
"Syarat? Kok pake syarat segala si dek?" Tanya avnil.
"Syaratnya simple kok, abang kasih tau ke adek siapa cewek yang abang jemput di bandara bulan kmaren?" Jawab tasya seperti menggoda abangnya itu.
"Ya ampun dek kamu masih inget aja, udah lah kapan-kapan abang kenalin ke kamu, tapi bukan sekarang abang sibuk okey?" Tutur avnil pada tasya sembari menggaruk jidat nya yang tak gatal.
"Aaa gak mauu, adek maunya sekarang" tutur tasya manja pada abang nya dan membuat suara yang imut. "adek mau liat ajaa gimana wajah nya, itu aja kok gak lebih, kirim ajak foto nya sekarang ke adek" mohon tasya pada avnil.
"Kapan kapan ya dek abang lagi sibuk gak sempat mau kirim ke kamu" kata avnil yang malas meladeni permintaan adik nya itu.
"Hmm yaudah adek gak mau nyambut rekan kerja abang di hotel itu" tutur tasya mengancam.
"Ehh jangan gitu dong dek. Iya deh iya nih abang kirim" lalu avnil terpaksa mengirim foto kekasih nya itu pada tasya tanpa mematikan ponsel nya.
"Tuh udah di kirim" lalu tasya membuka pesan dari avnil tanpa mematikan ponselnya.
"Aaa cantik bangett, cieee yang bentar lagi moo nikaah hahahah" goda tasya pada abang nya dan avnil pun salting atas penuturan adik nya itu
Sudah lama mengobrol sama adik kesayangan nya itu, kini sambungan telfon sudah terputus.
*
*
*
2 hari kemudian, kini waktunya rangga menuju ke kota JG untuk perjalanan dinas. Rangga kini tlah menaiki pesawat pribadi nya yang juga di ikuti oleh sekertaris perempuan di kantornya dan juga dani yang selalu setia mengikuti kemana bos nya itu pergi. Tak lupa juga ia membawa bodyguard nya itu.
Di dalam pesawat rangga tampak tak sabar sampai ke kota JG ia terus termenung dan menatap jendela pesawat.
"Kenapa lama sekali sampai nya?" Kesal rangga pada dani.
"Pak kita baru 45 menit lepas landas dan masih sisa 50 menit lagi untuk kita sampai ke kota JG." Jelas dani pada bosnya itu.
__ADS_1
"Katakan pada pilotnya untuk menambah kecepatan nya" tutur rangga lagi pada dani, tapi dani hanya menahan tawa dan tidak menjalani perintah rangga karena ia tau bos nya itu tak benar benar menyuruh pilot untuk menambahkan kecepatan pesawat.
"Dasar bos dingin, tapi bisa ngelawak juga" tutur dani dalam hati mengejek bos nya itu.
*
*
kini rangga 10 menit lagi mendarat di kota JG.
dan perempuan yang akan menyambutnya itu sedang sibuk dengan pasien nya dan selalu melihat jam di tangan nya itu.
"Dokter tasya kok dari tadi ngeliatin jam terus?" Tanya perawat pada tasya sembari keluar dari ruangan pasien.
"Iya nih solnya ada urusan penting di luar setengah jam lagi." Kata tasya menjelaskan pada 3 perawat itu yang bersama nya.
"Mau ketemu cowok dok?" Tanya mia salah satu perawat itu dan para perawar itu tertawa.
"Yaudah kita ke kamar pasien yang mana lagi?" Tanya tasya pada tiga perawat itu. Lalu mereka melakukakn kewajibannya untuk melihat perkembangan pasien pasien nya. Tasya pun tak sadar bawah 10 menit lagi tamu itu akan datang ke hotel milik abang nya itu. Tasya melihat jam.
" ohh god, mbak aku lupa kalo aku harus pergi sekarang juga, mbak aku pergi dulu ya, kalian lanjut aja ke kamar pasien" lalu tasya berlari menuju ruangan nya untuk mengambil tas dan segera mencari taxi untuk menuju ke hotel.
