
Esok hari nya, jam sudah menunjukkan jam 5 sore, kini tasya, ekey,putri,nayfa dan avnil ingin kembali ke negara ID membawa tasya pulang ke kota nya.
Tasya tak ingin melanjutkan perawatannya di rumah sakit, ia hanya ingin di rawat di mansion utamanya. Dan keluarga nyapun sudah menyiapkan kamar tasya sudah seperti kamar rumah sakit.
Dimana alat alat rumah sakit di bawa ke mansion utama keluarga bryan atas perintah papi riko, karena ini juga termasuk permintaan maafnya pada tasya dan keluarga bryan. Tak lupa juga dengan membawakan dokter pribadi dan perawat perawat untuk memantau kesehatan tasya nantinya.
*
*
Kini mereka sudah di dalam mobil ambulans untuk membawa tasya ke bandara. mobil ambulan itu pun di kelilingi oleh mobil mobil yang mengawal orang yang ada di dalam ambulan itu:
"Key kok badan gua menggigil banget ya?" Tutur tasya lemas yang tak membuka matanya itu karena menahan sakit di punggung nya juga.
"Lo tahan ya ca, kita bntar lagi sampai kok di bandara" tutur ekey menenangkan tasya.
"Kayaknya bius gua udah habis deh key, badan gua panas, tapi gua ngerasa kedinginan" tutur tasya lagi lalu ekey melirik pada avnil.
"Bos gimana ni bos?, aca kedinginan" tutur ekey.
"Dek adek tenang dulu ya ini AC nya udah abang naikin kok suhu nya, kita bntar lagi smpai kok di bandara" tutur avnil sembari memegang tangan adik nya.
"Putri sama nayfa di mana bg?" Tanya tasya yang tak mendengar suara sahabat nya itu karena tasya tak bisa membukakan matanya saking menggigil badan nya itu.
"Mereka di mobil belakang dek, kmu tenang aja ya mereka aman kok ada pengawal juga di sana" tutur avnil.
10 menit kenudian mereka tlah smpai di bandara. Dan langsung memasuki pesawat pribadi milik rangga. Dan di dalam pesawat itu sudah ada sekertaris dani yang menunggu kedatangan avnil dan tasya.
Tasya di baringkan di ruang privat.
Dan di tangani oleh dokter terbaik. Dan memeriksa keadaan tasya.
__ADS_1
Pesawat kini sudah lepas landas.
Tasya kini sudah mulai tenang dan dia sudah terlelap.
Di luar sana avnil sibuk mengurus segala masalah beberapa terakhir ini. Ia berbincang serius dengan sekertaris dani.
"Pak avnil tenang saja, anak buah kami di negara ID sudah menyebarkan berita penculikan yang di lalukan oleh keluarga alexander dan mereka menutupi identitas korban" tutur dani.
"Baik.. sekali lagi saya mengucapkan terimakasih sekertaris dani. Kalian sudah begitu banyak membantu saya di sini dan bahkan waktu kita di kota YG" tutur avnil yang sangat tak enak pada dani dan bos nya rangga.
"Tidak apa-apa pak, ini sudah tugas kita untuk saling membantu apa lagi kita itu partner kerja, dan pastinya ini juga perintah dari bos kami yaitu bos rangga" tutur dani yang kini menundukkan kepalanya di hadapan avnil tanda hormat.
"Dani, maafkan saya mengusir anda waktu itu, karena kondisi adik saya yang masih salah paham kepada rangga dan anda"
"Setelah kita sampai di negara kita dan tasya sudah mulai pulih, akan saya jelaskan semua nya agar tak ada lagi kesalahpahaman, apakah rangga sudah tau kalau anak buah kevin membuat sandiwara dengan menjual namanya?" Kini avnil bertanya pada dani.
"Sudah pak, apapun yang terjadi di sini bos kami sudah mengetahui nya, termasuk nona tasya yang marah besar dengannya dan membencinya saat ini" tutur dani.
"Kini keluarga pak riko edian sudah 2 hari menginap di mansion utama pak bryan, karena menunggu kepulangan nona tasya, kini bos kami juga ikut menanti kedatangan nona tasya" dani menjelaskan smuanya pada avnil.
"Saya tak tau pasti pak, tapi sikap bos 1 tahun ini seperti sikapnya pada 3 tahun yang lalu di mana ia memiliki seorang gadis yang berhasil mencuri hatinya dengan sepenuhnya tanpa tersisa untuk dirinya sendiri" jelas dani pada avnil.
