Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
79. Bertemu mami rani


__ADS_3

Pagi telah tiba, mata hari kini telah menampakkan sinarnya hingga terpancar di sela-sela hordeng kaca kamar yang di tempati tasya.


Tasya pun mengerjapkan mata nya dan melihat ke arah jendela kaca, iya menyipitkan matanya karena terkena sinar mata hari, lalu ia perlahan duduk dan menyenderkan tubuhnya pada kepala bagian kasur.


"Huaahh...." tasya menguap sembari menutup mulut nya dan mengeliukkan badan nya.


"Huuff ngantuk bangett... ini jam brapa?" Guman tasya pelan lalu meraih ponsel di atas meja samping kasur.


"Jam 6 lewat, pantas saja.." gumam tasya kembali, lalu ia merenung sejenak, lalu ia tiba-tiba mengernyitkan dahi nya tanda mengingat sesuatu.


"Hah? Aku kan sedang di rumah nya bg rangga" gumam tasya kembali dan kini kembali hatinya terasa kusut dan kesal.


"Gua harus cpet-cpet pergi nih dari sini, males banget lama-lama di sini" lalu tasya bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubunya kembali dan kemudian ia langsung memakai pakaian terbaik nya untuk hari ini.


*


*


2 jam kemudian, kini jam sudah menunnjukan jam 8 pagi, tasya kini sudah siap dengan penampilan nya yang sangat cantik dan sederhana itu.


Tapi lain lagi dengan tetangga nya yang di sebelah.


Pov.kamar rangga


Selimut kini masih berada di atas rangga, ia sangat nyaman dengan posisinya yang telungkup seperti itu, ia tampak sangat kelelahan, ya pastinya setiap hari bekerja siang dan malama bagaimana tidak kelelahan, tapi harus bagaimana laki-laki ini sangat gila kerja.


*


*


Beberapa menit kemudian, rangga mengalihkan badan nya untuk telentang dan mengerjapkan mata nya.


"Jam berapa ini" gumam rangga dengan suara nya yang serak.


"Hah? Sudah pukul 8 lewat" gumam rangga sedikit kaget. Lalu kini rangga mendudukkan diri nya dan mengusp wajah nya.


Rangga yang langsung mengotak atik ponselnya kini ia langsung teringat dengan tasya.


"Apa dia sudah bangun?" batin rangga.


Dari pada ia penasaran, rangga tanpa berpikir panjang langsung menelfon tasya.


\telpon//


Tuuu.. tuuut... tasya pun langsung menjawab panggilan dari rangga.


"Hallo" ucap tasya


"Hmm.. apa sudah bangun?" Tanya rangga dengan suaranya yang serak dan bagi tasya itu sangatt membuatnya salah tingkah dan kegirangan.


"Ha? Kalau saya tidur saya tidak akan menjawab panggilan ini" tutur tasya jutek


"Ya sudah mandi sana" ujar rangga kembali

__ADS_1


"Udah dari tadi, tinggal nunggu di antar pulang aja" jawab tasya.


"Hmm bagus kalau begitu, kamu tidak akan langsung pulang pagi ini, mami akan kesini nanti siang, dan dia ingin bertemu dengan kita, jadi pulang nya di tunda saja" tutur rangga dengan masih dengan suara yang kurang semangat.


"Hah? Ada apa lagi sih? Saya itu mau beres-beres di rumah mau beresin barang-barang.. jadi saya gada waktu" kesal tasya.


"Bukan urusan saya, yasudah saya mau mandi dan ke kantor" ujar rangga lalu sambungan tlpon langsung di matikan nya.


Tut tut tut..


/tlpon berakhir


*


" akhhhh......!!!" Kesal tasya dan membanting ponselnya di atas kasurr. Iya pun duduk di bibir kasur dan menghentakkan kaki nya di lantai bergantian seperti anak kecil yang sedang merengek.


"Kenapa sih kalau udah sama dia tuhh susaaahh banget mau lepass laagiii, kayak ngerasaaa di sekaap kalau kayak gini" marah tasya.


"Sumpah ya kali ini gua kesel banget sama orang-orang di sekitar guaa" tutur tasya kesal.


*


*


1 jam kemudian.


Rangga kini sudah siap untuk ke kantor, iapun keluar dari kamar nya lalu langsung menuju kamar tasya tanpa mengetok pintu kamar tersebut. Sontak orang yang didalam itu kaget, seketika tasyapun langsung berdiri dan melihat ke arah pintu.


