
"Kenapa lama sekali pekerjaan mu? Apa kau tidak betah bekerja dengan saya?" Tanya rangga marah pada anak buah nya itu.
" betah bos, maafkan saya bos, tadi kami sempat di cegah oleh bodyguard nona tasya yang lainnya bos" tutur anak buahnya yang berbadan kekera itu.lalu rangga pun bingung atas penuturan bodyguard itu.
"Bodyguard lain nya? Apa maksudmu?" Tanya rangga penasaran sembari berdiri dan mendekat ke anak buahnya itu begitu pun dengan dani ia ikut berdiri.
"Ia bos, kami tadi kepergok saat mencari tau tentang nona tasya dan pak robi, kemudian ada 3 orang yang mengaku bodyguard nona tasya mereka mengatakan utusan dari pak avnil." Jelas anak buah nya itu.
"Saya rasa pak avnil tak pernah mengirimkan bodyguard untuk nona tasya. Kalaupun ia nona tasya pasti akan menolak nya" tutur dani pada bodyguard dan bos nya itu. Dani pun ikut bingung.
"Ada kecurigaan di sini bos" tutur dani spontan yang membuat rangga terkejut.
"Kecurigaan? Apa maksud kamu"
Belum dani menjawab salah satu bodyguard lain nya menyelonong masuk begitu saja dengan nafas yang ngos ngosan kemudian ia langsung hormat pada rangga.
"Maaf bos saya masuk begitu saja, tapi ada hal penting yang harus saya katakan sekarang juga" tutur bodyguard yang baru masuk itu.
"Apa cepat katakan sekarang juga" rangga sedikit berteriak dengan tegas.
"Kami bertiga tadi sempat kepergok oleh bodyguard yang mengaku dari utusan pak avnil, namun ternyata tidak bos saya melihat orang yang mencegah kami tadi bertemu dengan bos nya itu yaitu anak buah keluarga alexander" tutur bodyguard itu dengan cepat dan membuat rangga dan dani tersentak kaget.
"Anak buah alexander? Bos itu adalah musuh bebuyutan dunia bisnis kita bos" tutur dani menatap wajah rangga.
"Kenapa bisa seperti itu, apa benar yang kamu lihat itu, dani cepat telfon pak avnil sekarang juga"
"Iya benar bos, saya yakin seyakin nya, saya hanya curiga tadi saat mereka mengatakan utusan dari pak avnil makanya saya menyuruh teman teman kembali ke hotel duluan dan saya dan teman saya yang satunya mengikuti kemana perginya bodyguard itu dan tenyata saya melihat anak buah keluarga alexander". Jelas bodyguard itu kembali.
"Sini saya yang berbicara" rangga merebut telfon genggam itu pada dani.
"Halo bang, ada hal penting yang harus saya bicarakan" rangga berlalu pergi menjauh dari bawahannya itu. Lalu ia menceritakansemua nya kalau keluarga alexander mengirim mata mata untuk membuntuti tasya.
Dani kini mengerahkan semua anak buahnya untuk menjaga di sekitar tasya. di sekeliling apartemennya ada bebrapa bodyguard anak buah rangga. Mereka berpura pura menjadi warga daerah sana dan berpura pura menjadi tamu di apartemen itu demi untuk keamanan tasya kalau kalau nanti ada apa apa. Dan mereka bekerja tanpa di curigai oleh siapa siapa.
__ADS_1
Setelah rangga menelfon avnil kini ia mengambil jas nya dan ingin pergi melihat situasi atau ia ingin melihat dimana anak buah alexander itu berada.
"Dani kerahkan anak buah untuk mencari keberadaan tasya, jika ia di luar maka jaga lah dia tanpa sepengetahuan dia jika ia sudah di apartemen maka jaga lah apartemen itu dengan ketat kirimkan sebanyak mungkin anak buahmu itu" tutur rangga pada dani dan kini mereka berdua keluar dari hotel untuk mencari informasi yang lebih akurat tentang rencana keluarga alexander.
