang bikin materi itu dan lo nuduh gua?" Vina seakan akan di tuduh oleh tasya.


"Gua gak nuduh lo vin, tapi jelas jelas..." belum tasya menyudahi omongan nya kini langsung di potong oleh bentakan rangga.


" okey cukup!! Saya tidak butuh penjelasan dan saya tidak butuh pembelaan sekarang yang saya butuh adalah Pertanggungjawaban". Bentak rangga pada ketiga orang itu. Tasya boy dan vina kini menunduk ketakutan karena bentakan rangga.


" saya pak" jawab tasya hati hati.


" kamu?!" Tanya rangga kesal. "Okey sekarang saya mau kamu yang bertanggung jawab atas kesalahan ini, karena kamu ketua pelaksanaan nya maka kamu yang akan presentasi kedepan dan menyiapkan materi sendiri" tutur rangga.


"Bro, kasian masa dia sendiri, kan yang salah mereka Bertiga" bisik rendi pada rangga. Tapi rangga tidak mengubris perkataan rendi.


"Tapi pak bukan..." kembali omongan tasya di potong oleh rangga. "Saya mau kamu yang bertanggung jawab!!" Kalau kamu tidak bisa bertanggung jawab, kenapa kamu menjadi ketua pelaksanaannya? Kalau kamu merasa tidak mampu untuk menjadi pemimpin maka jangan sok untuk menjadi ketua atau pemimpin, paham!!" Bentak rangga pada tasya yang dari tadi membela untuk dirinya sendiri.


Tasya langsung down mendengar penuturan salah satu asisten dosen yang sangat menyayat hati nya saat ini. Rasanya air mata tasya ingin menetes pada saat ini, tapi ia harus menahan semua itu, iya harus menunjuk kan kalau ia pantas untuk memimpin.

__ADS_1


"Kamu dengar tidak apa yang saya bilang tadi?!" Kembali rangga bertanya kepada tasya yang ingin menangis itu karena tasya dari tadi diam dan menunduk tidak berani menatap ketiga asisten dosen itu.


"Iya pak saya mendengarkan apa yang bapak perintahkan pada saya" tutur tasya menahan tangis.


"Ya sudah cepat bergerak jangan banyak tingkah" bentak rangga, dan berlalu pergi bersama dua sahabatnya itu.


Tasya sekarang sedang bingung dan panik apa materi yang akan ia buat, tasya tidak memiliki salinan file tersebut, karena ia kmaren membuat materi itu di laptop nya vina. Dan vina bersikeras kalau file nya tidak ada dan flashdisk pun juga tidak ada bersama dia.


Dia bingung dan takut akan acara nya tidak berjalan dengan lancar. Setengah jam lagi acara akan di mulai, tinggal materi yang belum di persiap kan. Tiba tiba Rio datang menghampiri tasya dan memberi flashdisk kepada nya, tasya pun langsung berdiri kaget dan bingung juga flashdisk apa itu.


"Apa ini pak?" Tanya tasya bingung. "Ambil flashdisk itu, di sana ada meteri seminar 2 tahun lalu, kamu rubah aja sedikit materi itu supaya tidak terlalu sama dengan yang di dalam sini" tutur Rio. Seketika wajah tasya tersenyum bahagia mendengar bahwa ada materi seminar di dalam flashdisk itu. "Serius pak? Terimakasih banyak pak, dan maaf juga kalau saya sudah menghilangkan materi seminar yang saya buat kmarin" tutur tasya. "Sudah lah jangan menyalahkan diri sendiri, itu flashdisk dari pak Rangga, untung pak Rangga masih menyimpan materi itu, kalo enggak" rio menghentikan perkataan nya dan mengangkat bahu dan bergidik ngeri.


//flashback//


" ngga lo jangan gitu lah, kasar amat sama cewe, gua rasa bukan dia deh yang salah" tutur rio. "Akhh udah lah bodo amat siapa yang salah, yang jelas yang harus bertanggung jawab itu ketuanya, lagian cewe sok mau jadi ketua pelaksana kalo udah gini bingung kan mau ngapain" kesal rangga pada rio yang sok perhatian kepada mahasiswi itu.


Lama terdiam, rangga tiba tiba berubah pikiran, dia berniat membantu mahasiswi itu yang ia suruh tadi untuk bertanggung jawab. Rangga berubah pikiran bukan karena kasian kepada ketua pelaksana itu tetapi ia tidak mau nanti nya dia yang akan kena imbas kalo acara ini tidak berjalan dengan lancar, takut bapak dosen akan marah kepada ketiga asisten dosen itu.


Rangga mengambil tas nya dan mencari flashdisk yang berisi materi seminar 2 tahun lalu. Dan dia memberikan nya pada Rio.


"Nih flashdisk"sembari rangga memberikan flashdisk pada rio. "Untuk apa?" Tanya rio bingung. " ni flashdisk lu kasih sama tu cewe, suruh dia mempresentasikan materi ini, materi ini 2 tahun yang lalu"


//flashback off//

__ADS_1


Gayss jangan lupa di vote yaa, semoga klian suka sama cerita nya. Beri kritik dan saran ya kakak kakak semua🥰🥰🥰🙏


__ADS_2