"Ceeehh.. bisa tidak kalau masuk ke kamar orang itu di ketuk dulu minta izin, ga sopan banget" bentak tasya


"Gak saya gak mau" jawab tasya ketus


Rangga yang tidak suka mengulang kata-kata yang kedua kali nya, ia pun menghampiri tasya dan menatap tasya dengan tatapan tajam.


Tasya yang takut rangga akan berbut apa-apa kini ia langsung kabur keluar kamar sehingga membuat rangga menoleh kebelakang melihat tasya berjalan dengan cepat.


"Dasarrr anak kecil" tutur rangga


*


*


Pov. Dimeja makan


Kini mereka sedang menyantap sarapan pagi yang sudah di hidangkan.


"Ingat jangan pulang dulu, saya hari ini juga akan pulang cepat karena ini hari libur saya hanya mengecek kantor saja" ucap rangga menjelaskan pada tasya


"Mami akan ke sini, jangan membuat kecewa mami saya" rangga pun memperingati tasya


"Hmm iyaa tenang aja, lagian kalau bg rangga ga balik kesini juga gapapa gak ngaruh juga sama saya, jadi lamain aja di kantor nya" tutur tasya dengan raut wajah yang polos.


" saya sih mau-mau aja lama di kantor, tapi saya kasihan sama kamu takut kangen sama saya, jadi saya gak tegaa" ucap rangga kembali melawan tasya.

__ADS_1


"Dih amit amit cabang bayi.. gak pantes banget buat di kangenin" ujar tasya sembari menatap rangga sinis.


" yakin? Nanti juga bakalan kangen kalau saya gak ada di samping kamu" ujar rangga lagi


"Yang ada abg kali yang ga bisa jauh-jauh sama saya, buktinya adaaaa aja hal yang mau di lakuin asal deket sama saya" jelas tasya pada rangga


"Kalau iya memang kenapa?" tanya rangga yang kini membuat tasya salah tingkah.


Tasyapun terdiam hanya melanjutkkan sarapan nya.


lalu ranggapun langsung berdiri dan mengabil jas nya yang tersangkut di meja senderan kursi karena ia ingin langsung ke kantor tanpa menunggu tasya selesia sarapan.


Rangga langsung mendekat ke sebelah tasya, lalu rangga mengusap kepala tasya dengan lembut.


"Habiskan sarapan nya, nnti saya akan menelpon jika sudah ingin pulang, jangan segan-segan jika kamu membutuhkan sesuatu panggil saja petugas di rumah ini, mereka akan melayani kamu" tanpa menunggu jawaban dari tasya ranggapun langsung melangkah keluar menuju mobil.


Tasyapun menjadi tertegun tak bisa mengatakan apa-apa dan tak tau harus berekspresi seperi apa dengan perlakuan rangga yang sangat lembut kepadanya tadi.


*


*


Jam 11.20


Tasya yang dari tadi sudah bosan hanya di kamar saja, kini ia membuka pintu kamar itu dan ingin menuju ke bawah untuk meminta minum. Karena ia tidak tau bahwa ada bell di kamar untuk memanggil pekerja di rumah itu.


"Ada yang bisa saya bantu nona" tanya bi sukma kepala pelayan dirumah itu.


"hmm saya hanya ingin minum bi" ucap tasya lembut.


"Baik kalau begitu saya ambilkan non, nona dudu saja" ucap bi sukma


"Apa nona ingin memakan sesuatu biar saya siap kan?" Lanjut bi sukma dg baik melayani tasya.


"Hmm tidak bi, terimakasih, mungkin nanti saja setelah mami nya bg rangga datang ke sini" jawab tasya.


"Baik nona, tunggu sebentar" sambung bi sukma lalu meninggalkan tasya.


*


*


Beberapa menit kemudian tasya masih duduk di depan televisi sembari meminum air dingin yang di ambil oleh bi sukma tadi.


Tiba-tiba ada suara mibil yang berhendi di depan rumah rangga, yang ternyata adalah mami rani.


Pelayan dirumah itu langsung bergegas membuka pintu karena mereka tahu bahwa nyonya mereka akan dattang kesini.


"Assalamualaik" ucap mami rani yang langsung di sambut juga oleh tasya yang sudah tau kalau itu adalah mami rani.


"Waalaikumslaam mi.." jawab tasya lalu ia mencium tangan mami rani dan cupika cupiki.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalian mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2