
Di rumah tasya, kini tasya sudah mandi dan sedikit berdandan yang di bantu oleh ekey.
"Nahh.. kan cantik kalo kayak gini" tutur ekey yang memandang tasya yang sudah berdiri di depan kaca.
"Gua gitu lohh.. mau di apain juga tetap cantik" sambung tasya kembali.
"Iya tau, tapi lu males dandan" tutur ekey mengejek tasya.
"Hmm mulai deh" tutur tasya kembali.
Setelah tasya berkaca, dia kembali duduk di meja rias dan sedikit termenung dan memainkan jari jari nya.
"Heh.. lu knap tiba tiba pucet kayak gitu" ekey memecahkan lamunan taysa.
"Ehh haa?" Tasya tersadar dari lamunannya.
"Hm nggak, gua cuma takut aja nanti kalo ketemu pak rangga" tutur tasya memang ia sedikit takut dan grogi.
"Hmm takut apa grogi karena mau ketemu calon suami.. upss" tutur ekey yang menutup mulutnya.
lalu tasya memukul pantat ekey.
"Ehh jangan ngadi ngadi ya key gua pecat nih" tutur tasya mengancam tetapi itu tak serius apa yang ia katakan.
*
*
Kini jam sudah menunnjukkan jam 3.50 dan ternyata rangga sudah berada di depan rumah tasya, namun ia tak mngetuk pintu rumah tasya melain kan ia membunyikan klakson mobil nya untuk memanggil tasya.
" ehh ca.. pak rangga udah dateng tuh" kini ekey ingin membuka pintu dan di belakangnya diikuti oleh tasya. Namun saat ia ingin membuka pintu tangannya di tahan oleh tasya
"Apa lagi sii.." tutur ekey.
"Keyy gua takutt.. gimana dong, lo bilang aja gua lagi sibuk dan gak bisa datang ya.. pliss" tutur tasya yang sekarang semakin takut dan grogi.
"Udah lu tenang, lu itu cantik, pasti pak rangga gak bakalan tega bentak bentak lo ca.. udah ya lu harus anggun di depan dia, lo gak boleh terlihat takut okeyy" tutur ekey menenangkan tasya.
"Hufff" tasya menghembus nafas beratnya.
lalu ekey membuka pintu dan terlihat lah 2 mobil mewah. 1 mobil rangga dan di belakang mobil rangga adalah mobil bodyguard rangga.
Bodyguard rangga yang sudah turun dari mobil kecuali rangga.
"Sore nona silahkan masuk" bodyguard itu menunduk pada tasya dan membuka pintu bagian depan untuk tasya. Namun tatapan rangga tetap mengarah ke depan dan tak menghiraukan kehadiran tasya.
Ketika tasya ingin memasuki mobil ia sedikit berdehem.
"Ekhemm.." lalu rangga kini menatap tasya yang sudah ingin masuk ke dalam mobil.
"Berani banget ya kamu biarin saya menunggu lama" ketus rangga memarahi tasya dan menatap tasya tajam.
"I-iya maaf pak" tutur tasya menunduk.
"Maaf maaf, yaudah cepat masuk" perintah rangga dingin pada tasya.
Walaupun raut wajah rangga seperti itu menyambut kehadiran tasya namun hatinya begitu senang apalagi melihat tampilan tasya yang begitu anggun cantik dan seksi tetapi sederhana.
Kini mobil sudah melaju menuju mansion utama keluarga riko edian pratama.
__ADS_1
Di dalam perjalanan mereka tak saling berbicara, tepatnya mereka sebenarnya saling salah tingkah namun tetap saja mereka berdua memiliki gengsi yang tinggi dan berpura pura untuk tenang.
Ketika rangga ingin melirik tasya tiba tiba tasya juga melirik nya, dan sekilas mata merek saling bertemu.
"Kenapa kamu lirik saya?" Ketus rangga yang masih berpura pura fokus menyetir.
"Bapak yang duluan kok bukan saya" ketus tasya yang tak mau kalah.
"Kamu ya yang meminta mami saya untuk menjemput kamu, jadi cewek jangan gampangan" tutur rangga dan tersenyum sinis pada tasya. Dan membuat tasya sedikit marah karena rangga begitu ringan lidahnya mengatakan ia sebagai cewek murahan.
"Pak.. bapak kenapa si gampang banget bilang cewek itu murahan, gampangan. bapak nyadar gak si itu kata kata yang paling di benci cewek.. haa? Kalo bapak gak ikhlas jemput saya yaudah turunin saya di sini, saya juga gak mau kok makan malam sama keluarga bapak kalo bukan tante rani yang mengundang saya" tutur tasya yang kini marah pada rangga.
