
Drtt..drrrtt... ponsel tasya berbunyi, ia membenahi posisi duduknya dengan sempurna sembari mengambil ponsel di dalam tas miliknya.
"Siapa sih" tutur tasya pelan.
"Mama" lalu dengan cepat tasya menggeser tombol tanda ia menjawab panggilan tersebut.
//telfon//
Tasya: "Halo maa"
mama: " hallo sayang, kamu udah pulang nak?"
tasya :" sudah ma.. ini adek mau ke rumah mama, adk habis masak tadi, adek bawain makan malam ya ma?"
Sebenarnya mama riana masih tidak enak hati pada anak perempuannya, karna smalam dia membiarkan rangga membawa anaknya kerumah rangga tanpa bisa berbuat apa-apa.
Mama: " ohh iya syukurlah sayang, mama minta maaf ya sama kamu soal smalam, lain kali mama gak akan ikut campur lagi masalah seperti ini sayang, maafin mama ya nak?" Ujar mamanya sedih
Tasya:" iya ma gpp, lagian adek juga udah pulang kok" jawab tasya tanpa memperpanjang kalimatnya karena malas membahas persoalan tadi malam.
Mama:" yaudah sayang, kamu kalau mau kesini hati-hati ya?, bilang sama Andi dan juan jangan ngebut- ngebut"
Tasya:" iya ma aman, nnti adk tlfon lagi kalau ada apa-apa. Daahh maa"
Tasya pun langsung mengAkhiri panggilan tersebut
//tlpon berakhir//
"Yok key kita kebawah biar nanti bisa langsung naik ke mobil biar gak kelamaan" ajak tasya yang berdiri membawa sebagian tas jinjing yang berisi makanan dan sedikit oleh-oleh untuk ART di mansion utama orangtua nya.
"Yukk cuss" ujar ekey dengan membawa separo tas jinjing sama seperti tasya.
Skipp..
Kini mobil yang dikendarai oleh Andi dan juan sudah datang. Tasya dan juga ekey sudah masuk kedalam mobil untuk menju ke mansion utama orangtua tasya.
Didalam mobil mereka bercanda seperti biasa, tasya,ekey,andi dan juan memang tampak semakin akrab, karena mereka hampir setiap hari selalu bersama. Ditambah lagi tasya tidak memandang rendah siapapun orang yang bekerja dengan nya, ia menganggap semua sama.
__ADS_1
//Skipp.. di mansion utama papa bryan.//
Bodyguard yang ada di mansion utama itu langsung menyambut kedatangan nona cantiknya itu, mereka membuka pintu mobil hingga pintu rumah untuk tasya. Tasyapun keluar dari dlm mobilnya.
"Makasih pak.." tutur tasya sembari tersenyum manis.
"selamat malam non, tuan besar sudah menunggu anda didalam" jawab bodyguard itu dengan sopan.
"Malam pak, oh iya itu di dalam mobil ada sedikit oleh-oleh untuk penghuni rumah ini, tolong dibagiin aja ya pak" ujar tasya sembari melihat ke arah mobil.
"Baik non, yang anda pegang biar saya saja yang membawanya" ujar bodyguar yang ingin mengambil tas jinjing yang berisi makanan yang ia masak dirumah tadi.
"Ohh gak usah pak, ini biar saya aja gpp kok, bapak lanjut aja bagiin oleh-olehnya" tasyapun langsung menuju kedalam rumah besar tersebut yang diikuti oleh ekey.
/Skip.. di meja makan/
Ternyata mama dan papa nya sudah menunggu kedatangan anak perempuannya. Mereka sengaja belum makan karena tau anak nya membawa makan malam untuk kedua orangtuanya.
"Malam paa maa.." ujar tasya sedikit berteriak menujubke meja makan, karena rumah itu sangat besar sehingga membuatnya harus bersuara agak sedikit lantang.
"Haloo sayanggnya papa.. sini sayang" papa bryan langsung berdiri dan memeluk anak perempuannya itu. Begitupun dengan tasya ia membalas pelukan hangat papanya.
"Ayok-ayok ikut duduk key" ajak papa bryan yang menyuruh ekey untuk ikut bergabung.
"Iya pa" jawab ekey sopan dan duduk di hadapan tasya.
"Wahh anak papa masak apalagi nih, udah lama papa gak makan masakan kamu sayang" ujar papa bryan menatap antusias ketika tasya menyiapkan makanan yang ia bawa.