"Saya sudah mengingatkan pada bos rangga untuk berhati hati atas sikap nya ini, saya suda mengatakan pada bos rangga bahwa bos sudah mulai bisa membuka hati untuk seseorang agar bisa masuk ke kehidupan nya kembali seperti dulu" lanjut dani menjelaskan pada avnil yang penjelasan dani di dengar baik oleh avnil.
"Dan setelah saya mengatakan hal ini pada bos rangga, ia sangat marah dan membantah apa yang saya sampaikan padanya, dikarenakan ego dan gengsinya terlau tinggi sehingga ia kehilangan kepercayaan atas ap yang dirinya rasakan pada saat ini" tutur dani kembali.
"Apakah benar dia mencintai adik saya? Kalau iya kenapa sikapnya sperti ingin menindas seorang wanita dan tak bisa memperlakukan wanita dengan baik?" Tanya avnil penasaran.
"Sebenarnya bos orang nya sangat lembut, namun ia tak memperlihatkan nya, seperti tadi sudah saya jelaskan karena ia memiliki ego dan gengsi yang sangat tinggi untuk melakukan atau mengungkapkan hal yang seperti itu" jelas dani kembali.
" tapi dia tampak tak seperti itu, dia sangat kejam pada orang orang yang mengusik keluarganya. Ya.. saya juga merasakan rangga itu orang yang sangat friendly orang yang sangat bersahabat pada orang terdekatnya, salah satu nya saya, namu kenapa ia tak bisa seperti itu pada perempuan?" Tanya avnil kembali pada dani yang sedang mendengarkan penuturannya itu.
"Saya juga tak tahu pasti pak, yang saya tau bos seperti itu karena ia pernah dikecewakan oleh wanita murahan yang pernah mencuri seluruh hatinya itu" jelas dani kembali.
__ADS_1
Ya, rangga dulu memiliki kekasih yang sangat ia cintai dan yang sangat ia sayangi, rangga mempercayai semua hal pada kekasih nya itu dulu;
Kekasih nya dulu ia bebaskan untuk keluar masuk kantor, keluar masuk rumah pribadi nya, dan bahkan rangga memberikan uang begitu banyak pada gadis itu, bisa di katakan harta rangga dulu adalah harta milik gadis itu juga. Apapun yang gadis itu ingin rangga pasti menurutinya asalkan kekasihnya itu bahagia.
Namun di suatuketika, rangga mempergoki kekasih nya itu sedang tidur di kamar hotel bersama laki laki lain, tak lain dan tak bukan dengan partner kerjanya sendiri.
Semenjak itu rangga mengirim gadis itu untuk pergi dari negara ID, agar ia tak melhat gadis itu lagi. Dan ia sangat membeci tamara.
Ya nama gadis itu adalah tamara dan panggilan kesayangan rangga dulu padanya adalah ara.
Kini rangga tak tau keberadaan tamara di mana sekarang ini dan ia tak pernah ingin tahu dan tak berniat untuk mencari tau, ia sebenarnya sudah melupakan tamara namun bekas luka itu sulit untuk hilang.
Karena bekas luka itulah yang membuatnya menjadi seperti ini, memiliki ego yang tinggi, orang yang dingin dan gengsi yang tinggi.
Dan ia juga menganggap semua wanita itu sama, wanita murahan yang sedikit di beri uang mereka akan luluh dan rela membuat apa apa.
Dulu tamara sering menawarkan rangga agar tidur bersamanya sekali saja. Namun rangga bukan lah orang yang sperti itu, bahkan ciuman pun bisa di hitung beberapa kali dengan tamara.
*
*
Dani menceritakan masalalu bos nya itu pada avnil dan kini avnil sudah cukup tahu kenapa sikap rangga sperti itu kepada semua cewek, kecuali pada mami dan adek nya.
Tak sadar sekarang sudah menunjukkan jam 9 malam, kini pesawat sudah mendarat dan kondisi tasya kini sudah mulai membaik, ia tak merasa kedinginan lagi, tapi badannya masih panas, tapi itu hal yang normal.
Tasya pun sudah bangun dan di bawa keluar oleh bodyguard dan di bantu oleh petugas di sana.
Kini tasya sudah di dalam ambulans menuju ke mansion utama orangtuanya dan di dampingi oleh nayfa,putri dan ekey.
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
Tunggu eps selanjutnya.
__ADS_1
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