"Oh kamu mau saya turunin disini skarang? " tanya rangga dan kini ia menghentikan mobil nya di tepi jalan.
"Ohh okey pak, nanti tinggal saya bilang sama tante rani kalo bapak nurunin saya di tempat yang sepi dan bapak nyuruh saya pulang sendiri" tasya membuka pintu mubol lalu di tahan oleh rangga.
"Ehh kamu yaa!! Akh" rangga menggepal tangan nya di depan tasya.
"Kalo bukan karena mami, saya gak mau ya bawa kamu pakai mobil saya paham?!!" Bentak rangga pada tasya.
"Kenapa?? Bapak takut?" Ejek tasya.
"Sudah diam jangan banyak omong" tutur rangga yang kini kembali melajukan mobil nya.
20 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah orangtua rangga. Dan mereka masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum " tutur tasya.
"Walaikum salam ehhh tasya.. sini sayang" tutur tante rani dan memeluk tasya dan tasya pun menyalami tangan tante rani begitu juga dengan rangga.
Setelah itu tanpa berbasa basi rangga langsung pergi untuk menuju kekamarnya, namun langkah nya terhenti ketika mami rani memanggilnya
"Ehh ehh.. mau kemana kamu, sini duduk dulu, gak sopan ada tamu mama di sini" tutur mami rani memerintahkan rangga untuk bergabung.
" ya ampun ni anak, maaf ya sayang rangga bikin kamu gak nyan ya?" Tanya tante rani tak enak hati pada tasya karena sikap rangga yang dingin.
"Ehmm gak kok tante santai aja hehe" tutur tasya sedikit canggung.
Lalu mereka berbincang hal hal kecil dan sesekali mereka tertawa.
Setelah itu datanglah art untuk menyuguhkan teh di atas meja. ketika art itu ingin menaruh teh itu tiba tiba teh itu terjatuh dan membasahi baju dan celana tasya. Tasya tersentak kaget karena ia merasa panas pada paha nya.
"Awhh panas." Kaget tasya dan sedikit berteriak.
" maaf nona maaf kan saya, saya tidak sengaja.. sungguh nona saya tidak sengaja menumpahkannya pada baju nona" tutur art itu berdiri dan menunduk pada tasya dan ia sangat merasa bersalah.
"Ehh gapapa gak papa bik, bibi gak perlu minta maaf" tutur tasya dan melihat ke arah art itu dan tersenyum lembut.
"Bikk hati hati, itu teh panas loh" tegur rani ada art nya itu.
"Maaf nyonya" art itu kembali meminta maaf karena takut.
"Ehmm gakpapa tante, gak usah marahin bibi, dia gak sah kok gapapa kok tan" tutur tasya sembari berdiri dan menenangkan art itu.
"Yasudah lain kali hati hati ya bik" "baik nyonya" art itu menunduk pada rani.
"Terimakasih nona anda begitu baik hati, maaf kan kecerobohan saya" kembali art itu meminta maaf pada tasya. "Iya bi gapapa, ini cuma tumpah sedikit aja kok" tutur tasya.
Lalu art itu kembali ke dapur untuk mengganti minuman tasya.
"Hmm tante kamar mandi di mana ya" tanya tasya.
"Hmm kamu mendingan ke kamar atas aja deh, nanti tante bawain baju baru buat kmu nanti kamu ganti baju di atas" tutur mami rani menunjuk ke arah atas.
__ADS_1
"Ehh gak perlu tante,ini kalo di cuci dikit pasti bersih kok" tutur tasya sembari tersenyum.
"Loh gak papa sayang kamu kan tamu tante jadi tante harus tanggung jawab, lagian kamu kan sampai malam di sini nanti kamu gak nyaman lagi sama baju basah kamu" tutur tante rani sembAri menyuruh tasya ke atas sedangkan dia menyuruh asistennya untuk mengambil baju baru.
"Kamarnya di mana tan?" Tanya tasya kembali.
"Itu di atas ada 2 kamar yang bersebelahan, nah yang satu nya itu kamar si alya adek nya rangga, kamu disana aja ganti bajunya ya, tante mau cari baju dulu buat kamu." Tutur mami rani dan terburu buru meninggalkan tasya dan mengikuti asisten nya itu untuk ikut mencari baju untuk tasya.
Kini tasya sudah sampai di atas.
"Duh ini yang mana sih kamar nya.. amit amit deh gua salah masuk kamar, ntar ada pak rangga" tutur tasya bergidik ngeri.
