Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO

Perjalanan Cinta Dokter Dan CEO
52. Makan malam


__ADS_3

Kini rangga dan alya sudah sampai di mansion utama orangtuanya.


'


jam sudah menunjukkan jam 7.30 malam kini semua sudah siap untuk berangkat ke mansion utama keluarga bryan.


"Yaudah yok, alya mau bareng sama mami atau mau sama abang" tanya mami rani.


"Sama mami lah.. males banget sama bang rangga" jawab alya santai namun tak di tanggapi oleh rangga abangnya itu.


Dan kini mereka masuk ke mobil, rangga terpisah memakai mobil pribadinya sendiri. Dan tak lupa juga dengan para bodyguard yang semakin 'banyak untuk mengawal mereka selama di perjalanan.


*


*


skip..


Kini jam sudah menunjukkan jam 8 malam. Mereka sudah sampai di mansion utama keluarga bryan, dan mereka di sambut ramah oleh keluarga itu.


"Hallo selamat malam.. ayo masuk masuk.." ajak mama riana pada tamu spesialnya itu.


Dan semua saling sapa dan bersalaman.


"Yasudah kita langsung makan malam, soal cerita cerita nanti aja hahah.." tutur papa bryan dan mengajak tamu ke ruang makan khusus tamu.



Mereka kini sedang makan malam dan sedikit bercerita, dan menanyakan tentang alya,'dan bercerita tentang hal hal lain. Namun akhirnya pertanyaan pun juga dilontarkan pada rangga.


"Rangga gimana? Kalian udah saling kabar kabaran?" Tanya papa bryan pada rangga, yang ia mengira kalau ank nya dan rangga itu sudah semakin dekat namun sebenarnya tidak.


"Emm maksudnya om?" Tanya rangga memang ia benar benar tak tau apa maksud om bryan.


"Loh emang kamu gak ngabarin tasya? Dan tasya gak nganarin kamu?"


"Emm enggak om"


"Loh kenapa ngga? Atau jangan jangan kalian blum tukaran nomor?" Tanya mama riana curiga pada rangga.


"Iya tante kita blum saling tukeran nomor" jawab rangga canggung


"Aduhh.." jawab para orang tua itu kompak.


"Anak muda jaman skarang gengsinya tinggi banget" sindir papi riko pada anak nya itu.


*


Kini mereka semua sudah selesai makan dan memutuskan untuk duduk di ruang tamu bagian lantai 2 agar lebih leluasa untuk berbicara dan lebih privasi.

__ADS_1



"Jadi gimana masalah perjodohan ini? Apa tasya sudah menyetujuinya?" Tanya bryan pada orangtua tasya.


"Syukur tasya menerimanya, dia akan coba jalani hubungan ini dulu" jelas bryan


"Syukurlah, akhirnya mereka berdua setuju" jawab riko


Rangga yang mendengar penjelas om bryan pun ia kini merasa sedikit kaget.


Rangga mengira bahwa tasya akan menolak mentah perjodohan ini, namun ini tak sama dengan apa yang ia fikirkan.


"Om harap kalian benar benar serius menjalani hubungan kalian ini, dan semoga saja kalian itu memang jodoh" tutur papa bryan pada rangga.


"Hahaha iya om semoga, itu tergantung dengan tasya, saya hanya nurut saja" jawab rangga asal, jawabannya itu akhirnya membuat dirinya sendiri merasa kesal dan menyesal karenaa sudah menjawab seperti itu. Itu sama saja ia juga ikut menyetujui hubungan ini sampai menikah nanti.


"Akhh bodoh sekali aku.." batin rangga.


namun ia tetap menampakkan senyumnya di depan orangtua tasya.


"Oh ya.. tasya kan sebentar lagi mau wisuda, jadi kalian harus fokus ya menjalani hubungan kalian ini, om sama papi kamu benar benar berharap jika kalian itu sampai menikah, kalian sudah tau kami sudah tua dan ingin menimang cucu" jelas papa bryan lalu mereka tertawa mendengar penuturan bryan.


"Hahahahah..." para orang tua tertawa kecuali rangga.


"Kapan tasya wisuda?" Tanya rani pada orgtua tasya.


"2 bulan lagi, kami juga mengharap kalian bisa hadir di acara wisudanya tasya, lagian mereka juga sudah setuju dg perjodohan ini" jelas riana.