Tasya tak mempunyai mobil di kota JG ini. Karena ia meninggalkan mobil nya di kota tempat tinggal nya yaitu kota JKT. Karena disana ekey lah yang mengurus rumah dan mengurus toko cake tasya selama tasya di kota JG. (Papa bryan ingin membelikan mobil untuk anak nya itu agar mudah untuk kemana mana nanti nya. Tapi nihil bujukan papa bryan tak berhasil, anak kesayangan nya itu menolak).
Kini tasya sudah mendapat kan taxi. Dan di perjalanan ia selalu melihat jam dan menyuruh supir taxi itu utuk menambah kecepatan kendaraan nya itu.
"Pak bisa cepatan dikit gak pak, soalnya saya lagi buru buru ni pak" tutur tasya panik pada pak taxi.
"Ia mbak ini udah cepat kok, nanti terlalu ngebut bahaya mbak" tutur pak taxi pada tasya.
tasya sepertinya akan telat sampai di hotel.
Dan benar saja kini mobil rangga sudah di depan pintu hotel dan di sambut oleh para satpam itu sembari membuka pintu mobil rangga dan mengelurkan koper rangga dari bagasi mobil.
__ADS_1
Sedangkan di dalam hotel para rekan kerja dinas rangga telah menunggu dan sudah siap untuk menyambut bos besarnya itu kecuali tasya ia belum juga sampai.
Rangga berjalan menuju lobby yang sudah di tunggui oleh para bawahan nya. Namun rangga tak melihat sosok wanita yang di tunggui nya.
"Selamat datang di hotel kami pak" tutur manager hotel itu ia juga teman avnil yang bernama robi. (Robi ini suka sama tasya loh gays semenjak tasya SMA). Robi menjabat tangan rangga dan di ikuti oleh rekan kerja rangga itu.
Rangga hanya tersenyum sedikit di depan orang orang itu sembari matanya melihat kiri dan kanan mencari sosok wanita itu.namun tiba tiba seorang dari belakangnya berlari panik ke arah meja resepsionis.
"Mbak, tamu nya pak avnil yang katanya akan datang hari ini udah sampai atau blum mbak? Atau udah masuk ke dalam kamar VVIP nya? Tanya tasya panik dan suaranya sedikit keras sehingga para tamu tamu terhormat di hotel nya itu melihat ke arahnya.
" itu tamu pak avnil yang sudah datang mbak" tutur resepsionis itu sopan pada tasya dan menunjuk ke arah orang yang berpakaian jas hitam. Resepsionis itu sudah dari tadi berdiri karena menyambut tamu terhormat itu.
"Mbaak sudah terlambat sekitar 5 menit" tutur resepsionis itu pada tasya.kariawan yang tasya ajak bicara itu sudah mengenal tasya bahwa tasya adalah adik dari pemilik hotel itu.
Lalu tasya melihat ke arah orang itu, lalu tasya sedikit berlari menuju orang yang berpakaian jas hitam itu.
Namun saat itu juga senyum miring khas rangga itu terukir di wajah tampan nya.
"Maaf semua nya saya terlambat" tutur tasya ngos ngosan sembari mengibaskan rambut nya kebelakang dan merapikan nya dan ia terlupa untuk melepaskan jas dokternya itu.
Tasya tak menyadari bahwa tamu spesial itu adalah rangga, ia tak terfokus pada rangga ia hanya fokus pada bapak bapak berkumis dan sedikit gemuk itu, karena ia kira bapak itulah yang tamu penting hotel itu.
Rangga menarik napas nya dalam dan membuang nya. Dan melihat jam di tangannya.
"Terlambat 5 menit lebih" tutur rangga dingin pada tasya. Tasya pun menoleh pada asal suara yang berat itu. Tasya pun tersentak kaget karena mendapati apa yang ia lihat.
*lobby hotel*
Jangan lupa vote ya kakak ku semua. 🥰🥰🥰 like komen kritik dan saran nya juga boleh.✨✨✨
Terimakasih sudah membaca hasil karya saya semoga klian semua suka.🥰🥰
__ADS_1