Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
21. Melihat dia dan laki laki lain


__ADS_3

Ketika rangga sudah menjawab tlfon dari tangan kanan nya itu. Kini ia bergeges keluar kamar untuk berangkat ke tempat kantor cabangnya itu. Swbelumnia berangkat ke kantor ia mampir ke reatoran hotel itu untuk makan malam terlebih dahulu.


Di apartemen tempat tasya tinggal, kini gadis itu tengah siap siap untuk menuju hotel milik kelurga nya karena tadi robi sempat menelfon nya karena ingin bertemu.


*


Kini tasya sudah sampai di hotel dan langsung ke lobby hotel, lalu ia langsung mendapati robi yang berdiri di depan meja lobby sedang berbincang pada kariawan nya tentang masalah hotel.


"Mas, udah nunggu lama ya?" Tanya tasya swmbari tersenyum pada robi.


"Eh udah sampai, nggak kok biasa aja" tutur robi sembari mengelua pucuk kepala tasya. Namun tasya merasa tak enak dengan perlakuan itu ia pun mengalihkan pembicaraan sembari melepaskan tangan robi dari kepala nya itu.


"Ehh hmm, oiya kenapa manggil aca kesini, ada yang bisa ca bantu?" Tanya tasya masih merasa tak enak karena perlakuan robi tadi.


"Emm yuk kita ke restoran di lantai 5 dulu, kamu pasti blum makan kan?" Tanya robi sembari menarik tangan tasya ke dalam lift. Tasya pun mengangguk pelan tanda setuju pada pernyataan robi tadi.


*


*


Tasya sudah sampai di depan resto dan ia mendapati 5 bodyguard di depan restoran yang ada di dalam hotel itu namun ia tak menghiraukan nya.


Ketika ia ingin memasuki restoran sontak ia kaget ketika para bodyguard menundukkan kepala nya tanda hormat dan sembari mengatakan.


"Selamat malam nona" serentak 5 bodyguard mengatakan itu pada taysa. Tasya pun bingung bagaimana bisa mereka mengenali nya. Namun rasa penawarannya itu di tepis. (Sudah pasti para bodyguard itu tau siapa tasya, apa yang tidak mereka tau tentang siapa saja yang pernah bertemu dengan bos nya itu bahkan orang yang pernah berpapasan dengan bosnya itu mereka harus menghafal bentuk wajah orang orang itu.)


"Ohh iya makasih pak" balas tasya yang juga menundukkan kepalanya.


"Mereka siapa mas?" Tanya tasya pada robi.


"Itu kayaknya bodyguard pak rangga. Tapi gak tau juga deh mungkin perugas keamanan di hotel ini" tutur robi menebak.


"Owhh" jawab tasya dan menebarkan pandangan nya ke seluruh ruanagn itu sembari mencari tempat duduk yang kosong.


"Mas kayak nya di deket kaca sana bagus, yuk kita duduk di sana aja" tasya mengajak robi dan robi pun melangkah mengikuti arah taysa itu.


__ADS_1


*


*


Kini mereka sudah selesai makan. Dan lanjut untuk berbincang robi masih membahasa persoalan masaah tadi siang.


"Ca gimana? Kamu udah gak apa apakan sama masalah tadi siang?" Tanya robi sembari menatap lembut wajah cantik itu.


"Sebenarnya si masih ngerasa kesel sama masalah tadi. Tapi yaudah lah ca juga udah ngaduin masalah ini kepapa dan papa juga udah bicara sama abang" jawab tasya lalu meneguk air yang ada di hadapan nya.


"Trus apa tindakan papa sama abang kamu denger masalah ini?" Tanya robi penasaran.


" gak tau mas, ca juga blum di kasih kabar sama papa dan bang avnil" jelas tasya lagi dan tiba tiba tobi memegang tanagn tasya dan menatap lembut mata indah tasya itu.


"Maafin mas ya, mas gak bisa bantuin kamu tadi siang dan mas juga gak bisa jagain kamu" tutur robi lembut pada tasya. Dan sya hanya tersenyum canggung.