"Apa yang ini ya, coba aja deh smoga aja ini kamarnya adek pak rangga.. bismillah" tutur tasya dan membuka pintu itu yang kebetulan tak di kunci.
"Waww.." tasya sempat terlena dengan kemegahan kamar itu.
"Ini bener ga sih, tapi kayak nya bener deh soalnya sepi dan kamarnya juga bersih lagi" tutur tasya dan memang kamar itu sepertitak berpenghuni.
Ketika tasya ingin berjalan ke kasur yang ada di kamar itu, iya tersentak kaget saat mendengar deheman dari belakangnya.
"Ekhemmm.." tutur rangga yang hanya memakai handuk di bagian bawah dan menampakkan dada bidang dan perut abs nya. Sembari ia berkacak pinggang.
Tasya yang kaget langsung menoleh kebelakang, saat ia mengetahui itu rangga yang tak memakai baju ia pun berteriak..
"Aaaa..... bapak mesumm... ngapain bapak kesini!!!" Tutur tasya dan melempar bantal ke tubuh nya rangga dan kemudian ia menutup matanya dan terdusuk di lantai di pinggir kasur saking terkejutnya.
"Kamu yang ngapain ke kamar saya.. ohh saya tau kamu pasi mau ngintip saya kan? Trus kamu pakai alasan pura pura gak tau kalo ini kamar saya, kamu persis banget sama cewek murahan yang sering datang ke rumah saya, mereka selalu memakai cara seperti itu untuk menggoda saya. Tapi sorry saya gak tergoda sama orang seperti kamu" tutur rangga yang tersenyum sinis.
Ya memang banyak wanita yang di temui rangga seperti ini, mereka sering masuk ke kamar rangga dengan alasan salah kamar, atau mau ke kamar mandi, atau apa lah.
Namun sebenarnya tasya memang benar benar tak tau jika itu kamar rangga.
"Bapak jangan nyamain saya sama perempuan mainan bapak ya, saya gak seperti mereka" tutur tasya emosi dan langsung berdiri tetapi masih menutup matanya.
Rangga yang begitu sangat marah mendengar tasya mengatainya memainkan perempuan, kini ia memegang tangan tasya dan memaksa tasya untuk membuka matanya.
"Shttt aww.. sakit pak" tutur tasya menahan sakit.
"Kamu dengar ya, saya itu gak suka memainkan perempuan, dan saya tak serendah yang kamu bayang kan pahaamm.!!!" Bentak rangga pada tasya dan menghempas tasya ke atas tempat tidur.
Tasya yang mendapatkan perlakuan kasar seperti itu, ia langsung meneteskan air matanya, namun ia dengan cepat menguspanya.
"Kamu memang cewek gampangan, entah mengapa orang tua saya menyukai kamu.. mereka benar benar tidak tau kalau sifat asli kamu sperti apa" tutur rangga mnunjuuk ke arah tasya.
Tasya yang mendengar itu lalu berdiri dan langsung emosi pada rangga.
"Pakkk!!! Bukan kah bapak yang mengirim bodyguard untuk saya sewaktu saya di kota JG? Bukan kah bapak yang mengirim anak buah bapak mematai saya??!! Haa!!! Bukankah dengan seperti itu bapak cukup melihat apa aktifitas saya sehari hari, seperti apa saya menghadapi laki laki, seperti apa saya menghadapi orang tua dan seperti apa saya menghadapi anak anak. Buka kah itu cukup untuk bapak tau tentang saya!!!" Bentak tasya kini yang kembali marah pda rangga, rangga yang mendengar penuturan tasya pun ia sedikit terkejut dan terdiam, dari mana tasya mengetahui kalo ia mengirim bodyguard dulu untuknya, padahal rangga tak pernah menceritakan itu pada tasya.
Ya sebenarnya avnil sudah menceritakan itu semua pada tasya sewaktu ia masih di mansion orantuanya, namun tasya memilih diam dan tak perduli lagi tentang apa yang di lakukan rangga pada nya.
"Kenapa bapak terdiam? Apakah sopan seperti itu mematai seseorang dengan cara diam diam? Mungkin privasi saya bapak juga sudah tau bukan??? Bapak tau kan??" Tutur tasya kembali dan meneteskan air matanya dan dengan cepat ia mengusapnya.
'
Mami rani yang mendengar teriakan dari kamar rangga ia pun menuju ke kamar rangga, dan ia mendapati tasya dan rangga sedang bertengkar.
"Rangga..apa apaan ini??"
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
__ADS_1
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