Di kota JKT
" pesan kan tiket pesawat untuk saya berangkat pagi pagi besok ke kota JG" teriak avnil pada tangan kanan nya itu.
"Baik pak" dengan segera tangan kanannya itu mengurus semuanya.
Kini avnil pergi ke mansion utama keluarga nya dan ingin menceritakan apa yang terjadi di kota JG.
"Assalamualaikum ma pa" tutur avnil berwajah panik.
"Walaikum salam, kenapa kamu avnil?" Tanya papa nya itu. Kini mama riana duduk di sebelah anak nya untuk menenangkan avnil.
Dan avnil menceritakan smuanya pada kedua orang tuanya itu.
"Apa? Kenapa? Apa alasan keluarga alexander mematai adik kamu?" Tanya papa bryan marah besar.
Mama riana pun kini menangis karena takut terjadi pada putri satu satunya itu. Karena ia tau betapa kejamnya kelurga alexander di dunia bisnis itu.
"Ma, mama tenang ya, avnil akan pastikan bahwa gak akan terjadi sesuatu yang berbahaya sama adek, mama harus positif thinking okey" avnil menenangkan mama nya yang sedang menangis itu.
"Apa ini semua karena rangga nil?" Marah papa bryan pada avnil yang menuduh keadaan ini terjadi karena rangga.
"Sudah lah pa kita tidak perlu menuduh siapa siapa, toh sekarang yang mempergok anak buah alexander itu adalah anak buah rangga pa, jadi gak mungkin ini karena rangga." Jelas avnil pada papa nya yang sedang marah dan panik itu.
"Papa ikut besok ke kota JG" tutur papa bryan.
"Janngan pa, papa harus menjaga kesehatan papa dulu, papa sekarang sudah sering kambuh sesak nafasnya kan?" Avnil mencegah papa nya itu.
"Iya pa jangan ya, mendingan besok kita bertemu dengan kelurga pak riko dan menceritak semua yang terjadi antara tasya dan rangga" jelas mama riana pada suami nya itu.
__ADS_1
"Hmm yaudah pa ma, avnil pamit dulu mau siap siap untuk keberangkatan besok"
"Yaudah sayang kamu hati hati besok ya " tutur mama riana pada anak nya itu. Kini avnil berdiri dan berlalu pergi.
"Avnil kerahkan semua bodyguard kita untuk menjaga adik mu itu" teriak papa bryan yang di iyakan oleh anak nya itu yang sudah akan membuka pintu untuk pergi.
*
*
Pagi hari jam 03.50 kini rangga dan anak buah nya kembali ke hotel kecuali anak buah yang menjaga tasya.
Ia sudah mendapatkan semua informasi tentang siapa yang memerintahkan orang untuk membuntuti tasya.
Ternyata itu peeintah dari kevin mantan teman dekat tasya beberapa tahun lalu.
Ya kevin ternyata adalah anak dari keluarga alexander. Ia sengaja mengirim anak buahnya itu untuk membuntuti tasya dan menjaga tasya dari kejauhan.
bukan hanya rangga yang mengirim bodyguard nya untuk menjaga tasya ternyata kevin pun juga. Disaat ia tau bahwa tasya sudah pindah ke kota JG ia pun segera mengirimkan anak buah nya.
kini kevin dan rangga saling tau kalau mereka sama sama mengirim anak buah untuk menjaga tasya.
"Sial!!!! Ternya kevin itu adalah anak dari alexander" teriak rangga dalam hotel.
"Berbahaya jika tasya berdekatan dengan keluarga itu" tutur rangga kini mendudukkan tubuh nya di sofa.
"Ketika matahari sudah terbit nanti bereskan semua anak buah kevin itu, bawa dia menghadap saya dan pak avnil dalam keadaan babak belur atau lebih bagus dalam keadaan sekarat, mumpung kevin tidak ada di kota ini kita bisa mengambil celah untuk duluan menghabisi anak buahnya itu" jelas rangga pada dani lalu dani meng iyakan perintah bosnya itu.
*Wajah panik rangga*
Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
Tunggu eps selanjutnya.
Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