"Hehe.. gapapa kok mas ini juga bukan salah mas, lagian kan pak rangga itu yang maksa kalau mas gak boleh ikut nganterin dia kedalam kamar, jadi ca paham lah mas juga pasti gak mau terkena masalah" tutur tasya pada robi.


"Sekali lahi maafin mas ya?" Tutur robi lagi


Disisi lain rangga yang sudah selesai makan dan ingin keluar dari restoran hotel itu ia tak sengaja melihat seorang wanita yang ia bentak tadi siang sedang berpeganagn tangan bersama manager hotel ini.


Langkah rangga seketika terhenti dan memandang tajam ke arah robi dan tasya yang sedang berpegangan tangan.


Dani yang melihat bos nya memandang ke arah tasya kini ia paham apa yang harus ia lakukan.


"Bos, saya pasti akan mencari tau apa hubungan manager hitel ini dan nona tasya" tutur dani pada bosnya rangga.


"Hmm" cuma itu jawaban rangga. Dan kini ia langsung pergi dengan perasaan yang aneh dan baginya persaan itu tak enak.


Dalam perjalanan ke kantor raut wajah rangga sangat tak enak untuk di pandang karena raut wajah nya itu sangat menakutkan namun bagi dani itu sudah biasa.


"Dasar ni CEO, bilang aja lagi cemburu karna liat nona tasya sama manager lagi pegangan tangan tadi di resto" tutur dani dalam hatinya.


Bahkan sedang meeting rangga pun masih tak fokus dengan apa yang ia kerjakan, ia masih memikirkan apa yang ia lihat di restoran tadi.


"Sudah lah meeting kali ini saya sudahi sampai di sini, materi yang kalian sampaikan sangat tidak penting, saya banyak urusan kalian bereskan ini semua besok kita lanjut meeting lagi dan saya mau materi yang klian sampaikan ini penting dan jelas masalah apa yang harus di selesaikan"

__ADS_1


Rangga berdiri dari kursi khusus CEO dan ingin melangkah pergi tanpa aba aba.


"Bos tapi yang mereka sampaikan itu penting bos" tutur dani menghentikan langkah rangga.


"Saya bilang sudahi meeting ya di sudahi jangan banyak omong atau kamu akan saya pecat dani" tutur rangga tegas pada dani dan dani pun menganggukan kepala dan melangkah keluar mengikuti bos nya yang sedang kesal itu.


"Saya mau kamu segera mencari tau apa hubungan manager brengsek itu dengan gadis cerewet itu" tutur rangga sembari berjalas cepat menuju mobil yang telah berada di depan lobby kantor.


"Baik bos" dani pun mengerahkan anak buah nya untuk segera mencari tau tentang tasya dan robi.


"Jam 12 nanti saya tunggu info dari kamu" tutur dani pada anak buah nya di dalam telfon itu.


*


*


Kini mereka sudah kembali lagi ke hotel begitu juga dengan tasya ia sudah di antar pulang oleh robi dan anak buah rangga pun sedang mencari tau tentang robi dan tasya.


Di dalam kamarnya rangga begitu kesal, raut wajah nya seakan akan membuat ruangan itu sangat dingin dan mencekam.


Sudah jam 12 malam namun rangga juga tak kunjung reda kekesalan dan emosinya itu.


"Danii!!" Teriak rangga dan keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu yang dani sedang menatap layar laptop itu.


"Bagaimana cara kerja anak buah kamu itu. jam segini blum juga memberi kabar" marah rangga pada dani sembari menghempaskan badan nya di atas sofa.


"Maaf bos, mereka sedang menuju kesini untuk meberi laporan yang jelas nantinya"


Tiktok tok...


Danipun menekan tombol untuk membuka kunci pintu. Dan ternyata itu adalah anak buahnya yang disuruh nya tadi untuk mencari tau hubungan tasya dan robi, karena bodyguard yang mengikuti tasya selama ini tak pernah mendapati kalau tasya bertemu dengan robi.


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2