Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
9. Ingat


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang rangga sibuk dengan menatap layar ipad nya dan sesekali menatap ke luar jendela kaca mobil melihat gedung gedung besar. Dan kini rangga sedang melamun ntah apa yang sedang ia pikirkan dan seketika lamunan nya terhenti ketika mendengan deringan handphonenya yang selalu di pegang oleh dani.


"Siapa itu?" Tanya rangga penasaran pada dani.


"Ini dari alya bos" jawab dani sopan pada bosnya dan Lalu rangga meraih handphone yang di pegang dani.


" biar saya yang mengakatnya" lalu rangga menggeser tombol warna hijau yang tandanya menjawab telfon dari seberang sana.


"Kenapa telfon jam segini? Tidur sana" tanpa basabasi rangga spontan memerintahkan pada adik nya itu untuk tidur.


"Iiih apaan si bang main nyuruh orang tidur aja" jawab alya kesal. "Alya mau nanya, abang di mana sekarang?, mami dari tadi nungguin bang rangga pulang tapi abang gak pulang pulang, makanya alya telfon abang" tutur alya menjelaskan alasan ia menelfon malam malam begini.


"Ohh, hmm yaudah ini mau pulang, Udah tidur sana jam segini belum tidur jangan sok sok an begadang masih kecil juga" tutur rangga pada adik kesayangan nya itu.


"Ihh apaan si bang alya belum tidur itu karena lagi buat..." tiba tiba omongan alya di potong oleh rangga.


"Udah jangan banyak alasan" lalu rangga langsung memutus sambungan telfon dengan adik nya itu.


"Halo halo" alya sedikit berteriak dan melihan layar ponselnya ternyata sambungan telfon sudah terputus. "Dih ngeselin banget si jadi manusia, dasar manusia kutub". Alya lau melempar handphone nya ke atas kasur tanda ia kesal dengan abang. Lalu mami rani pun langsung masuk ke kamar karena mendengar anak nya itu sedang kesal.


"Kenapa sayang?" Tanya mami rani penasaran melihat raut wajah alya sedang kesal. ( setiap alya menelfon abang nya pasti berakhir seperti ini, dikarenakan abangnya begitu dingin dan tidak pernah ingin mendengarkan alasan darinya dan selalu langsung menutup telfon seperti tadi).


" ini mi bang rangga manusia kutub ngeselin banget" tutur alya pada mami nya itu.

__ADS_1


"Iss kamu gak boleh gitu sama abang kamu dosa tau ngatain dia kayak gitu" tegur mami rani pada putri manja nya itu.


"Habisnya bang rangga gitu terus kalo lagi telfon sama alya" tutur alaya seperti orang yang akan menangis. "Udah udah, emang abang kamu gitu kok, bukan cuma kamu aja yang digituin, sama mami dia juga gitu kok" ucap mami rani menenangkan anak nya itu sambil mengelua kepala alya.


Rangga sudah sampai di depan rumah nya dan di bukakan pintu oleh bodyguard dan di sambut oleh pelayan pelayan yang ada di rumah nya itu. Semua yang bekerja di rumah itu menundukkan kepala nya pada rangga tanda hormat.


rangga tidak membalas sapaan dari mereka ia berlalu pergi begitu saja.


Rangga naik ke atas menaiki tangga, dan alya pun melihat rangga dari atas.


"Mi anak batu es mami udah pulang, teriak alya dari atas" rangga yang mendengar itu menatap alya tajam dan alyapun menjulurkan lidah nya pada rangga dan kabur ketempat mami nya berada.


"Iss kamu ngerjain abang kamu mulu makanya dia juga gitu sama kamu" tegur mami rani pada alya dan di selipkan oleh senyumanan kecil yang terukir di wajah nya karena melihat tingkah anak nya itu selalu bertengkar kecil.


"Mami ngapain ke sini malam malam" tanya rangga sambil duduk dan melepaskan sepatu nya. "Mami mau nginap di sini, biasa lah papi kamu mendadak keluar kota jadi mami malas sendirian di rumam atas mansion utama" jelas mami rani pada anak pertama nya itu.


"Ohh" jawab singkat rangga. Alya yang mendengar jawaban abang nya itu kesal dan menirukan lagi jawaban abangnya seperti ejekan anak kecil


"Oohhh iihhh" sambung alya mengejek abang nya.


"Alya yang sopan" teriak rangga pada alya. Alya pun spontan terdiam dan memeluk mami nya itu.


"Rangga kamu itu jangan kasar kasar sama adik kamu, mami gak suka ya, kalian berdua maaf maafan sekarang!" Tegur mami nya pada kedua anak nya itu. Rangga yang malas memperpanjang masalah ini langsung mengalah pada adik nya itu.

__ADS_1


"Sorry" tutur rangga singkat dan langsung berdiri masuk ke kamar.


"Iya sorry juga" tutur alya pelan.


Mami rani menggelangkan kepalanya melihat kelakuan kedua anak nya itu.


//Di kamar rangga//



Rangga merebahkan dirinya sejenak dan memejamkan matanya dan seketika ingatan nya pada gadis yang berani menghinanya tadi siang.


"Akhh sial, kenapa jadi ingat si sama tu cewek brengsek" tutur rangga bangun dan duduk bersila di atas kasur nya dan mengacak rambut nya.


"Mending gua bersih bersih, siapa tau muka tu cewek hilang dari ingatan gua" tutur rangga sambil berdiri dan melangkah ke kamar mandi.


Rangga tidak berendam di bathtub karena hari sudah semakin larut malam jadi ia langsung mengguyur tubuh nya di bawah shower. Di bawah hujan shower itu iya menggerutu kecil.


"Liat aja tu cewek gua bikin susah di kampus"


Kini rangga sudah selesai mandi dan menuju ke ruang ganti pakaian.


__ADS_1


Kini rangga sudah selesai membersihkan tubuh nya dan mengganti pakaian. Lalu ia langsung tidur di ranjang besar nya itu.


__ADS_2