"Nihh, adek buat sup ayam buat mama, ikan kuah kuning buat papa" tutur tasya memperlihatkan masakannya kepada kedua orangtuanya.
"Ohh dan satu lagi, ada tempe mendoan kesukaan sejuta umatt" tasyapun menghidangkan masakan yang ia bawa, tak lupa ia juga menyendokkan nasi kedalam piring kedua orang tuanya.
"Wahhh... pasti enak bangett niih masakan anak papa, ya gak maa?" Ujar papa bryan memuji masakan ank nya.
"Pasti lah pa, siapa dulu yang ngajarin" jawab mama riana.
"Mama dong" sambung tasya kembali. Mereka yang ada di meja makan pun tertawa.
__ADS_1
"Yuk kita makan, semoga suka ya ma paa" ucap tasya. Merekapun makan malam bersama.
//Skipp..//
Kini mereka semua sudah selesai makan malam. Ekey kini sedang membawa barang bawaan tasya ke kamar tasya karna mereka rencana mau menginap di mansion utama.
Kini tasya ikut ke kamar orang tuanya untuk bercerita banyak seperti biasa, ditambah lagi dia mengungkit kekesalan nya masalah semalam.
Mama papanya, sangat menjadi pendengar yang baik ketika anak perempuan satu-satunya itu sedang bercerita, ia tak mau membuat putrinya kesal karena tidak ingin mendengarnya bercerita, karna jarang ada moment seperti ini, biasanya semua orang akan sangat sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Maa paa, tadi mami rani membahas tentang perjodohan dan pernikahan" tiba-tiba tasya membahas persoalan itu, mama dan papa nya pun saling menatap satu sama lain, terkejut saat anak nya membahas soal ini, karna rencananya mereka ingin membahas persoalnan ini diwaktu yang tepat, dan tak ingin merusak mood anak nya.
"Memangnya apa yang dibilang orangtuanya rangga sama kamu dek?" Tanya mama riana.
"Katanya kami disuruh mikirin tentang pernikahan, jangan lama-lama katanya" ucap tasya kembali lesu karna ia tidak tau harus mulai dari mana jika ingin memikirkan tentang pernikahan.
"Papa sama mama gak mau maksain kamu dek, tapi kami sebagai orangtua berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian, kami berharap yaa supaya kalian bisa menjadi sepasang suami istri, karna papa sma mama sudah tau tentang latar belakang kelurganya, jadi papa sama mama tidak takut lagi jika kamu sama rangga nantinya. Tapi kembali ke diri kamu sayang, bagaimana rasanya"
Jelas papa bryan yang kini duduk di bibir ranjang sebelah anak nya.
"Tasya bingung pa harus gimana, bg rangga emang baik tapii.." ucap tasya terputus
"Tapi dia pengusaha terkenal? Kamu blum yakin ya sama dia?" sambung mama riana kini mengelus bahu anak nya.
"Mama paham sama alur pikiran kamu dek, kamu tidak mau seperti mama yang menjadi istri pengusaha besar, apalagi musuh diluarsana sangat kejam dan ditambah lagi begitu banyak wanita diluarsana mengincar rangga, iya kan?" tutur mama riana kembali.
"Iya ma, adek gak mau terlalu banyak terlibat dengan hal-hal seperti itu, mama sama papa juga tau kalau tasya kurang menyukai dunia bisnis seperti ini" ucap tasya memegang punggu tangan mamanya.
"Lagian tasya belum menemukan sikap bg rangga yang kalau memang dia pengen tasya menjadi istrinya, tasya belum bisa melihat kalau bg rangga benar-benar menyayangi dan menyukai tasya ma pa" ucap tasya sedikit sedih.
"Trus gimana dengan kamu sayang?" Tanya mama riana.
"Adek juga bingung ma, adek belum bisa nerima dia sepenuh nya dengan ikhlas, gak tau kenapa" ujar tasya sedikit kesal.
__ADS_1
"Papa paham nak, papa yakin lambat laun kalian pasti menemukan perasaan kalian yang sebenarnya, cuma waktunya aja yang belum tepat"
"Jadi kamu pikirkan matang-matang, klian harus sering banyak bercerita satu sama lain, biar kalian saling tau, saling kenal, maka dari itu papa gak ngelarang kalau rangga pengen bawa kamu kesana ataupun kemana, biar kalian bisa dekat, kalian malah gunain waktu itu untuk betengkar " sambung papa bryan kembali.