"Iya ya.. emm.. kami minta maaf bryan, sepertinya kami tidak bisa hadir di acara tasya, karena kami ada perjalanan bisnis yang sangat penting" jelas riko pada bryan dan meminta maaf karena tidak dapat hadir.


"Tapi tenang saja ada rangga, dia yang akan datang ke sana nantinya" tutur riko sembari menepuk pundak rangga. Rangga pun terkejut dan terpaksa meng iya kan apa yang dikatakan oleh papinya itu.


"Emm iya om, nanti di usahain"


"Rangga kok di usahain si.. kamu tuh wajib datang ke acara wisuda calon istri kamu" perkataan mami rani pun lembali membuat rangga semakin salah tingkah dan tak bisa lagi berkata apa apa.


"Iya tidak apa apa, tapi kalau minsalkan rangga tidak sempat hadir juga tidak apa apa, jangan di paksakan ko" sambung bryan.


"Tidak yan, dia memang wajib hadir di acara wisuda tasya, tenang saja dia pasti akan hadir" jelas riko meyakinkan bryan.


"Baik lah itu lebih baik hahah..." semua orangpun sesikit tertawa.


"Rangga apa kamu benar benar tidak memiliki nomor ponselnya tasya?" Tanya mama riana.


Pertanyaan riana di jawab hanya dengan anggukan oleh tanggan.


"Yaudah ini tante kasih kamu nomor tasya, nanti kamu kabarin dia ya, sini ponsel kamu" kini rangga terpaksa mengeluarkan ponselnya dan diberikan kepada riana.


"Gimana kalian mau dket kalau kayak gini, nomor aja gak punya..." mama riana pun menggelengkan kepalanya melihat anak muda jaman sekarang.

__ADS_1


"Nih.." kini ponsel rangga di kembalikan oleh riana.


"Makasih tante"


"Ingat di telfon tasya nya jangan di anggurin" sindir maminya.


"Iya.. besok di tlfon" jawab rangga terdengar sedikit kesal karena dari tadi dia merasa dipojokkan.


"Tuh dek liat abang kamu besok ya? Dia nelfon tasya atau enggak" tutur mami rani pada anak perembuan nya.


"Hhah.. iya iya mi" jawab alya sembari tertawa


Kini semuanya sudah di bicarakan tentang pejodohan anak mereka, dan bahkan sampai ke pembicaraan tentang perisahaan dan bercerita tentang dunia bisni.


*


*


Kini jam sudah menunjukan jam 10 malam, keluarga bryan memutuskan untuk pulang, apa lagi dengan alya, dia tampak sudah mengantuk.


"Yasudah kami pulang dilu ya?" Pamit riko pada bryan.


Dan kini mereka pun berdiri dari tempat duduk mereka.


"Loh cepat sekali" sambung riana.


"Besok kan mau masuk kerja lagi, lagian alya juga sudah mengantuk jeng" jawab rani.


"Emm begitu.. yasudah marinkami antar kedepan"


Kini merekapun sudah sampai di luar dan sudah di sambut oleh para bodyguard mereka.


"Rangga ke rumah mami dulu atau langsung pulang?" Tanya maminya.


"Langsung pulang" jawab rangga.


"Emm yaudah alya bareng abang aja ya sayang"


"Iya mi... " kini alya memeluk maminya dan menyalami tangan kedua orang tuanya dan juga menyalami tangan bryan dan riana. Begitupun dengan rangga dia menyalami para orangtua di sana, dan merekapun langsung masuk ke dalam mobil masing masing.


"Hati hati ya.." tutur riana pada orang yang berada di dalam mobil.


"Iya.. kami pulang dulu" lalu rani melambaikan tangnnya kepada riana.


Titt..tit... terdengar bunyi klakson mobil tanya menyapa orang orang yang ada di sana.


*


Jangan lupa di vote kakak semua😉✨✨🥰 semoga kalian suka dengan karya pertama aku🥰 jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


Tunggu eps selanjutnya.


Saya akan selalu up cerita ini sesuai jadwal dan tidak menunggu banyak like, semoga dengan seperti ini kalain mau dan suka dengan karya yang saya buat ini.🥰🥰🥰🙏


__ADS_2